Alana Transmigrasi

Alana Transmigrasi
lupa ada janji


__ADS_3

"****! gue dateng di waktu yang salah" gumam Arslan.


Alana menunduk takut sembari memainkan jarinya. gadis itu sengaja karena Gaza menatap nya tajam sedari tadi. sembari memikirkan cara dan alasan yang tepat untuk mengatakan pada kakaknya.


Alana merutuki kebodohan dirinya yang pelupa, masih muda saja sudah pikun dan menjadi salah satu bagian persatuan remaja jompo. sedangkan Arslan tengah menahan senyumnya melihat ekspresi sang pujaan hati yang sangat lucu. dan melupakan tatapan tajam Gaza yang juga tertuju padanya.


"siapa ngizinin lo masuk ke rumah gue?" Tanya Gaza sinis.


Arslan tersenyum lalu mendekati mereka dan ikut bergabung duduk. dia bisa masuk ke kediaman Sharamon karena memang sudah sering ke sini dan bahkan satpam pun tau betul dengan Arslan. masalah bisa masuk kerumahnya tentu dengan bantuan bi Suir, art keluarga Sharamon itu taunya jika Arslan adalah temannya Gaza yang sering dibawa ke rumah dulu dan teman dekat Alana.


"berdiri! gak ada yang nyuruh lo duduk" perintahnya ketus.


Arslan hanya tersenyum dan enggan bangkit, masa bodoh sekali pun dia bonyok dibuat Gaza kali ini setidaknya Arslan bisa jalan dengan Alana di hari libur yang cerah ini.


Arslan menatap Alana, dia tau jika Alana tengah kebingungan bagaimana bisa keluar dari rumah jika Gaza disini. dengan percaya diri Arslan hendak membantu Alana dan mengizinkan gadis itu keluar bersamanya.


"Gaz—"


"lo tuli! keluar" Gaza memandang dingin pada Arslan dan Alana bergantian. jangan pikir dia tidak tau jika sudah banyak kali cowok itu mendekati adiknya. Gaza tau semuanya, termasuk Alana yang sering pergi dengan Arslan. di antar pulang jemput, pergi malam dan sebagainya. mereka sudah seperti sepasang kekasih yang berkedok status mantan.


mereka pikir berhasil mengelabui Gaza tapi ternyata lelaki itu lebih tau dan selalu mengawasi adiknya lewat para mata mata nya. dan Gaza sangat marah prihal Alana yang tidak pernah izin padahal dia wali Alana disini, orang tua mereka yang jauh dan selalu sibuk apa salahnya berpamitan dengan sang kakak. mentang mentang Gaza juga ikut sibuk pergi pagi pulang larut malam Alana jadi seenaknya keluar dengan lelaki yang notabene nya adalah mantan pacar gadis itu.


"santai man, gue dateng baik baik" ucap Arslan tapi matanya terus tertuju pada gadis cantik di sebelah Gaza yang juga tengah menatapnya.


padangan mereka saling bertemu, seulas senyum cantik keluar dari bibir tipis merah muda milik Alana. lalu gadis itu beralih menatap kakaknya yang masih dengan mode datar on.


"kak" panggil Alana hati hati.


Gaza menaikkan sebelah alisnya sebagai isyarat menyuruh Alana untuk melanjutkan ucapannya.


"aku lupa punya jan... janji sama kak Arslan" Ucapanya sangat pelan.


"batalin!" mata gadis itu melotot, Alana menggeleng cepat membuat Gaza menatap nya tajam.

__ADS_1


"gak bisa dong kak, aku udah janji dari lama. gak baik batalin janji seenaknya pas udah hari H" omel Alana, Arslan tersenyum senang mendengar nya berbeda dengan Gaza yang panas sendiri.


"jadi lo mau pergi gitu?"


"boleh kan?" Alana mengeluarkan puppy eyes nya berharap agar Gaza mengizinkan nya pergi.


"Nggak!" larang lelaki yang berstatus sebagai kakak kandung nya itu.


Alana mendesah kecewa, wajahnya mendadak murung dan tertunduk. padahal dari jauh jauh hari dia sudah sangat menantikan naik kapal terbang di wahana taman hiburan yang Arslan janjikan.


Alana sangat ingin pergi, menaiki roller coaster dengan gulali kapas ditangan nya. setelah itu mereka akan mengunjungi kedai es krim dan memesan semua jenis es krim di sana.


pasti sangat menyenangkan batin Alana yabg dapat membayangkan nya dengan jelas.


Arslan tidak tega melihat raut sedih Alana yang di larang pergi. dia juga sangat ingin jalan dengan gadis pujaan hatinya yang sekarang hanya berstatus mantan.


Arslan menatap Gaza sebelum mengucapkan sesuatu yang akan membuat Alana sangat senang.


"siap siap sana, aku bantu izin" kata Arslan tersenyum.


Arslan tersenyum melihat Alana yang begitu ceria karenanya, tidak seperti dulu yang selalu terlihat dingin dan kaku. cowok itu menatap Gaza yang menatap nya dengan tidak bersahabat.


"gue pinjem Al bentar. sesekali nyenengin hati bocil" ucap Arslan sekaligus izin kepada Gaza.


"Lana udah gede bukan anak lagi!" serkas Gaza menatap mantan sahabat nya dengan sengit dan beranjak pergi dari sana.


<><>


sepasang anak manusia yang terlihat seperti sepasang kekasih tapi nyatanya adalah mantan itu saling tertawa sambil memasuki mobil. Alana terlihat sangat senang mendapat gulali kapas ditangan nya. dan kesampaian menaiki kapal terbang dan roller coaster yang di impikan nya. walaupun tadi sempat muntah muntah karena mual sehabis menaiki wahana itu.


"thanks kak Arslan, udah mau ngajak aku ke sini" ucap Alana tulus sambil terus memakan gulali kapasnya.


"anything for you babe" balas Arslan mengusap puncak kepala Alana.

__ADS_1


Alana tersipu malu sampai pipinya merona mendengar panggilan yang di berikan Arslan. babe? oh mereka itu mantan bukan sepasang kekasih. tapi hati Alana sangat gembira mendengar nya dan lagi lagi merasa dejavu.


entahlah gadis itu merasa seperti seorang Alana yang sesungguhnya, beberapa hari ini juga Alana sering memimpikan potongan potongan memori kecil yang gadis itu yakin adalah salah satu kejadian masa lalu Alana sebelum dia terjebak di dalam tubuh ini.


semuanya terasa begitu aneh dan nyata. sulit untuk pastikan dan mustahil untuk ditanyakan.


mobil berjalan menuju destinasi berikutnya, kedai es krim. seperti permintaan Alana gadis itu mau mencoba semua rasa es krim saat itu juga. dan apa permintaan yang dapat Arslan tolak ketika si peminta adalah gadis yang sangat di cintai nya, Arslan belum move on. Sttt! jangan sampai Alana tau.


"kita jadi kan makan es krim?"


"of course babe" jawab Arslan terkekeh geli, sudah dua tahun dia tidak pernah menyebut panggilan sayang itu. rasanya seperti aneh saja karena sudah terlalu lama sejak mereka putus.


"ih udah kak! apaan sih, ingat kita tuh mantan" balas Alana santai namun mencelos di hati Arslan, tega sekali Alana mengungkit status mereka.


cowok itu tersenyum miring dengan mata yang tetap fokus pada jalanan "sekarang mantan tapi nanti balikan"


DAMN !!!


<><>


"Berisik bangsat-!" umpat Gaza menutupi telinga nya dengan bantal.


drettt....


handphone nya terus berbunyi sedari tadi tapi Gaza enggan mengangkat panggilan itu, karena dia tau betul siapa yang menganggu waktu tidur siangnya. itu Arabela yang sudah pasti kalang kabut karena Gaza belum juga muncul di depan matanya sejak pagi tadi.


Gaza berdecak kesal melihat perjuangan Ara yang berusaha menghubungi nya, puluhan panggilan tak terjawab dari parasit. sebuah nama yang Gaza pasangkan pada kontak Ara. cowok itu sengaja karena memang kenyataannya bahwa Ara adalah parasit dalam hidupnya.


mata Gaza beralih menatap jam pada ponselnya, jam tiga. sudah hampir enam jam Arslan membawa pergi adiknya, seharusnya sudah pulang dari tadi bukan. mereka hanya izin pergi ke taman hiburan kenapa harus sampai enam jam, selama itu apakah mereka berkali kali mengulangi semua wahana yang dinaiki nya? mending tidur saja sekalian di taman hiburan itu! tidak usah pulang! gak usah ingat rumah!


Gaza kembali beralih pada kontak handphone dan menghubungi Alana agar segera kembali ke rumah.


<><>

__ADS_1


TBC.


__ADS_2