Alana Transmigrasi

Alana Transmigrasi
tidur berdua?


__ADS_3

Alana meletakkan buku novel yang dibacanya di atas kasur. kemudian gadis itu turun dari ranjang dan membuka pintu kamar nya yang sempat beberapa kali diketuk.


clek


Gaza tersenyum manis menatap Alana yang berdiri di depannya, cowok itu hendak masuk ke dalam tapi keduluan di halang Alana.


"mau ngapain? aku ngantuk kak pengen tidur" usir Alana halus.


"sebentar aja, gue boleh masuk ya?" tanya nya sekali lagi, Alana menghela nafas sebelum mempersilahkan kakak nya masuk ke dalam kamar gadis itu.


Alana mendekati Gaza yang duduk di ranjangnya, cowok itu tersenyum menatap buku novel yang terdampar di atas ranjang. Gaza mengambilnya kemudian menatap Alana sambil menahan tawa.


"sejak kapan lo suka baca beginian?" tanya Gaza hampir tidak bisa menahan tawanya.


Alana menatap Gaza jengkel dan mengambil buku novel yang baru di beli nya beberapa hari ini. karena memang benar sebelumnya Alana tidak suka membaca beginian apalagi mempunyai buku novel.


"eum... dari kemaren kayaknya" balas Alana menyembunyikan buku itu di dalam laci.


Gaza tertawa kecil "yaelah kenapa di simpan, gue juga mau baca kali" sungguh Gaza berdiri kemudian bergerak ingin membuka laci yang Alana masukkan buku novel miliknya tadi.


Gadis itu melotot lalu dengan cepat menarik tangan kakaknya sebelum Gaza menemukan lebih banyak lagi koleksi baru nya.


"KAK JANGAN DISITU ADA CICAK!!!" Teriak Alana, refleks Gaza melompat kaget. lalu mereka berdua terpental ke atas kasur dengan posisi berhadapan.


Alana mengusap keningnya yang terantuk dengan kening Gaza, gadis itu meringis pelan menikmati sensasi pedih. Gaza juga ikut menyentuh kening Alana, meniup nya disana agar rasa pedih yang adiknya rasakan berkurang.


"kening kamu gak sakit kak?" tanya Alana menatap jidat kakaknya.

__ADS_1


Gaza menyentuh keningnya lalu menggeleng dan melanjutkan meniup niup wajah Alana.


"jail banget sih, kena batunya kan" sindir Gaza menatap sinis adiknya, Alana cengengesan sembari mengangkat dua jarinya berbentuk V.


"damai" katanya tersenyum.


Gaza menggeleng kan kepala nya pelan lalu kembali fokus pada kening Alana yang sedikit memerah. Alana menatap wajah Gaza dengan seksama, tangannya menyentuh beberapa luka yang membiru karena kejadian tadi sore.


Gadis itu meringis pelan membayangkan rasa sakit luka yang berada di wajah Gaza, Alana tidak tega melihat kakaknya babak belur begini.


"sakit ya kening nya?" tanya Gaza yang mendengar ringisan Alana tadi, dikiranya gadis itu meringis karena Gaza meniup keningnya terlalu kencang.


Alana menggeleng pelan "wajah kamu pasti lebih sakit kan kak..." lirihnya menatap sedih.


"enggak" balas Gaza memilih fokus saja pada kening Alana.


"masa si? tapi sampe biru biru gini loh lebam" kata Alana cemberut.


"k-kak..." gagap Alana


Tubuhnya menegang menikmati sensasi dari punggungnya yang di elus Gaza. Alana terlena sehingga membuatnya ngantuk.


"gak ngantuk kak?" tanya Alana yang berharap Gaza segera keluar dari kamar nya, perasaan nya risih tapi tubuh gadis itu berkata lain. Alana menikmati nya dalam diam dan Gaza tau itu.


"yaudah ayo tidur"


"eh enggak!" tolak Alana cepat, Gaza merenggang kan sedikit pelukan mereka lalu menatap Alana dengan penuh tanya.

__ADS_1


"kakak balik ke kamar sendiri gih" usir Alana yang sudah ketar ketir.


Gaza menyerit heran, biasanya juga dulu mereka sering tidur saling berpelukan begini. bahkan Alana yang dulu baru bisa tidur jika dikelonin, sebelum ingatan gadis itu mengilang.


"ngusir gue" kata Gaza dengan ekspresi datarnya.


Alana menggeleng cepat, gadis itu menelan saliva nya melihat wajah datar Gaza kembali.


"itu aku ngantuk" jawab Alana ngaur. ya memang semuanya ngantuk dan Gaza yang dari awal memang sudah berencana tidur dengan Alana malam ini.


"yaudah ayo tidur, gue kelonin sini" tawaran Gaza membuat biji mata Alana hampir keluar dari tempat.


'mati gue! Gaza gue bukan adek lo plis kita bukan muhrim' batin Alana menjerit, ingin rasanya gadis itu mengatakan yang sebenarnya tapi Alana urungkan dari pada nanti dia harus ditertawakan Gaza karena bilang halu segala.


"elah biasanya juga tidur minta gue kelon"


"t-tapi—"


Gaza menghembuskan nafasnya "oiya lo amnesia kan ya. dan sebenarnya lo itu kalo tidur biasanya dikelon sama gue. udah gausah tapi tapi! pejemin matanya!" perintah Gaza menarik kembali Alana ke dalam pelukannya dan menyembunyikan kepalanya di cekruk leher gadis itu.


"good night my sister, sweet dream" bisik Gaza dengan mata terpejam. Alana hanya menghela nafas pasrah dan ikut memejamkan matanya.


<><>


bonus✌🏿


__ADS_1


...🖤🖤🖤...


...pict Alana- Gaza yang nyenyak sampe pagi, awokawokawok....


__ADS_2