
sadar merasa diawasi Silla pun langsung menutup mulutnya lalu berjalan ke toilet
" hehehe iya kan masa Alia jadi kakak ipar ku " tangis Aslan seperti anak kecil seraya memeluk guling nya
" kakak tolong aku " rengek Aslan
" tolong pantat mu , bagaimana bisa kau memikirkan dirimu sedangkan aku saja mungkin sebentar lagi akan masuk perangkap singa " kesal Silla
" hehehe lalu bagaimana pokoknya aku tidak setuju , masa umur ku sama kakak ipar ku cuma beda beberapa bulan " rengek Aslan
" emang apa salahnya " bingung Silla
" ya salah lah , masa nanti aku satu sekolah malah satu kelas dengan istri kakakku sendiri sih " ucap Aslan
Silla pun menganga membayangkan seraya tertawa kecil
" hehehe aneh juga sih " gumam Silla seraya tertawa bodoh
" makanya tolong dong , nggak mungkin juga Alia Terim kan" rengek Aslan
" yeeeh Nana ku tahu emang aku emak nya " ucap Silla
" aku lagi serius nih " rengek Aslan
__ADS_1
" emang aku nggak , asal kau tahu saja dari pada menolong percintaan mu mendingan aku nolong hidup ku BYE " ucap Silla seraya menekan lalu mematikan handphonenya tanpa menunggu timpalan dari Aslan
* aku tahu ini pasti kakek , aish baru kali ini pemikiran ku menyimpang dari kakek , maaf kakek tapi kali ini kau memang sialan * ucap batin Silla seraya berjalan ke mejanya
saat sampai di mejanya tiba tiba suara dari belakangnya membuat Silla merinding dan berbalik dengan perlahan
" hehehe bos " senyum takut Silla
" masuk ke ruangan ku " ucap Alex dingin berjalan pergi
* hehehe kakek sialan kali ini aku tidak akan memaafkan mu * kesal batin Silla ingin menangis
" haaaaciu_ kenapa hidung ku gatal " ucap Kakek Silla menggosok hidungnya seraya duduk di taman
" apa kau sudah tahu " ucap Alex fokus ke pulpen yang dimainkan dengan tatapan tajam
* tahu lah * teriak batin Silla ingin menangis
" apa maksud tuan " ucap Silla pura pura tidak tahu
* hahaha * tangis batin Silla
" jadi , kau tidak tahu " ucap Alex mengangkat alisnya berdiri lalu duduk di meja bagian depan hingga berhadapan dengan Silla
__ADS_1
* astaga apa aku akan mati konyol * tangis batin Silla ingin berlari
melihat Silla yang gugup Alex pun menunduk ingin melihat ekspresi Silla seraya tersenyum seringai
melihat mata mereka saling bertemu seketika Silla merasa nyawanya langsung melayang merinding * syaiton * merinding batin Silla mundur sedikit melihat Silla yang mundur Alex pun mengikuti langkah Silla
" kenapa menunduk kau JU-JUR kan " ucap Alex menekan dan memperlambat ucapannya
* uwaaaa tolong hahaha * merinding batin Silla menangis karena sudah terpojok di dinding
Silla yang gemetar pun dengan samar samar bergeser hingga tidak berhadapan dengan Alex
melihat itu Alex pun mendekat dan langsung mendorong Silla seraya tersenyum yang membuat Silla kaget " tidaaaaaak " teriak Silla namun, merasa empuk Silla pun membuka mata dan menemukan dirinya berbaring di Sofa karena Silla memang berdiri di samping sofa tanpa ia sadari
hendak berdiri Alex pun dari depan sofa menunduk hingga menyisakan sedikit jarak dari wajah Silla
Silla yang ketakutan pun hanya pasrah dan menutup matanya
tiba-tiba
" Alex " panggil seorang wanita dengan riang tanpa mengetuk langsung masuk ke ruangannya
tidak melihat Alex gadis itu menelusuri ruangan hingga menemukan sesuatu dan membuat raut wajahnya berubah
__ADS_1