Alasan Mencintainya

Alasan Mencintainya
Berubah


__ADS_3

Senin, pukul 07.30 WIB...



"wiwi.... aaaaa sahabat tercyintyaa kyuhhh"...teriak aca dengan keras memanggil sahabatnya itu.



"kumat mulai mulai...". sahut dwi yang sudah terbiasa dengan aca.



"Wii... akhirnya kita satu sekolah dan satu kelas lagii,kyaaaa gw penasaran gimana ya menjadi anak SMA". kata aca sambil kegirangan.



"parah banget sih lu manfaatin ayah lu,sementang polisi". ucap dwi yang ceplos langsung ke caca.



Dari jauh terlihat ada empat cowo yang sangat tampan bak pangeran,benar mereka adalah anak anak Aderfia, yang juga menjadi murid disekolah Cakrawala.



"hah... ternyata mereka sekolah disini juga". ucap aca yang kaget. tapi dwi tidak merasa kaget karna sebelumnya Bian sudah bertanya padanya,tpi dia tidak menyangka bahwa Bian juga akan daftar ke SMA yang sama.



"waaahh gila,kita 1 Sekolah lagi sama manusia manusia tampan waaah geloo gelooo".. histeris Caca yang sangat senang bisa satu sekolah dengan cwo yang dikaguminya.



lalu tiba tiba.....empat cowo itu menghampiri mereka...



"yo wi,.." sapa Ray dengan sangat antusias.



"hai wi".. begitu pun dengan Gian yang menyapa dengan senyum lebar.



"yo, siapa nama Lo,aca bukan?".kata Nohan yang menyapa aca.


"eh iya gw aca,Yoo haii".sahut aca salting dengan perasaan yang senang,karna disapa oleh cowo tampan, apalagi disapa oleh Nohan yang tampan seperti itu.


"wajah Lo kenapa Bian?". tanya dwi yang sedari tadi memperhatikan Bian yang selalu memasang wajah datar,dan tanpa menjawab pertanyaan dwi,dia lalu beranjak dan pergi.


"woi bro"panggil Gian yang sambil menyusul ke arah Bian.



"sorry ya tu boca emang begitu sifatnya, kemarin dia jatuh dari motor makanya kepalanya di kasi perban". ucap Nohan yang menjawab pertanyaan dwi,Lalu pergi menuju ke arah Bian dan disusul oleh Ray.



"loh Bian kenapa wi?,kok dia ga nyapa lu, bahkan dia ga liet muka lu".Ucap aca yang heran dengan kelakuan Bian,karna sejauh ini yang dia lihat Bian ga mungkin seperti itu ke Dwi.



" ga tau,lagian dia emang begitu dari dulu dingin". sahut dwi yang biasa aja padahal di dalam hati dia juga bertanya tanya kenapa Bian bersikap seperti itu.


__ADS_1


sesampainya dikelas......



"Loh buset kita sekelas sama mereka berempat,woahh gelooo,makin rajin gw nih ke sekolah tiep hari,lagi tipes pun bakalan tetep sekolah gw kalo begini mah".Ucap aca yang sangat histeris kesenangan.



"wih gila cakep banget,baru kali ini ada cowo cakep kek idol..."bisik murid murid cewe yang ada dikelas.



"liet wi..awas Wii ntar mas Bian lu direbut sama cwe cwe disini". ejek aca yang sedang menggoda sahabat nya itu.



tak lama kemudian setelah itu datang Ayu dan 3 teman lainnya..


"Aaaaa Honeyy.... Bian sayang aaaa kenapa kita pisah kelas sih aaaa". teriak ayu yang lari menuju kearah Bian lalu memeluknya...


"apaan lo semua liet liet,Bian punya gw jadi kalian semua jangan berpikir bakalan mencari perhatian sama Bian".ketus Ayu dengan nada yang terdengar sangat menjengkelkan.


"wah gila apa apaan ini, ternyata ada cwe misquinn juga disini,kok bisa sih lo sekolah disini kan lo orang misquinn udah misquinn jelek lagi hhhahaaha".Hina ayu menyindir dwi yang sedang duduk di kursinya.



"maksud lo apaan haa cwe gila!! ngatain sahabat gw jelek,elo tu yang jelek,udah jelek sikap lo juga jelek".ucap Caca yang sangat emosi karna sahabatnya dihina didepan satu kelas.



"upsss ada gadis landak emosi nich".sindir ayu dengan tertawa licik..teman temannya pun ikutan tertawa.



"caa udah ca ga usah ladenin". kata dwi yang malas mencari ribut karna dia ingin suasana baru disekolah barunya tetapi ternyata suasananya sama saja sewaktu masi di SMP.



"Lo dwi ya..ada bawa pena dua ga, soalnya pena gw ketinggalan".ucap pria yang menghampiri ketempat duduk dw.


"oh ada...nih". sahut dwi langsung mengambil pena miliknya dan memberikan kepada cowo itu.



disisi lain Bian memperhatikan mereka karna Bian duduk dibelakang dwi dan Caca. Terlihat wajah bian datar tapi sedikit kesal.



jam istirahat....



"emm ini pena Lo, makasih ya.. oh iya sebagai ucapan terimakasih gw mau traktir Lo sama temen Lo makan di kanti".ucap cowo itu kepada dwi.



dan lagi lagi Bian memperhatikan tanpa disadar oleh Dwi.



"yok nge,cari angin ke kantin".ajak teman temannya Bian,Lalu mereka berempat beranjak dan pergi.



"wah buset traktir yang bener Lo?". tanya aca dengan kegirangan.

__ADS_1


"lah iya gw traktir,makan aja apa yang Lo berdua mau". ucap cwo itu dengan enteng.


sesampainya di kantin......



"indira Lo mau pesen apa ,biar gw pesenin". kata cwo itu yang memanggil dwi dengan nama belakangnya.



"hah?Lo manggil gw apa tdi?". tanya dwi yang sedikit kaget karna jarang sekali orang memanggil namanya dengan panggilan Indira.



"gw manggil Indira, biar sedikit beda aja dari yang lain, soalnya nama belakang lo menurut gw cantik banget,yaudah gw manggil lo Indira aja".Jelas cwo itu kepada dwi.



Ternyata Bian dan teman temannya berada di dalam kantin yang sama tepat berada tidak jauh dibelakang mereka dan terlihat Bian sedang memperhatikan dwi dan cwo tersebut.



"tumben lu nyuekin Dwi". tanya ray kepada Bian yang masih saja diam tanpa ekspresi sedikitpun. dan tanpa menjawab pertanyaan Ray Bian hanya melirik ke arah Ray, sehingga membuat ray bergidik lalu mengarahkan pandangannya ke tempat lain.



Bagaimana ray tidak takut tatapan Bian seakan akan ingin menerkam mangsa yang ada didepannya.



setelah selesai makan dikantin....


dwi dan aca balik ke kelas bersama cwo yang mentraktir mereka. setelah mau masuk kedalam kelas dwi berpapasan dengan Bian, tetapi Bian hanya melirik tanpa menyapa sama sekali lalu pergi.



\*Bel pulang sekolah.....



"wi.. kok lu ngelamun sih!!".ucap Caca menepuk pundak dwi.



"caa... gw ada salah apa sama Bian, knp bian dingin banget sama gw?".tanyanya yang sangat heran dan cemas,karna Bian adalah lelaki yang sudah dicintai nya selama SD dulu.



"ya mana gw tau wi...gw juga heran sama tu bocah,knp lu bisa suka sama dia sih,cowo dingin begitu lu sukai".



Lalu tiba tiba datang sebuah mobil yang berhenti di depan mereka..



" kalian mau balik?". tanya Cullen Adhitama orang yang meminjam pena kepada dwi.



"iya"..jawab aca.


"yaudah balik sama gw aja".ajak Cullen tetapi ditolak oleh Dwi.


" ga usah kita bisa pulang sendiri kok".tolak dwi.

__ADS_1



"wiii...gpp kali....ada yang nganterin kita balik lagian gw cape jalan kaki jauh juga, nunggu taxi juga kelamaan, udah balik bareng cullen aja". keluh aca sambil merengek,sehingga mau tidak mau dwi harus menuruti kemauan sahabatnya itu.


__ADS_2