Aku Terlalu Lelah Berusaha

Aku Terlalu Lelah Berusaha
25. info tidak tepat ( kakek kawin )


__ADS_3

" maaf apa Alia benar adik mu " ucap Aslan kepo sambil memajukan kepalanya " kenapa kau menyukainya, kalau benar awas saja kau " ucap Alex Aslan pun segera mundur " dan kau awas saja kalau kau berusaha masuk ke rumahku " ucap Desta kesal Alex pun tersenyum meremehkan " hahaha melihat mu saja aku tidak sudah , apalagi ke rumah mu " ucap Alex " hm jadi apa yang ingin kau beritahu" ucap Silla mengerti suasana " o itu aku cuma mau kasih info yang ter hot , terpanas " ucap Aslan memajukan wajahnya


" iya apa , aku nggak punya waktu yang lama " ucap Silla datar " kakek , kakek nyari pengantin wanita " ucap Aslan " apa, kakek pengen kawin " ucap Silla dan Desta bersamaan " hm hm kau tidak mengada-ada kan " ucap Silla tenang " ih nggak percaya banget sih , ini fakta no hoax seratus persen " ucap Aslan mundur


" tapi, kata kakek juga , dia mau cari kakak ipar untuk ku " ucap Aslan " apa, maksudnya bukan aku kan " ucap Silla khawatir sedangkan Desta seketika menatap Alex " kenapa " ucap Alex ketus " aku juga nggak tahu bisa saja , soalnya kakek nggak bilang siapa , tapi kayaknya kakek tertarik sama anak seumuran ku deh " ucap Aslan " what , serius " ucap Silla pelan " nggak juga becanda kali " ucap Aslan tersenyum


" dasar sialan " ucap Silla langsung memukul kepala Aslan dengan tasnya , tiba-tiba handphone Alex berbunyi


" ada apa " ucap Silla " ada urusan " ucap Alex


" apa aku harus ikut " ucap Silla " nggak perlu , hari ini kau langsung pulang saja , urusan kantor cancel saja " ucap Alex " serius " ucap Silla " iya bawel " ucap Alex lalu pergi


" hu ha hu ha asyiiik libuuuur " ucap Silla girang


" hm hm " ucap Desta yang membuat Silla tersadar dan tenang


" lepaskan , berani sekali kalian turunkan aku , turunkan kalau tidak aku teriak nih " ucap Alia memberontak karena beberapa orang memaksanya masuk ke mobil " jangan nona kami hanya mengikuti perintah " ucap orang itu


" lepaskan, siapa tuan mu " ucap Alia marah , tiba-tiba Alex naik ke kursi di samping supir

__ADS_1


" aku " ucap Alex melihat Alia sambil tersenyum lalu menyuruh sopir menjalankan mobil nya


" kau berani sekali kau, cepat turun kan aku, turunkan aku kalau tidak aku akan melaporkan mu " ancaman Alia kesal " laporkan saja , kau tidak akan menang juga " ucap Alex tersenyum


" aish " ucap Alia kesal menendang kursi tempat Alex duduk lalu duduk tenang dengan marah


" As, kau pasti tahu kan, kira-kira yang di incar kakek itu maksudnya siapa " ucap Silla penasaran dengan suara kecil " kasih tahu nggak ya " ucap Aslan tersenyum " kasih tahu dong masa nggak " ucap Silla tersenyum


" sini sini " ucap Aslan memajukan wajahnya di ikuti Silla " nungguin yaaa " ucap Aslan , Silla pun langsung memukul kepala Aslan " aduh sakit tahu " ucap Aslan sambil menyentuh kepalanya yang sakit


" cepat " kesal Silla " Alia " ucap Aslan memundurkan wajahnya " maksudku, gebetan kakek " ucap Silla " iya Alia " ucap Aslan kesal


" padahal kan Alia juga gebetan ku " ucap Aslan kesal " apa jadi kau juga suka sama gadis itu " ucap Silla " nggak lah " ucap Aslan santai


" terus , katanya gebetan " ucap Silla heran


" bukan orangnya, tapi karismanya damage nya itu loh uh mengghoda " ucap Aslan tersenyum


" maksudmu " ucap Silla " kau tahu , aduh " ucap Aslan berhenti karena kesakitan karena Silla lagi-lagi memukulnya " kakak, kau kau apaan " kesal Silla " iya mboook " ucap Aslan mengejek " enak aja , mbak , kakak, sister , bukan mbok- mbokan apaan mbok " kesal Silla

__ADS_1


" ya udah , kakak tahu Alia uh kharisma nya tuh, aura aura orang keren, asal kakak tahu aja demi adeknya dia rela nusuk kakinya sendiri " ucap Aslan kagum " kalian kakak kakakku mana mungkin ngelakuin itu buat aku ya kan " ucap Aslan " ya nggak lah , itu mah bukan keren tapi setres mana ada orang mau nusuk dirinya , demi adek brokokok kayak kamu , lagian masalah itu bisa di selesai kan tanpa melukai diri , emang ayahnya nggak ngajarin apa " ucap Silla tiba-tiba kesal " katanya sih, dia nggak di anggap sama ayahnya di sekolah aja dia nggak pernah menyapa adiknya padahal adiknya tuh baiiik banget , kalau hal ini sih aku rasa Alia nggak pantes bersikap gitu , karena aku lihat adiknya sangat menyayangi nya " ucap Aslan tiba-tiba kesal dengan Alia " kalau dia nggak sayang sama adiknya dia nggak mungkin nusuk dirinya demi adiknya seperti katamu , dan kamu nggak boleh nilai dia kayak gitu bisa aja di belakang dia sangat rapuh , emangnya kamu akrab sama dia sampe bisa nilai perilakunya, denger nih orang yang bertingkah seperti orang yang nggak peduli dengan siapapun justru dia mungkin orang paling bisa mengerti orang itu " ucap Silla " berarti kak Silla itu sayang ya sama kak Desta " ucap Aslan tersenyum yang membuat Desta dan Silla saling memandang " cie cie gengsi ya " ucap Aslan menggoda " hus ngaco siapa bilang , bukan gengsi emang nggak ngerasain apa apa kali , ya udah aku pergi dulu ya, ada urusan " ucap Silla " emang bawa mobil " ucap Aslan


" ada , taksi " ucap Silla tersenyum " mau kemana " ucap Aslan " kepo , bye " ucap Silla


" ya udah nanti kamu belakang an , aku punya urusan " ucap Desta pergi " loh itu pergi itu pergi , aku nya malah di tinggalin makan hati " ucap Aslan dengan ekspresi kocak " semuanya punya urusan, akunya malah kasihan , hehehe oppa oppa kenapa sih mau kawin lagi " ucap Aslan kesal dengan ekspresi sedih


saat tahu Alex membawanya pulang ,Alia pun langsung masuk dengan kesal


" dari mana saja kau " ucap Alydran datar


" Oho kenapa tuan gila kerja, udah ingat keluarga ya , tapi sayang aku kan bukan keluarga , jadi aku nggak perlu belas kasihan mu " ucap Alia dingin " kau dengar , aku tidak BUTUH orang seperti dirimu , pengusaha yang terkemuka tuan ALYDRAN " ucap Alia menekan


" aku tidak ingin bertengkar " ucap Alydran


" oh iya aku juga nggak peduli, kau mau atau tidak emangnya itu urusan ku, nggak kan " ucap Alia " kakak maafin aku, aku nggak bermaksud buat kakak marah , ini pasti karena aku kan " ucap Alina memeluk Alia sambil menangis


sedangkan Alia hanya menatap dengan wajah tidak sudi sambil mendorong Alina dengan kasar yang membuat Alina tersungkur


" Alina " ucap Alex khawatir " kau tidak apa-apa" ucap Alex membantu Alina berdiri , sedangkan Alia hanya diam menatap " aku tidak apa-apa kok kak , terima kasih kak " ucap Alina

__ADS_1


__ADS_2