Alana Transmigrasi

Alana Transmigrasi
quality time


__ADS_3

Beberapa hari terlewati tanpa membuahkan hasil, semua nya tetap sama. dia masih terjebak dalam raga Alana tanpa tau jalan keluar. Alana bahkan sudah sempat mendatangi rumah nya yang asli dan rumah itu sepi tanpa penghuni.


tidak ada kehidupan di kediaman itu, sepi, menyeramkan, dan seperti sudah tidak ditempati bertahun tahun.


semua fakta yang terjadi membuat Alana menjadi sedih, gadis itu banyak murung memikirkan orang tuanya di sana. sedangkan dia harus terjebak disini, di keluarga orang lain tanpa kehangatan dan kasih sayang.


sampai sekarang pun dia belum pernah bertemu orang tua Alana yang sebenarnya. yang katanya sangat sibuk dan selalu memprioritaskan pekerjaan nya.


Alana akui itu benar, dia pernah tidak sengaja menguping pembicaraan Gaza dan papi Aldon saat di telfon. disaat itu juga sepertinya orang tuanya memang tidak pernah sedikitpun mempunyai niat untuk pulang. dan papinya malah memerintahkan Gaza agar secepatnya bergabung ke perusahaan.


membuat kakak laki-laki itu bertambah sibuk dan semakin tidak ada waktu untuk nya. setelah orang tua nya sibuk kini kakaknya pun juga ikut sibuk dengan pekerjaan.


ah, membahas Gaza lelaki itu menjadi sangat sibuk sekarang. waktunya kini padat untuk menemani Ara. Gaza harus menuruti semua permintaan gadis itu dan harus mau menemani nya kapan pun Ara butuh.


Gaza sudah seperti robot dibuat Arabela, semua itu terjadi karena papinya Aldon yang memaksa Gaza dan mengancam akan membawa Alan pergi ke cina jika putranya itu tidak menurut.


karena setiap kali Aldon memerintah agar Gaza menghabiskan waktunya dengan Ara. Gaza selalu beralasan jika dia harus tetap menemani Alana. Alana, Alana, dan selalu saja Alana yang di jual namanya. sampai membuat Aldon tidak tahan lagi dan terpaksa mengatakan akan membawa Alana jika Gaza tidak mau menurut.


Aldon berhasil, Gaza tidak dapat berkata kata lagi jika orang tua nya mengancam akan membawa Alana.


Gaza terpaksa menurut diperalat oleh Ara, menuruti semua kemauan nya dan menemani gadis itu kemana pun dan kapan pun. Selalu pulang telat dan membiarkan adiknya sendirian di rumah yang besar nan sepi itu.


seperti sekarang contohnya, di weekend yang cerah ini. pagi pagi Gaza sudah bersiap dengan rapi, cowok itu melirik sekilas adiknya yang sarapan sembari termenung. Gaza melewati Alana begitu saja, tiba tiba langkah nya terhenti mendengar suara halus adiknya. Gaza tersenyum tipis kemudian berbalik menatap Alana yang juga tengah menatapnya.


"kamu mau kemana lagi kak?" tanya Alana beranjak dari meja makan, gadis itu meninggal kan sarapannya dan mendekati Gaza.


"tadi malam pulang larut, sekarang pagi pagi udah mau pergi lagi. apa sepenting itu pacar mu kak?" dumel Alana sinis. gadis itu bersekap dada menatap kakaknya tajam.


Gaza melotot dan kemudian tersenyum, pacar? Astaga seperti nya Alana salah paham. tapi dari mana adiknya tau tentang Arabela. Gaza menarik dagu Alana agar dia dapat melihat seluruh wajah adiknya dan ekspresi menggemaskan Alana saat ini.

__ADS_1


"pacar?" beo Gaza terkekeh kecil.


Alana tambah naik darah melihat respon kakaknya, sebegitu lucu kah? sampai membuat seorang Gaza tertawa. namun diam diam Alana mengulum bibir nya menahan senyum nakal karena tidak tahan melihat wajah Gaza yang begitu tampan.


"sok tau lo!" sambung Gaza membuang dagu Alana seenaknya.


Alana menghembuskan nafas kasar dan menatap Gaza tajam "dasar, pacaran aja sana gausah balik kerumah sekalian" sentak Alana berbalik pergi seraya menghentak hentakan kaki nya.


"hei, Lana" teriak Gaza terkekeh melihat adiknya yang semakin jauh, dengan gemas Gaza berlari kecil mengejar Alana yang hampir menaiki tangga.


<><>


sepasang kakak adik kandung itu sedang menikmati weekend mereka dengan menonton film kartun kesukaan keduanya. si kotak kuning yang sangat bersemangat itu.


ditemani beberapa camilan dan minuman kaleng. dan sesuatu yang sangat empuk menjadi bantalan kepala Gaza. cowok itu berbaring santai sembari meletakkan kepalanya di atas paha Alana.


mereka menghabiskan waktu bersama di hari libur ini termasuk Gaza yang sedang berlibur dari Ara. Gaza memutuskan untuk berdiam dirumah dan menemani adiknya. masalah Arabela? itu urusan nanti, sekarang waktunya dia bersama adiknya tanpa gangguan siapa pun. bahkan lelaki itu sudah mematikan total handphone nya agar tidak mengusik quality time mereka.


"gak jadi kamu kak nge-date nya?" sindir Alana melirik kakaknya sekilas.


"nge-date? siapa?"


"ya kamu" jawab gadis itu sinis.


Gaza mengulum senyum lalu bangkit dari posisi ternyaman nya, cowok itu menatap Alana dengan tatapan sayang dan bergantian mengelus rambut adiknya.


"cemburu kan lo" serkas Gaza yang tak dapat menahan senyumnya.


Alana memutar bola matanya, tidak ada yang lucu kenapa kakak nya harus tersenyum seperti itu. Alana malah merasa sangat garing seperti gorengan yang di goreng kering.

__ADS_1


"dih ngapain"


Gaza tertawa puas. dia tidak percaya jika adik nya itu tidak cemburu. jelas sekali hati dan respon tubuh nya berkata lain, jelas raut wajah sudah mengatakan jika Alana cemburu.


Gaza memeluk tubuh adiknya, mendekap nya dengan hangat dan sayang. terlihat Alana yang nyaman dan menyembunyikan wajah nya di dada bidang Gaza. gadis itu mendusel kecil di sana memberikan sensasi geli bagi empunya.


Alana tertawa melihat komuk kakaknya yang kegelian akibat ulah jahil nya. mereka berpelukan sejenak sembari melepaskan rindu selama beberapa hari ini dan melupakan si kuning kotak yang terus berputar di dalam televisi.


mungkin jika orang lain melihat mereka akan berpikiran jika dua orang itu adalah sepasang kekasih.


Alana mendongak kan wajahnya menatap Gaza "kenapa kamu jadi gak dingin lagi sama aku kak?" tanya Alana serius.


Gaza berfikir sejenak sebelum memberikan jawaban yang masuk akal "karena lo asik aja sekarang, sikap lo berubah jadi lebih baik" Ucapnya tersenyum, Gaza menyelipkan anak rambut nakal yang menutupi wajah cantik adiknya.


'pasti berubah lah Gaz, karena kami dua orang yang berbeda' batin Alana, gadis tersenyum lalu memeluk Gaza kembali.


"Al jadi pergi kan? kamu udah siap?" Teriak Arslan dari kejauhan.


Arslan mematung melihat sepasang kakak dan adik yang sedang berpelukan itu, sepertinya dia datang di waktu yang salah.


sedangkan Gaza dan Alana saling menatap kemudian beralih menatap seseorang yang mengganggu acara teletubbies mereka. Gaza menatap Arslan datar.


'ck ini anak dateng dateng mau ngapain sih' batin Gaza kesal dan merasa sangat terganggu.


'mampus Alana kan kamu punya janji pergi sama kak Arslan hari ini' batin Alana menatap Gaza.


<><>


TBC.

__ADS_1


__ADS_2