
Setelah mendengar teriakan itu Bian dan teman temannya segera menuju kedalam rumah tersebut.
Anehnya rumah itu sunyi tidak ada satupun penjaga ataupun pembantu padahal rumah tersebut sangat besar, lalu mereka mendengar suara teriakan lagi didalam sebuah kamar tanpa pikir panjang mereka menuju ke sumber suara.
Lalu Bian menendang pintu kamar sampai terbuka.
*Gubrakkk...
sebuah pemandangan yang membuat bian dan temannya kaget karna gadis yang dicintai oleh Bian sudah terbaring dengan darah di sekujur tubuhnya.
" Brengs*k" Teriak Bian berjalan lalu menendang Cullen dengan sekuat tenaga sehingga Cullen terlempar sedikit jauh.
" badjing*n, mati kau bangs*t ". Ucap Bian dengan emosi memukuli Cullen sampai babak belur.
" dwi.. bangun wii.. " Lirih Bian yang memeluk tubuh gadis yang dicintainya yang penuh dengan darah.
" Biann.. sakit". lirih dwi tak bertenaga dengan suara yang tidak jelas.
" mati lo anj*ng". teriak Nohan yang juga memukuli Cullen..
" Berhenti Nohan, dia akan mati di tanganku" . Ucap Bian dengan datar lalu mengambil cutter yang ada di lantai dan langsung menusuk Cullen dengan berpuluh puluh tus*kan dan meny*yat seluruh bagian tubuh Cullen.
" Ini karna kau sudah berani menyakiti wanita ku, maka aku akan melakukan hal sama yang lebih kejam dari yang kau lakukan". Ucap Bian dengan datar yang masih saja menusuk tubuh Cullen.
Saat itu Cullen sudah tidak bernafas lagi tetapi Bian dengan wajah dan ekspresi yang dingin tetap menus*k Cullen dengan kejam dan sadis, pemandangan itu dilihat langsung oleh dwi yang masi setengah sadar.
Setelah itu mereka pergi dan Bian menggendong gadis itu dengan penuh darah di tubuh mereka berdua.
Saat itu Nohan yang mengendari mobil sedangkan Bian masi saja memangku gadis yang dicintainya dengan pelukan yang erat tanpa ekspresi.
" Bian.. Meskipun ada orang rupawan ,lebih hebat dan lebih mempesona muncul, aku tetap menyukaimu. Tetap lah bersamaku, padahal semua sangat indah.. semenjak aku semakin dewasa.. orang orang yang berharga bagiku perlahan menghilang.. Entah sejak kapan duniaku kehilangan warnanya.".
lirih dwi berbicara dengan mata yang tertutup, Bian dan hanya diam mendengar kan dengan ekspresi datar.
Bian tidak membawa dwi kerumah sakit tetapi mereka membawanya ke rumah kediaman Adhinatha dengan pelayanan dokter pribadi Bian.
"Meskipun begitu aku tetap kepikiran. Saat itu seandainya, menerimanya, apa mungkin dia tidak akan pernah terluka separah ini?". Ucap Bian dalam hati yang sedang menatap gadis yang dicintainya terbaring tidak sadar kan diri diatas tempat tidur.
Bian tetap berada di samping dwi sampai pagi dan menunggu nya sampai sadar".
" Bian.. tolong, hentikan sakit... Bian tolongin dwi.. Bian.. " lirih dwi yang mengigau dan menangis dalam tidurnya dan terbangun.
" gimana apa masih ada yang sakit? ". tanya Bian yang penuh perhatian.
" kenapa orang bisa berubah jadi jahat?.. apa tidak ada cara agar semua orang hidup bahagia? ". tanya gadis itu dengan lirih.
" semua orang pasti menginginkan itu.. Namun itu adalah hal yang sulit ". Sahut Bian dengan datar dan beranjak pergi.
" Kamu mau kemana? " tanya gadis itu yang memegang baju Bian.
__ADS_1
"Aku tidak kemana mana kok".
" tetap lah bersamaku ". ucapnya dengan lirih dengan menundukkan kepalanya.
" Aku juga tetap ingin bersamamu,Aku selalu ingin melihatmu, dan aku ingin selalu berada di sisimu dan melindungi mu tapi Sepertinya akan sulit karna bisa saja aku juga akan menyakitimu".
Ucap Bian yang datar dan melangkah keluar dari kamar..
Di ruang tamu...
" Gimana kondisi dwi? ". tanya Nohan pada Bian
" lu belum makan dari semalem ini udah kita beliin makanan". Ucap Gian yang menawarkan makanan pada Bian.
Karna peristiwa semalam jadi mereka semua menginap dirumah Bian sekaligus untuk berjaga jaga.
" bro lu kabarin si aca kalau dwi udah ketemu terus lu jemput dia bawa kesini". ucap Gian yang menyuruh Nohan mengabari caca.
Menelpon caca...
" halo caa.. "
" Nohan.. gimana? dwi udah ketemu?..
" udah.. sekarang dia ada bersama kami dirumah Bian".
" tapi caa.. "
" kenapa Nohan?".
" lu siap siap, gw mau jemput lu".
Setelah menjemput caca dan balik kerumah Bian, sangat kaget melihat kondisi sahabatnya itu dan menangis.
"Bebep... kok bisaa gini". Isak caca yang menangis sambil memeluk sahabatnya.
" udah caa gw gapapa ". ucap dwi yang menenangkan caca.
" gapapa matalo gapapa, badan lu banyak luka begini lu bilang gapapa". kesal caca yang masih menangis.
" Bian kenapa dwi bisa kek gini? ". tanya caca dengan raut wajah yang marah.
Lalu Nohan menceritakan semua apa yang terjadi dan apa yang telah dilakukan Cullen kepada dwi dan kepada Ayu dan teman temannya.
Mendengar semua itu membuat caca tidak bisa berkata kata dan membeku karna terlalu syok dan kaget.
" gw ga percaya kenapa Cullen melakukan semua itu, Selama ini sikap Cullen seperti pria yang sangat menyayangi sesuatu ". Ucap caca yang merasa tidak percaya dan gemetar.
" Ca harini lu nginep disini, bantuin dwi ". Kata Bian yang meminta caca untuk menginap di rumahnya.
__ADS_1
" Ya gw rencananya mau nginep nemenin sahabat gw ". sahut caca dengan raut wajah yang masih sedih.
" caa, gw mau ke kamar mandi". Lirih dwi meminta bantuan kepada caca".
" Sini gw gendong ". Sahut Bian langsung menggendong wanita yang sangat dicintainya itu ke kamar mandi".
" Lu mau ngapain? ". tanya Bian yang masih dengan posisi menggendong dwi.
" gw mau pipis tapi kaki gw ga bisa ditekuk". lirih dwi yang masih menahan sakit karna bekas luka yang ada di kedua pahanya.
" Sini wii.. gw bantuin ". sahut caca yang langsung membantu dwi, lalu Bian bersama temannya keluar dari kamar.
Diruang tamu..
" Bro.. gimana perasaan lu sama dwi?". tanya Ray kepada Bian.
" Yaa dia cintalah, pake lu tanya segala". Sahut Gian yang menjawab pertanyaan dari Ray.
"Bian.. mayatnya Cullen kita biarkan disana aja atau kita bereskan? ". tanya Nohan yang agak sedikit cemas.
" Sudah beres". ucap Bian dengan datar .
" beres? maksud lu gimana sih?". tanya Gian yang penasaran.
" gw udah nyuruh anak buah gw buat beresin ". sahut Bian masih dengan wajah datarnya.
Sehingga membuat mereka saling menatap dengan heran karna mafia emang beda, mereka semua emang keturunan mafia tapi yang paling berdarah dingin adalah keluarga dari Adhinatha.
" mulai sekarang dwi bakalan tinggal disini, gw akan ngejaga dia dan ga bakalan membiarkan dia terluka lagi". Kata bian dengan wajah yang serius dan dingin.
"Tapi ayah lu gimana Bian, pasti dia bakalan ga suka ada orang asing dirumah nya". Ucap Gian yang sedang memakan roti.
" gw akan ngenalin dwi sebagai tunangan gw". Cetus Bian yang membuat teman temannya kaget.
" hah lu serius? ". Tanya Nohan yang sedikit bingung dengan temannya yang satu ini.
" udah gw bilang gw ga akan membiarkan dia terluka lagi". Ucap Bian yang sudah terlalu serius.
" tapi Bian itu bisa lebih membahayakan dwi, karna pasti musuh lu bakalan ga tinggal diam aja mengetahui kalau lu punya kelemahan ". Sahut Nohan yang sedikit cemas atas keputusan Bian.
" gw tau , dan gw bakal mati matian buat ngejaga dia, gw ga mau kehilangan dia untuk yang kedua kalinya". Kata Bian dengan santai dan datar.
__ADS_1