
" kakek " panggil Aslan memanggil kakeknya yang melamun sambil tersenyum " kakek " teriak Aslan yang membuat kakeknya terkejut
" cucu biadab " kesal kakeknya " lasingan kakek kenapa sih, melamun apa " ucap Aslan
" As , kau mau kakak ipar " ucap kakeknya tersenyum " ipar, memang siapa yang akan menikah " ucap Aslan " tentu saja , salah satu kakak mu , kau mau atau tidak " ucap kakeknya
" aku tidak mau orang yang lemah, aku mau orang yang selevel, cantik, pintar , baik, tidak bertingkah seperti berandal, sopan , dan ramah " ucap Aslan sambil menunjuk nunjuk jarinya " sepertinya tiga dari yang kau inginkan tidak mungkin " ucap kakeknya berpikir " tiga dari depan atau belakang " ucap Aslan " sudah kau tenang saja , ku rasa kau akan menyukainya , lihat saja nanti , As ambil handphone kakek " ucap kakeknya tersenyum , Aslan pun mengambilkan kakeknya , kakeknya pun mulai mengetik " buat apaan sih " ucap Aslan ingin tahu " kepo aja, anak kecil itu tugas nya nurut bukan kepo ok hus hus hus sana " ucap kakeknya yang membuat Aslan kesal " bye " ucap Aslan kesal " bye " ucap kakeknya tersenyum
" tidak ada orang, apa yang harus ku lakukan, aku sangat bosan " ucap Alia berpikir tiba tiba dia tersenyum
" tuan, apa anda akan menjenguk nona Alia hari ini " ucap Geri " kalau begitu cancel semuanya , hari ini aku tidak mau di ganggu , ayo kita pergi" ucap Alydran datar yang di ikuti anggukan dari sekretarisnya * idih bilang mau ngabisin waktu sama anak aja , gengsi amat * ucap batin sekretarisnya mengejek
__ADS_1
" di mana dia " ucap Alydran melihat sekeliling ruangan Alia yang kosong , Alydran pun pergi dan mencari Alia
" ya ampun , aku lupa handphone nggak ada, uang nggak ada mana lapar lagi " ucap Alia sedih duduk di warung " mbak mau pesan apa" ucap pedagang itu " mmm boleh minta aja nggak Bu " ucap Alia ragu " maksudnya " ucap pedagang itu " begini saya lupa bawa uang jadi saya mau ngutang dulu tapi, serius saya pasti bayar " ucap Alia meyakinkan " enak aja , pergi kamu , tahu nya minta aja " ucap pedagang itu kesal mengusir Alia " please Bu " ucap Alia memohon " nggak , nggak ada sana pergi " kesal pedagang itu " apaan si Bu punya warung kecil aja sombong banget , asal ibu tahu saja saya bisa beli warung ibu bahkan ibu juga , mau " ucap Alia sombong " pengen beli idih makan aja mau ngutang dasar bacot, pergi sana " kesal pedagang itu " idih ibu pikir saya juga mau di warung kecil gini , saya tuh nggak level makan kayak gituan " ucap Alia kesal "dasar anak jaman sekarang nggak tahu sopan santun " kesal pedagang itu " dasar anak jaman purba perilakunya kayak Tarzan, cih " balas Alia penuh ejekan " pergi nggak atau saya seret" ucap pedagang itu kesal " emang dengan lemak ibu yang berlebihan itu nggak capek narik saya , atau ibu mau olahraga nyeret " ucap Alia mengejek " pergi , pergi sekarang " marah pedagang itu " uuu, kalah bacot baru sadar , dasar emak emak " kesal Alia lalu pergi
" kok seru sih tapi, aku laper , ya ampun gini amat nasib anak Solehah ujian nya bertubi-tubi, nasib nasib ini semua gara-gara makanan RS yang hambar " kesal Alia menendang kaleng
" hehehe laper banget " keluh Alia kesal
" halo kau di mana , aku sudah sampai " ucap Desta " kk duduk saja, sebentar lagi aku juga sampai " ucap Aslan , Desta pun mematikan handphone nya lalu mencari tempat duduk melihat meja yang kosong Desta pun berjalan ke arah sana , karena Alia duduk di dekat dinding kaca dia pun bisa melihat keluar dan tidak sengaja melihat Aslan berjalan masuk dia pun segera berdiri dan ingin pergi namun, Aslan sudah masuk dan seperti berjalan ke arahnya , melihat Desta yang seperti berjalan ke arahnya dia pun segera menghampiri Desta dan berdiri di depan Desta agar saat Aslan sudah di satu sisi dia bisa langsung kabur
yang membuat Desta menatap dingin Alia sedangkan Alia tidak memperdulikan itu , karena tidak nyaman Desta pun berusaha pergi melihat itu Alia pun segera menarik jas Desta dan bersembunyi di dalam jas Desta yang membuat Desta tertarik karena Desta sedang menggunakan jasnya namun tidak ia kancing , melihat itu Desta pun langsung berusaha mendorong Alia namun Alia juga tidak mau kalah dan memegang jas Desta dengan kuat , sedangkan Aslan yang sudah berdiri di samping Desta merasa bingung , Aslan pun mencoba bertanya dengan lirikan mata yang di sadari oleh Desta namun Desta tidak memperdulikan nya dan terus berusaha mendorong Alia
__ADS_1
sedangkan pelayan yang melihat Alia pergi tanpa membayar , merasa familiar dengan jaket Alia staf itu pun menghampirinya sambil membawa tagihan " mbak , mbak tolong makanan nya di bayar " ucap pelayan itu sopan sedangkan Alia yang merasa Aslan sudah tidak melihatnya karena tidak mendengar suaranya pun melepaskan jas Desta dan mundur sedangkan Desta langsung menarik jasnya dgn kesal " Alia , kau Alia kan " ucap Aslan menatap Alia , melihat Aslan yang ternyata di sana pun melotot tapi Aslan tidak peduli dan terus bertanya " o iya mumpung kau di sini perkenalkan ini kakak ku namanya Desta " ucap Aslan senang mendengar itu Alia pun langsung mengalihkan pandangannya ke arah Desta yang terlihat kesal sambil melotot tidak percaya
Alia pun langsung mengalihkan pandangan nya kembali ke arah Aslan " o iya tumben kau kesini" ucap Aslan " sok tahu aku memang langganan di sini " ucap Alia kesal datar " tapi kenapa kau kesini " ucap Aslan " ya makan lah memangnya kau pikir ini tempat pelacur apa " kesal Alia " lagian aku mau kemana, ngapain emangnya urusan mu nggak kan " ucap Alia kesal "ok tenang, apa kau kabur dari rumah sakit " ucap Aslan karena melihat baju Alia
" siapa bilang , aku cuma jalan jalan , kau itu kenapa sih pengen tahu aja urusan orang, ini juga dingin banget kayak kulkas , ku beri tahu ya aku tahu aku cantik tapi nggak usah meluk kaya tadi juga , kau pikir aku wanita murahan hah " ucap Alia kesal terhadap Desta dan Aslan yang membuat Desta melotot
" dasar tidak tahu diri , kau pikir aku mau dengan wanita bocil kayak kamu , lagian siapa juga yang meluk tuh ada CC TV , kau mau bukti" ucap Desta kesal yang membuat Aslan tersenyum " ah sudahlah , mbak sini bon nya " ucap Alia kesal sambil mengambil tagihan makanannya saat merogoh saku nya dia ingat kalau dia tidak membawa uang " bentar mbak , duh dompet ku di mana ya " ucap Alia pura pura segera memberikan bon itu kepada pelayan tadi " kenapa " ucap Aslan " kepo banget sih " kesal Alia terus berpura-pura mencari dompetnya " astaga mbak kayaknya dompet saya ketinggalan di mobil , gimana kalau saya pergi ngambil dulu " ucap Alia berbohong
" iya udah tapi, saya ikut ya mbak " ucap pelayan itu " a o iya saya inget saya nggak bawa , dompet " ucap Alia sok sok ingat padahal emang nggak bawa " ya udah mbak ini pake kartu saya aja " ucap Aslan " iya sudah tunggu sebentar ya pak " ucap pelayan itu sopan lalu pergi " makanya kalau minta tolong nggak usah gengsi " ucap Aslan tersenyum
" siapa yang gengsi , emang bener kok aku tu cuma lupa , lupa " ucap Alia membela diri
__ADS_1
setelah beberapa menit pelayan itu kembali memberikan Aslan kartunya