
" kau tahu aku terus berpikir , sebenarnya apa yang membuat kalian tidak bisa mengerti diriku, kau tahu , aku ingin berteriak kepada kalian tapi, saat itu diriku terus memaksa ku untuk diam dan berpikir kalian pasti akan mengerti diriku lebih dari aku mengerti kalian tapi kau tahu kenyataannya tidak seperti itu , justru semakin aku diam aku malah semakin merasa sakit , aku berusaha mengobati diriku tapi bagaimana lagi sakit yang ku alami tidak sesuai dengan obat yang ku minum kau tahu kan apa yang terjadi jika orang sakit salah meminum obat , kau tahu dia akan semakin sakit dan sakit sampai dia meminum obat yang benar tapi kau juga tahu walaupun orang itu sudah meminum obat yang benar pasti dia masih memiliki rasa sakit , kau tahu itu karena apa, itu karena dia sudah meminum obat yang salah lebih banyak daripada obat yang benar jadi, seperti itu lah ibarat diriku aku semakin sakit karena diam ku dan karena pengertian kalian yang salah dan jika kalian juga mulai memahami ku belum tentu aku bisa melupakan semua nya karena seperti kataku aku terlalu banyak merasa sakit yang menyebabkan aku sulit melupakannya karena seperti orang yang sudah menjalani operasi maka kau akan melihat, pasti akan ada bekasnya padahal dokter itu ingin menyelamatkan bukan memberi nya bekas, seperti itu lah walaupun kalian bisa mengerti diriku rasa sakit ku pasti masih ada dan itu tidak bisa ku lupakan , karena bekas jahitan operasi yang sangat nyata bisa di lihat maka orang itu bisa saja tidak lupa kalau dia pernah di operasi , jadi sekuat apapun kau mencoba membuat ku lupa , maka itu hanya akan membuat ku semakin mengingatnya seperti saat kau di larang untuk melakukan ini itu , maka kau akan semakin penasaran dan ingin tahu sebenarnya ada apa di balik itu , aku tidak berharap kau mengerti ucapan ku , aku hanya ingin memberi tahu mu jangan berusaha membuat orang yang sakit merasa sehat karena itu tidak akan bisa " ucap Alia berkaca kaca memalingkan wajahnya
" aku tidak bermaksud aku hanya ingin kita semua hidup bahagia bersama saling mengandalkan satu sama lain dan tidak membuat batasan dengan yang lain " ucap Alina lembut " aku tidak mau kau berharap jadi aku memberi tahu mu , aku tidak bisa hidup seperti apa yang kau katakan karena aku sudah terbiasa hidup seperti itu, kau tahu kan orang yang sudah terbiasa dengan hal apapun itu maka dia akan sulit melupakannya " ucap Alia memejamkan matanya
" ada apa " ucap Alex menenteng makanan
" hm tidak ada " ucap Alina tersenyum
" aku tahu kau berbohong " ucap Alex melihat Alina lalu beralih menatap Alia yang membuat Alia melihatnya " aku hanya membuatnya mengerti , taruh saja makanan nya dan kalian bisa pergi tapi, kalian harus pergi sebelum aku membuat diriku harus mengerti tentang kalian dan membuat diriku merasa sakit, jadi pergi lah sebelum aku mengeluarkan emosi ku " ucap Alia datar
" kak , ayo kita pergi " ucap Alina menarik Alex yang membuat Alex merasa aneh, tiba tiba Alina kembali seperti semula
" kak kami pergi dulu besok kami akan kesini lagi " ucap Alina tersenyum sambil menggandeng Alex lalu mereka pun pergi
" kenapa kalian tidak datang lebih awal, aku terus menantikan kalian , kenapa baru sekarang , apa yang yang membuat kalian begitu lama mendatangiku, apa aku begitu jauh dari kalian sehingga kalian tidak berusaha mendatangi ku dan hanya menganggap itu hanya membuang waktu kalian " ucap Alia memejamkan matanya sambil mengeluarkan air matanya dengan lepas
" Lina, apa yang di katakan Alia " ucap Alex sambil menyetir " tidak ada " ucap Alina melihat ke luar jendela " jangan bohong, aku tahu pasti ada sesuatu " ucap Alex tapi tidak di jawab oleh Alina " apa dia memarahi mu " ucap Alex
__ADS_1
" kak , aku tidak mau membicarakan itu " ucap Alina lembut sambil menatap keluar
" baiklah, apa kau mau kue coklat " ucap Alex
" tidak tapi, apa kah kita bisa membeli es krim " ucap Alina melihat ke arah Alex yang diikuti anggukan dari Alex yang membuat Alina kembali seperti semula
" BI, tuan muda di mana " ucap Silla yang sudah rapi " tuan muda " ucap pelayannya berpikir
" tuan muda Desta " ucap Silla " o , tuan Desta sudah pergi " ucap pelayannya " o iya sudah " ucap Silla " non mau sarapan apa " ucap pelayan nya " tidak usah , aku pergi dulu ya " ucap Silla yang diikuti anggukan dari pelayannya lalu pergi
" ada yang bisa kami bantu " ucap karyawan perusahaan itu " mm saya mau bertemu dengan tuan Desta " ucap Silla ragu " apa anda sudah membuat janji temu " ucap karyawan itu
" belum tapi, apa saya boleh bertemu? saya ingin membicarakan hal penting " ucap Silla
" baiklah, saya akan menyampaikan nya , silahkan tunggu sebentar , maaf atas nama siapa " ucap karyawan itu " bilang saja orang dari perusahaan ALSE " ucap Silla , karyawan itu pun mengangguk dan mempersilahkan Silla menunggu di sofa yang ada di dekat nya ,
" halo, ada apa " ucap sekretaris Desta " ada orang yang ingin bertemu dengan tuan Desta, katanya dari perusahaan ALSE " ucap karyawan tadi " baiklah, akan aku sampaikan" ucap sekretaris Desta , lalu mematikan handphone nya
__ADS_1
" permisi, tuan " ucap sekretarisnya masuk
" katakan " ucap Desta datar fokus ke pekerjaan nya " ada orang yang ingin bertemu dengan tuan, katanya dari perusahaan ALSE " ucap sekretarisnya , yang membuat Desta berhenti dan berpikir " suruh dia menunggu , aku akan menemuinya setelah pekerjaan ku selesai " ucap Desta kembali fokus " baik, saya permisi" ucap sekretarisnya lalu pergi dan mengabari karyawan yang tadi
" kita lihat seberapa kuat karyawan mu , kau pikir aku tidak akan membalas mu lihat saja tuan Alex " ucap Desta tersenyum seringai
" nona, silahkan tunggu sebentar " ucap karyawan itu , Silla pun mengangguk , setelah dua jam
" mbak , kalau tuan Desta masih sibuk saya akan kembali nanti " ucap Silla " tunggu sebentar lagi saja nona, soalnya setelah ini mungkin nona tidak bisa bertemu " ucap karyawan itu " baiklah " ucap Silla ragu " o iya, toilet nya di mana ya " ucap Silla " lurus saja dari sini lalu belok kiri dipojok " ucap karyawan itu menunjukkan Silla arah , Silla pun mengangguk lalu pergi
" dasar , Desta sialan dia pasti sengaja karena tahu aku yang datang " ucap Silla kesal lalu membasuh wajahnya " kalau bukan karena anak tengik itu , aku tidak akan sudi menemui mu , apa kau dengar hah " ucap Silla kesal
" dasar tidak berperasaan " ucap Silla kesal , lalu keluar dengan perasaan yang kesal
" astaga, aku lupa ancaman satunya " ucap Silla segera mengambil handphone nya , untuk memberi tahu rekannya kerja kalau dia mungkin terlambat dan ingin menyuruh rekanya menggantikan nya sebentar tapi, tiba-tiba Silla menabrak seseorang karena fokus ke handphone nya dan karyawan itu juga fokus berbicara dengan karyawan lain yang membuat handphone Silla jatuh
" astaga, maaf mbak , maaf saya tidak sengaja " ucap Silla segera meminta maaf sambil menunduk sembari mencari handphonenya yang jatuh tapi tidak tahu kemana
__ADS_1