Alana Transmigrasi

Alana Transmigrasi
tamu tak di undang


__ADS_3

Alana memasuki rumah nya begitu mobil Arslan meninggalkan perkarangan kediaman Sharamon. gadis itu menghentikan langkahnya dan membeku melihat adegan asmara sepasang kekasih di ruang keluarga rumah nya.


Alana memasang ekspresi datarnya dan melewati mereka begitu saja. tanpa berniat mengganggu kedua sejoli itu.


hati nya begitu dongkol dan kecewa melihat sikap Gaza dengan perempuan yang Alana yakini pacar kakak nya. perempuan yang membuat Gaza sibuk dan kekurangan istirahat.


"Lana..." panggil Gaza. Alana menghentikan langkahnya di tangga terakhir sebelum sampai ke lantai dua. ia menghela nafas sebelum kembali melangkah ke kamar nya tanpa menggubris sang kakak.


Gaza mendorong kasar tubuh Arabela agar menjauh dari nya "bi....! usir perempuan ini!!!" perintah Gaza pada bi Suir.


"loh kamu apa apaan sih Gaz! aku ini tamu kamu" kata Ara membela diri.


Gaza menaikkan sebelah alisnya dan memang remeh pada perempuan di hadapan nya "tamu gak di udang? keluar dari rumah gue!" usir Gaza dengan nada dingin yang terdengar menusuk di ulu hati Ara.


Ara tidak punya pilihan lain lagi selain keluar dari disini, gadis itu merampas tas nya lalu menatap Gaza penuh menantang "gue bakal adu-in ini ke bokap lo!" ucapnya seakan Gaza akan melemah dan berubah pikiran tapi ternyata tidak!


"silahkan... tapi sekarang lo keluar dari rumah gue. karena gara gara tingkah murahan lo adek gue jadi liat adegan menjijikan tadi" balas Gaza tajam dan menusuk.


"hmpp..! " Ara kehabisan kata kata setelah dihina lelaki yang di sukai nya, hati nya begitu hancur mendengar kata kata tajam yang keluar dari mulut Gaza.


dengan perasaan kesal dan malu Arabela melangkah meninggalkan kediaman Sharamon. bahkan gadis itu sempat sempat nya menatap tajam pada bi Suir yang menunggu nya di depan pintu utama. asisten rumah tangga itu menatap heran, baru saja datang sudah ditatap tajam. memang nya bibi salah apa? batin bi Suir menatap tuan mudanya.


"sinting" gumam Gaza menyusul Alana naik ke atas.


<><>


"Lana..." panggil Gaza lembut. dia menyusuli adiknya ke balkon kamar Alana. gadis itu hanya diam, mengedarkan pandangan dari atas balkon kamar.


Alana menghela nafas, sampai kapan dia harus terjebak disini. ditempat asing tanpa satupun orang yang dia kenal dari tempat asalnya. dia terjebak sebagai Alana dan semakin hari ingatan nya sebagai Tamara memudar.


sebenarnya apa yang direncanakan tuhan, kenapa tiba tiba dia bisa ada disini. terjebak dalam keluarga penuh kerumitan dan tidak harmonis.


Greb


Deg!

__ADS_1


tubuhnya menegang saat merasakan sebuah tangan kekar melingkar di pinggang nya. Alana dapat merasakan hembusan nafas lelaki itu menerpa kulit lehernya. Gaza menumpu kan kepalanya pada bahu Alana membuat nya dapat menghirup dalam dalam aroma manis dari gadis itu. lelaki itu semakin mengeratkan pelukannya dan memejamkan mata rileks.


sangat menenangkan. dan nyaman.


"gimana gue bisa cari cewek lain kalo pundak adik gue sendiri senyaman ini" bisik Gaza tepat di telinga adiknya.


Alana terdiam dengan tubuh kaku, area sekitar telinga nya terasa geli terkena terpaan nafas Gaza. gadis itu menahan nafas dalam dalam, situasi ini seharusnya sangat biasa jika dialami Alana yang asli. tapi dia bukan Alana, dia Tamara yang terjebak pada raga ini dan jangan salah kan jika dia merasakan sesuatu.


"k-kak" panggil Alana terbata.


"hm" sahut Gaza yang masih tidak melepaskan pelukan mereka.


Sial! Gaza malah terasa sangat nyaman sedangkan dia berusaha menahan mati matian rasa yang sebenarnya sangat mustahil dan Alana tolak keberadaan nya.


gadis itu menggeleng pelan dan mencoba fokus memandang ke depan. raga ini dengan Gaza memiliki ikatan darah, mereka saudara kandung! itu tidak boleh terjadi. dan sebelum semuanya terlambat dia harus kembali ke kehidupan nya yang asli.


"I'm sorry. lo jadi liat adegan tadi, gue bukan–"


"pacar kakak cantik mami udah cerita bulan depan kalian bakal tunangan" Gaza tertegun mendengarnya.


kenapa Alana harus tau! padahal dia berniat menyelesaikan semua ini.


<><>


Alana menuruni tangga dengan keadaan yang sudah rapi. dia kembali mengecek isi tasnya, semuanya ada di dalam. Alana bernafas lega karena tidak ada yang ketinggalan dan tidak perlu naik lagi ke atas. gadis itu mager mengingat sindrom pikun nya akhir akhir ini.


"mau kemana lo?" pernyataan yang di lemparkan Gaza membuat Alana menghentikan langkahnya. gadis itu menatap ke arah sofa ruang keluarga yang sudah berisikan semua teman teman kakak nya. disana juga ada Vano membuat Alana menghela nafas, lagi lagi ada perasaan yang aneh ketika dia menatap mata teman kakaknya itu.


Alana yakin ini pasti karena alam bawah sadar dari raga yang tengah di pakai nya.


Alana menatap kakaknya "gak liat aku udah rapi" jawab nya jutek. Gaza membelalak tapi sesegera mungkin dia kembali mengatur ekspresi tenang nya seperti biasa.


lelaki itu terheran heran, kenapa tiba tiba gadis di depannya ini bersikap jutek. setelah Alana yang dingin dan kasar lalu tiba tiba berubah menjadi gadis yang manis dengan keceriaannya, sekarang datang versi galak?


"sama siapa?" tanya Gaza kembali.

__ADS_1


"kepo banget sih" balasnya galak.


teman teman Gaza terkekeh gemas "adik lo punya berapa kepribadian sih Gaz" celetuk Daniel membuat Gaza mendengus kesal.


Alana menggaruk tengkuknya "bukan banyak kepribadian tapi emang orangnya beda beda" batin Alana meringis.


Tanpa mereka sadari Vano manarik kedua sudut bibirnya tipis. pandangan sedari tadi tidak pernah lepas dari Alana dan beberapa kali bertabrakan kontak mata dengan gadis itu namun Alana cepat cepat mengalihkan pandangan nya.


"aku pergi dulu" pamit Alana "sore udah di rumah" peringat Gaza tajam gadis itu menghela nafas "iya iya" pasrah nya.


tapi bukannya keluar Alana malah berbelok ke ruang tamu. Gaza memicing mata lalu menatap dingin dua manusia disana. ternyata laki laki itu dari tadi disini huh, dan adiknya akan pergi lagi dengan orang itu.


Gaza tak habis pikir, setelah dua tahun hubungan dua orang itu kandas dan lost kontak sekarang kembali dekat bahkan tak jarang jalan berdua. dasar abg labil! Gaza mendengus kesal tapi tidak mau melakukan pergerakan apa pun.


"ayo" ajak Arslan tersenyum melihat gadis di depannya sudah rapi.


Alana mengangguk antusias dan membiarkan Arslan menggandeng tangan nya keluar, toh nyaman juga batin Alana. dasar!


suasana yang tadinya penuh ribut oleh teman teman Gaza sekarang senyap begitu mereka melihat cowok yang sedang menggandeng tangan Alana keluar. Vano mengepalkan tangan dengan hati yang bergemuruh. cowok itu merasa Alana bodoh karena mau kembali dekat dengan mantan pacarnya. atau Vano yang merasa bodoh dengan dirinya sendiri yang masih menyimpan perasaan itu.


tidak ada yang sadar jika Arslan sedari tadi berada di ruang tamu bahkan sebelum mereka datang. Arslan pun tidak tau bahkan sampai dia keluar dari rumah pun dia tidak sadar dengan keberadaan mantan mantan sahabat nya. karena tadi lelaki itu sibuk dengan handphone sendiri sedangkan Gaza merasa seperti orang dungu karena kecolongan membiarkan laki laki itu kembali menginjakkan rumahnya.


walau sahabat nya sekali pun jika ini menyangkut tentang adiknya Gaza tidak akan membiarkan itu. Alana terlalu berarti bagi nya dan kejadian dua tahun silam masih belum termaafkan oleh Gaza.


<><>


TBC.


___________


hai teman-teman maaf banget beberapa hari ini gabisa up😭


soalnya jaringan di kota aku lagi bermasalah dan siang ini alhamdulillah udah bisa kepake.


asli beberapa hari aku ga ada main hp, samsek gabisa di pake internet nya gak jalan guys. jadi mohon maaf kalo kemaren gak ada kabar dari Alana Transmigrasi.

__ADS_1


tapi sekarang bisa kok dan aku usahakan tiap hari update. insyaallah ya guys🖤


bay, see you in the next chapter 🖤🖤


__ADS_2