
" haha Biantara hebat juga fisik lu bertarung ". ucap Aggasta yang ngos ngosan.
" dari awal udah gw bilang jangan sakitin cwe gw.. ". sahut Bian yang sedang menghajar Aggasta sampai babak belur.
" Biantara lu jangan senang dulu karna bisa melenyapkan gw, hahah ". lirih Aggasta yang sudah mulai tak sadarkan diri terbaring.
" haha cwe lu, udah gw pake, gw udah nyicip cwe lu ahaha". lirik Aggasta dengan ketawa yang sangat bahagia.
mendengar semua itu membuat Bian marah dan tanpa berpikir panjang lalu memutus leher Aggasta dengan sekali sayat.
Bian tidak memperdulikan ada kekasihnya yang sedang menatapnya ketakutan. dia hanya melanjutkan aksinya setelah memutuskan kepala musuhnya itu, lalu Bian mem*tong tubuh Aggasta menjadi beberapa bagian lalu membakarnya..
melihat semua yang dilakukan oleh Bian membuat dwi ketakutan sampai tidak bisa berkata apa apa dan pingsan.
setelah itu Bian menggendong kekasihnya dengan kondisi mereka yang sama sama berlumuran darah, meninggal kan gedung yang sudah mulai terbakar bersama Aggasta dan anak anak buahnya.
Pada malam harinya semua teman teman Bian berkumpul didalam rumah Bian. dan betapa terkejutnya mereka melihat Bian Yang datang dengan berlumuran darah segar.
" Bian lu ga papa?". Tanya ray yang panik dan cemas tetapi Bian tidak merespon pertanyaan dari temannya.
" gw mau mandi,. ca tolong lap badan dwi ". Kata Bian yang datar lalu pergi ke kamar untuk meletakkan kekasihnya di tempat tidur.
" Bian sebaiknya lu sama dwi pergi kerumah sakit, luka kalian berdua cukup parah ". ucap Nohan yang panik.
tanpa merespon, Bian langsung menelpon dokter pribadinya untuk datang kerumah.. setelah menelpon Bian langsung pergi bebersih tanpa merasakan sakit di tubuhnya yang terluka.
Setelah Beberapa lama akhirnya dokter datang dan memeriksa keadaan dwi yang masih tidak sadarkan diri.
" kenapa dwi belum sadar juga dok? ". tanya caca yang khawatir.
" sepertinya nona ini mengalami trauma berat yang baru pertama kali dia lihat, makanya otak dan tubuhnya tidak merespon untuk sementara". Ucap dokter itu menjelaskan keadaan dwi.
" trauma berat maksud dokter apa dok". Tanya Ray balik dengan bingung.
" saya juga tidak tahu apa yang sebenarnya telah dilihat sama nona ini, kita akan tahu setelah dia sadar tapi saya tidak bisa memastikan kapan dia akan sadar. kata dokter itu lalu pamit untuk pergi.
"Bian mana.. BIAN.. ". Teriak caca yang panik dan ga mengerti semua yang telah terjadi.
lalu caca mencari Bian dan ternyata bian ada di dapur duduk di meja bar.
__ADS_1
" Bian dwi kenapa ha?, dia lihat apa sampai trauma berat, apa yang dia lihat Bian ". teriak caca menarik kerah baju Bian dan memukul Bian karna dia Bian sama sekali tidak menjawab pertanyaan dari caca.
" bro .. kenapa? ada apa bro? jelasin semuanya biar kita tau apa yang terjadi sama dwi ". ucap Nohan kepada Bian tapi bian sama sekali tidak menjawab dan pergi ke kamar melihat dwi.
di samping dwi.. Bian menangis karna merasa gagal melindungi dwi. kejadian itu dilihat oleh teman temannya.. mereka tidak percaya bahwa seorang Biantara menangis dihadapan gadis yang dia cintai sedang tidak sadarkan diri.
" maafin aku, seharusnya aku datang lebih cepat, kumohon bangun lah". Lirih Bian yang menangis memeluk kekasih nya itu.
"Bian ada apa?". tanya Nohan yang mulai merasa ada sesuatu yang Bian katakan.
" Bian, cerita sebenarnya apa yang terjadi disana". ucap Gian yang membujuk Bian.
" Badjingan itu ternyata sudah menodai kekasihku, sebelum gw datang dia udah merusak cwe gw,.. tanpa gw sadar gw langsung memutuskan lehernya lalu memot\*ng tubuhnya dan itu semua dilihat oleh dwi". kata Bian menjelaskan semuanya dengan wajah datar sedih tapi bahagia.
mendengar penjelasan dari Bian membuat caca kaget dan syok .
" tenang ca". ucap Nohan menenangkan caca.
" kalian ini sebenarnya siapa, kenapa kalian dengan mudah nya membun*h seseorang ". lirih caca yang ketakutan karna dia merasa hawa yang begitu dingin membuat tubuhnya bergidik gemetar.
" caa tenang ". ucap Nohan lalu memeluk caca.
lalu tiba tiba dwi terbangun dan ketakutan melihat Bian.
" wii... lu udah sadar ". ucap caca lalu memeluk erat sahabatnya itu.
" sayang ". panggil Bian yang ingin meraih tangan dwi. tetapi dwi malah takut dan tidak membiarkan Bian menyentuh tangan nya.
" lepasin gw jangan lakuin itu, gw mohon jangan sentuh gw.. Bian tolongin aku.. Bian, lepasin". teriak dwi dengan histeris menangis gemetar.
" wii tenang wii, gw disini Wiii". ucap caca yang menenangkan sahabatnya itu.
" Biann tolongg.. Bian jangan lakuin itu jangan Bian... Bian jangan". histeris dwi yang teriak dengan gemetar ketakutan.
__ADS_1
" liet Bian ini semua salah lu, kalau aja lu datang tepat waktu dwi bakalan ga jadi begini". ucap caca yang marah pada Bian.
" sayang" . panggil Bian dengan lembut tetapi dwi masih saja tidak ingin menatap mata Bian.
" heyy baby girl". panggil Bian lalu menarik dwi dan memeluknya.
" jangan takut sayang, aku ga bakalan nyakitin kamu jadi kamu jangan takut sama aku". ucap Bian dengan lembut.
lalu dwi membalas pelukan kekasihnya itu dan menangis sejadi jadinya dengan tangan gemetar.
" aku takut Bian.. jangan tinggalin aku.. ". lirih dwi yang menangis.
" ga sayang aku ga bakalan ninggalin kamu, aku akan selalu ada disamping kamu". sahut bian dengan lembut wajah datar dan cemas.
" Bian.. luka kamu gimana". Tanya dwi yang teringat akan tembakan pistol yang mengenai Bian.
"Aku gapapa sayang". ucap Bian dengan enteng.
" tapi kemarin kamu kelahi sama Aggasta cukup lama Bian, aku liet juga luka kamu banyak ". lirih dwi yang menatap wajah kekasih nya yang penuh dengan luka.
" gapapa sayang, aku gapapa".
" aku takut, kamu selalu buat aku khawatir ". ucap dwi yang memeluk balik bian.
" jangan takut, aku akan membunuh semua yang menyakitimu". sahut Bian dengan datar.
" yaudah gw sama yang lain pamit dulu ya bro". ucap Gian, lalu mereka semua balik kerumah masing masing.
" jagain dwi yang bener Bian, awas aja kalau terjadi sesuatu lagi sama dwi ". Kata caca lalu pergi pulang bersama Nohan.
" Bian, jawab aku jujur.. sebenarnya kamu siapa ". tanya dwi yang masih merasa takut terhadap Bian.
" aku Bian sayang ". ucap Bian dengan wajah datar.
" kamu bukan bian yang aku kenal, bian ga mungkin ngelakuin hal sadis kek gitu".
" baby, kamu ga perlu tau siapa aku, yang perlu kamu tau kalau aku tuh cinta sama kamu ". ucap Bian sambil mengelus kepala kekasihnya itu.
" cinta kamu tuh sangat sadis bian, kamu menakutkan tau ga, bagaimana bisa wajah senang itu terpasang saat membun\*h seseorang". sahut dwi yang datar melihat Bian.
__ADS_1
setelah semua percakapan panjang pada malam itu, Bian menolak untuk menceritakan tentang siapa dirinya karna dia berpikir kalau dia menceritakan semuanya gadis yang dicintainya akan membenci dirinya dan pergi meninggalkan nya untuk selama lamanya .