
* duh , handphone ku mana sih * ucap batin Silla " apa kau tidak punya mata hah " ucap kariawan itu kesal " maaf mbak, saya benar benar tidak sengaja , kalau mbak juga fokus melihat jalan mbak juga kan tidak mungkin saya tabrak " ucap Silla sopan " apa kau bilang, kau menyalahkan ku " ucap kariawan itu marah dengan suara nya yang cempreng yang membuat Silla dan kariawan yang bersamaan langsung memundurkan kepalanya " bukan begitu, saya tahu, saya memang salah makanya saya minta maaf tapi, mbak juga seharusnya minta maaf , karena kalau mbak memang fokus mbak nggak mungkin menabrak saya dan menghindari saya yang tidak fokus kecuali kalau mbak memang sengaja " ucap Silla menjelaskan " apa, berani sekali kau mengatakan itu , apa kau tidak tahu siapa aku di sini " ucap kariawan itu marah yang membuat kariawan lain berbisik dan berkumpul
sedangkan Silla hanya geleng-geleng
" hah , kau tidak tahu " ucap kariawan itu kesal
" memang saya harus tahu ya " ucap Silla heran sendiri " kau berani sekali , asal kau tahu saja aku kariawan perusahaan yang berpengaruh di sini apa kau mengerti " ucap kariawan itu bangga " OOO , memang mbak punya jabatan apa " ucap Silla penasaran " berani sekali kau , apa kariawan baru " ucap kariawan itu kesal
" bukan, saya dari perusahaan ALSE " ucap Silla
__ADS_1
" pantas saja perilaku mu tidak sopan , ternyata dari perusahaan itu " ucap kariawan itu mencela " maksud mbak " ucap Silla mulai kesal " apa maksudku , jangan sok polos deh, asal kau tahu saja perusahaan mu itu selalu curang makanya bisa menjadi perusahaan besar, dan pastinya perusahaan seperti itu menghasilkan kariawan kariawan tidak berpendidikan karena di sana kan tidak perlu pintar yang diperlukan kan hanya licik " ucap kariawan itu mencela " hei, jaga mulut mu , aku sopan karena kau lebih tua dari ku tapi, bukan berarti kau bisa mencela seperti itu , aku bisa saja mengeluarkan mu dari perusahaan ini sekarang juga " ucap Silla marah " wah aku takut banget , kau pikir kau apa anak Presdir anak pemilik perusahaan ini hah " ucap kariawan itu mengejek " aku memang bukan anak pemilik perusahaan tapi, asal kau tahu saja siapkan saja barang mu dan siap siap terima pesangon mu " ucap Silla kesal lalu berjalan pergi dengan kesal dan tidak sengaja menabrak Desta
" aduh " ucap Silla kesal lalu menatap Desta yang membuat semakin kesal " ini semua karena mu , kau pasti sengaja kan , kau pikir dirimu siapa hah " ucap Silla marah yang membuat para kariawan yang melihat itu kaget karena ada yang berani memarahi bos perusahaan , kariawan yang tadi bertengkar dengan nya seketika mendekat dan ingin menenangkan Silla " maaf tuan, dia tidak tahu kalau tuan bos disini jadi_" ucap kariawan itu terpotong " wah kau licik sekali , tadi kau begitu angkuh sekarang bos mu sudah di sini kenapa kau tidak seberani tadi lagi hah " ucap Silla marah " hei diam " ucap kariawan itu pelan takut sambil menarik baju Silla " lepaskan, ada apa dengan mu kau pikir aku takut dengan bos mu hah " ucap Silla marah lalu berbalik melihat Desta " apa begini cara mu mendidik kariawan mu , apa kau mengajari nya menjadi orang licik hah , kalau saja aku tidak bodoh dan menunggu mu maka ini semua tidak akan terjadi " ucap Silla marah lalu pergi sambil mendorong tubuh Desta
" maaf tuan , nona itu hanya marah karena sesuatu dan dia tidak bisa mengendalikan emosi nya " ucap kariawan yang tadi sedangkan Desta hanya menatapnya dengan dingin " apa gadis itu yang ingin bertemu dengan ku " ucap Desta " iya tuan " ucap kariawan yang pertama Silla temui
" kau bisa mengambil pesangon mu hari ini " ucap sekretarisnya " tidak, saya mohon beri saya kesempatan , saya benar-benar tidak bersalah gadis itulah yang memulai semuanya" ucap kariawan itu menjelaskan sambil berlutut
" dia salah atau tidak kau akan tetap bersalah karena orang yang buat marah itu adalah adikku dan juga bos mu dan kau hanya kariawan yang tidak berkelas berani sekali kau membuat bos mu marah keberanian mu bisa di acungi jempol tapi, ke tidak sopan-an mu tidak bisa membuat mu ada di sini jadi pergi saja sebelum aku yang menyeret mu dari sini " ucap Desta dingin sambil menatap kariawan nya itu dengan sinis lalu pergi
__ADS_1
" kenapa kalian berkumpul apa ada tontonan di sini , atau kalian mau seperti dia , kembali bekerja kalian di gaji untuk bekerja bukan untuk menonton dan mencari bahan gosip , kalian mengerti " ucap sekretarisnya dengan lantang semua karyawan yang menonton pun hanya diam dan menunduk " kenapa diam , kembali bekerja " ucap sekretarisnya dengan lantang , para karyawan pun langsung bubar
" dan kau, kau tahu di mana mengambil pesangon mu kan , makanya kalau jadi orang itu ingat status kalau tidak kau akan menderita sendiri " ucap sekretaris itu tersenyum menasehati, lalu pergi meninggalkan kariawan yang di pecat itu
" dasar , pria brengsek , dia bisa saja bilang , kau bisa kembali lagi nanti tapi, dia malah menyuruh ku menunggu berjam-jam, bukannya bertemu mayat idup malah ketemu Mak Lampir
dasar perusahaan bobrok , beraninya menghina perusahaan orang ternyata malah perusahaannya yang licik pantes aja bisa berkembang karyawan nya saja Mak lemper di tambah bosnya yang setengah mayat idup setengah iblis , itu sarang dosa apa kantor sih banyak banget makhluk astral nya, makanya jangan fokus ke kerajaan doang seharusnya inget juga do'a biar nggak ada makhluk makhluk tidak diinginkan , nah sekarang kenapa aku yang malah nggak waras , ini ni emang pengaruh hal tidak baik selalu cepat datengnya giliran baik aja di tunggu sampai kapanpun nggak akan tahu " ucap Silla kesal sekaligus melantur sambil menyetir dengan kecepatan tinggi
" Silla , tuh dari tadi kami di cari sama bos " ucap rekan kerja nya , yang diikuti anggukan dari Silla " permisi tuan " ucap Silla masuk ke ruangan Alex " maaf tuan, tadi saya ada urusan sebentar " ucap Silla " urusan sebentar , berjam jam " ucap Alex datar " tadinya sebentar pak tapi, karena ada beberapa masalah jadi urusan lama pak " ucap Silla menjelaskan sambil tersenyum kecut " terserah, yang penting aku tidak mau sampai pekerjaan mu tidak benar , apa kau sudah menyelesaikan semuanya " ucap Alex datar yang diikuti anggukan cepat dari Silla , Alex pun menyuruh nya pergi
__ADS_1