Alasan Mencintainya

Alasan Mencintainya
Asing


__ADS_3

Semenjak dwi mengungkapkan perasaan terhadap Bian,Bian menjadi dingin dan tidak pernah sama sekali menatap ataupun mengajak bicara, Sampai ujian kenaikan kelas lalu pisah kelas dengan Bian dan teman teman Bian, Sehingga membuat mereka seperti tidak kenal satu sama lain.


jam istirahat...


" eh nge,.. kok kita udah ga pernah liet lu bareng dwi lagi?" tanya Gian kepada Bian.


"lah ia kok lu gada nganter tu cwe balik". sahut ray yang juga penasaran.


" jangankan nganter atau bareng lagi,tu anak ogah liet wajah dwi". cetus Nohan sambil menatap ponsel miliknya. Karna Nohan tau sebenernya Bian sangat menyukai dwi tapi Bian sama sekali tidak mengakui perasaannya, sehingga membuatnya sedikit kesal pada Bian.



"hah? ogah maksudnya gimana sih?". tanya Ray yang penasaran.



"lu bosen nge Ama tu cwe?" . ucap Gian yang membuat, Bian kesal lalu pergi.



" itu temen lu kenapa sih?". tanya Gian yang kesal juga terhadap Bian.


"temen lu juga". Sahut Ray yang juga bingung.


Lalu Nohan menceritakan semua kejadian sewaktu dwi mengungkapkan perasaan pada Bian.



"hah?, seriusan dwi nembak Bian?". tanya Ray yang kaget sampai mata terbelalak.



"gilak.. berani banget tu cewe ungkapin perasaan sama Bian, pantes bian risih terus menjauh sama tu cewe". ketus Gian dengan spontan.


__ADS_1


dikantin...



" Wii sayang sabar ya, gw yakin Bian bakalan nyesel karna udah nolak lu yang baik dan secantik ini,....gila banget tu cowo nolak sahabat gw yang cantik gini..." ucap caca yang kesal terhadap Bian.



"hedeuh kenapa sih caa,... udahlah lagian itu udah lama,ini sekarang kita udah naik kelas 2 dan gw mau cari suasana sama cerita baru". sahut dwi yang sambil memakan nasi goreng miliknya.



bel pulang sekolah....



Saat keluar dari kelas dan turun dari tangga, dwi berpapasan dengan Bian dan teman temannya, dia ingin menyapa tetapi Bian sama sekali tidak menatapnya sama sekali.




Dirumah kediaman Adhinatha..



"Bian jujur sama gw,..lu sebenarnya suka kan sama dwi?.." tanya Nohan pada Bian.



"bukan urusan lu" .ketus nya sambil melempar tasnya di sofa...


" Kenapa lu ga pernah mau menerima perasaan lu haa?..." tanya Nohan yang mulai kesal.


"Ternyata orang seperti gw lebih baik tidak berhubungan dengan orang lain, Jika aku sendiri maka tidak akan ada yang terluka."

__ADS_1


"itu tidak benar bian!!"


"dibandingkan denganku... lebih baik dia bersama orang yang baik dan selalu ada di sampingnya bukan orang brengs*k sepertiku ..."


teriak Bian yang sudah tidak tahan dengan sikap orang orang disekitarnya.


" jadi...? apa lu beneran mau menghindarinya?...".


" Sudahlah."


"Aku anggap tidak ada apa apa yang terjadi antara kami."


" Tapi inilah yang terbaik."


"oke Bian gw ngerti dengan posisi lu saat ini,... tapi suatu saat gw berharap lu bisa mengakui perasaan lu sendiri tanpa memikirkan keadaan keluarga lu yang seperti ini. ." ucap Nohan yang menyadarkan sahabatnya itu lalu pergi.



Disisi lain Bian mulai termenung dan memikirkan kata-kata Nohan.



" kalau saja saat itu aku melakukannya."



kata kata itu selalu terngiang di kepalaku.


Tapi, kalimat itu bukan bentuk sebuah penyesalan....


melainkan sebuah pelarian yang datang dan pergi begitu saja.


Aku...


Takut memahami isi kepala ku lebih dalam.

__ADS_1


\*\*\*\*\*\*


__ADS_2