
" lah , handphone ku mana " ucap Silla bingung karena tidak menemukan handphone nya
" kenapa tidak ada " ucap Silla berpikir
tiba tiba dia teringat " dasar ini semua karena Mak Lampir itu , gara gara dia aku jadi lupa dengan handphone ku , sekarang aku harus bagaimana masa aku ke sana lagi , tapi kalau aku tidak mengambilnya itu bahaya di sana kan ada data penting " ucap Silla bingung sendiri
" BI, tuan Desta di mana " ucap Silla pelan
" o , tuan Desta " ucap pelayannya " astagaaa BI, pelan pelan dong , nanti ketahuan " ucap Silla pelan " maaf non maaf, tuan Desta baru saja berangkat " ucap pelayannya " apa " ucap Silla kaget " non katanya pelan pelan " ucap pelayannya pelan " udah nggak berlaku, aku berangkat dulu " ucap Silla berjalan dengan cepat
" aku harus sampai lebih dulu , kalau begitu aku harus mencari jalan pintas " ucap Silla sambil menyetir dan mencari jalan pintas ke perusahaannya dari handphone nya , setelah tahu dia pun menaikkan kecepatan nya setelah beberapa menit dia pun sampai tidak lupa dia menutup wajahnya dengan tasnya sambil memakai kacamata hitam lalu pergi masuk dengan cepat sebelum Desta datang
" mbak mbak " panggil sekuriti itu sambil mengejarnya karena curiga dengan gelagat Silla yang aneh tapi, Silla tidak perduli dan terus berjalan dengan cepat ke tempat dia bertengkar kemarin yang membuat karyawan di sana terus bertanya tapi tidak dia pedulikan dan fokus mencari handphonenya sebelum Desta datang
" duh , handphone jangan begini , kau membuat ku seperti ******* saja " gumam Silla sambil melihat bawah meja karyawan dan lemari kecil yang ada di sana dan tidak mempedulikan orang yang menatapnya , saat hendak mengambilnya , sekuriti itu langsung mengangkat nya " pak lepasin " kesal Silla
__ADS_1
" maaf tapi, mbak telah membuat onar di sini " ucap sekuriti itu tegas " sebentar saja, saya mohon " ucap Silla kecil sambil mempertahankan tasnya untuk menutupi wajahnya tapi sekuriti itu tidak mendengar nya dan terus menariknya yang membuat Silla terpaksa menendang area sensitif sensitif sekuriti itu yang membuat sekuriti itu melepaskan nya Silla pun dengan cepat ke depan lemari itu sambil berusaha meraih handphone nya tapi tidak bisa karena tangan nya terlalu besar untuk masuk ke bawah lemari itu dia pun segera berlari mencari sesuatu yang panjang
Desta yang baru sampai dan kebetulan mobilnya terparkir di sebelah mobil Silla yang membuat Desta berpikir sejenak lalu masuk
" ada apa ini " ucap Desta dingin karena melihat karyawan nya yang terdiam bergosip dan tidak bekerja yang membuat semua menoleh lalu menunduk " ada apa " ucap Desta kesal sambil menatap dengan sinis yang membuat semua tidak berani berbicara tapi, tatapan Desta tertuju pada Silla yang tidak memperdulikan apapun dan terus fokus mengambil handphone nya , Desta pun mendekati nya tapi Silla tetap tidak peduli
" siapa kau " ucap Desta tapi, tidak di pedulikan Silla " ku bilang siapa kau " ucap Desta tegas yang membuat para karyawan kaget sedangkan Silla hanya diam " siapa yang mengizinkan orang ini masuk " ucap Desta " maaf tuan, wanita ini langsung masuk tadi, saya sudah menyeretnya tapi dia malah menendang saya" ucap sekuriti itu takut " kau kalah dari seorang perempuan , kau di gaji bukan untuk menyewa tubuh besar mu tapi, untuk kekuatan mu apa kau mengerti " ucap Desta dingin sambil menatap sekuriti itu dengan tajam " seret dia " ucap Desta , sekuriti itu pun segera melakukannya " lepas " kesal Silla sedikit mengubah suaranya sambil menarik tangannya lalu mendorong sekuriti itu dengan tangannya yang ditarik yang membuat sekuriti itu jatuh yang membuat Desta marah " di mana sekuriti yang lain " ucap Desta marah tapi, tidak ada yang berani menjawab karena marah
Desta pun turun tangan menarik Silla dan menyeretnya dengan keras dan kasar yang membuat Silla tidak bisa melakukan dan menjatuhkan tasnya
" au a aduh lepas lepas lepaskan " ucap Silla kesakitan yang membuat Desta melihatnya saat melihat , Desta pun langsung melepaskan genggamannya " au aduh sakit " ucap Silla kesakitan menyentuh lengannya yang terlihat memar sambil menahan air matanya
" apa yang kau lakukan disini " ucap Desta dingin " kau pikir aku juga mau kesini , asal kau tahu saja aku datang hanya untuk mengambil handphone ku" ucap Silla kesal " apa atasan mu menyuruh mu memata-matai perusahaan ini " ucap Desta dingin " apa, kau pikir atasan ku seperti dirimu apa , asal kau tahu saja dia lebih segalanya dari mu " kesal Silla * lebih mengerikan * ucap batin Silla " apa kau datang hanya untuk membanggakan bos mu di sini " ucap Desta tidak suka " oh jelas sekaligus mengambil handphone ku heh " kesal Silla lalu berbalik dan kembali berusaha mengambil handphone nya dengan gagang sapu yang membuat Desta kesal " bawa dia ke ruangan ku bagaimana pun caranya tapi jangan sampai dia lecet sedikit pun, kalau tidak kalian yang akan menerima akibatnya dan bertindak lah dengan pintar " ucap Desta ke sekretaris nya , lalu pergi , karena takut sekretarisnya pun segera menyuruh sekuriti dan para karyawan yang di sana untuk membawa Silla ke ruangan Desta walaupun secara paksa , karena Silla terus memberontak mereka pun langsung mengangkatnya masuk ke lif lalu mengangkatnya masuk ke ruangan Desta , lalu mereka pun keluar
" jadi apa ada yang ingin kau katakan " ucap Desta duduk di kursinya tapi, Silla tidak peduli dan ingin keluar tapi ternyata pintunya telah dikunci otomatis yang membuat Silla berbalik
__ADS_1
" buka pintunya " ucap Silla datar " aku tidak mengikuti perintah tapi, memerintah " ucap Desta tersenyum seringai , Silla pun langsung berjalan ke sofa dan duduk dengan terpaksa
" apa yang kau ingin katakan " ucap Silla datar tanpa melihat ke arah Desta " aku suka langsung ke inti, apa kau menyukai Alex " ucap Desta serius menatap Silla dengan tajam yang membuat Silla menoleh dan menatap dengan mata yang melotot tidak percaya
" iya, atau tidak " ucap Desta serius yang membuat Silla tersadar " tunggu kenapa kau ingin tahu aku saja tidak pernah kepo tentang hidup mu " ucap Silla heran
" kenapa telinga ku tiba-tiba gatal " gumam Alex heran sambil memegang telinganya
" tidak ada, aku hanya memastikan kalau kau tidak akan membuat umur kakek berkurang " ucap Desta santai " hah emangnya kenapa, kakek aja nggak keberatan tuh " ucap Silla berbohong
" apa kakek tahu hal ini " ucap Desta melotot
" ya iya lah , kau pikir mata kakek cuma dua , kakek aja tahu semua tentang mu " ucap Silla santai kembali berbohong
" apa , kalian sedang menjalin hubungan " ucap Desta serius " iya, emang, kenapa nggak suka, nggak peduli amat aku " ucap Silla berbohong
__ADS_1
" apa dia benar benar mencintaimu dan tidak hanya ingin memanfaatkan mu karena kau adikku " ucap Desta " ya ampuuuun kepo banget sih " kesal Silla " oke , no problem , aku bisa mencari tahu sendiri " ucap Desta " ya udah, kenapa nggak dari tadi aja , kenapa malah repot repot kepo " kesal Silla
" kita harus menyiapkan ultah Aslan bersama " ucap Silla cepat tanpa melihat Desta " apa " ucap Desta pura pura " menyiapkan ultah Aslan" ucap Silla kesal " apa , menyiapkan ultah Aslan, lalu kau bilang apa " ucap Desta pura pura yang membuat Silla kesal " kita menyiapkan nya " ucap Silla cepat " apa, aku tidak dengar " ucap Desta pura pura " kita yang menyiapkan nya " ucap Silla cepat " hah , aku benar benar tidak dengar , apa kau tidak bisa membesarkan suaramu " ucap Desta " kita yang menyiapkan semuanya , kita bersama apa kau dengar kita berdua bersama " kesal Silla dengan suara lantang " aduh suaramu cempreng banget " ucap Desta tersenyum mengejek sambil menyentuh telinganya