
fyi guys, jadi disini aku itu menceritakan tubuh/raga nya seorang Alana Sharamon yang sedang ditempati Tamara Anandita. jadi aku enggak fokus pada Tamara disini tapi pada jiwa nya ya yang sedang berpindah ke raga Alana.
dan mulai sekarang Tamara akan di panggil Alana.
<><>
Pindah ke tubuh orang lain secara tiba tiba bukan lah hal yang bagus dan menyenangkan. tanpa tau siapa pemilik raga itu dan orang seperti apa dia sebelumnya. Bahkan Alana harus berpura pura di depan keluarga Alana yang asli. Karena sangat tidak mungkin bagi gadis itu mengatakan yang sebenarnya.
Kembali memasuki kediaman megah itu, Alana menghembuskan nafasnya. Keluarga yang terpisah, kakak yang dingin dan tidak pernah peduli. Tidak ada kehangatan disana, jauh berbeda dengan kehidupan yang lalu.
Masih dengan seragam putih abu-abu nya gadis itu menghempaskan tubuh di atas sofa empuk ruang keluarga. Alana mengotak atik handphone nya. Ponsel yang sudah satu Minggu ini ia pakai. Alana membuka galeri, di sana terdapat banyak sekali foto gadis itu bersama seorang cowok yang ia ketahui adalah mantan pacar Alana.
Sepertinya Alana susah move on dari mantan pacarnya, karena juga cowok itu terlihat sangat tampan. Alana senyum senyum sendiri menatap foto itu. lalu jauh ia meng-scrolling ke atas, Alana menemukan foto nya yang satu frame dengan Gaza. mereka terlihat tersenyum bahagia di dalam sana dengan Gaza yang merangkul mesra adiknya.
"Andai kak Gaza yang sekarang sehangat di sana" ucap Alana menatap foto itu.
drett.….
Gadis itu memandang sekilas layar ponselnya, nama Gaza tertera di sana. dengan cepat Alana menggeser tombol hijau dan mengangkat panggilan itu.
"halo?"
"jemput di jalan anggur depan danau, sekarang!" ucap Gaza diseberang sana.
Alana menggerutu kesal dalam hatinya, bukan nya apa malah nyuruh nyuruh batin gadis itu kesal.
"ngomong nya panjangin dikit dong kak Gaza, aku lama nih loading nya" kesal Alana pada cowok di seberang telfon.
"ck, udah cepetan jemput gue"
"iya iya otw"
tuttt...
__ADS_1
Alana mematikan sambungan telfon nya sepihak lalu pergi tanpa membawa tas. masa boodoh lagian tas nya juga tidak berisi apa pun kecuali buku buku pelajaran sekolah.
Alana melihat ada dua kunci motor sport tergantung di atas meja. Alana yakin itu pasti punya kakak nya, gadis itu tersenyum jahil sembari melarikan satu kunci nya.
Alana berjalan ke garasi dan mengambil satu motor sport milik Gaza, gadis itu memakai helm full face nya dan naik mengendarai motor itu.
Karena Alana bukan anak soft berkelembutan kiwoyo dan pendek jadi ia dapat dengan mudah mengendarai kendaraan yang lebih cocok di pakai laki laki itu. satpam rumah di buat melongo saat dengan santainya Alana melewati gerbang depan dengan sekali meng-klekson sang satpam.
"Nona mau kemana" pekik satpam itu memandang motor Alana yang sudah melesat pergi meninggalkan kediaman itu.
Namun nihil, karena jarak yang jauh dan deruman motor yang keras membuat Alana tak dapat mendengar apa pun.
<><>
Gaza berdecak kesal menatap jam mahal yang bertengger di tangan kiri cowok itu. sudah sekitar 15menitan ia menunggu jemputan yang tak kunjung datang.
"ck, Lana nyimpang kemana dulu sih" prustasi nya.
Tinn...
Cowok itu mengalihkan pandangannya pada seorang motor sport yang berhenti di depan mobil mua nya yang mogok. gadis itu memakai helm full face membuat Gaza tidak tau dia siapa, tapi tidak penting juga.
sesuatu menarik perhatian nya saat mata tajam Gaza menatap plat motor yang sangat dikenalinya itu.
"itukan motor gue" gumam lelaki itu.
mata nya memicing kala perempuan yang mengendarai motor miliknya membuka helm full face nya. Gaza membelalakkan mata nya melihat ternyata Alana lah gadis yang mengendarai motor sebesar itu.
astaga kenapa dia tidak tau adiknya bisa membawa motor besar seperti itu.
"sejak kapan lo bisa bawa motor gede?" selidik Gaza mendekati adiknya.
Alana cengengesan "b-baru tadi" ngeles gadis itu.
__ADS_1
Gaza menatap sinis Alana, tidak semudah itu untuk mengelabui nya. tapi terserah lelaki itu tidak peduli juga, mau dari mana pun Alana belajar sekalipun dia belajar dengan mantan pacar nya Gaza tidak peduli, sama sekali tidak peduli.
eh?
kenapa Gaza tiba tiba jadi kepikiran dengan mantan pacar Alana.
"ck" decak Gaza menggeleng kan kepalanya.
"kak Gaza kenapa?" Tanya Alana khawatir.
"gpp"
"udah pindah belakang biar gue bawa motornya" perintah Gaza datar.
"udah kakak aja yang naik biar aku yang bawa" tolak Alana tersenyum manis.
Gaza mendengus kesal "gausah bantah!" ucapnya tajam membuat Alana menurut tak berkutik.
gadis itu perlahan turun dari motor lalu naik lagi setelah Gaza.
"loh mobil nya gimana?" tanya Alana di samping kanan. Gaza menoleh refleks membuat kening kedua kakak adik itu menempel.
Deg!
mata Alana melotot, ia diam sebab sedikit saja gadis itu bergerak bibir mereka bisa menempel sempurna di sana.
"biar aja, ntar ada jemput" kata Gaza kemudian berbalik ke depan, cowok itu tersenyum miring menatap wajah cengo Alana dari kaca spion lalu menyalahkan mesin motor nya.
Alana kembali mundur ketempat semula dengan perasaan yang campur aduk. dan salah tingkah akibat kejadian mendadak yang mem-bagong kan tadi.
Gadis itu menggeleng 'enggak itu saudara kandung Alana sendiri, gak boleh' batin gadis itu menghela nafas.
<><>
__ADS_1