Aku Terlalu Lelah Berusaha

Aku Terlalu Lelah Berusaha
30. lemari


__ADS_3

" halo, tuan sepertinya orang yang tuan maksud memang pelakunya " ucap orang orang yang mengikuti Aslan , karena telah kehilangan jejak


" loh kenapa kita ke sini " ucap Alia melihat rumah yang ada di depannya dari dalam mobil


" ya daripada kita dibuntuti kan " ucap Aslan , melihat mobil Aslan penjaga pun membuka gerbang


" ada apa bos " ucap Silla yang baru masuk , Alex pun mendekat dan terus berjalan yang membuat Silla terus mundur hingga terpojok Alex pun mengunci Silla dengan kedua tangan nya di samping kiri kanan Silla , karena terlalu dekat Silla pun menahan nafas nya , sedangkan Alex terus menatap tajam Silla , Alex pun memajukan kepalanya hingga ke samping kanan kepalanya Silla, yang membuat Silla gugup lalu berbisik " di mana adik ku " ucap Alex " sa sa saya tidak tahu pak " ucap Silla gugup * astaga kalau begini bisa bisa aku mati konyol * ucap batin Silla takut , Alex pun semakin mendekat kan kepalanya hingga menempel di samping kepala Silla , Silla yang ingin menghindar tidak bisa karena di hadang tangan Alex


tiba-tiba Alex meniup telinga Silla dengan pelan Silla pun langsung merespon dengan langsung memutar kepalanya mengarah Alex namun tanpa sengaja Silla malah mencium pipi Alex , Silla pun segera mundur sedikit , Alex pun menarik kedua tangannya lalu mengusap pipinya dan menatap Silla dengan tajam


* ibuuu tolong anak mu , aku belum mau menemui mu * ucap batin Silla memohon


" maaf pak , saya minta maaf saya benar benar tidak sengaja ini semua karena bapak meniup telinga saya , saya hanya respek karena kaget , tolong maafkan saya pak maaf " ucap Silla dengan cepat sambil terus berulang kali membungkuk dengan cepat seraya berjalan ke pintu dan langsung keluar


" astaga goblok apa yang ku lakukan " gumam Silla panik sambil mondar mandir, lalu duduk


" hehehe ibu , jangan jemput aku dulu " gumam Silla ingin menangis sambil menenggelamkan wajahnya di tangan nya yang dia susun di meja

__ADS_1


Aslan dan Alia yang tengah berdiri melihat bangunan rumah yang ada di depan nya " ini rumah mu " ucap Alia " Yap betul sekali ayo masuk " ucap Aslan sambil berjalan masuk


" hm lumayan " ucap Alia lalu berjalan mengikuti Aslan


" ini kamar Abang ku " ucap Aslan mengajak Alia berkeliling " siapa " ucap Alia " itu bang D_" ucap Aslan terdiam tiba tiba melotot karena mendengar suara mobil Desta " kenapa sekarang sih " ucap Aslan panik " ada apa " ucap Alia ikut panik , saat hendak menjelaskan Aslan melihat bayangan dan suara samar sepatu Desta yang hendak masuk " duh duh gimana nih " ucap Aslan semakin panik saat Desta yang memandang ponsel nya masuk , Aslan pun langsung mendorong Alia masuk ke kamar Desta , seraya menyuruh Alia diam , Aslan pun turun


" loh tumben pulang cepet " ucap Aslan sambil tersenyum sekaligus berusaha menyembunyikan kepanikannya " ada apa " ucap Desta yang menyadari itu sambil memasukkan handphonenya ke sakunya


" dasar Aslan sialan " ucap Alia dengan kesal , melihat sudut kamar itu , lalu berjalan menelusuri kamar itu melihat foto yang di pajang di meja Alia pun melihat nya


" nggak ada kok , aku cuma enggak enak badan" ucap Aslan " kalau begitu istirahat nanti ku panggilkan dokter " ucap Desta " hm nggak nggak itu nggak perlu , aku udah mendingan kok" ucap Aslan menolak , melihat itu Desta pun memajukan kepalanya sampai menatap tajam Aslan , Aslan hanya terdiam takut sambil menelan air liurnya " apa kau bermain main dengan ku " ucap Desta , mendengar itu Desta pun mundur " nggak aku serius nggak enak badan dan sekarang udah mendingan " ucap Aslan bicara dengan cepat , Desta pun memundurkan kepalanya " ya udah " ucap Desta hendak pergi " eh tunggu kak " ucap Aslan menghentikan Desta


" kau mau makan " ucap Aslan berbasa-basi " tidak " ucap Desta datar " minum " ucap Aslan, Desta hanya diam menatap tajam Aslan " oh nonton , makan, minum _" ucap Aslan dengan cepat tiba-tiba di potong " kau sudah mengatakan itu dan aku hanya mau istirahat " ucap Desta menekan " kalau begitu istirahat di kamar ku saja " ucap Aslan " tidak " ucap Desta berjalan pergi " kamar mu berantakan " ucap Aslan teriak , Desta yang tengah di tangga pun berhenti dan melihat Aslan " aku minta maaf aku tidak bermaksud jadi kakak bisa istirahat di kamar ku dulu , aku akan membereskan kamarmu " ucap Aslan setelah itu Desta melanjutkan jalannya dan masuk ke kamarnya sendiri , melihat itu Aslan pun terus panik " mati aku " gumam Aslan


" tapi kok nggak terjadi apa apa sih " ucap Aslan bingung tiba-tiba " apa jangan jangan _" ucap Aslan takut dan khawatir lalu segera berdiri di luar kamar Desta " semoga tidak terjadi apa-apa kepada mu , atau apa dia sudah kabur " gumam Aslan lalu bergegas turun dan berlari ke belakang rumah


" aish di bodoh itu , sekarang aku malah terjebak di lemari sialan ini " gumam Alia kesal bersembunyi di lemari

__ADS_1


" tapi tidak mungkin , tidak ada tali atau semacamnya " ucap Aslan terus melihat ke arah kamar Desta


Desta yang baru selesai mandi pun , hendak mengambil baju di lemari " duh kaki ku pegel banget " ucap Alia kesal karena dari tadi berdiri


tiba-tiba saat Desta membuka lemari , mereka saling melihat dan diam sejenak ketika Alia menyadari kalau Desta hanya memakai handuk dan tidak menutupi badannya , Desta yang sadar dengan itu pun segera menyilang kan tangannya , begitupun Alia yang segera menutup wajahnya seraya serempak berteriak


" aaaaaaaaa " teriak mereka , mendengar itu Aslan pun panik karena tahu apa yang terjadi


" mati aku " ucap Aslan ingin menangis lalu segera berlari menuju kamar Desta dengan kecepatan kilat 😅


" kau apa yang kau lakukan di sini " ucap Desta masih dengan posisi sebelumnya " tidak bukan aku tapi , si bencong yang mendorong ku masuk " ucap Alia masih dengan posisi sebelumnya " ka kau mundur dulu di sini pengap aku mau keluar " ucap Alia panik , Desta pun sedikit , setelah itu Alia pun dengan hati hati keluar sambil meraba-raba lemari karena matanya sedang terpejam tiba-tiba tanpa sengaja Alia terpeleset yang membuat Desta segera menangkap nya dan membuat Alia menyentuh dadanya , melihat itu , dan Alia yang mencoba melihat pun mereka berdua pun kembali berteriak " aaaaaaa " Desta pun segera melepaskan Alia yang membuat Alia terjatuh


" aduh " pekik Alia " makanya jalan itu liat liat" marah Desta , Alia yang berusaha berdiri dengan matanya yang terpejam " kalau aku liat liat mata ku bisa tercemar , aku ini masih perawan suci tahu nggak " ucap Alia balik marah " ada apa " ucap Aslan yang baru sampai, mendengar itu Alia pun berbalik dan menatap Aslan dengan tajam " lihat ini semua si bencong , di sini aku ti_ maaf , aku tidak bersalah " ucap Alia sambil menunjuk Aslan seraya berbalik melihat Desta tiba-tiba terdiam sejenak dan kembali menatap Aslan karena Desta yang tidak memakai bajunya , Desta pun menatap Aslan dengan tajam , Aslan yang melihat itu pun hanya tersenyum pasrah


Alia pun dengan kesal keluar dan menyenggol Aslan yang berdiri di depan pintu dengan keras


" Al_" panggil Aslan hendak mengikuti Alia namun terhenti karena Desta berdehem , Aslan pun menoleh dengan cemas " tunggu di luar , jangan kemana mana " ucap Desta menekan sambil menatap Aslan dengan tajam , Aslan yang mendengar itu pun langsung pergi tak lupa menutup pintu kamar Desta " Al tungguuuu " teriak Aslan sambil berlari

__ADS_1


__ADS_2