Alasan Mencintainya

Alasan Mencintainya
Dua Maut


__ADS_3

di suatu tempat..


\*Gubraakk..


"lepasin gw..lepasin... ". teriak caca yang gemetar ketakutan.


" haha, gadis kecil ini sepertinya ketakutan, lepasin ikatan tangannya, eitzz tunggu nanti kalau dilepas dia bakalan kabur apa ga ya". Ucap seorang pria dengan sinis dan tatapan tajam.



" kalian siapa haa, kenapa nyulik gw.. " teriak caca yang takut.


" sebenarnya sih gw ga mau nyulik lu, tapi kekasih nya Biantara, karna lu sendiri yaudah gw nyulik lu biar narik perhatian mereka".


" gw mohon lepasin gw". lirih caca yang menangis karna ketakutan.


"gw bakalan lepasin lu, kalo lu mau nyuruh kekasihnya Biantara buat datang kesini".


" ogah banget gw nyuruh sahabat gw datang ke sini ". teriak caca...


" yaudah gw aja yang nyuruh sahabat lu kesini".


* Drtttt... Drttt.... Drrttt....


telepon berdering..


" halo caa, caaa lu di mana" .


" kalo lu mau ketemu sama sahabat lu, datang ke alamat yang gw kirim. lu harus datang sendiri jangan bawa satu orang pun... kalau lu ga nurut apa yang gw bilang sahabat lu bakalan gw habisi".


\*\*\*Telpon mati\*\*



" hah, aduh gimana nih, kalau gw ga ke sana aca pasti kenapa napa, kalau gw bilang ke Bian sama aja bisa bahayain caca". Ucap dwi yang panik dan bingung apa yang harus dia lakukan.


Akhirnya dwi pergi sendiri ke tempat alamat yang dituju tanpa memberitahu Bian ataupun yang lainnya.


Setelah sampai disana berapa kagetnya dia karna melihat sahabat yang sangat disayanginya terikat dan tak sadarkan diri di sebuah kursi.


" caa.. caa bangun, bangun caa, gw udah disini lu ga bakalan kenapa napa". panik dwi yang berusaha membangunkan caca yang tak sadarkan diri itu.



tiba tiba ada langkah kaki yang terdengar mendekati mereka.



dan betapa kagetnya dwi melihat sosok pria yang berdiri didepannya. wajah pria tersebut sangat mirip dengan Cullen...


" Cullen". kaget dwi yang terpaku dan tidak bisa bergerak karna syok.


"Kenapa kaget?, apa karna wajahku terlihat tidak asing? ". tanya pria itu dengan senyum dan tatapan yang sangat mirip dengan Cullen.



melihat pria yang ada di didepannya membuat dwi tidak bisa bergerak dan berkata apa apa , gemetar dan rasa takutnya teringat akan kejadian yang menimpa dirinya waktu itu.


" apa gadis kecil ini ketakutan, lihatlah dia sama sekali tidak bisa berbicara bahkan tangannya gemetar seperti ini". ucap pria itu yang mendekati dan memegang tangan dwi.


" apa aku terlihat seperti pria yang telah menyakiti mu". tanya nya dengan senyuman yang menyeringai.


"sepertinya aku harus memperkenalkan diriku ya.baiklah namaku adalah Aggasta Adhitama, kenapa wajahmu sangat mirip dengan Cullen?, ya karna kami saudara kembar.. bagaimana setelah melihat wajah tampan yang tidak asing ini? ". Tanya nya dengan tawa yang menyeringai.

__ADS_1


" Lepasin caca dia ga ada hubungannya sama semua ini". pinta dwi yang memohon dengan gemetar.



"humm lepasin? waduh gimana ya.. lepasin ga yaa". ucap nya yang tertawa dengan bahagia..



" sayang sekali dia ga akan aku lepaskan, karna semua orang yang berhubungan dengan Biantara harus musnah dari dunia ini". ucap nya dengan tertawa sinis..


* dirumah Bian..


" sayang... " panggil Bian yang mencari kekasihnya itu..



" sayaang??" .



"dwi... dwi, kamu dimana sayang". teriak Bian yang berlari mencari sekeliling rumah tapi tidak ada tanda tanda bahwa dwi ada rumah.



dengan panik Bian keluar mencari dwi dan memberi tahu kepada teman temannya.



lalu tiba tiba Bian mendapat pesan dari nomor asing yang mengirimkan sebuah video, ternyata setelah dilihat itu adalah video dwi yang sedang disiksa oleh Aggasta.



\* Drrttt... drttt..


" Halo Biantara, lu masih inget suara gw? ".


" wah ternyata lu masih inget gw, setelah lu udah ngebunuh ayah gw terus adik gw, dengan enaknya lu bilang jangan sakitin cwe gua? haha lawak banget lo"


" hahah Aggasta badjingan hahahhaha". Tawa Bian yang tidak normal dengan senyum menyeringai.


" lu masih bisa ketawa hah badjingan dasar psikopat sinting, lu lebih sikopat dari Cullen Biantara anj*ng". Teriak Aggasta yang kesal terhadap Bian.


" *Aggasta kalau lu berani nyakitin cwe gw, gw bakalan nge habisin lebih dari yang lu lakuin ke cwe gw*". Ucap Bian dengan datar tanpa ekspresi.



" Aggasta siapa Bian". Tanya Nohan yang tidak mengerti.



" Anak yang gw bunuh ayahnya waktu itu," jawab Bian yang datar dan sedikit tersenyum.



" haha ternyata dia udah balik kesini". ucap Bian sambil tersenyum licik.


tingkah aneh Bian membuat semua teman temannya merasa kebingungan karna sepertinya mereka belum mengenal bian lebih dalam walaupun sudah berteman sejak kecil.


Akhirnya mereka bergegas menuju ketempat dwi dan caca berada, selama diperjalanan banyak sekali hambatan dari orang orang suruhan Aggasta..



"Sial ternyata tu orang banyak juga anak buahnya". ucap Gian yang melihat banyak sekali orang yang berjaga diluar gedung itu.

__ADS_1



" Bian gimana cara kita ngalahin mereka semua sedangkan kita cuma berempat ". kata Ray yang bertanya pada Bian tetapi Bian tidak menjawab dan langsung keluar dari pintu mengeluarkan sebuah pistol dari balik saku celananya.


tanpa pikir panjang Bian langsung menembak mereka secara brutal dengan tatapan yang bahagia dan senyuman yang mengerikan.


* DORRR.... DORRRR.... DORRR.. .


Begitulah suara tembakan yang terdengar sangat mengerikan. Tanpa rasa takut Bian berjalan ditengah tengah mayat musuhnya.


" Bian" . lirih teman temannya yang kaget melihat apa yang telah dilakukan oleh Bian.


"Aggasta.. " teriak Bian dengan tatapan yang dingin.


Dan terlihat Aggasta sedang memukul kekasihnya sampai babak belur. Melihat itu semua Bian dengan tatapan kosong langsung mengangkat pistol yang ada ditangan nya untuk menembak Aggasta.


tetapi Bian telat satu menit karna Aggasta sudah menembak kan pistol ke arahnya dan mengenai bagian perutnya.



"Bian". Lirih dwi yang melihat kekasihnya tertembak dan mengeluarkan banyak darah.



" waduh bian lu masih saja lengah ". ucap Aggasta dengan senyuman bahagia.



Nohan , ray dan Gian baru tiba menyusul dan kaget karna bian terluka.



"Bian lu gapapa". tanya Nohan yang panik.


" Kenapa kalian malah nyusul Bian kesini sih, apa kalian mau nganterin nyawa kalian kesini sama gw? ". tanya Aggasta yang tertawa gila.


Bian berusaha berdiri dan menahan rasa sakit di perut nya.


" Aggasta ternyata kau masih sama disaat kematian ayahmu, saat itu kau terlihat cupu sampai sekarang pun kau masih cupu haha". Ucap Bian dengan tawa senang sehingga membuat Aggasta marah dan kesal.


Lalu..


*Bruaaaghhh....


Aggasta menghentakkan kepala dwi ke dinding dengan kuat sehingga keluar darah yang bercucuran.


"Aggasta.... badjingan kau". teriak Bian yang marah dan dingin lalu menembak mengenai lengan aggasta.


" haha haha, tembakan mu sangat buruk, apa apaan cuman meleset ke arah lengan". ucap Aggasta dengan tawa terbahak bahak.


" kalian semua pergi dari sini, Nohan bawa aca ketempat lain, dan jangan pernah melihat kebelakang ". Kata Bian yang membuat temannya kaget.


" ga Bian, kita gabakal ninggalin lu sendiri" . sahut Ray yang tidak ingin meninggalkan Bian sendiri dalam bahaya.


" gw ga butuh bantuan dari kalian, jadi pergi lah dari sini ". ucap Bian dengan datar dan dingin.


akhirnya mereka menuruti Bian dan meninggalkan tempat itu tanpa melihat kebelakang, dan saat sudah keluar dari gedung,.. terdengar suara tembakan yang bersahut sahutan.


" ini ga bisa,,.. kita harus bantuin Bian, bisa bisa Bian dalam bahaya". ucap Gian yang panik dan ingin kembali ketempat bian, tetapi ditahan oleh Nohan.


" ga usah, Bian bisa sendiri nge hadepin modelan yang kek gitu". jawab Nohan dengan santai.


setelah beberapa jam mereka tidak mendapat kabar dari Bian sama sekali, saat ray ingin menyusul Bian ,..lagi lagi Nohan menghentikan mereka.

__ADS_1



\*\*\*


__ADS_2