Aku Yang Kalah

Aku Yang Kalah
Bab 7


__ADS_3

Rini menghela nafas panjang melihat suaminya menyeret koper. Lagi lagi keluar kota. Rini hanya mengangguk pasrah kala Angga berpamitan.


"Tidak usah menghubungiku selama aku disana kecuali sesuatu hal yang sangat penting dan mendesak"


Itulah pesan Angga sebelum pergi.


Semalaman Rini terus berfikir sampai tak dapat memejamkan matanya, sudah ia putuskan dia akan mendatangi kantor Angga besok pagi. Kecurigaannya semakin kuat, feelingnya sebagai seorang istri selalu mengarah adanya wanita lain yang sedang digandrungi oleh suaminya.


Pagi sekali Rini sudah bersiap, setelah mengantar anak anaknya ke sekolah gegas Rini menuju kantor suaminya.


"Kali ini nggak boleh gagal, aku harus sampai ke kantor mas Angga untuk mencari tau yang sebenarnya"


Gumam Rini sambil terus berusaha menerobos jalanan yang sudah mulai ramai.


Dengan cepat kaki Rini menginjak rem, matanya menyipit memfokuskan pandangannya begitu sampai di depan gedung perkantoran suaminya. Rini melihat Angga berangkat bekerja dengan diantar seseorang menggunakan mobil Angga. Terlihat Angga keluar dari mobil dan masuk ke dalam gedung. Rini gegas mengikuti mobil Angga begitu mobil itu berjalan pergi meninggalkan area kantor. Sambil terus bertanya tanya dalam hati ia mengikuti mobil di depannya, penasaran atas siapa yang mengemudikan mobil suaminya. Rini dibikin tambah penasaran begitu mobil yang diikuti memasuki area perumahan yang tidak jauh dari kantor Angga. Sebuah perumahan yang baru terdapat beberapa unit rumah. Bukan perumahan mewah, tapi bukan juga perumahan yang terbilang biasa. Mobil didepan Rini berhenti didepan rumah type tujuh puluh dengan dua lantai, tembok bercat warna coklat kayu yang memberi kesan klasik. Seorang wanita turun dari mobil dan berjalan memasuki rumah. Rini bisa dengan jelas melihat wajah wanita itu, tidak ada penghalang apapun yang menghalangi pandangan Rini. Karena itu adalah perumahan cluster jadi tidak ada pagar pembatas antara rumah dan jalan. Dengan sigap Rini mengambil handphone nya dan mengambil foto wanita itu. Ia segera menjalankan mobilnya begitu sudah mendapat beberapa foto wanita itu.


Sampai di ruko tidak banyak pekerjaan yang dilakukan Rini. Dia termenung didalam ruangannya, berfikir apa motif suaminya membohongi dirinya. Benarkah feelingnya selama ini bahwa suaminya benar benar memiliki wanita lain. Rini mulai mengatur siasat, berfikir keras bagaimana cara mencari tau apa hubungan wanita itu dengan suaminya.


Hari ini Rini sengaja pulang lebih awal dibanding biasanya. Pikirannya yang tidak tenang membuat otaknya tidak bisa fokus bekerja. Sampai dirumah dia langsung mencari asisten rumah tangganya, dia minta tolong agar wanita paruh baya yang sering disebut mak Narmi itu untuk menginap dirumahnya malam ini. Rini meminta mbok Narmi menjaga anak anaknya sedangkan dia akan pergi dan pulang malam.

__ADS_1


Selesai menjemput anak anak dari sekolah Rini gegas menuju sebuah tempat sewa mobil. Rini menyewa sebuah mobil berencana untuk mengikuti suaminya, dia juga membawa sebuah kamera. Rini meninggalkan mobilnya di tempat sewa lalu pergi menuju kantor Angga. Jam setengah empat sore Rini sudah berada di depan kantor Angga. Rini memarkirkan mobil yang ia sewa ditempat yang strategis sehingga ia bisa melihat siapapun yang keluar masuk kantor. Seperti dugaannya lima belas menit Rini menunggu, terlihat mobil Angga datang dan berhenti tepat di depan mobil Rini. Dengan sigap Rini mempersiapkan kameranya. Bak seorang detektif Rini mengintai. Matanya terus mengawasi. Pucuk dicinta ulam pun tiba, Angga terlihat berjalan keluar kantor lalu memasuki mobil. Rini meletakkan kameranya di jok kursi sebelah ia duduk lalu menjalankan mobilnya mengikuti mobil Angga.


Angga berhenti di sebuah restoran seafood, terlihat Angga berjalan sambil menggandeng wanita disampingnya. Dengan tangan bergetar dan lelehan air mata yang turun membasahi pipi Rini terus melakukan rekaman video. Rekaman kebersamaan Angga dengan wanita lain. Setelah Angga tak terlihat Rini mengelap air matanya lalu mengambil handphone nya untuk menghubungi Angga.


Ttuuuuttttttt... ttttuuuutttttt.... ttttuuuuttttt.....


Tiga kali panggilan Rini tak ada jawaban dari Angga. Tak lama berselang Angga mengirimkan pesan kepada Rini.


Angga:


"Ada apa? Tidak usah telpon kalau tidak penting! aku sibuk"


Rini hanya bisa tersenyum kecut membaca pesan dari suaminya.


Setengah jam perjalanan Rini kembali berada di depan rumah berlantai dua itu, rumah yang sempat ia datangi tadi siang. Hatinya benar benar terluka begitu melihat Angga dan wanita itu keluar dari mobil dan berciuman bibir didepan pintu rumah. Dunia terasa runtuh, Badan Rini lemas seketika. Walau begitu Rini tak lupa merekam aktifitas mereka walaupun dengan tangan bergetar.


Malam sudah hampir larut ketika Rini pulang menuju rumah. Rini memang tidak langsung pulang setelah dari tempat sewa mobil, ia pergi ke pinggir pantai untuk menenangkan dirinya yang sedang shock. Melihat kenyataan hari ini membuat dirinya seolah kehilangan separuh nyawanya. Rini sedikit tercengang begitu melihat mobil Angga terparkir didepan rumah. Rini segera masuk setelah memarkirkan mobilnya di dalam garasi. Rini bertambah kaget begitu melihat ibu mertuanya duduk di ruang tamu dengan muka yang teramat jutek.


"Dari mana aja kamu? begini kelakuan kamu saat suamimu kerja. Jam segini baru pulang, ini hampir tengah malam Rin"

__ADS_1


Terdengar bentakan Angga saat Rini menyalami ibu mertuanya.


"Iya, dari mana aja sih Rin?"


Cecar bu Fatimah, ibu Angga.


Bu Fatimah, ibu kandung Angga yang memang sedari awal tidak merestui hubungan Rini dan Angga. Bu Fatimah selalu ketus dan dengan terang terangan menunjukkan ketidak sukaannya pada Rini. Berbeda dengan ayah Angga yang mau menerima dan menyayangi Rini seperti anaknya sendiri.


"Jam segini baru pulang, dari mana saja? anak nggak diurus malah dititipin sama pembantu"


Dengan berkacak pinggang Angga membentak bentak Rini.


Tanpa membalas perkataan suaminya Rini gegas pamit masuk ke dalam kamar. Badan yang lelah, hati yang terluka membuatnya memilih diam. Tak ada minat sedikitpun untuk Rini menjawab perkataan Angga pun ibu mertuanya. Masih terdengar tadi cacian dari suami dan ibu mertuanya saat Rini berjalan menaiki anak tangga. Tapi Rini seolah menulikan pendengarannya.


Selesai membersihkan diri Rini berjalan menuju kamar anak anaknya. Terlihat dua buah hatinya sudah terlelap ditemani mak Narmi. Rini menutup pintu kamar dengan pelan, lalu berjalan menuju kamarnya kembali. Dibaringkan nya tubuh yang lelah setelah melakukan kegiatan bagai detektif. Tubuhnya menggeliat diatas kasur yang selama ini menjadi teman tidurnya. Lama Rini termenung, mencari dan mencari segala kekurangan dirinya. Mencoba berfikir kenapa suaminya sampai tega menduakannya.


"Mungkin karena aku yang kurang memperhatikan penampilan"


Gumam Rini sambil memeluk guling yang ada didepannya.

__ADS_1


"Aku akan berusaha merubah penampilanku, akun akan merawat diriku agar suamiku tidak kepincut wanita lain lagi. Aku akan lebih sabar menghadapinya, mungkin selama ini aku masih kurang sabar dan kurang mengalah"


Rini bergumam sendiri, sambil mengeratkan pelukannya pada guling yang sedang didekapnya. Hingga akhirnya ia tertidur lelap sampai pagi.


__ADS_2