Aku Terlalu Lelah Berusaha

Aku Terlalu Lelah Berusaha
27. Gabriel


__ADS_3

" astaga bagaimana ini " ucap Alia panik sambil berusaha berjalan lebih cepat karena sadar sekelompok laki laki itu mengikutinya " melihat ada dua jalur Alia pun memilih ke arah taman karena merasa di sana banyak orang dan mereka akan aman , tapi setelah sampai Alia tidak mendapati orang di sana " hei bangun , cepat " ucap Alia mulai panik sampai ingin menangis sambil terus berjalan mungkin ada orang di sekitar sana , sedangkan sekelompok pria itu terus mengikuti Alia dengan perlahan


setelah beberapa menit Alia masih tidak mendapati orang , Alia pun mulai menyerah dan mulai menangis karena kelelahan menarik tubuh Silla dan tidak kunjung melihat orang untuk meminta bantuan , saat melihat Alia diam para pria itu pun mulai ingin beraksi tiba tiba dari samping seseorang datang dengan santai sambil tersenyum dan langsung membantu Alia memapah Silla dan berjalan pergi sambil berbicara santai yang membuat Alia bingung tapi orang ini terus bicara , Alia pun masih khawatir namun dia hanya berpikir untuk kabur dari incaran sekelompok pria berandalan itu


setelah merasa aman Alia pun mendudukkan Silla di kursi masih sekitar taman dan untuk mengurangi rasa lelahnya


setelah beberapa menit Silla pun berdiri dan ingin kembali memapah Silla tapi orang itu langsung menarik tangan Silla " kau tidak berpikir ini gratis kan " ucap orang itu yang membuat Alia menatap dengan heran dan sedikit takut " maksudnya " ucap Alia " tenang aku tidak mau uang , bagaimana kalau kalian ikut dengan ku " ucap orang itu tersenyum


" tidak , jika kau butuh uang sebut saja aku tidak bisa memberikan yang lain " ucap Alia ketus sambil mengangkat Silla " ets mau kemana " ucap orang itu menarik lengan Silla


" lepasin nggak atau aku teriak nih " ancam Alia


" ups tenang " ucap orang itu tersenyum langsung melepaskan lengan Silla


" bagaimana kalau aku kasih tumpangan " ucap orang itu " nggak perlu , aku bisa sendiri " ucap Alia ketus " ya udah bagaimana kalau aku ikut ke rumah mu , sebagai ucapan terima kasih mu " ucap orang itu " aku tidak minta bantuan mu jadi, untuk apa aku berterima kasih, suruh saja dirimu sendiri kau sendiri yang berinisiatif " ucap Alia judes langsung berjalan pergi sambil memapah Silla sedangkan orang terus saja tersenyum


" o iya , aku Gabriel siapa namamu " ucap Gabriel tersadar langsung meneriaki namanya untuk memberi tahu Alia " setres " gumam Alia kesal " hehehe , ibu " ucap Silla tanpa sadar dengan suara sedih " hei bangun , berat tahu " ucap Alia dengan kesal membangun kan Silla


" apa hari ini kakak pulang " ucap Aslan menanyai pelayannya " nggak den dari tadi non Silla belum pulang " ucap pelayannya " kok tumben ya, biasanya aku di kasih tahu, mana udah malem begini lagi " ucap Aslan khawatir

__ADS_1


" ada apa " ucap Desta yang baru pulang


" hm apa kak Silla ada nelpon atau ngasih tau kakak " ucap Aslan , Desta pun menggeleng


" hm, ya udah aku keluar sebentar ya " ucap Aslan berlari keluar


" kau sangat tega " ucap Silla mengeluarkan air matanya yang membuat Alia penasaran " apa kau menangis " ucap Alia sambil terus memapah Silla , tapi Silla kembali diam


" aish di tanya malah diem " kesal Alia


setelah beberapa menit , akhirnya mereka sampai di depan apartemen Silla namun, Alia sudah merasa tidak sanggup saat itu , Aslan juga muncul " loh Al kenapa kau di sini " ucap Aslan heran " kenapa kau bersama kakakku " ucap Aslan kembali tanpa memberikan Alia kesempatan untuk menjawab " o iya ak_" ucap Aslan terpotong " sstt bantuan dong berat tahu" kesal Alia , Aslan pun tersenyum dan mencari kunci di tas Silla , setelah membuka pintu Aslan pun membantu Alia memapah Silla masuk


" BI apa kakak sudah pulang " ucap Alina


" belum non " ucap pelayannya , Alina pun pergi dan mulai menelpon Alia tapi tidak di angkat


" kenapa kakak tidak mengangkat telpon ku , apa dia juga marah pada ku " ucap Alina sedih


karena Alina tidak tahu kalau handphone Alia ditinggalkan di rumah sakit, Alex yang mendengar itu tanpa Alina sadari , Alex pun kembali ke kamarnya dan menelpon bawahannya dan memerintahkannya mencari Alia

__ADS_1


" apa Anda baik baik saja " ucap Geri , melihat Alydran yang terus minum di sebuah bar yang telah mereka kosongkan " kenapa kau begitu formal ini bukan jam kerja " ucap Alydran tersenyum


" kau tahu hari ini , aku kembali membuat putriku sedih , bahkan aku tidak melakukan apapun saat dia di tampar kau kenapa ... itu karena aku pengecut " ucap Alydran tersenyum


" kau tahu dulu, dia putri kecilku yang manis dia selalu membuat ku tersenyum tapi, aku , kau tahu aku bahkan mengabaikan nya " ucap Alydran mulai meneteskan air matanya


" apa aku salah dengan berlari meninggalkan anak ku saat aku sedih " ucap Alydran menatap Geri " aku tidak tahu tapi, kau seharusnya tidak melarikan diri sendiri dan membiarkan anak-anak mu yang masih butuh didikan mu menangis sendirian seharusnya kau ada untuk menenangkan mereka " ucap Geri mulai minum


mendengar itu Alydran pun tersenyum " kau benar , aku memang brengsek " ucap Alydran


" apa aku bisa mendapatkan mereka lagi " ucap Alydran meneteskan air mata nya " kita harus bisa berkorban untuk mendapatkan yang lain " ucap Gery sambil minum , setelah beberapa menit Alydran pun tertidur " kau harus bisa mendapatkan mereka dan aku yang akan membantu mu , ku harap semuanya bisa seperti dulu " ucap Geri melihat Alydran sambil minum lalu berjalan pergi meninggalkan Alydran yang tertidur " Dela " gumam Alydran sambil tertidur tanpa sadar


" apa kau sudah bertemu Silla " ucap Desta melihat Aslan yang berjalan mendekat


" sudah " ucap Aslan tersenyum " apa ada sesuatu " ucap Desta memperhatikan " apa " ucap Aslan heran " kau terus tersenyum " ucap Desta kembali melihat laptop nya dengan datar


" o itu , tidak ada aku hanya senang " ucap Aslan tersenyum " o gitu " ucap Desta ketus


" iya , aku kan emang anak yang ceria " ucap Aslan tersenyum " terserah kau saja , sana pergi aku tidak bisa fokus " ucap Desta ketus , Aslan pun berjalan pergi ke kamarnya sambil melompat kecil dengan senang , setelah Aslan berbalik pergi Desta pun melihat Aslan yang berjalan pergi dengan penasaran

__ADS_1


__ADS_2