Alasan Mencintainya

Alasan Mencintainya
Firstkiss


__ADS_3

    Keesokannya disekolah....


          "pagi Wii...".sapa Cullen yang baru saja datang masuk kelas.


       "yo pagi Cullen".jawabku dengan sedikit agak ketus.


        "aca mana?,tumben belum dateng jam segini?"..tanya cullen dengan penasaran.


    "aca lagi sakit". jawabku dengan singkat.


       "hah? sakit? sakit apa wi?".


       "demam".


         *Gubrak....tiba tiba Bian melempar tasnya kemeja dengan keras, sehingga membuat semua orang kaget, termasuk aku.


     dan tiba tiba Bian menarik tanganku lalu membawaku


keluar dari kelas.


          " aww... sakit Bian". lirihku yang menahan kesakitan karna genggam bian yang begitu keras.


          " sejak kapan lu deket sama tu cowo!!".. tanya Bian dengan suara lirih dan nada sedikit tinggi.


      " apa Bian? siapa? Cullen maksud lu?".. tanyaku yang bingung dengan sikap Bian.


        "mulai sekarang lu jangan deket deket sama cowo lain, ngerti lu". ucapnya dengan nada yang sedikit kesal dan marah.


     "maksud lu apa?trus kenapa lu diemin gw?, kenapa lu ga mau ngomong sama gw seakan akan lu ga prnh kenal sama gw,,kenapa Bian?"....tanyaku dengan nada tinggi dan juga sangat kesal terhadap sikap Bian yang seenaknya.


       tanpa menjawab pertanyaanku,dia langsung pergi begitu saja.


         " dasar badjimgan,knp gw bisa suka sama modelan cowo kekgitu".


        jam pelajaran....


            " pak saya pindah ke kursi disebelah dwi ya, soalnya ditempat duduk saya silau terkena cahaya matahari". ucap Cullen kepada guru yang sedang mengajar.


" oh yaudah cullen pindah saja". sahut guru tersebut.


         " Yoo Indira,.. sekarang lu ga kesepian kan karna ada gw disebalah lu". ucap Cullen dengan sedikit menggoda.


      " gaa ah gw biasa biasa aja duduk sendiri".ucapku dengan ketus.


    * bel pulang sekolah ...


         " indira lu balik sama gw lagi ya" ajak Cullen tetapi dengan tiba tiba Bian langsung bicara.

__ADS_1


" dwi balik bareng gw".ucap Bian dengan dingin lalu menarik tanganku dan menggandengnya.


dari keluar kelas sampai ditempat parkir Bian sama sekali tidak bicara padaku.


      " tunggu Bian, lu kenapasih akhir akhir ini sikap lu aneh banget tau ga". dengan nada tinggi aku bicara pada Bian.


   " buru naik"... ucapnya dengan dingin tanpa menjawab pertanyaanku.


          sepanjang perjalanan kami sama sekali tidak bicara, rasanya saat ini seperti orang asing... tapi disisi lain aku sangat senang akhirnya Bian berbicara padaku setelah beberapa hari mengabaikanku.


*perjalanan pulang kerumah dwi...


Tiba tiba Bian membawa motornya dengan kencang,sehingga membuatku sontak memeluknya dengan erat dari belakang.


"iaan jangan kenceng kenceng gw takut"..... teriakku dengan keras yang masih memeluknya dengan mata tertutup. tetapi dia sama sekali tidak mendengarkanku,malah semakin menambah kecepatan motornya.


Akhirnya motor ian berhenti dan kami berhenti di depan rumah yang sangat besar keknya lebih besar dari istana presiden.


"loh kok kita kesini,ini rumah siapa ian?"... tanyaku dengan kebingungan dan penasaran.


"rumah gw,buru masuk". sahutnya dengan ekspresi datar.


" Selamat datang tuan muda".. sambut seorang pelayan perempuan yang berdiri di depan pintu,dengan posisi badan yang membungkuk seperti memberi salam terhadap seorang Raja.


Aku merasa sedikit aneh dengan suasana disini,sebab semua pelayan memperlakukan Bian memang seperti seorang raja yang berkuasa.


" Gila ni tangga tinggi banget". ucapku dalam hati..


"lu dikamar gw aja,duduk disini diem ga usah kemana mana,gw mau mandi". ucap Bian yang tidak berekspresi lalu menuju kamar mandi.


"ini mah bukan kamar tapi ini 2 rumah yang dijadiin kamar,gila banget kamar segede ini". Kataku yang sangat takjub melihat kamar Bian sambil celingak-celinguk melihat sekeliling.


*cekleekk..


pintu kamar mandi terbuka....


"Aakhhhh".teriakku kaget sambil menutup mata karna Bian hanya menggunakan Handuk putih dan bertelanjang dada.


"Apa apaansih Lo Bian,gw kan ada dikamar Lo ngapain Lo kekgitu".ucapku dengan sedikit panik.


"mandi sana".. suruh ian dengan cetus.


"hah?mandi?...gw gak mandi lagian gw juga ga bawa baju". sahutku yang menolak perintah Bian.


*mendorong...


"ga mandi Lo bilang?".kata bian dengan mata yang tidak berkedip, menjatuhkan tubuhku ke kasur sehingga air di rambut nya menetes ke wajahku.

__ADS_1


Jantung ku berdebar kencang tak karuan kurasa Bian juga mendengar nya karena suara jantungku berdegup terus menerus, sebab jarak diantara wajah kami sangat dekat sehingga bisa merasakan hangat nafas satu sama lain.


"iaa gw mandi".ucapku lalu mendorong tubuh Bian dan langsung beranjak ke kamar mandi miliknya.


"gilaa, barusan apa yang terjadi, kenapa ian kek gitu ke gw,baru kali ini gw natap matanya dengan jarak yang deket".dalam hati aku berkata sambil memegang dadaku yang dag dig dug tak karuan dengan tangan yang gemetar.


Setelah selesai mandi aku keluar dengan menggunakan Handuk tipis sehingga membuat lekuk tubuhku terlihat.


"anu Bian ini ga ada handuk yang tebal". ucapku yang sedikit risih sambil menutupi dengan baju seragamku yang kupakai tadi. ternyata Bian sedang membaca sebuah buku sambil meminum kopi,dan dia hanya melihatku saja tanpa berkata apa apa.


"Biaann".. lirihku memanggil nya lagi.Kali ini dia menatapku sedikit lama sehingga membuatku agak takut dan risih karna handuk yang kupakai ini sangat tipis.


"Kemari".ucap Bian sedikit pelan.Lalu tanpa kusadari aku menuju kearah Bian,setelah hampir mendekatinya tiba tiba dia menarik tanganku dan mendorong tubuhku ke kasur.


"maaf,telah mengabaikanmu selama beberapa hari"lirih Bian dengan suara yang lembut dan terdengar kecil. tak kusangka Bian mencium Bibirku, sehingga membuat mataku terbelalak dan Jantung yang lebih tak karuan dua kali lipat sebelumnya kurasa kali ini dunia mendengarkan bunyi detak jantungku sangking kuatnya.


Semakin dalam Bian menciumku yang membuat suara kecapan diantara mulut kami berdua, Ini adalah firstkiss pertamaku dari orang yang sangat aku sukai. Rasanya senang dicium dengan orang yang dicintai, tapi apakah Bian juga ada perasaan kepadaku? kenapa dia menciumku?..


*suara kecapan mchhh...mcwhhh..


Handuk yang kupakai saat ini sedikit terlepas sehingga membuat belahan dadaku terlihat,Tapi tangan bian menarik handuk ditubuhku dengan tangannya lalu menutupi belahan dadaku. Aku tidak mengerti kenapa dia Melakukan itu,dia hanya menciumku dan ciuman itu lari ke leherku.


"Biaann....".lirihku , aku merasakan jantungku terus berdegup tanpa berhenti malah semakin kencang.


tapi tiba tiba Bian mencium didekat area belahan dadaku yang membuatku semakin kaget


Bian beranjak lalu pergi ke kamar mandi...


"hah?... apa Bian? diaa.. diaa ngapain di kamar mandi?".ucapku sangat kaget dengan jantung yang masih berdegup.


setelah selesai Bian keluar dari kamar mandi seperti tidak terjadi apa apa,bahkan ekspresi datarnya terpasang lagi diwajah tampan miliknya.


"tuan ....kami sudah membawakan apa yang tuan minta". terdengar suara seorang pelayan dari depan pintu kamar Bian.


*membuka pintu..


*cekleekk....


Ternyata mereka membawa begitu banyak baju dress yang sangat cantik cantik.


"Tuan kami sudah memilihkan dress yang sangat mahal dan terkesan elegan untuk Nona,dress ini mungkin cocok untuk Nona,dan beliau tinggal memilih apa yang ia sukai".kata seorang pelayan laki laki yang sudah berumur itu,dan dibelakangnya juga ada dua orang pelayan perempuan.


"ok, silahkan pergi".sahut Bian dengan ketus kepada pelayan itu,dan mereka segera meninggalkan Kamar bian dengan cara mundur kebelakang tanpa membalikkan badan.


"pakai yang mana lu suka"..ucap Bian sambil duduk membaca buku yang sempat ia baca tadi.


setelah selesai memakai baju yang ku pilih, ternyata Bian sudah memakai jas berwarna hitam yang sangat elegan, apalagi bian tinggi sehingga membuatnya tampak seperti pangeran.

__ADS_1


__ADS_2