
suara bel yang terus menerus berbunyi membuat Alia kesal dan bangun " aish , orang sialan " ucap Alia dengan kesal lalu membuka pintu " doorr " teriak Aslan mengejutkan Alia
" astaga , anak iblis " ucap Alia dengan cepat
" hehehe sorry " ucap Aslan tersenyum " sorry sorry kalau aku jantungan gimana " ucap Alia dengan kesal " nggak apa-apa , akan ku berikan jiwa dan raga ku hanya untuk mu seorang " ucap Aslan " huek , jijik tahu nggak " ucap Alia
" ngapain kau ke sini " ucap Alia " ngajak berangkat sekolah bareng " ucap Aslan " nggak punya seragam " ucap Alia malas , langsung ingin menutup pintu tapi di hentikan oleh Aslan
" ini " ucap Aslan menunjukkan baju seragam sekolah nya yang telah ia beli untuk Alia
" kau waria ya " ucap Alia " enak aja , ini emang baru saja aku beli buat kamu , bukan punya ku " ucap Aslan dengan cepat menjelaskan " oh , nggak perlu " ucap Alia malas saat ingin menutup pintu , Aslan kembali menghentikan nya " ada apa lagi sih , ngantuk tahu " kesal Alia
" ajak aku dong " ucap Aslan berharap yang membuat Alia heran " ajak apaan sih " ucap Alia kesal " ngajak bolos, boleh kan " ucap Aslan tersenyum " oh " ucap Alia mengangguk lalu berjalan masuk saat Aslan ingin masuk tiba tiba dari balik pintu keluar Silla " OOO mau bolos yaa " ucap Silla sambil tersenyum mengancam " hehehe , sehariii aja " ucap Aslan
" o boleh boleh boleh ta-pi ada syarat nya , pertama izin ke kakek , ke dua ke Desta gimana" ucap Silla tersenyum " hehehe bisa yang lain nggak " ucap Aslan menawar
__ADS_1
" hm " ucap Silla menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tersenyum dengan mata yang melotot
" ya udah tapi, Alia juga ikut dengan ku " ucap Aslan " ayo aku sudah siap " ucap Alia keluar dengan memakai seragam " loh kok cepet banget , ngambil bajunya juga kapan " ucap Aslan heran " udah jangan banyak nanya , jadi nggak ni , kalau nggak bilang " ucap Alia dengan ketus " iya iya ayo " ucap Aslan saat mereka hendak pergi tiba tiba Silla menghentikan mereka " tunggu " ucap Silla mereka pun berbalik , Silla pun masuk , saat keluar Silla membawa sebuah ransel untuk Alia
" ini , semuanya sudah ada di dalam " ucap Silla memberikan Alia " ini apa ini , cuma rongsokan" ucap Alia mengangkat ransel Silla dengan dua jarinya " bukan rongsokan kok, itu bekas ku dulu tapi, masih bisa di pakai kok " ucap Silla menjelaskan dengan tenang " what bekas , kau pikir aku orang nggak mampu apa " ucap Alia
* ya ampun songong amat * ucap batin Silla mulai kesal " nggak tapi, untuk hari ini pakai ini dulu nanti aku belikan yang baru " ucap Silla
" seriously " ucap Alia tidak percaya " sepuluh rius " ucap Silla tersenyum " ok kalo gitu sekalian , warna merah mix black , model nya jangan terlalu feminim , sama sepatu yang sedikit tomboi gitu , oh iya warna hitam kalau putih nanti malah jadi perawat ok , bye " ucap Alia lalu berjalan pergi dengan senang yang diikuti Aslan
" untung anak orang kaya bisa ganti kalau nggak udah ku bikin geprek kau " kesal Silla lalu masuk ke apartemen nya
" weit , maksud mu kau yang nyetir terus aku duduk manis gitu " ucap Alia sambil melihat Aslan yang sudah duduk " ya iyalah kan ini mobil ku " ucap Aslan " ok , tamu adalah ? " ucap Alia bertanya " raja " ucap Aslan " kalau begitu kau harus mengikuti perintah ku , kau mengerti " ucap Alia " itu kan raja , kalau kau mau jadi ratu juga bisa caranya kau jadi pacarku gimana " ucap Aslan tersenyum
" idih amit amit , pacaran sama orang kayak gini, ih najis tahu " ucap Alia , lalu berjalan ke tempat duduk belakang dan masuk
__ADS_1
" loh kok di belakang , aku kan bukan supir " ucap Aslan " oh baru nyadar ya , nggak apa-apa kok pantes juga kok " ucap Alia tersenyum
" enak aja tapi, nggak apa apa , apa sih yang nggak buat Alia seorang " ucap Aslan tersenyum menggoda Alia , " najis " ucap Alia yang membuat Aslan tersenyum lalu melajukan mobilnya
saat Aslan turun dari mobil yang diikuti Alia , semua murid heran dan penasaran " guys liat deh Alia si kakak kelas udah masuk " ucap beberapa murid " liat deh malah sekarang sama kak Aslan " ucap beberapa murid " ih emang ya si Alia genit banget , ini nggak bisa di biarin masa gebetan ku di colong " ucap murid seangkatan dengan Alia dan Aslan " emang kau berani melawan Alia " ucap temannya " beranilah , anak bocil gitu aja " ucap Sira meremehkan Alia , saat Alia lewat dari depan nya dan sekilas menatapnya tiba tiba nyalinya langsung menciut
" tadi katanya berani kok gemetaran gini " ucap temannya " siapa bilang aku tuh cuma pemanasan aja " ucap Sira menyangkal mendengar itu temannya pun tersenyum
" pagi Sil " sapa teman Silla " pagi juga " ucap Silla tersenyum sambil berjalan ke tempat duduk nya , saat staf lain keluar dari ruangan Alex , staf itu pun memberi tahu Silla kalau dia di panggil Alex " huh ok Silla rileks tenang ini bukan hutan " ucap Silla menenangkan diri lalu masuk " pagi bos " ucap Silla tersenyum
" duduk " ucap Alex " hm tapi, saya masih banyak pekerjaan bos " ucap Silla mendengar itu Alex pun langsung menatap Silla yang membuat Silla hanya bisa menurut * ih kok nggak mempan sih , biasanya kalo menyangkut kerjaan pasti bisa lolos * ucap batin Silla kesal
" jaga mulut mu dan jangan sampai ada yang tahu dengan apa yang kau lihat kemarin " ucap Alex serius " maksudnya , yang ku lihat apa ya pak " ucap Silla lupa yang membuat Alex kembali menatapnya dengan tajam * duh kemarin apa ya , duh Silla jangan pikun sekarang dong * ucap batin Silla " kau mengerti" ucap Alex sambil menatapnya dengan tajam yang membuat Silla hanya mengangguk dan tersenyum terpaksa * iya-in ajalah dulu * ucap batin Silla , Alex pun menyuruh nya keluar dengan mengisyaratkan Silla dengan tangannya , melihat itu tanpa menunggu lama Silla pun langsung dengan cepat keluar
" duh , kemarin kenapa ya , berkas meeting klien proyek , duh apaan sih , As astaga Alia " ucap Silla terus berpikir sambil mondar mandir saat akan menyebut nama Aslan Silla pun teringat dengan Alia " pak bos nggak boleh sampai tahu kalau adeknya aku embat kalau nggak bisa bisa malah aku yang di bikin geprek" ucap Silla khawatir " duh kan , gini nih kalo sok sok-sokan jadi baik , bukan nya untung malah buntung udah tahu idup sendiri alurnya maju mundur malah sok-sokan lagi lurusin idup orang " ucap Silla menyadarkan dirinya sendiri , lalu menenangkan diri setelah merasa tenang Silla pun kembali mengerjakan file file yang menjadi tanggung jawabnya
__ADS_1