
Setelah sembuh, selama 2 minggu menginap dirumah Bian,dwi memutuskan untuk balik kerumahnya tapi tidak di bolehin oleh Bian dan teman temannya.
" Bian gw balik kerumah gw ya.. makasih udah ngerawat gw trus udah ngizinin gw nginep dirumah lu". Ucap dwi yang ingin berpamitan.
" ga usah pulang, lu disini aja".
sahut Bian yang tidak mengizinkan wanita yang dia cintai untuk berasal dirumah sendirian.
" Iya wi, lagian kan lu udah ga punya siapa siapa mending lu tinggal disini bareng Bian". Kata Nohan yang sedang memainkan game di hpnya.
" ah makasih tapi gw harus balik, rumah gw pasti udah ga keurus selama 2 minggu". lirih dwi yang tetap kekeh ingin pulang.
" kalau gw bilang jangan balik, seharusnya lu ngerti ". Lirik Bian yang menatap dwi.
" tapi Bian gw...
" gw ga mau lu terluka lagi, gw ga mau kenapa kenapa lagi" . Ucap Bian yang langsung memeluk dwi.
" gw takut kalau ga bisa jagain lu, gw takut kalau gw telat menyelamatkan lu". lirih nya yang memeluk wanita yang dicintainya dengan erat.
" Bener kata Bian wi, untuk sementara lu disini aja, nanti kalo lu udah sembuh total baru lu balik". Sahut ray yang setuju dengan Bian.
" Yaudah bro kita balik dulu". ucap teman teman Nohan yang pamit untuk pulang.
" Lu jagain dwi baek baek noh, jangan sampai kecolongan". Teriak Gian sambil berjalan meninggalkan rumah Bian.
Setelah malam tiba...
" bundaa.. bunda.. bundaa.. jangan tinggalin wiwi, wiwi takut, wiwi ga punya siapapun selain bunda". lirih dwi yang menangis sedang mengigau.
Ternyata sewaktu dwi sudah tertidur, Bian menemani nya dan tidur dikursi disamping dwi. Lalu ia terbangun karna gadis itu sedang mengigau sambil menangis.
" wii.. "Lirih Bian dengan pelan membangunkan dwi dengan mengelus rambut gadis itu.
" Bian". ucap dwi yang terbangun lalu menangis dan langsung memeluk Bian.
" it's okay baby .. gw disini, cup cup cup". Sahut bian yang menenangkan dwi dan mengelus kepalanya dengan lembut sehingga dwi tertidur lagi di pelukan bian.
Pagi hari...
" Kok sunyi gada orang". kata dwi dalam hati melirik kesana kemari untuk mencari Bian.
"Bian... ". teriaknya sambil menuruni anak tangga.
__ADS_1
Terlihat di dapur ternyata Bian sedang masak dengan memakai celemek sehingga membuat dwi terpaku karna biarpun dengan penampilan seperti itu Bian tetap saja terlihat tampan dan sangat mempesona.
" lu udah bangun? ". tanya Bian yang merasakan keberadaan dwi di belakangnya yang sedang memperhatikannya.
" ah iya". ucap dwi yang sedikit salting.
" duduk sini makan, itu diatas meja ada bubur, cepet makan nanti keburu dingin". Kata Bian yang sedang membuat segelas susu..
" Ah iya gw mandi dulu ya".
" g usah mandi, makan dulu baru mandi". Sahut Bian dengan datar dan menikmati kopi diatas meja.
Saat sedang makan perasaan dwi serasa diaduk aduk karna salting dengan sikap Bian akhir akhir ini.
" setelah makan, minum susu nanti keburu dingin ga enak ".
" hah ini untuk gw? ". tanya dwi yang kaget dan salting.
" yaiyalah buat lu, gw ga minum susu, buat lu biar sehat".jawab Bian dengan datar sambil membaca buku yang ada di tangan nya.
Setelah selesai sarapan, Bian pamit pergi karna ada sebuah urusan.
" gw harini ada urusan, lu jangan kemana mana di rumah aja, kalau ada orang atau siapapun termasuk Temen temen gw jangan bukain pintu". Ucap Bian dengan tegas lalu pergi meninggalkan dwi.
" hah tu anak gila apa gimana sih.. ga bilang mau kemana main pergi ninggalin aja dasar cowo". kesal dwi yang menengguk susu yang dibuat oleh Bian.
setelah beberapa jam dwi yang ditinggal seorang diri dirumah yang begitu sangat besar mulai merasa bosan.
" aduh gila gw bosan banget.. aca lagi ngapain ya, tumben banget tu anak ga ngechat gw". Kata dwi yang sedikit kesal karna sahabatnya tidak mengabari dia sama sekali.
" Tuan... maaf keberadaan nona di ketahui oleh ayah anda tuan". Ucap seorang anak buah dari Bian.
" Gimana bisa sampai beliau tau, kenapa kalian semua ga becus". teriak Bian dengan kesal menendang kursi yang ada didepannya.
lalu tiba tiba datang seseorang suruhan ayahnya.
" Maaf tuan, saya disuruh Bos besar untuk membawa anda kehadapannya". Ucap pria tersebut pada Bian.
Setelah menghadap ayahnya Bian diam dengan wajah yang sangat datar.
" Siapa gadis yang kau bawa pulang?". Tanya Ayahnya dengan wajah yang datar dan dingin.
" maaf pak, anda tidak perlu tahu ". jawab Bian yang memasang wajah dingin terhadap ayahnya.
" Bian jangan sampai gadis itu menjadi kelemahan dirimu".
" dia tidak akan menjadi kelemahan ku pak". ucap Bian dengan ketus.
__ADS_1
"Kalau begitu tinggalkan dia dan jauhi dia". Sahut ayahnya dengan menghisap rokok yang ada ditangan nya.
" Saya tidak bisa pak".
" kenapa tidak bisa Bian? ". Ucap ayahnya yang mulai agak sedikit marah karna putra nya sudah mulai membangkang.
" Karna saya mencintainya, saya ingin menjaganya.. saya tidak mau melihatnya terluka lagi ". Kata Bian dengan dingin yang menentang ayahnya.
" cinta kau bilang? Yang ada kau malah akan membuatnya semakin dalam bahaya, jadi tinggalkan gadis itu Bian..
Dia tidak akan aman bersama mu Bian, seharusnya kau tau itu.. Musuh mu dimana mana gadis itu akan menjadi incaran para musuhmu. Sebaiknya buang rasa sukamu yang tidak ada gunanya itu".
Ketus pak Adhinatha berbicara dengan nada keras kepada bian.
" Lalu dimana istri anda?.. apakah anda membuangnya juga? Bagaimana anda bisa sedingin itu terhadap orang yang anda cintai? ". Tanya Bian kepada ayahnya dengan wajah yang sangat sangat datar.
\* Plaakk.. sebuah tamparan mendarat di pipi Bian..
" tutup mulut mu Bian, Kau tidak tahu apa apa jadi jangan menilai ku seperti itu". Ucap ayahnya yang sangat marah.
" Lalu dimana ibuku,.. dimana kau meninggalkan ibuku.." Teriak Bian pada ayahnya dengan raut wajah yang dingin.
" Ada di suatu tempat.. kau tidak akan bisa mengetahui nya sampai mati". Lirih ayah Bian lalu beranjak pergi meninggalkan putra nya.
Sesampainya dirumah....
"hah Bian, kapan tu bocah balik..kenapa coba kok ekspresi nya gitu". Tanya dwi yang melihat bian sedang duduk di sofa seperti memikirkan sesuatu lalu menghampirinya.
" Bian... ".
lalu tiba tiba Bian memeluk dwi dengan erat dan lembut.
" kenapa Bian? kenapa ada luka di bibir lu". tanya dwi yang masih dipeluk oleh Bian.
" gw akan ngejaga lu... gw ga bakalan biarin orang nyakitin lu.. pokoknya gw akan selalu ada disamping lu.. karna gw cinta banget sama lu". Lirih Bian dengan suara yang serak yang masih memeluk dwi.
perkataan Bian sontak membuat dwi kaget dan syok, dia tidak akan pernah berfikir kalau Bian akan mengatakan semua itu kepadanya.
" Hah.. Bian.. maksud lu? ". tanya dwi yang masih kaget.
" jadi cwe gw, gw ga mau kehilangan lu lagi, gw bakalan jagain lu walaupun nyawa gw taruhannya". Ucap Bian yang masih dengan posisi memeluk gadis yang dicintainya itu.
" hah? gw ga salah dengerkan? ".tanya dwi yang benar benar masih kaget dan tidak percaya lalu memeluk balik Bian dan menangis tanpa bersuara.
__ADS_1
Saat itu mereka resmi menjadi pasangan dan saling menyayangi satu sama lain, menjalani hari bersama sama, berpacaran seperti orang normal pada umumnya jalan jalan ketempat yang indah, nonton film dibioskop dan pergi ke wahana wahana yang sangat ramai dikunjungi orang lain.