
*Drrtttt.... drttt..... drtt...
telpon berdering...
"Han hp lu bro bunyi mulu.. angkat kenapa sih berisik banget tau". kata Ray yang sedang bermain game di HP miliknya.
" hah?.. ngapain caca nelpon gw co?.. udah berapa tahun ni anj*r lost kontak tiba tiba nelpon gw". Ucap Nohan yang bertanya tanya.
" Ya ga tau, coba aja lu angkat siapa tau ada hal penting". Sahut Gin yang sedang bermain game bersama Ray.
***
" Apaansih ****** ni orang kemana sih lama banget angkat telpon". Ucap caca yang kesal dan panik.
" halo.. "
" Nohan.... dwi.. dwi hilang gada kabar.. "
" halo caa, tenang dulu.. kenapa ca dwi kenapa?".
" dwi hilang ga tau kemana han .. udah tiga hari dia ga balik kerumah ". Ucap caca yang panik sambil menangis.
" Hilang gimana ca?"
" Ga tau han.. tolongin gw cariin dwi, gw ga tau harus ngabarin ke siapa lagi.. keluarga dwi udah ga ada lagi.. bunda nya juga udah meninggal lima hari yang lalu".
"hah? meninggal..?
" iya han, karna kecelakaan pesawat, tolongin gw han tolong cariin dwi". Pinta caca yang menangis terisak isak.
**
" kenapa han? ". tanya ray yang melihat ekspresi nohan panik.
"Sial, dwi hilang ga tau kemana.. Bian dimana cok". Ucap nohan yang panik.
" Jadi dwi diculik?" . tanya Gin yang juga mulai panik.
" Menurut gw sih juga gitu ". ucap Nohan sambil mengernyit kan dahi.
" Telpon Bian cok.. dimana Bian syalan, bisa bisanya sekarang dia juga susah dihubungi". Teriak Nohan yang kesal lalu membanting HP miliknya.
__ADS_1
" Halo.. Bian lu dimana sekarang?. tanya Gian yang berhasil menelpon Bian.
" Gw lagi di Amerika".
" Gila.. ngapain lu kesana". Teriak Ray yang mendengar jawaban Bian yang di speaker kan oleh Gian.
" dwi hilang Bian kenapa lu susah banget dihubungi sih, sebenarnya lu tu kenapa sih!!.. " Teriak Nohan yang kesal.
lalu spontan Bian menginjak rem mobil yang sedang ia kendarai dan mematikan telpon lalu memutar balikkan arah mobilnya.
" Syalan malah dimatiin". Ucap Gian yang melempar hp miliknya.
" gw khawatir sama dwi, masalahnya mereka berempat juga hilang tanpa jejak... sampai sekarang juga ga ada kabar dari mereka, dan pihak sekolah waktu tu cuma bilang mereka pindah sekolah ". ucap Ray yang panik.
" Ahh siaal... Bian syalan, kenapa si semua mafia seenak jidatnya aja". kesal Nohan yang menendang kursi di depannya.
Sementara itu dikediaman Adhitama, cullen secara perlahan mulai menyiksa demi sedikit tubuh dwi.
" Tama sakit.. berhenti tama". Lirih dwi yang menahan sakit karna Cullen menyayat pahanya dengan pisau cutter.
" Kenapa sayang?.. sakit ya.. sabar yaa bentar lagi juga hilang sakitnya ". ucap Cullen dengan senyuman gila diwajahnya.
" STOP CULLEN...!!" Teriak dwi yang menangis dan menahan sakit.
" Cullen...YOU CRAZY.. F*ck". Teriak dwi yang sangat marah dan gemetar.
Sementara itu Di bandara Bian lari terburu buru dengan menggunakan Blazer hitam panjang dengan dalaman kaos putih. ia menggunakan penerbangan pribadi miliknya sehingga cepat sampai ke Indonesia.
Dirumah kediaman Nohan Wijdan Fausta,
* Ceklek... *Gubrakk... Suara pintu yang dibuka paksa.
"Bian..? ". Ucap mereka yang kaget. karna Bian sampai dengan sangat cepat hanya dalam lima jam.
" Bagaimana bisa lu,.. oh ya gw lupa lu anaknya Pak Adhinatha yang bisa melakukan semua dengan mudah". ucap Nohan yang ketus dan masih merasa kesal.
" Dimana dwi". tanya Bian dengan datar.
" belum ketemu, kami sudah mencarinya kesana kemari tapi ga ada jejak". ucap Gian memberi tahu pada Bian.
lalu mereka pun mencari dwi lagi dan kali ini mereka mencari bersama bian seorang mafia berdarah dingin.
__ADS_1
Dirumah Cullen...
" Malam sayang.. ini aku udah bawain kamu makan malam.. " ucap Cullen menghampiri dwi yang sedang terbaring berlumuran darah di kakinya.
" aak sayang buka mulutnya, sini aku suapi "
" Lepasin gw.. gw mau pulang ". ucap dwi dengan lirih dan tak bertenaga..
" Andaikan lu milih gua, seharusnya lu milih gua indira, gua udah memusnahkan orang orang yang mau nyakitin lu". Teriak Cullen lalu membuka sebuah lemari satu lagi. Dan betapa terkejut nya dwi karna ada mayat di dalam lemari tersebut.
" Liat sayang, ini salah satu bukti cinta aku ke kamu tau, aku sudah menghabisi orang orang yang ingin mengganggu kamu loh". Kata Cullen dengan senyum dan tawa yang menyeringai.
" Ayu.. ". ucap dwi dengan mata yang masi terkejut dan tidak berkedip.
" Cullen lu gilaa lu cwo gila, lu apain mereka semua" .
" Mereka berempat itu mau berbuat jahat sama kamu sayang, aku mendengar semua percakapan mereka saat mau ke toliet sekolah tau". Yaudah besoknya aku ajak mereka berempat kerumah aku trus aku langsung eksekusi mereka dong". Jelas Cullen yang sangat Gila dan tawa yang menyeringai.
" Psikopat sinting.. Ga waras lu Cullen lepasin gw".
" Heyy, jangan teriak kek gitu dong sayang... kamu mau aku buat seperti mereka? ". tanya Cullen dengan wajah yang datar tanpa ekspresi.
Lalu berjalan ke meja dan mengambil sebuah cutter.
" Lu mau ngapain ".tanya dwi yang takut dan gemetaran.
Tiba Tiba Bian berhenti dirumah seseorang Lalu mematikan mesin mobilnya.
" kenapa kita berhenti disini? ". tanya Ray yang bingung.
" Bukannya ini rumahnya Cullen, si psikopat gila". ucap Gian sehingga mereka menyadari sesuatu dan mengingat bahwa Cullen berkali kali mencoba mendekati dwi.
Mereka berempat sebenarnya sudah tahu siapa CULLEN ADHITAMA sesungguhnya, makanya mereka tidak suka kalau dwi dekat dengan pria seperti itu.
" Apa jangan jangan dwi disini.. " Kata Nohan yang sempat curiga. Lalu tiba tiba terdengar suara teriakan seorang perempuan di dalam rumah tersebut.
" Arghhhhkhhk, Cullen bajingan, kenapa lu jahat begini kenapa lu tega ". Teriak dwi yang kesakitan karna pipinya disayat dengan sebuah cutter.
" seharusnya gw yang bertanya seperti itu, kenapa... kenapa lu jahat.. kenapa lu ga bisa Terima cinta gw.. padahal gw udah ngelakuin semua yang buat lu senang bahkan membunuh cwe cwe syalan ini". lirih Cullen dengan nada rendah lalu berteriak.
" lepasin gw... maafin gw tapi gw cintanya sama Bian bukan sama lu.. jadi tolong hargai perasaan gw". lirih dwi yang sudah tak bertenaga lagi.
__ADS_1
" BIAN BIAN BIAN SELALU AJA BIAN, dia itu ga cinta sama lu kenapa lu mempertahankan perasaan lu sama Bian si, yang cinta sama lu tuh cuma gw CUMA GW INDIRA ". Ucap Cullen yang marah lalu menarik kepala dwi dan di hentakkan ke dinding sampai kepala dwi keluar darah segar yang mengucur.