
Pagi hari....
suara gemericik tetesan air hujan dan suara gerusak gerusuk bunda sedang masak di dapur.
"Triiinngggggg.....suara jam weker berbunyi menunjukan pukul 07.30 WIB.
"aahhh... udah pagi kaah, perasaan baru juga tidur udah pagi aja".desis dwi masi memeluk bantal gulingnya dengan suara yang agak serak.
"Sayang... bangun, sarapan.Bunda udah nyiapin sarapan,cepet mandi terus turun kebawah sayang". Teriak bunda dengan suara yang penuh kasih sayang itu kepada anak semata wayangnya itu sambil masi membuat kan sebuah susu untuk dwi.
"euhmmm... .cepet banget si pagi".lirih dwi dengan suara yang masi malas untuk bangun dari tempat tidur. Akhirnya dengan kekuatan Kanjeng Ndoro Segoro,dwi bangun dan bergegas mandi lalu turun kebawa untuk sarapan bersama bunda.
Di ruang makan...
"Bun,bunda serius mau daftarin wiwi ke SMA Cakrawala?".tanya dwi ke bundanya sambil memakan roti bakar yang dibuat ibundanya itu.
"serius sayang, emangnya kenapa? kamu ga suka nak?". Tanya bunda balik kepada anaknya.
"bukan ga suka bunda, ekonomi keluarga kita kan lagi seret bun,trus itu sekolah hanya untuk anak anak orang kaya aja".
"heh sayang,tidak ada sekolah yang namanya untuk orang elite saja,sekolah itu tempat untuk menuntut ilmu jadi jangan beranggapan sekolah yang seperti itu hanya untuk kaum elite, ngerti kan nak?". tegas Bunda memberitahu anaknya itu sambil mengusap rambut putrinya.
"iya bunda". sahut dwi sambil melahap makanan yang ada didepannya itu.
Setelah selesai makan,tiba tiba ada notifikasi wa , pesan dari nomor seseorang yang tidak tersimpan dikontaknya.
"hah..siapani kok bisa dapet nomor gw". Tanya dwi dalam hati dengan sedikit terkejut.
Lalu gadis itu membuka isi chat dari yang masuk dan betapa kagetnya ternyata orang yang mengirim chat adalah Bian.
"hehh,Bian.. gila baru sekarang dia ngechat setelah beberapa hari,emang dasar cowo dingin". kata dwi dalam hati sambil membaca isi chat dari Bian.
Bian: "wii,ini gw Bian,gw cumn mau nnya rncna Lo mau dftr ke SMA mna?".tanya Bian dengan isi chat yang singkat padat jelas.
" Apaansih ni cwo,tiba tiba ngechat nanya begitu,mana ketikannya di singkat semua dasar cwo parah, untung gw cinta sama Lo Bian... Biantara Lingga Adhinatha!!!. kata dwi yang sedikit kesal sambil membalas chat dari Bian.
dwi: "gw mau daftar ke SMA Cakrawala,bunda nyuruh gw sekolah disitu".
Bian: "Ckrwla?".
dwi: "ia emangnya kenapa ian?".
__ADS_1
****ga dibales cuman di read doang***
" lah diread doang, apasih ah gajelas banget". ketus dwi sambil merasakan sangat kesal lalu jalan ke kamar dan membanting hp nya diatas kasur.
" apaansih ah ngeselin banget si ian,apa gw harus bilang kalo gw tu suka sama dia, anj*r aah tau ah ngeselin banget". teriak dengan kecil lalu menutup mukanya dengan bantal.
Malam harinya.....
" Haiyayayyaya......
suara dering hp yang ternyata Caca menelfon untuk menanyakan tentang rencana besok.
Aca: "Yo haloww what's up bestiehh".
dwi: "apa cug? tumben amat nelfon jam segini". tanya dwi yang sedikit menguap karna ngantuk.
Aca: "besok pergi bareng ya wiwi sayang,gw ga mau pergi sendirian ke sekolah asing yang baru mau gw tempatin".pinta aca sambil memohon kepada sahabatnya itu.
dwi: " iya, bawel BANGET sih lu ca".
aca: "aaaa tengkyuuh sayangku". goda Caca sambil membuat suara kecupan kiss lewat telpon.
dwi: "ihhh apaansih lu ca jyjyq tau anj*r". dengan ketus lalu mematikan telpon.
"Ray,harini lu sibuk ga?",tanya Gian yang sudah berada di rumah raynar yang mewah itu.
"Kaga,kenapa tu?". tanya Ray sambil menatap ponsel miliknya.
"Btw lu kaga penasaran apa sama cwe yang dianter Bian?". tanya Ray kepada Gian yang sedang memainkan ponselnya juga. "Gw tu penasaran, tapi gw ga mau cari mati Ray, lu kan tau sendiri gimana gila dan ga warasnya Keluarga Adhinatha itu". jelas Ray yang tidak ingin mencari perkara terhadap Bian.
" ya gw juga tau kalo itu,anak anak lain selain kita berempat ga ada yang tau gimana bejatnya keluarga Adhinatha".sambil terkekeh kecil Ray menaikkan sedikit alisnya.
"trus Nohan mana kok tumben banget kemari, biasanya tu bocah tanpa disuruh udah langsung kerumah gw".
"lagi bareng Bian mungkin, Nohan sama Bian keluarga Mereka berdua 11 12 lah gada bedanya".ucap Gian yang posisinya masi menatap ponselnya.
"dih dih lu ga sadar keluarga lu juga begitu, pokoknya kita berempat sama aja, makannya jangan sampai rahasia ini bocor". Sahut Ray yang menyadarkan temannya itu.
Dirumah Bian.....
"Biantara...!!!".teriak ayahnya Bian.
__ADS_1
*Plaakkkkkkkkk!!. sebuah tamparan mendarat di pipi anak laki laki itu.
"Kau sudah berani menentang papa?,kenapa kau belum juga menghabisinya Biantara?". bentak pak Adhinatha dengan nada sangat marah terhadap Bian.
Lalu ...
*Bugghhhh.....
*gedubrak....Sebuah tongkat besi melayang kearah kepala Biantara,ya itu semua adalah ayahnya sendiri yang memukul anaknya dengan tongkat besi itu.
"Biantara...ayah kasih kau waktu sampai besok,kalau kau tidak menghabisinya maka ayah yang akan menghabisimu dengan tangan ayah sendiri". Ancam Brijaya Adhinatha itu kepada putranya.
Begitulah Brijaya Adhinatha dia tidak akan memperdulikan siapapun dan apapun yang berada diantara percakapan mereka ,karna dia adalah seorang pembun*h berdarah dingin Bahkan dia tidak peduli sebab saat itu ada Nohan yang mendengar semua percakapan ayah anak itu.
disatu sisi Nohan tidak berani ikut campur tentang permasalahan keluarga Adhinatha itu,karna dia begitu takut terhadap ayahnya Bian,dan disisi lain dia ingin sekali menolong Bian karna darah segar yang terus mengalir dari kepalanya tidak berhenti.
"Baik, pak Adhinatha,saya akan melakukan apa yang anda perintahkan". dengan nada datar dan tatapan kosong bian mengatakan semua itu.
Memang dari dulu Biantara tidak pernah memanggil Brijaya Adhinatha dengan sebutan ayah.dia sudah terbiasa memanggil ayahnya itu dengan sebutan pak atau tuan Adhinatha.
"Bagus,ini baru putraku,anak kesayanganku".ucap pak Adhinatha lalu pergi meninggalkan mereka berdua.
"Broo..lu gpp?".memapah bian lalu menuju duduk ke kursi.
"lu yakin mau ngelakuin apa yang bokap lu suruh bro?". tanya Nohan dengan sedikit penasaran tapi tidak dijawab oleh Bian.
"Lo ga usah ikut campur, ini urusan gw, mending Lo balik sana".usir Bian dengan suara yang agak ketus ke nohan,dan berdiri berjalan menuju kamarnya.
"Bian... mending lu pikirin,jangan langsung sembrono bro".teriak Nohan,tetapi tidak direspon oleh Bian yang semakin menuju pintu kamarnya.
setelah itu,Malam harinya .....
"wahh, putraku sudah balik".seru lelaki tua itu yang datang menyambut Biantara.
"gimana Bian?,kau sudah menghabisinya?". tanya Brijaya Adhinatha dengan penuh penasaran,apakah putranya kali ini benar benar dapat bisa diandalkan.
"sudah pak Adhinatha,saya sudah membereskan semua pesaing bisnis yang bisa menghancurkan keluarga kita".sahut Bian dengan nada datar dan tatapan kosong.
"Bagus.... ini dia putraku yang akan menjadi penerusku".ucap pak Adhinatha, dengan senang sambil memegang pundak putranya lalu pergi ntah mau kemana.
Di dalam kamar.....
__ADS_1
Biantara masi saja tidak bisa melihat ekspresi wajahnya dicermin,yang dilihat hanya muka datar dan tatapan kosong,tanpa dia sadari air mata jatuh dari pipinya.karna malam itu adalah malam yang tidak akan pernah bisa dia lupakan seumur hidup.