
Alana masuk ke dalam mobil dengan wajah yang ditekuk masam. kedua tangannya di lipat dengan angkuh.
Gaza yang duduk di kursi kemudi samping nya pun dibuat heran dengan sikap Alana yang tiba tiba marah.
'mungkin mood nya gak bagus selama disekolah' batin Gaza yang berpikir Alana badmood karena ada sesuatu yang terjadi disekolah nya. bukan masalah Gaza dan lelaki itu tidak ingin ikut mencampuri urusan adiknya.
tanpa berfikir panjang Gaza menancapkan gasnya dengan kecepatan sedang menuju kediaman Sharamon.
Alana tak habis pikir dengan sifat ke tidak pekaan yang kakak nya itu miliki. jelas jelas sudah menunjukkan tampang marah nya karena masalah tadi pagi. tapi seolah lelaki itu tidak punya dosa dia hanya bersikap santai. karena sebenarnya Gaza pun tidak tau apa yang terjadi dengan Alana.
dia pikir mungkin karena sekolahnya atau teman nya kali. tanpa sedikitpun sadar diri dan berfikir bahwa dialah penyebabnya.
"dasar semua cowok sama aja, gak PEKA...!!!" Teriak Alana menggila di dalam mobil.
<><>
"loh pi, gabisa gitu dong. kan perjanjian kita dari awal udah deal, kenapa tiba tiba jadi berubah gini dan papi gak konsisten" protes Gaza menolak keras.
terdengar helaan nafas dari sebrang sana. Gaza mendapatkan telfon dari papinya pukul dini hari. awalnya sebelum mengangkat Gaza sudah curiga duluan dengan orang tuanya yang tidak biasa menghubungi Gaza apalagi Alana. mereka tidak terlalu peduli dengan kabar anaknya, sampai telfon itu tersambung dan membuat senyum sinis Gaza menyungging dibibir nya.
"Gaz papi mohon, untuk kali ini saja. bantulah papi nak, kamu tidak harus banyak melakukan apa pun dan cukup pacari saja anak pak Nelson" ucap Aldon yang sudah sampai memohon dari sebrang sana.
Gaza berdesis sinis melihat papi nya yang begitu bersi keras sampai harus memohon seperti itu. apakah Aldon sudah diambang kebangkrutan? sehingga membuatnya menurunkan harga diri dengan cara memohon dengan putranya yang sama angkuhnya dengan lelaki paruh baya itu.
"kenapa bisnis papi sudah diambang kebangkrutan? atau papi memang sengaja ingin menjual ku?" tanya Gaza dengan datar.
__ADS_1
"Gaza jaga ucapan mu! papi tidak pernah mengajarkan kamu untuk tidak sopan ketika berbicara!"
suara Aldon terlihat sangat marah dari sambungan telfon membuat Gaza menyeringai puas.
"sudahlah Gaza tidak usah membantah perintah papi mu. karena nanti akhirnya kamu juga akan menikah dengan Arabela" sahut Neora yang tiba tiba muncul. ternyata mami dan papi nya sedang bersama dan sangat gencar ingin menjualnya.
"siapa mum? aku? enggak papi aja, kan yang punya bisnis papi" jawab Gaza tanpa dosa bahkan diakhiri kekehan oleh lelaki itu.
tut...
Gaza memutuskan panggilan sepihak tanpa ingin mendengar dan meladeni kemarahan kedua orang tuanya. cowok itu memang sengaja, lagian apa apaan ini. mereka berfikir untuk menjodohkan Gaza dengan Ara, cewe pengatur itu batin Gaza tak habis pikir.
boro-boro dia ingin menikah dengan Ara, gadis itu mendekati nya saja Gaza sudah jijik.
Gaza menghempaskan tubuhnya di atas kasur lalu menatap layar lokscreen ponselnya. pukul 01.15 pagi, Gaza memejamkan matanya tidur karena sudah lelah seharian penuh menuruti permintaan Ara.
<><>
"dasar anak durhaka! main matikan telfon orang tua seenaknya! dia tidak tau saya papi nya apa!" ucap Aldon emosi. Neora di sebelahnya mengusap usap bahu suaminya, menenangkan Aldon ketika tiap kali berdebat dengan putra mereka.
"sabar mas, jangan langsung memaksa anak itu pasti akan sulit" kata Neora.
"dia itu keras kepala jika tidak paksa dan diancam" balas Aldon memijat pelipisnya. Pria paruh baya itu bangkit dari kasur dan berdiri di balik kaca tebal yang besar di dalam kamar itu. Aldon menatap hamparan gedung dari balik kaca pembatasan kamarnya menuju balkon.
tiba tiba dia jadi teringat dengan putri kecilnya, Alana. Aldon jadi mengingat kabar yang di berikan Gaza beberapa Minggu yang lalu tentang kondisi Alana. dan sampai sekarang dia dan Neora belum juga pulang melihat putri mereka.
__ADS_1
"Nee aku merindukan putri kita" ucap Aldon tanpa memandang istrinya yang duduk di kasur.
Neora tersenyum tipis, wanita itu juga begitu merindukan anak anaknya. pasti mereka bertambah cantik dan tampan setelah hampir dua tahun tidak bertemu.
"aku pun juga, tapi bagaimana dengan pekerjaan kamu mas" kata kata Neora membuat Aldon menghela nafas panjang.
beberapa tahun yang lalu Aldon sempat mendirikan perusahaan di cina, negara kelahiran istrinya Neora. dan sangat berkembang pesat seperti di Indonesia. mereka pun mulai fokus pada bisnis yang lain dan harus melakukan perjalanan bisnis tanpa henti dan jarang sekali bisa dapat berkumpul di rumah dengan anak anaknya.
sejak kelahiran Alana mereka semakin jaya, putri nya itu bagaikan pembawa rezeki. bisnis mereka banyak yang berhasil dan semakin sukses. tapi dengan kesibukan ini membuat nya tidak dapat berkumpul dengan anaknya, sedangkan Aldon membutuhkan Neora di sampingnya. mereka tidak bisa memilih antara anak dan pekerjaan, sedangkan mereka memerlukan uang untuk biaya kehidupan anak anaknya.
hidup itu memang yang tidak ada yang sempurna. disaat harta berlimpah belum tentu keluarga bahagia. harta bukan penjamin kebahagiaan tapi harta menjamin kehidupan.
dalam lubuk hatinya sebenarnya Aldon sengat merasa bersalah menelantarkan anaknya tanpa kasi sayang orang tua. apalagi Neora, wanita itu yang sebenarnya sangat ingin merawat anaknya dan menjadi penyesalan yang mendalam telah melewati masa masa pertumbuhan anak-anak nya.
tapi waktu sudah terlambat dan tidak ada gunanya menyesali. pasti Gaza dan Alana sangat membenci kedua orang tua mereka yang menggilai kerja itu.
dan Gaza pasti sudah sangat muak dengan perjodohan yang Aldon siapkan dengan anak rekan bisnisnya. dia hanya ingin yang terbaik untuk putra dan putrinya. memilihkan wanita yang tepat, bukan menjual seperti yang Gaza katakan.
karena Aldon sangat mengenal betul keluarga Arabela. mereka orang yang baik dan dari keluarga yang terpandang. dan pak Nelson juga tidak akan sembarangan menjodohkan putri sematang wayang nya.
Arabela yang sudah lama menyukai anaknya secara diam-diam dan Nelson yang bersedia menerima Gaza dan sangat berharap putra dari Aldon dan Neora itu bisa menjadi menantunya kelak. membuat Aldon setuju saja dengan perjodohan ini dan berharap Gaza mau menerimanya walaupun pelan pelan dari berteman dahulu.
tapi sepertinya putri pak Nelson tidak sabar menunggu Gaza dan ingin segera memiliki nya juga. sedangkan membujuk Gaza bukan lah hal yang mudah, bahkan Aldon saja sampai harus menurunkan harga diri di depan anaknya yang selama ini hanya melihat sikap angkuh dan egois papi nya itu.
dan lelaki yang mewarisi keturunan keras kepala Aldon itu tidak menyukai Arabela bagaimana bisa dia mau menjadikan wanita itu pacar apalagi istrinya. that's impossible.
__ADS_1
<><>
TBC.