
Keesokan paginya..
Suara gemericik hujan yang terdengar jatuh dari dedaunan , tampak Bian yang sedang menunggu kekasihnya yang belum sadar juga.
"Kenapa jadi begini, kenapa gw selalu gagal ngejaga dia.. wi ini bukan perihal aku udah ga mencintaimu lagi, tapi aku ga bisa melihat kamu terluka seperti ini lagi...
Bener kata mereka, kalau kamu terus bersamaku yang ada akan membahayakan nyawa kamu..
Tapi aku belum bisa melepaskan mu ..Aa..aku ga bisa tanpa kamu". Lirihnya yang tanpa sadar menjatuhkan air mata di pipinya.
"Bian..". [ tersadar] perlahan membuka mata.
" sayang...[memeluk] kenapa sayang masih ada yang sakit?". tanya Bidan yang sedikit cemas.
[ menggelengkan kepala ]. Respon yang masih terbaring.
"Maaf,aku ga bisa jagain kamu ,maaf ". Lirih Bian yang masih memeluk kekasihnya itu.
"Bentar sayang [ melepaskan pelukan ] Aku tadi udah buatin kamu sarapan, Kamu makan ya [ Menyuapi ]. Ucap Bian yang sangat hangat itu.
"ga mau ,ga laper". sahut dwi menggeleng kan kepalanya.
" hey ga laper Gimana baby?,Kamu makan dulu biar cepet sembuh". Bujuknya sambil menyodorkan sendok yang berisi bubur.
[ Menangis ]..tiba tiba dwi menangis sesenggukan.
" Hey kok kamu nangis sih cinta [ Memeluk ] kenapa? masih sakit lukanya? kalau gitu kamu baring aja ya sayang".
"Bian.. kenapa kamu ga mau cerita sama aku, sebenarnya kamu ini siapa kenapa ayah kamu kekgitu sama kamu? [ menangis ].
"Bian..[ menatap wajah kekasihnya ] itu sakit ga? [ menyentuh pipi Bian ]. tanya dwi yang masih saja melihat luka yang ada di wajah Bian.
"ga sayang ini ga sakit,kamu jangan khawatir ya" [ tersenyum ]. sahut Bian yang menenangkan pujaan hatinya.
" Kamu ga mau jawab pertanyaan aku yang tadi?"[ menatap ].
"Nanti, kalau waktunya udah tepat, aku akan ngasih tau kamu semuanya". jawab Bian dengan senyum tipis di wajahnya.
"Bentar ya sayang, aku mau keluar dulu [ berdiri ]". ucap Bian lalu pergi.
di ruangan depan...
* Menelpon...
" ca lu sibuk?". Tanya Bian yang sedang menghisap rokok.
" ga, kenapa emang? oiya dwi mana"
" bisa ga lu nginep dirumah gw nemenin cwe gw".
"lah emang lu mau kemana?".
__ADS_1
" gw mau pergi ada urusan yang mau gw selesein".
" oh oke, bentar lagi gw kesana".
Setelah menelpon Bian langsung menuju ketempat kekasihnya lalu membuang puntung rokok yang tersisa sedikit.
[ membuka pintu kamar ] Udah kamu makan belum buburnya?. tanya bian yang menghampiri dan langsung duduk disamping dwi.
"Loh kenapa ga disentuh sama sekali sayang [ melihat bubur yang masih banyak ]".
" [ mencium tubuh Bian ] kamu habis ngerokok?".tanya dwi yang masih saja mencium bau tubuh Bian.
[ mencium tangan Bian ] Bau rokok..Kamu ngerokok?..
" iya..[ Menunduk ]". lirih bian menjawab.
" seberat apapun masalah kamu, ga boleh ngerokok sayang, kan ada aku ,kamu sandar sama aku aja kenapa merokok Bian". Ucapnya yang menatap kekasihnya.
" Maaf , aa aku.. [ terbata bata ]".
" gapapa Bian [ memeluk ] Maaf juga ya udah ngelarang kamu ini itu". kata dwi yang memeluk erat tubuh Bian.
" sayang , aku ada urusan selama 2 hari , jadi aku nyuruh Caca nginep disini buat nemenin kamu".
" kamu mau kemana? urusan?". tanya dwi yang kaget.
Tidak lama kemudian Caca sampai dirumah kediaman Adhinatha..
" hah?[ kaget ] Wii...lu kenapa". tanya Caca yang kaget melihat keadaan sahabat nya.
" lu kenapa? kok jadi begini [ menyentuh bahu dwi ] Bian kan udah gw bilang buat lu jagain dwi, kenapa lu ga bisa jagain cewe lu sendiri sih [ marah ]. teriak Caca kepada Bian.
" udah ca..gw gapapa". ucap dwi yang menenangkan sahabatnya itu.
" ga papa jidat lu wi,liet ni lu ampe terluka gini lu bilang gapapa?[ menatap serius ].
" yodah gw pamit dulu [ berdiri ] Sayang aku pergi dulu ya [ mengecup ]". ucap Bian yang mencium kening kekasihnya.
Setelah Bian pergi, Caca bertanya apa yang terjadi lalu Dwi menceritakan semua kejadiannya kepada Caca ,Caca tidak bisa berkata kata apa yang diceritakan oleh sahabat nya itu dia terdiam sejenak merasa tidak percaya kenapa mereka seperti itu.
" Nohan, Ray, Gian? [ mengernyitkan dahi ] mereka ga berani nolongin Bian?. Tanya Caca yang kaget dan heran.
" ca..lu kalau liet ayahnya Bian pasti udah gemeter trus pingsan..
Bian yang kekgitu aja ga berani ngelawan ayahnya..".
" gw sempet nanya ke Bian sebenernya dia itu siapa, tapi bian ga mau jawab, katanya dia bakalan ngasih tau di waktu yang tepat". lirih dwi yang menunduk.
"[ panik ] oh iya wi,". sahut Caca yang sebenarnya mengetahui siapa bian dan teman temannya itu.
Sesampainya Bian ditempat tujuan ternyata dia pergi ke sebuah klub dan disana sudah ada Nohan,Ray,dan Gian yang duduk menikmati minuman bersama gadis gadis malam yang cantik.
__ADS_1
" yo bro". teriak Gian memanggil Bian.
" wah lu udah sampai [ sempoyongan ] sini lu ikut minum sama kita [ menggandeng ]". ucap Ray yang sedikit mabuk.
"[ Melirik ] Nohan ". panggil Bian yang melihat Nohan sedang menikmati minuman jus tanpa menghiraukan Kedatangan Bian.
" apaan? [ menatap ]". tanya Nohan
tanpa menjawab pertanyaan Nohan , Bian langsung duduk di sebelah Nohan.
Bian menengguk segelas alkohol yang ada didepannya.
" Bro sini bareng kita ni". panggil Gian yang mengajak Bian untuk minum bersama gadis yang mereka bawa.
" \[ melirik \] ga lanjut aja gw sama Nohan aja". ketus Bian dengan dingin.
Lalu setelah Bian sedikit mabuk ada seorang wanita yang mendekati nya.
" Hai tampan \[ mendekat \] Mau aku tuangkan segelas lagi ga \[ mengelus\]". ucap wanita itu yang duduk dipangkuan Bian lalu mengelus dada Bian.
" menyingkirlah [ setengah sadar ] siapa yang menyuruhmu menyentuhku". ketus Bian mendorong wanita itu dari pangkuannya.
" Hanya kekasihku yang boleh menyentuhku, berani sekali kau jal\*Ng ". teriak Bian lalu....\[ menampar \] \*Plaakkk.. Bian menamparnya sampai ujung bibir wanita itu berdarah.
"\[ marah \] hey you crazy?!..." teriak wanita tersebut
" kau yang gila, Beraninya kau bersikap seperti itu padaku". cetus Bian dengan tatapan dingin.
saat kejadian itu Semua teman temannya bersikap biasa seperti kejadian itu adalah hal yang biasa terjadi.
"Nona ,kau akan menanggungnya karna sudah berani dengan seenaknya". ucap Bian dingin mengeluarkan sebuah pisau kecil lalu menusuk wanita itu dengan brutal.
Melihat kejadian itu sontak membuat wanita lain yang berada disana teriak histeris.
" Hey tenanglah percuma kalian teriak , disini ruangan VIP kedap suara ,jangan buang suara kalian dengan sia sia". kata Gian kepada wanita yang ada disebelahnya sambil meminum segelas alkohol.
" kalau kalian ga mau berakhir seperti teman kalian yang disana lebih baik kalian diam". ucap Nohan yang ketus dan dingin.
Setelah puas Bian menghabisi wanita tersebut dengan sadis dia duduk sambil menghisap rokok tanpa ekspresi dengan darah yang ada di wajah dan bajunya.
__ADS_1
\*\*\*\*