
Pov Rini
Jantung ini serasa terlepas, hati ini terasa nyeri. Sungguh kesakitan yang hampir aku tak bisa menahannya. Sakit sangat sakit, sakit melebihi apapun melihat pasanganku lebih memilih selingkuhannya dan dengan tega melepaskan aku, meninggalkan aku. Air mata tak bisa berhenti mengalir seakan kuhabiskanpun air mata ini tak cukup puas aku menangis, kuhabiskanpun air mata ini tak bisa melegakan nyeri hatiku. Aku meraung berharap bisa menghilangkan rasa derita, rasa sakit tapi belum juga aku berhasil menata hati ini, belum sempat aku memberi anti nyeri untuk hati ini, hatiku terkoyak kembali melihat air mata anak anakku. Anak anakku yang ikut merasakan pedih atas perpisahan kami, atas keegoisan orang tuanya.
__ADS_1
Siang itu, dimana imamku membawa wanita selingkuhannya ke rumah dan dia menyatakan akan menikahi wanita itu. Hingga akhirnya aku memilih pergi karena tidak mau di madu, tidak bisa hidup dipoligami. Aku melakukan banyak cara untuk mempertahankan rumah tanggaku, untuk memohon pada suamiku agar tidak meninggalkan aku tapi takdir Tuhan berkehendak lain. Suamiku lebih memilih selingkuhannya. Ya Tuhan tolong jaga anak anaku, tolong berikan kekuatan untuk mereka, tolong jadikan mereka anak anak yang hebat. Doaku terus terucap untuk anak anakku bersamaan dengan air mata yang jatuh berderai. Sungguh hamba sadar ya Tuhan bahwa hamba hanyalah pelakon, maaf jika hamba banyak protes, maaf jika hamba kurang mau menerima sekenario takdir dari Mu. Jika ini memang sudah suratan takdirku tolong sembuhkan luka hati ini ya Tuhan, tolong sembuhkan sakit ini, tolong sembuhkan sakit harga diri ini. Hamba sadar dengan kejadian ini Engkau telah memperlihatkan banyak hal pada hamba, Engkau telah membuka tabir yang selama ini hamba salah mengira dan Engkau telah menunjukkan kebenaran atas kebutaanku selama ini. Atas cinta ibuku, atas cinta saudara saudara ku yang selama ini aku anggap secuil untukku dan dengan luka ini Kau tunjukkan padaku bahwa aku telah salah menilai mereka, dengan luka ini Kau buka mata hatiku yang selama ini buta, Kau tunjukkan padaku bahwa kasih mereka sangatlah besar untukku. Selama ini aku menjadi hamba yang sombong karena Engkau telah memberikan banyak berkah untukku, sekarang Engkau menegurku dengan sakit hati yang teramat sangat. Tolong hamba ya Tuhan, tolong sembuhkan hamba, hilangkan sakit hamba.
Hari demi hari aku lalui bagai pesakitan, menanggung sakit yang teramat sangat. Ingin rasanya aku menyerah tapi melihat kedua buah hatiku yang sama sakitnya sepertiku membuatku kembali tegak. Bahkan aku yakin mereka lebih sakit melebihi sakit yang aku rasakan. Tuhan sungguh aku lelah, aku mohon Tuhan sembuhkanlah lukaku. Sembuhkanlah luka anak anakku. Tolong cabut rasa cinta ini pada suami hamba ya Tuhan, tolong hilangkan rasa sayang hamba untuknya. Hilangkan rindu yang menggebu ini, hamba tidak kuat Tuhan. Sungguh rasa rindu ini menyiksa batin hamba, membuat hati hamba nyeri, membuat air mata ini tak berhenti menetes setiap rasa rindu ini datang menghampiri. Engkau sebaik baiknya penolong ya Tuhan, hanya kepada Engkaulah hamba memohon, hanya kepada Engkaulah hamba memasrahkan diri. Maaf jika hamba begitu banyak protes, begitu banyak penolakan atas takdir Mu, memaksakan kehendak sesuai keinginan. Trimakasih Engkau telah menegur hamba dengan melalui sakit ini. Rengkuhlah hamba ya Tuhan, ijinkan hamba selalu berada dalam agamamu, ijinkan hamba selalu menjadi hamba yang taat atas semua perintahmu dan ijinkanlah agar hamba selalu mau menjauhi laranganmu.
__ADS_1
Sudah hampir dua bulan Tuhan, tapi Engkau belum mengabulkan doa hamba. Rindu ini, rindu untuk mantan suami hamba masih saja tersemat di hati hamba. Sungguh hamba berat menanggungnya. Saat ini hamba sangat merindukannya ya Tuhan, hamba ingin sekali ada dalam pelukannya. Tapi hamba tau itu mustahil, maka dari itu akan hamba kikis sedikit demi sedikit rindu ini. Tapi bagaimana caranya? sedangkan Engkau malah menitipkan janin ini didalam rahim hamba. Ya Tuhan aku memasrahkan diriku hanya kepada Engkau, apapun itu takdir Mu. Segala sesuatu yang diluar jangkauanku, hanya Engkau yang dapat menyelesaikannya.
Demi ketenangan hati, aku memutuskan tinggal jauh dari kota yang penuh kenangan ini. Aku mencari tempat yang sunyi untukku menyendiri. Disini, ditempat baru ini aku membalut lukaku. Berusaha melupakan apapun itu tentangnya. Walaupun sangat berat. Apalagi saat melihat kedua anaku, saat mengelus perutku yang sudah mulai membuncit. Air mata ini menetes begitu saja saat telapak tangan ini mersakan pergerakan dari buah hatiku. Dia tumbuh di dalam rahimku tanpa merasakan belaian orang tua laki lakinya. Tuhan, apakah Engkau akan mentakdirkan anak ini nanti akan tumbuh tanpa kasih sayang ayahnya seumur hidupnya. Sungguh rencanamu adalah sebaik baiknya rencana ya Tuhan. Dan Engkaulah sebaik baiknya pengatur takdir.
__ADS_1