
"Setelah tiga tahun menjalani kehidupan SMA akhirnya hari kelulusan tiba..."
"Aaaaa ga terasa kita udah lulus jadi Anak SMA.." ucap caca dengan lega karna dia sudah menjalankan hari hari sebagai siswa SMA, sambil memeluk dwi.
" ia ga kerasa Kita sudah beranjak masuk kehidupan dewasa yang mungkin akan lebih sulit dari saat ini". sahut dwi dengan wajah yang datar.
Saat mereka berdua sedang menuju ke halaman belakang disekolah , di sana ternyata ada Bian dan teman temannya, lalu menghampiri Bian yang sedang merokok.
"Dasar!."
kamu ini masih muda jangan merokok dulu dong.
Nanti fisikmu akan semakin melemah.
kamu pasti akan menyesal kalau sudah dewasa nanti.
" iya .." ucap Bian yang kaget dan terbata bata.
"jangan malah iya.. iya .. "
"Maaf ". ucap Bian yang masih terbata bata.
" Apa kamu sudah paham benar?.
Kalau kamu merokok itu, sama saja kamu menghisap racun.
Kamu akan semakin kecanduan dan semakin sulit untuk berhenti."
tegas dwi yang membuat mereka semua menjadi kaget,lalu sontak semua teman teman Bian membuang rokok yang ada ditangan mereka. Saat itu mata dwi masih menatap Bian lalu pergi meninggalkan mereka berempat.
****
" setelah 2 tahun sejak kejadian itu,..ini adalah pertama kalinya aku berbicara pada Bian rasanya seperti aneh dan gugup jantungku berdegup kencang. Apa mungkin sampai sekarang aku masih belum bisa melupakannya..". ucap dwi dalam hati dengan perasaan yang masih berdebar.
"Wii... lu masih ada perasaan sama Bian?". tanya caca yang penasaran.
" ga tau". jawabnya dengan singkat.
"udah lebih baik lupain aja wi, lagian dia ga peduli sama lu selama dua tahun ini.." .
" jika itu sesuatu yang harus dilupakan."
maka sebaiknya itu dilupakan saja..
tapi jangan berpikir untuk melupakannya...
Karna semakin kita berusaha melupakan sesuatu...
__ADS_1
Maka ingatan itu akan semakin kuat , dan kita semakin sulit untuk melupakannya, kan?..
kalau begitu di dalam hati kita.
tanpa sadar kita tidak ingin melupakannya.."
Jelas dwi, dengan suara lirih dan membuat Caca tercengang karna kata kata yang diucapkan oleh dwi begitu terlalu relate dengan kehidupan banyak orang"..
"buset..berasa di tegur Guru BK, panik gw cug..." ucap Gian yang kaget.
"Bukan lu doang yang kaget kita bertiga juga kaget,Liet noh Bian sampai termenung gitu". sahut Ray yang sambil menatap Bian.
"gilaa cug kaget BANGET gw, cocok tuh cewe jadi guru BK kiler, sekelas Bian bisa dibuat Termenung gemeter gitu". Kata Nohan yang meledek dan ngegoda Bian".
bagaimana Bian tidak kaget ini adalah pertama kalinya dwi berbicara lagi padanya setelah saat kejadian itu.
"Bro.. lu ga niat mau baikan sama dwi terus jadian gitu?..lagian ini kita udah mau lulus masa lu sampai sekarang ga akuin perasaan lu padanya??..." ucap Nohan yang meyakinkan Bian.
"ga masalah bro...jika dihadapi dengan pilihan untuk membuatnya bahagia..
aku memilih melihatnya dengan orang lain daripada tersiksa denganku.
Tapi tetap saja aku tidak bisa menerimanya."
Ucap Bian yang lirih dan tersenyum, lalu membuang sebatang rokok dan beranjak pergi.
"ayo,broo gass kita bersenang-senang atas kelulusan ini dan menjadi dewasa yang pasti akan tidak menyenangkan seperti yang kita bayangkan" . Sorak Bian dengan melambaikan tangannya pada teman temannya itu.
ucap teman temannya sambil kearah Bian dan mereka berempat pergi dari sana dengan tertawa kecil.
" Indira ... Nanti malam ayo jalan bareng gw.." kata cullen yang menghampiri dwi.
"ngapain?".
"ya jalan, lagian juga kan ni malam Minggu ya, kan?.."
"oh oke". jawab dwi yang menerima ajakan dwi.
Setelah Malam nya dwi dan Cullen pergi ke sebuah taman yang sangat banyak dikunjungi oleh anak anak remaja disana.
"Indira...."
" Hmm? .."
" misal ada seseorang yang mengungkapkan perasaannya padamu?."
__ADS_1
"itu tidak akan terjadi".
" semisal ada seseorang yang menyatakan cinta padamu?."
" Hm, mungkin Ga akan pernah."
"ke, kenapa?."
" ya habisnya kalau ada orang yang menyukaiku, mungkin ada salah dengan pikiran dan kepalanya."
"loh kenapa?."
" Aku tidak menarik dan suram."
Begitulah percakapan Mereka pada malam itu, Suasana tenang dan santai banyak sepasang kekasih bersenda gurau yang menikmati pemandangan ditaman tersebut.
" jadi apa ada seseorang yang kamu suka?.."
tanya Cullen sambil meminum minuman kaleng ditangannya.
" Haha..kenapa kok tiba tiba nanya seperti itu?,..
aku punya kok... tapi selalu bertepuk sebelah tangan."
" Selalu..?"
" haha.. Cinta tak terbalas ku sudah berlangsung cukup lama Loh."
"Jadi, kenapa kamu bisa menyukai dia?".
" aku tidak tahu. Tanpa kusadari aku menyukainya.
Cinta itu hanya tipuan kan?.
Setelah itu terjadi, maka akan terus terlihat sampai hasilnya terlihat.."
Setelah beberapa lama mereka berada diluar, akhirnya mereka pulang kerumah..
dalam perjalanan pulang kerumah..
" Tama, lu mau lanjut kuliah dimana?". tanya dwi pada Cullen yang sedang menyetir.
" gw belum memikirkannya, Kalau kamu gimana india". tanya cullen balik.
"oh aku..Aku belum tau soalnya pasti yang ngurusin bunda jadi aku maksudnya gw .. ga tau bakalan kuliah dimana.
" ucap dwi yang terbata bata karna Cullen memakai bahasa aku kamu ketika bicara.
" Ah.. thanks tama malem ini, terus udah nganterin gw balik juga".
__ADS_1
"apaansih sih ah ,kek udah sama siapa aja, yaudah gw pamit balik ya Indira ". ucap cullen yang langsung tertawa dan bergegas pergi.