
"Lu ada masalah? [ menatap ]". Tanya Ray pada Bian.
" tchh.. Manusia manusia sialan". kata Bian sambil menghisap rokok miliknya.
"Gimana nih, mau kita apakan ni cewe". sedikit bingung Bian bertanya dan menatap wanita yang sudah tidak berdaya itu.
" Biarkan aja dia membusuk [ lirik ]".Sahut Nohan yang memerhatikan Bian sembari merokok dengan wajah datar tanpa ekspresi.
Beberapa menit kemudian, Bian berpamitan untuk pulang bertemu dengan kekasihnya.
" gw duluan [ datar]". Dengan ekspresi datar bian berdiri dan berjalan.
" lu mau kemana? ". tanya Nohan yang menahan bian.
" Balik ".
" Lu gila?! [ menatap tajam] pulang dengan kondisi kek gini? lu mau nakutin dwi lagi? ".teriak Gian dengan nada tinggi.
*BRUAAGGHHH...
tiba tiba bian memukul Gian dengan sangat keras sampai meninggalkan luka di ujung bibir Gian.
" Lu gila Biantara, ga waras, bener bener kacau lu". ucap ray yang marah lalu membantu Gian berdiri.
Setelah itu Bian pergi tanpa mengucapkan sepatah katapun.
Sementara itu dirumah Biantara..
"caa bian kemana sih, katanya pergi sebentar kok jam segini belum balik". tanya dwi yang khawatir dengan pacarnya itu.
__ADS_1
" ya mana gw tau kan dia cowo lu". jawab caca yang sedikit ngeledek.
Lalu tiba tiba terdengar suara orang membuka pintu utama.
" Noh tu dah balik pujaan hati lu". ucap caca yang semakin ngeledek sahabatnya itu.
* Cekleek.. buka pintu kamar..
" Bian \[ menatap kaget \] ". lirih dwi yang melihat kekasihnya itu dengan kondisi yang sudah kacau balau.
" keluar lu \[ lirik \]". Ketus bian dengan datar menyuruh caca keluar dari dalam kamar.
" Apaan.. ga ga, gw mau disini nemenin dwi". Sahut caca dengan sedikit gemetar.
Tanpa basa basi dan dengan wajah datar bian menyeret caca keluar dari kamar lalu mengunci pintu kamar dari dalam.
" Bian..? " Lirih dwi yang gemetar ketakutan melihat sikap bian yang tidak pernah kasar di di depan matanya sebelumnya.
tanpa berkata apa apa Bian berjalan menuju dwi lalu memeluk kekasihnya itu dengan erat.
" Maaf, apa aku membuatmu takut [ menangis ]". lirih bian dengan suara serak nya.
" kenapa? apa yang terjadi sama kamu sayang? kenapa kondisi kamu kekgini Bian ". tanya dwi dengan cemas kepada bian .
" Bian..??? kamu mabuk?\[ mengelus kepala\]".Tanya dwi dengan lembut.
__ADS_1
" heyy sayang kenapa kamu malah diam aja \[ menatap\].
" Aku ngantuk \[ Menutup mata\]". lirih bian yang masih memeluk dwi dengan erat.
" oh yaudah kamu tidur, tenanglah aku disini nemenin kamu". Ucap dwi yang terus mengusap usap rambut Bian.
" wii.. wii, lu gapapa kan". Teriak caca yang khawatir.
" Gw gapapa ca, ca jangan teriak teriak Bian lagi tidur ".
" dasar cowo ga waras ". umpat caca yang sangat kesal.
Didalam tidurnya, Bian mengigau mengeluarkan air mata.
kondisi Bian yang tidak biasanya ini membuat dwi sangat khawatir, dia terus mencoba menenangkan Bian didalam tidurnya.
" Maaf... maaf.. dwi.. maafin aku". lirih bian dengan kondisi mata masih tertutup.
" Bian.. ussttt usstt usttstt ". Menenangkan Bian sambil menepuk-nepuk pundak kekasih nya itu.
" Sebenarnya apa sih yang terjadi sampai kamu kekgini \[ menatap\]
" Aku bingung bian, terkadang sikap sama perilaku kamu bikin aku takut tapi disisi lain kamu punya hati yang sangat lembut .
__ADS_1
Rasanya aku ingin kabur melihat kamu yang seperti ini, tapi rasa takut itu kalah dengan rasa cinta aku ke kamu".
Lirih dwi yang menatap kekasihnya itu.