Alasan Mencintainya

Alasan Mencintainya
Salting


__ADS_3

" Caa.. " lirih dwi memanggil sahabatnya.



" kenapa beb? "..



" gw bosan dikamar terus, gw mau keluar cari angin".



" ga bisa wi kondisi lu tuh bener bener belum baik beb, Lagian gw ga bisa mapah atau gendong lu, tangga rumah Bian tinggi banget, takut jatuh gw bawa lu". ucap caca yang menolak permintaan sahabatnya.



" caa.. pliss". lirih dwi yang memohon kepada caca.


" yaudah bentar gw panggil Bian dulu kebawah".


***


"Bian.. dwi katanya bosen di kamar dia minta keluar tapi gw ga berani mapah dia, tangga lu tinggi gw takut jatuh". Kata caca yang sedikit teriak kepada Bian..



Lalu Bian pergi menuju kamar ketempat dwi berada.


*Ckleek..


Membuka pintu..


" kenapa wi?". Tanya Bian yang menghampiri dwi.


" hah Bian.. pinggang gw sakit baring terus, gw pengen hirup udara luar". lirih dwi yang menahan rasa sakit di tubuh nya.


lalu Bian mendekat dan menggendong dwi, tetapi dia tidak sengaja menyenggol luka yang ada di lengan dwi.



" arghh Bian sakit ". Rintih dwi kesakitan dan mengeluarkan sedikit air mata" .


" hah maa.. maaf gw ga sengaja ". ucap Bian yang merasa bersalah dan khawatir lalu mengusap air mata di pipi gadis yang dia cintai itu.


" hah.. sakit kah? sorry gw ga sengaja". Kata Bian yang panik dan cemas, Raut wajah yang khawatir terlihat jelas dimata dwi , itulah pertama kali dwi melihat raut wajah cemas itu dimuka Bian. Karna selama ini Bian hanya memasang wajah datar tanpa ekspresi.



Setelah itu Bian lanjut menggendong dwi dan membawanya ke taman yang ada disamping rumah Bian.



" cantik banget ". ucap dwi yang melihat bunga bunga yang ada di taman.

__ADS_1


" lu suka? ". tanya Bian dengan wajah datarnya lagi.


" suka banget ".


" yaudah lu tinggal disini selamanya ". sahut Bian dengan enteng yang membuat dwi kaget.


" gw turut berduka atas kepergian bunda lu. Sorry gw ga bisa dateng ke pemakaman".


" hah iya, gw ngerti ". lirih dwi menunduk dan langsung menangis.


Melihat gadis yang disukainya sedih Bian langsung memeluk dwi dan menenangkan nya.


" ga usah nangis, gw disini dan ga bakalan ninggalin lu sendiri lagi" . ucap Bian dengan suara yang lirih dan penuh perhatian.


kejadian itu dilihat oleh caca dan teman temannya Bian, yang membuat mereka tersentuh bercampur baper, Karna mereka tidak pernah melihat Bian yang begitu lembut ketika berbicara.



" Akhirnya Bian mengakui perasannya" Ucap Nohan yang tersenyum.


" Maksud lu Nohan?". Tanya caca yang penasaran.


" Bian itu sebenarnya cinta juga sama dwi, tapi dia menahan semua perasaannya untuk keselamatan dan ketenangan hidup dwi". Sahut Gian menjawab pertanyaan caca.


" Maksud lu pada apaan sih ga ngerti gw". Ucap caca yang semakin kebingungan.


" ntar lambat laun lu bakalan tau semuanya tentang Bian tentang kami semua". sahut ray yang membuat caca semakin tidak mengerti.


**


" Bian, sebenarnya lu siapa.. Kenapa lu senang dan tersenyum saat menusuk Cullen dengan pisau, gw ga inget jelas tapi gw liet samar lu tertawa sadis Bian".


" itu emang diri gw sebenarnya". jawab Bian dengan tenang dan datar.


"Sesaat gw takut sama lu Bian, tapi rasa takut itu hilang karna rasa cinta gw sama lu begitu besar". lirih dwi mengungkapkan isi hatinya.


" makasih karna udah menyelamatkan hidup gw".


" makasih juga karna lu udah bertahan untuk hidup" . Ucap Bian sambil menatap mata gadis yang dia sayangi.


Lalu mereka balik masuk ke dalam rumah dan saat menjelang malam mereka semua berkumpul di kamar Bian, Supaya dwi tidak merasa bosan.


" wii.. nih makan gw suapin ya". ucap caca yang menyodori sendok ke mulut dwi.


" makan yang banyak biar cepet sembuh ya beb"


" apasih caa ihh ". sahut dwi dengan lirih dan tertawa.


pandangan dwi selalu kearah Bian, seperti terkena hipnotis dia tidak mengalihkan pandangannya sama sekali dan terus menatap Bian.


" kenapa lu lietin Bian mulu ". cetus caca yang meledek. sehingga membuat Bian, Nohan ray dan Gian menatap mereka berdua.


" hah ga, gada manada apasih lu ca". sahut dwi dengan panik dan salting.

__ADS_1


lalu tiba tiba Bian menghampiri dwi dan mengambil mangkok bubur yang ada ditangan caca.


" mau gw suapin?". tanya Bian yang sedikit tersenyum dan langsung duduk di dekat gadis itu.


Tingkah laku Bian membuat semua teman temannya kaget salting karna melihat sikap Bian yang jarang sekali mereka lihat.


" Geloo Bian aduhh salting gw, baper gw bian suapin gw juga dong". sahut Ray yang menggoda Bian dengan sedikit centil,


sehingga membuat suasana menjadi ramai dan penuh tawa.


Pagi hari...


" oh ya gw bisa nemenin lu cuman sehari doang beb, soalnya ada ujian di kampus". ucap caca kepada sahabatnya.



" iya gapapa caa, makasih udah nemenin gw".


" Berarti lu mau balik sekarang? ". tanya Nohan kepada caca.


" iya, jagain sahabat gw ya.. oii Bian jagain temen gw Awas aja lu kalau dwi sampai terluka lagi ". Teriak Caca kepada Bian yang sedang duduk membaca buku majalah, dan Bian hanya melirik tanpa menjawab perkataan caca.


" gw pamit dulu ya beb ". ucap caca langsung memeluk sahabatnya itu"..


" makasih ya caa, hati hati dijalan".


" yodah gw anterin ". sahut Nohan yang ingin mengantarkan caca ke kampus.


" oh iya, nah wi gw dianterin Nohan, dijamin pasti aman.. ga mungkin Nohan biarin gw dalam bahaya". Kata caca yang sangat senang kepada dwi.


"Gw duluan beb Babay". pamit caca lalu pergi.



" lu ga nyusul ray sama Gian? ". tanya dwi pada Bian yang masih membaca majalah miliknya.


" ga, kalau gw pergi ga ada yang nemenin lu". sahut Bian dengan santai yang membuat jantung dwi berdebar tak karuan.


" kenapa? ". tanya Bian yang yang menghampiri dwi.


" kok muka lu merah? Lu demam? ". Tanya Bian dan menyentuh kening dwi dengan lembut.


" ah ga gw ga demam , ini mungkin agak panas aja dikamar ". ucap dwi yang ngeles karna jantung nya berdegup tak karuan.


" panas? apa gw harus nambah AC lagi ya biar dingin ". kata bian sambil menatap mata dwi".


" hah ga ga usah ini ntar juga dingin lagi, mungkin cuaca emang lagi panas ditambah lagi gw juga udah ga mandi berhari hari" . Sahut dwi dengan panik dengan jantung masih berdegup.


"Ah yaudah kalau gitu, lu mau mandi? ,tapi belum boleh mandi kata dokter nanti luka lu ga kering kering." Kata Bian dengan lembut..


" oh iya nanti gw lap aja pake tisu basah".


" mau gw bantuin?". Ucap Bian yang duduk disamping nya yang membuat dwi semakin salting atas tingkah laku bian padanya.

__ADS_1


***.


__ADS_2