
motor milik Arslan berhenti didepan sekolah Alana. cowok itu tersenyum menatap gadis yang masih sangat di cintai nya turun dari motor dan memberikan sebuah helm pada lelaki itu. Arslan tersenyum sembari menerima helm itu, benda pelindung kepala saat sedang berkendara dengan warna merah muda yang sangat lucu dan cocok ketika dikenakan oleh Alana.
Arslan menatap helm itu dalam diam sambil mengingat kenangan dahulu saat saat dia masih harus membawa helm itu kemana pun pergi terutama saat ingin menjemput Alana. helm yang sangat di sukai gadis itu dan memang miliknya dulu. bahkan Alana sampai melarang siapapun memakai nya karena sangking suka nya.
tapi sekarang mungkin gadis itu tidak mengingat tentang sejarah helm yang barusan di pakai nya. kenangan yang begitu banyak bersama helm itu dan bersama dengan Arslan mantan kekasihnya.
"makasih ya kak.. udah anterin aku" ucap Alana tersenyum tulus.
Arslan mengangguk kecil "sama sama girl, sana masuk nanti telat loh" suruh nya tak lupa dengan mengacak puncak kepala Alana.
Alana menurut dan masuk ke dalam sekolah meninggalkan Arslan di depan gerbang sembari terus melambaikan tangannya seperti mengantarkan anak tk pertama kali masuk sekolah.
Alana tersenyum kecil sebelum menghilang memasuki lebih dalam area sekolah nya. bagi Alana Arslan itu sangat menggemaskan dan sikap nya sangat manis dalam memperlakukan wanita. atau bahkan hanya kepada nya saja? Alana tertawa geli memikirkan itu.
rasanya seperti dejavu, gadis itu seperti pernah mengalami pengalaman ini dahulu dan sering sekali. tapi sekarang jiwa di dalam tubuh ini dirinya dan bukan Alana yang asli, sangat mustahil ia dapat merasakan perasaan Alana yang sebenarnya.
namun yang menjadi pertanyaan nya kemana Alana yang asli, kemana jiwa tubuh ini yang sebenarnya? apa mereka bertukar raga dan Alana yang asli terlempar ke raga nya yang dahulu seperti kata situs web itu. yang katanya adalah transmigrasi? perpindahan antara jiwa dan pertukaran tubuh. Alana masih tidak mempercayai itu, sesuatu yang sangat konyol dan mustahil baginya.
"no! itu mustahil, lebih baik kamu belajar saja Alana. tapi bagaimana dengan nasib skripsi ku~~~" rengek Alana menghentak hentakan kaki nya.
"aku harus cepat kembali dan menyelesaikan pendidikan dikehidupan ku yang sebenarnya!" ucapnya penuh keyakinan dan masuk ke dalam kelas.
<><>
Cina, Shanghai
drett...
__ADS_1
Neora menatap layar ponselnya yang bergetar. tangan wanita itu terulur mengambil benda pipih itu dan menatap layar ponselnya.
Unknown
panggilan dari nomor tidak dikenal, wanita itu kembali meletakkan ponselnya. namun kembali berdering membuat Neora mau tidak mau mengangkat telfon itu.
"halo..."
"halo tente, ini Ara tan. tante lama banget sih jawab telfon aku, tante gak simpen nomor Ara ya?" tanya Ara dengan nada manjanya, Neora tersenyum paksa ternyata Arabela yang menelpon nya dari tadi dan mengganggu waktu kerja wanita itu.
"maaf sayang... tante lagi sibuk" balas Neora yang yang sepenuhnya tidak benar, mana mau wanita itu mengangkat telepon dari nomor baru yang tidak di kenali nya. karena ponsel nya terus berbunyi dan membuat nya terganggu wanita itu terpaksa menjawab.
"oh iya tan. tante tau Gaza dimana gak? dari kamaren dia terus gak bisa aku hubungi, telfon dan pesan Ara di abaikan. sampai sekarang Ara bahkan belum ketemu dan udah cari kemana mana" terang gadis itu membuat Neora memijit pelipisnya, tentu saja putra itu tidak menyukai Arabela.
"maaf ya Ra tante gak tau Gaza dimana, kan kamu tau tante lagi di cina dan tidak tinggal serumah dengan Gaza" balas Neora.
"yaudah tante aku mau lanjut cari Gaza dulu ya"
"Ra... maaf tapi menurut tante sebaiknya kamu jangan terlalu mengikat Gaza. itu akan membuat dia semakin menjauh dari kamu sayang" kata Neora yang sangat mengerti watak putranya satu itu.
dia hanya ingin mengingatkan Ara agar tidak terlalu memaksa putranya yang sebenarnya Neora tau pasti sulit bagi Gaza yang selalu di kejar kejar gadis yang terobsesi dengannya, anak nya itu pasti sangat merasa risih.
"oke tan" balas Ara kesal dan langsung memutuskan sambungan telpon nya.
Neora geleng geleng kepala menghadapi anak jaman sekarang yang menurut nya kurang sopan ketika berbicara dengan orang tua, termasuk anak anak nya itu.
"dasar anak muda jaman sekarang semua sama aja" Ucapnya gemes sendiri dan kembali beralih pada layar laptop yang sempat dihiraukan nya.
__ADS_1
<><>
sementara itu di Indonesia, Jakarta.
"GAZA LO KEMANA SIHHH ARGHH" Teriak Ara prustasi.
dia sudah hampir gila kehilangan Gaza satu hari saja. telpon nya tidak pernah diangkat dan pesan pun tidak dibalas padahal lelaki itu selalu aktif.
Ara terus mengotak atik handphone nya dan mengirimi spam chat pada Gaza. dia harus bertemu Gaza hari ini, ya setiap hari. hari hari nya harus di habiskan dengan lelaki yang di cintai. apa pun yang terjadi Gaza harus bersama nya dan dia harus menjadi prioritas lelaki itu.
Ara tersenyum miring "gue bakal minta perjodohan ini semakin di percepat Gaz, dan gue gak peduli sekali pun lo nolak lo gak akan bisa lakuin itu. karena lo cuma milik gue...! lo milik gue Algaza Sharamon" Ucapnya dengan hati yang mendadak senang.
Ara tidak sabar menanti hari pernikahan nya dengan Gaza. bahkan gadis itu sudah membayangkan dirinya mengenakan baju pengantin sambil berjalan di altar lalu setelah itu dia mengucapkan sumpah suci nya bersama Gaza.
Arabela sangat terobsesi dengan Gaza, sudah lama sejak dirinya pertama kali masuk kampus dan mengenal nama Algaza Sharamon yang begitu heboh dan terkenal seantero universitas itu. apalagi saat pertama kali melihat wajah lelaki itu membuat Ara ingin memilikinya dan menjadi obsesi tersendiri bagi gadis itu.
dan sekarang Ara sangat senang karena sebentar lagi dia dapat memiliki seutuhnya lelaki yang sangat di gilainya dan kata nya sangat di cintai nya itu.
<><>
TBC.
__________
Ara gila yaðŸ˜
dia obsesi banget sama si ganteng GazaðŸ˜ðŸ˜ aku malah kasian sama Gaza nya yang risih di kejar kejar terus.
__ADS_1
wkwkwk di tunggu bab selanjutnya 🖤