Aku Terlalu Lelah Berusaha

Aku Terlalu Lelah Berusaha
22. Kakek


__ADS_3

" kak, ini aku bawa-" ucap Alina terpotong saat melihat Alia yang tidak ada di ranjang dan jarum infus nya yang lepas " kak, kakak " panggil Alina cemas, karena tidak menemukan Alia dia pun berlari keluar


" Ya elah , gitu doang di banggain " ucap Alia mengejek duduk di bangku sambil melihat anak anak yang bermain bola di lapangan rumah sakit , lalu mendekati mereka " sini bolanya , kau perhatikan , ini lah cara menendang yang benar " ucap Alia bersiap siap , lalu menendang bola itu sekuat tenaga yang membuat anak yang menjaga gawang takut padahal bola yang di tendang bukan nya masuk gawang malah melayang jauh dan jatuh mengenai seorang kakek kakek yang sedang duduk sendirian di bangku " astaga , OMG , Alia apa yang kau lakukan " ucap Alia khawatir " kakak cepat ambil bola nya, kau membuat orang terluka " ucap anak anak itu " hus diam, ini semua karena kalian , udah tahu pasien pincang malah di kasih minjem bola , kalau begitu siapa yang salah " bentak Alia tidak terima yang membuat anak anak itu menangis " astaga , cup cup cup cup jangan nangis ya " ucap Alia bingung tapi mereka malah semakin menangis yang membuat pasien yang lain yang ada di sana menatapnya " adik manis kakak ambil in bola nya ya " ucap Alia tersenyum yang membuat anak anak itu berhenti menangis, lalu Alia pun pergi dengan kesal " bola siapa ini " ucap kakek itu heran sambil memegang bola yang mengenainya


" kek boleh minta bolanya " ucap Alia menunduk agar kakek itu tidak melihat wajahnya yang membuat kakek itu penasaran


" ini " ucap kakek itu, saat Alia akan mengambilnya kakek itu langsung menarik tangannya yang membuat Alia tidak bisa mengambil bola itu kecuali dia melihatnya


" ini " ucap kakek itu lagi tapi , seperti sebelumnya dia mempermainkan Alia , setelah beberapa kali di permainkan Alia sudah tidak bisa menahan emosinya " cukup, kakek kau mau apa" ucap Alia mengangkat pandangannya


" mau di temani " ucap kakek itu tersenyum

__ADS_1


" what, Anda mesum ya " ucap Alia curiga langsung memeluk dirinya " temani duduk , kamu ini masih kecil pikiran nya traveling terus" ucap kakek itu


" halo non" ucap pelayan mengangkat panggilan dari Alina " halo BI, apa kak Alia ada di rumah " ucap Alina cemas " nggak, dari tadi nggak ada non " ucap pelayannya " iya udah, kalau kak Alia pulang kabari aku ya " ucap Alina


" siap non " ucap pelayannya, Alina pun mematikan handphone nya dan melanjutkan mencari Alia


" kakek " ucap Aslan dari belakang yang membuat mereka menoleh " loh Alia, kenapa kau di sini " ucap Aslan heran " memangnya kau siapa nanya nanya " ucap Alia judes


" o iya aku tahu , kau pasti keluarga kakek tua ini " ucap Alia yang membuat Aslan memutar matanya " bukan , aku Aslan Alianza Fridan , apa kau ingat " ucap Aslan " emang aku harus tahu " ucap Alia " tidak tapi, kita satu kelas apa kau benar benar tidak tahu teman sekelas mu" ucap Aslan " ya maklumi saja , kalau kau teman sekelas ku tentunya kau tahu kalau aku jarang masuk sekolah kan " ucap Alia santai " kau anak malas " ucap kakek Aslan " siapa yang malas, aku itu hanya menghindari kekerasan" ucap Alia " memangnya siapa yang melakukan kekerasan di sekolah " ucap kakek Aslan tidak suka " siapa lagi , tentu nya A_ aduh " ucap Aslan terpotong karena kesakitan akibat di tendang oleh Alia " kau kuat juga " ucap kakek Aslan " o jelas , sudah kembali kan bolanya , kalau tidak ibu anak anak itu bisa mendemo ku" ucap Alia tiba-tiba nadanya langsung berubah dan segera merebut bola yang ditaruh di sampingnya oleh kakek Aslan , setelah mendapatkannya Alia pun langsung pergi


" hei nak tunggu " panggil kakek Aslan

__ADS_1


" siapa nama teman mu itu " ucap kakek Aslan


" Alia Shine Elioma " ucap Aslan " seperti nya , aku menyukainya " ucap kakek Aslan " apa maksudnya " ucap Aslan curiga " pikiran mu traveling terus, apa kau tidak menginat teman mu itu " ucap kakeknya " ya ingatlah makanya aku tahu namanya " ucap Aslan " bukan itu, apa kau tidak mengingat gadis yang menolong mu dulu " ucap kakeknya " ya ingat terus apa hubungannya " ucap Aslan " kalau kau ingat kenapa kau tidak mencarinya" ucap kakeknya


" gimana caranya, foto nya nggak punya namanya pun nggak tahu " ucap Aslan


" kalau begitu kakek rasa temanmu itulah yang dulu menolong mu " ucap kakeknya " mana mungkin , kakek tidak ingat gadis itu lebih besar dari pada aku " ucap Aslan " ya itukan keliatan nya saja , mungkin saja dia sudah berubah , memangnya kapan teman mu itu lahir" ucap kakeknya tidak mau kalah " ya emang dia lebih besar beberapa bulan tapi, itu kan tidak bisa membuktikan kalau gadis itu Alia teman ku " ucap Aslan " kau ini keluarga Alianza atau siapa sih kok lola banget sih , loading lama , ya di cari lah apa gunanya IPTEK kalau begini saja nggak tahu caranya, kalau begini gimana nerusin perusahaan " ucap kakeknya berjalan pergi kembali masuk ke dalam rumah sakit " tunggu " panggil Aslan berjalan mengejar kakeknya


" aduh " ucap Alina menabrak Alia tanpa dia sadari karena terlalu khawatir dengan Alia yang tidak ketemu " maaf mbak maaf " ucap Alina sambil menunduk " kau kenapa " ucap Alia karena tahu kalau itu Alina yang membuat Alina mengangkat pandangannya " kakak " ucap Alina segera memeluk Alia " duh lepasin malu tahu di liatin orang " ucap Alia melepaskan pelukan Alina " kakak tahu aku sangat khawatir, kenapa kakak keluar tanpa izin kakak kan masih perlu di rawat " ucap Alina cerewet tapi Alia tidak menjawab dan berjalan ke arah ruangan nya yang diikuti oleh Alina yang terus berbicara


" kak jawab aku kau darimana saja " ucap Alina ,Alia pun berbalik karena sudah di ruangannya " aku keluar mencari kesenangan, kau puas " ucap Alia berjalan ke ranjangnya

__ADS_1


" tapi seharusnya kakak minta tolong ke suster untuk menemani kakak , bagaimana kalau terjadi sesuatu kakak bahkan membuka jarum infus kakak , kakak kan masih butuh itu " ucap Alina " aku tidak cacat dan aku bisa melakukan apapun sendiri, lagipula siapa yang peduli aku bagaimana " ucap Alia datar "aku, aku peduli, kak Alek , papa dan semuanya peduli , kalau kakak terus salah paham begini bisa bisa kami benar benar tidak peduli pada kakak " ucap Alina " Hem , lakukan saja bukannya dari awal memang begitu , aku tahu kau hanya mencari muka di depan semuanya , dan aku juga tidak peduli kalian perduli padaku atau tidak , aku kan tidak minta di khawatir kan atau diperlukan tapi kalian sendiri yang mau melakukannya kan " ucap Alia duduk di ranjangnya sambil memainkan handphone nya " kakak kau sangat keterlaluan " ucap Alina kesal sekaligus kecewa lalu pergi meninggalkan Alia


__ADS_2