Aku Terlalu Lelah Berusaha

Aku Terlalu Lelah Berusaha
29. candaan Alia


__ADS_3

melihat Alia , Alina pun menghampiri nya


" kakak " ucap Alina , mendengar itu Alia pun berbalik yang diikuti oleh Aslan " kakak , kakak dari mana saja " ucap Alina " dari rumah temen" ucap Alia ketus mendengar itu Alina bingung


" siapa " ucap Alina , " aku ya " ucap Aslan membisiki Alia dengan senang , mendengar itu Alia pun langsung menginjak kakinya " Arga " ucap Alia " o orang kayak berandal itu ya " ucap Alina mengingat Arga * hm siapa lagi ini , nambah saingan aja , awas aja kalau laki-laki * kesal Aslan " laki, perempuan " ucap Aslan nyrocos " kau bukan siapa siapa jadi, kau tidak perlu menilainya seperti itu , dia memang seperti preman daripada kalian terlihat seperti dewa dewi tapi hati nol besar " ucap Alia menasehati , murid yang mendengar pun terus membicarakan Alina " pantes aja kak Alia nggak peduli sama dia , orang lidah nya licin gitu, merasa paling benar " bisik murid murid , melihat itu Alia pun kesal " apa katamu " ucap Alia dingin sambil menatap murid itu " hm nggak ada kok kak , permisi " ucap murid itu takut lalu pergi " ngapain masih di sini , di sini nggak ada film , pergi kalian " ucap Alia kesal melihat para murid yang terus menonton


" jaga mulut kalau tidak kau bisa jatuh " ucap Alia menasehati Alina lalu berjalan pergi


" loh kok aku di kacang-in , ayo dong laki, perempuan " ucap Aslan kesal lalu kembali menatap Alina " laki, perempuan " ucap Aslan tersenyum " kepo banget jadi orang " ucap Alina kesal lalu berbalik dan pergi meninggalkan Aslan " dasar adek kelas durhaka, kakak sama adek sama aja , sama sama nyebelin " kesal Aslan lalu pergi dengan kesal

__ADS_1


" halo bos, kami belum menemukan nya " ucap para pengawal yang mencari Alia " berhenti saja , aku sudah tahu " ucap Alex dingin lalu mematikan handphone nya , karena Alina tadi memberi tahu Alex tentang Alia


" Halo, kak " ucap Aslan " halo, As, nanti kalau pulang sekolah kalian langsung ke rumah bukan apartemen , jangan sampai ada yang tahu , kau mengerti " ucap Silla berbisik menelpon di pojok dengan waspada


" tapi ada apa " ucap Aslan kepo " udah lakuin aja sih, pake nanya lagi , bye " ucap Silla kesal segera mematikan handphone nya karena melihat Alex keluar dari ruangan nya, dan segera menghampiri Alex sambil tersenyum


" ada apa " ucap Alex datar " hee , bapak butuh sesuatu " ucap Silla tersenyum " apa Aslan itu nama saudara mu " ucap Alex serius memastikan " hm nggak kok bos nama saudara saya itu , " ucap Silla berpikir tiba tiba terdiam


" tidak ini bukan waktunya , sekarang yang terpenting jangan sampai aku ketahuan bohong bisa bisa aku malah di suruh satu perusahaan lagi sama kakak palsu ku itu " gumam Silla , lalu dengan cepat pergi ke pojok dan menelpon

__ADS_1


" jadi , anak anak ... " ucap guru itu menjelaskan tiba tiba terdiam karena mendengar suara dering hp " siapa itu " ucap guru mencari tahu


" duh , sialan kau Silla " gumam Aslan kesal sambil terus mematikan handphone nya tapi Silla tidak mau kalah dan terus menelpon yang membuat Aslan harus pasrah " Bu , saya " ucap Aslan mengaku setelah beberapa menit


" keluar " ucap guru itu tegas , Aslan pun keluar sedangkan Alia hanya tersenyum melihat itu


" halo , ngapain sih , gara gara you aku jadi di keluarin dari kelas tahu " ucap Aslan dengan kesal dengan berbisik " hust diam , sekarang yang terpenting kau harus menyelamatkan hidup eonni mu ini , aku dalam bahaya dek " ucap Silla dengan nada dramatis dengan berbisik " duh lebay bingit sih , apaan cepat " ucap Aslan malas " gini kalau kau ketemu orang dan menanyakan namamu setelah pulang sekolah nanti , kau harus bilang kalau nama mu Alina_ " ucap Silla mendengar itu Aslan pun langsung menyela " what_ " ucap Aslan dengan keras kaget sambil heran , Silla pun langsung memperingati " hust yang pelan dong " ucap Silla kesal, mendengar itu Aslan pun langsung melihat sekitarnya " maaf, lagian, emang nya kenapa sih " ucap Aslan " udah jangan banyak nanya , lakuin aja kecuali kalau mau ke surga lebih awal , bye " ucap Silla langsung mematikan handphone nya " hei , halo , halo yaaa " ucap Aslan tiba-tiba kesal


benar saja setelah sekolah selesai , beberapa orang telah berada di parkiran, melihat itu Aslan pun segera menarik Alia yang baru keluar kelas yang membuat kaget Alia " yaaa , lepaskan , lagian kenapa sih " kesal Alia terus berlari sambil berusaha melepaskan pergelangan tangannya , namun Aslan tidak peduli dan terus menarik Alia , setelah di parkiran Aslan pun langsung memaksa Alia masuk , yang membuat kepala Alia terbentuk dinding mobil "aduh sakit tahu " ucap Alia langsung menyentuh jidat nya " maaf " ucap Aslan datar lalu dengan cepat melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi yang membuat Alia seketika terkejut " astaga " kesal

__ADS_1


Alia tapi , Aslan tetap fokus , melihat itu orang orang itu pun curiga dan langsung mengikutinya


karena Aslan yang tidak cerewet seperti biasanya , Alia pun terus menatap Aslan dengan lekat melihat Aslan Alia seperti merasa Aslan orang lain sambil tersenyum melihat ekspresi Aslan , tiba tiba Aslan berkata " awas nanti suka loh " ucap Aslan sambil tersenyum terus fokus " kalau iya kenapa " ucap Alia terus tersenyum " candaan mu bisa membuat ku berharap loh " ucap Aslan " udah tahu canda pake ngomong lagi " ucap Alia menatap ke depan sambil tersenyum " tapi, aneh kayaknya mobil di belakang ngikutin kita deh " ucap Alia sambil melihat ke kaca spion , mendengar itu Aslan pun melihat , lalu menambah kecepatannya , melihat itu Alia pun merasa bersemangat " yak terooossss , uhuuuu seruuu" ucap Alia berteriak keluar jendela , Aslan pun melihat kaca spion sambil tersenyum seringai melihat beberapa mobil yang berusaha mengejar nya , melihat salah satu mobil yang lumayan dekat dan kebetulan ada belokan , Aslan pun langsung berbelok dengan kecepatan tinggi , Alia pun semakin bersemangat dan menyempatkan diri memberi jempol 👎 mengejek orang orang itu tanpa ragu


__ADS_2