Alana Transmigrasi

Alana Transmigrasi
tidak ada hasil


__ADS_3

Alana membuka topi nya lalu duduk di sofa ruang keluarga sembari menghela nafas. tiga hari, ya tiga hari tapi gadis itu tidak mendapatkan jalan apa pun. termasuk mencari taunya dari internet.


ck, internet? transmigrasi? gadis itu tertawa hambar, rasanya lucu sekali jika transmigrasi itu ada dan terjadi. tapi bukankah hal yang menimpanya juga termasuk konyol dan diluar akal.


"aku harus gimana..." lirih Alana yang sudah terlihat sangat lelah. "sebentar lagi aku skripsian" monolog nya menatap ikan ikan hias yang terpajang dalam akuarium besar di sebelah sofa di hadapannya.


Alana menatap ikan ikan dengan pandangan terkunci, hanya fokus pada ikan ikan kecil yang berenang ke sana kemari dengan lincahnya. tiba tiba hal yang lebih menggila lagi muncul dalam otak nya


kalau saja dia tidak berpindah jiwa ke dalam tubuh Alana dan malah pindah ke dalam ikan bagaimana? tanya gadis itu pada dirinya. Alana tidak bisa membayangkan itu, yang mana otomatis cita cita yang ingin menikah setelah mendapat gelar jadi gulung tikar.


Alana mengetuk dagu nya sembari terus berfikir, apakah benar dia ini sedang transmigrasi? apakah itu ada di dunia ini? ah sangat konyol dan tidak etis! bagaimana bisa, ayolah tidak mungkin kan hal segila itu bisa terjadi di jaman sekarang.


dan dari yang Alana baca, transmigrasi itu biasa terjadi jika seseorang itu memiliki misi. tapi Alana tidak merasa harus melakukan apa pun semenjak berada di tubuh ini, malah dia sibuk mencari jalan kembali.


tapi jika iya, bagaimana jalan keluarnya? bagaimana gadis itu bisa kembali ke raga nya yang dulu?


"Miss as Tamara~~" rengek Alana cemberut.


<><>


panas panas siang begini enak ngadem, mumpung weekend sekalian ngadem nya di mall aja. Emil kembali mengecek satu persatu paper bag berisi skincare yang baru dibeli nya tadi. dengan jalan khas gaya nya yang berlenggak lenggok itu Emil mengangguk puas "pas... semuanya lengkap" Ucapnya sembari terus berjalan menuju restoran yang telah dijanjikan Viona tadi.


tapi langkah Emil tiba tiba terhenti saat melihat salah satu toko perhiasan, matanya melotot melihat ada seseorang yang Emil kenali. mengentak hentakan kaki nya kesal melihat seseorang itu dengan mesra memakai kalung di leher pasangan nya.


"potek deh gue~" ucap nya dengan dramatis. dengan langkah yang lemah Emil segera menuju restoran karena sudah ditunggu Viona dan Alana sejak tadi.


<><>


"napa lo banci?" tanya Viona tanpa filter setelah Emil sampai didepannya dengan terlambat hampir setengah jam lamanya.

__ADS_1


Emil melotot memegangi dadanya, cowok itu duduk di depan kedua gadis yang merupakan sahabat nya. Emil menepuk nepuk dada mendramatis setelah meletakkan tas belanjaan nya.


"tega lo Vio, mulut nya gada filter" ucap Emil sedih.


Alana memutar bola matanya, drama apa lagi ini yatuhan batin gadis itu.


"bodo"


Emil menatap sinis Vio, lalu menyeruput sembarangan minuman di depannya.


"eh minum aku" kata Alana menahan tawa.


Emil memutar matanya "punya gue, itu yang punya lo. plis deh Al sayang lo tuh jangan berharap bisa ngagetin seorang Emil" Ucapnya songong.


"iya deh iya"


"sumpah sih lo berdua the best. tau aja kesukaan gue" kata Emil dengan senangnya, capek capek berkeliling mall dengan belanjaan yang banyak dan tentu nya berat pasti menguras banyak tenaga.


Alana menatap Emil sembari menunjuk ke arah Viona dengan polosnya "Vio, aku mah lupa kamu suka apa" balas Alana terkikik geli.


Emil dan Viona memutar bola matanya "lagian sih lo aneh aneh aja pake ilang ingatan" cibir Viona mendapati cengiran lucu Alana.


Sedetik kemudian Emil membelalakkan matanya kala teringat dengan seseorang di toko perhiasan tadi. dengan wajah julid mode on nya Emil mendekat ke dua ciwi ciwi itu, gibah time.


"eh guys tau gak sih tadi gue ketemu siapa? kalian pasti gak nyangka banget sih apalagi lo Al, gila sumpah" kata Emil menggantung dengan lebay nya.


"emang apa?"


"please deh Mil to the poin, jangan memperlambat, jangan buat kita kepo" jengah Viona dengan menekan kalimatnya di setiap kata.

__ADS_1


"oke oke! tadi tu gue liat kakak lo Al, mas Gaza lagi ditoko perhiasan. dan lebih parahnya dia bawa cewe dan pakein tuh cewe kalung. maybe mereka lagi nyoba kali, sumpah ya gila! emang kakak lo punya pacar Al? sumpah ih gue potek aaaaa~~~" rengek Emil dengan centilnya.


Viona memutar bola matanya "dasar uke uke, ga kakaknya Alana juga yang lo gebet Mil" ucap Viona muak dengan segala pembahasan Emil yang sangat tergila-gila dengan Gaza.


sedangkan Alana hanya diam menanggapi perkataan Emil, reallyyy? kenapa dia tidak tau Gaza punya pacar. sedangkan dari yang Alana tau lelaki itu sangatlah anti dengan mahluk bernama perempuan. bahkan kadang dirinya pun dihindari oleh Gaza padahal mereka itu kakak adik.


"Al?" panggil Emil dan Viona serentak, mereka berdua saling melirik satu sama lain.


"ha? i-iya" sahut Alana dengan wajah cengo.


"lo kenapa?" Viona menggeleng pelan, melihat sikap aneh sahabatnya. tiba tiba bengong tak jelas setelah mendengar cerita Emil membuat Viona curiga.


"gpp" jawab Alana tersenyum.


<><>


TBC.


_______________


hi, guys.


pertama pertama terimakasih sudah menyempatkan membaca cerita 'Alana Transmigrasi ini dan aku sangat berterima kasih bagi readers yang menghargai karya ini dengan menekan like, rating 5nya. dan yang mau berkomentar.


dan untuk readers yang membaca tapi tidak melakukan hal di atas, aku sangat berharap kalian dapat membudidayakan like pada karya ini ya teman teman.


aku sangat senang jika banyak yang membaca karya ini dan semoga dapat menghibur kalian ya.


terima kasih🖤 dan tunggu bab update berikutnya.

__ADS_1


__ADS_2