
"nah iya bagus malah... jadi deh kita besanan rin. ga papa deh hubungan kita sama masalalu ga sesuai ekspetasi... asalkan hubungan besan dari anak-anak kita berjalan mulus haha" ucap bella menyetujui ucapan rina tadi.
"eh bentar-bentar tan, ma, sebelum makin jauh dan aku ga ngerti.... yg tadi mama sebut farhan ganteng seperti mantan mama itu apa maksudnya?" potong reyna pusing. ia masih berfikir keras soal ucapan mama nya di awal tadi. rina menghembuskan nafasnya dengan satu tarikan, sejenak ia melirik bella di depannya, bella mengangguk setuju kalau rina memang siap menceritakan sepenggal kisah mereka di masalalu dulu hingga akhirnya mereka bersahabat seperti sekarang ini.
"jadi tuh gini sayang, dulu mama sama trisal papanya farhan alias suaminya tante bella ini pacaran" ucap rina memulai penjelasan nya.
"WHAT?!!" pekik farhan dan reyna kaget secara bersamaan. pandangan kedua nya fokus pada rina.
"dan tante dulunya pacaran sama wisnu papa kamu rey" tambah bella. farhan dan reyna sekarang beralih pada bella.
"hah? ini seriusan?" tanya farhan tak percaya.
"jadi kebalikan gitu? om trisal, tante, mama sama papa itu dulunya cinta segi empat gitu?" tanya reyna geleng-geleng tak percaya. bella dan rina sama-sama mengangguk.
"iya sayang" ucap rina mengelus rambut cantik putrinya. reyna manggut-manggut.
"dan kebetulan sekarang ada jembatan buat bikin kami jadi satu keluarga" ucap bella antusias.
"lebih tepatnya besan atuh bel" protes rina membenarkan. bella terkekeh sambil mengacungkan jempol nya.
"siapa yg mau nikah?" tanya farhan mulai curiga dengan arah bicara dua wanita di depannya ini.
"ya kalian lah, siapa lagi?" tanya balik rina sambil menunjuk reyna dan farhan bergantian.
"hah?" pekik farhan dan reyna.
"shutt tenang aja dulu, perjodohan ini ga bersifat memaksa kok... kalian cukup jalani aja dulu, entar seiring berjalannya waktu kalian sendiri deh yg nentuin mau lanjut serius atau enggak" potong rina cepat karena melihat tampang ragu di wajah putri nya. berbeda dengan farhan yg manggut-manggut seperti sudah setuju dengan rencana yg ia buat bersama bella.
"kalo farhan sih oke-oke aja tan.. skuy lah langsung nikah besok juga farhan siap nih" cerocos farhan enteng dihadiahi tabokan maut dari reyna.
plak
"heh sembarangan sekali lagi, awas lu" ancam reyna mendelik. tapi bukannya takut, farhan malah terpaku senang melihat wajah cantik reyna yg semakin imut saat berlagak marah.
"lo ga ada bakat buat marah rey, yg ada cuma makin cantik doang eh-" ucap farhan terjeda karena baru menyadari kehadiran dua orang tua mereka. rina tersenyum penuh kemenangan lalu ber tos ria bersama bella.
"sip lah rin, kayaknya proses nya bakalan lebih mudah... sepertinya putraku sudah lebih dulu jatuh hati" ucap bella tenang. rina mengangguk.
"kita tinggal tunggu mereka saling lengket aja sih ini" ucap rina santai.
"eh tapi kan-" elak reyna yg terpotong cepat oleh farhan yg buru-buru menyahut.
"jalanin dulu kali rey.... ngebantah mulu heran" keluh farhan. reyna memutar bola mata nya malas namun akhirnya tetap mengangguk menyetujui usulan tadi.
"iya dah serah" ucap reyna pasrah.
"ya udah yuk kita makan malam dulu, biarin aja tuh papa kalian ngurusin kerjaannya. yg penting tujuan mama sama tante rina udah selesai" ucap bella mengajak reyna dan farhan makan malam sesuai rencana awal mereka.
"eh nanti reyna biar pulang sama farhan aja ya tan? sekalian mau PDKT sama calon" celetuk farhan ditengah acara makan malam bersama mereka. rina mengangguk cepat. sementara reyna melotot.
'sumpah ini cowok satu niat banget pengen bikin gue deket-deket sama dia' keluh reyna dalam batin. awalnya ia mengira janji farhan untuk bertanggung jawab dan serius dengan nya itu hanya candaan semata, tapi dia salah. sangat salah. farhan benar-benar terlihat seperti serius dengan apa yg sudah di janjikannya pagi itu beberapa hari yg lalu.
"lah iya tuh far bener banget, baru aja tante mau ngomong gitu tadi" ucap rina setuju.
"reyna nya gimana? kamu mau kan cantik?" tanya bella beralih pada reyna yg masih terbengong melihat farhan di samping nya.
"gue ganteng ya rey?" tanya farhan mendekatkan wajah tampan nya tepat ke depan reyna. reyna terhenyak kaget dan spontan memundurkan diri nya.
__ADS_1
"woy ngagetin anjir" pekik reyna memegangi dada nya. farhan terkekeh.
"oke tante, reyna nya mau kok" ucap farhan seenak jidat. reyna mendengus kesal melihat tingkah farhan yg dingin didepan orang banyak tapi sangat bawel dan over protektif saat berdua dengan nya.
"kamu mau sayang?" tanya rina memastikan.
"iya ma, terserah kata farhan aja dah biar dia seneng" ucap reyna mengangguk.
"pemanasan nurut sama suami tan, biasalah" celetuk farhan.
"serah lu aja tong serah, nyerah gue lawan lu lagi" keluh reyna. rina dan bella tertawa melihat dua anak mereka yg dari tadi hanya ribut saja tanpa henti.
...****************...
"diem mulu mba" ucap farhan memulai perbincangan diantara mereka. karena sejak masuk ke dalam mobilnya, reyna tak bersuara sedikitpun.
"hmm" reyna merespondnya dengan deheman saja.
"lo marah?" tanya farhan. reyna menggeleng.
"enggak"
"ya terus?" tanya farhan lagi.
"kepikiran omongan mantan" celetuk reyna ngasal tapi ditangkap sebagai sebuah kata serius oleh lawan bicara nya.
"farrel aja terus... lo udah ada gue kali rey" ucap farhan enteng.
"becanda mantan yak ilah han, bocil baperan lu" semprot reyna. farhan tertawa.
"yg ada juga elu bocil. ga sadar umur" bantah farhan enteng. reyna memutar bola mata nya malas.
"haha dasar bocil ambekan" ledek farhan mengacak rambut panjang reyna yg ditata sedemikian rupa menjadi sanggul cantik kebelakang.
"diem lu kang cabul" semprot reyna ketus. farhan memgerem mendadak mobilnya membuat reyna terhuyung kedepan. hampir saja jidat reyna terpentok jok di depannya kalau saja farhan tidak cekatan menahannya dengan telapak tangan milik nya.
"hati-hati rey... hampir aja kan kepentok. untung aja tangan gue aktif" omel farhan. reyna sampai mengedipkan matanya beberapa kali karena kaget dengan farhan yg malah memarahi nya.
"elu yg hati-hati ngerem nya bege" semprot balik reyna. farhan tak menghiraukan komuk sebal reyna, ia malah lebih fokus pada bagian leher reyna yg terpampang nyata tanpa halangan satu helai rambut pun.
"lain kali rambut ga usah di model kebelakang gitu! biarin urai panjang aja biar leher lo ga keliatan gini" ucap farhan penuh penekanan seolah itu adalah sebuah perintah.
"hah?"
"leher lo terlalu terbuka. gue ga suka yg beginian jadi tontonan cowok buaya di luaran sana" ucap farhan lagi.
"dihh apaan anjir" elak reyna yg merasa tak bersalah.
"lo sekarang pacar gue. pokoknya gue ga mau liat lo pake baju yg terlalu terbuka plus rambut biarin terurai panjang aja biar nutupin leher" jelas farhan untuk kesekian kali nya.
'pemikiran yg sangat bagus. overprotektif nya ada baiknya sih buat gue, seru juga sama ini cowok. apa gue seriusin juga kali ya? toh gue juga udah ga mungkin lagi balik ke farrel' batin reyna penuh pertimbangan.
"heh malah bengong mba" keluh farhan. reyna mengerjap.
"iya iya bawel, tapi-" ucap reyna yg sengaja di gantung.
"tapi apa? jangan bantah gue ya rey.. ini juga buat kebaikan lo sendiri" ucap farhan bertanya.
__ADS_1
"tapi gue suka keposesifan ini hiyaa mwahh" ucap reyna terkikik dengan kiss jauh centil andalan nya. farhan tertawa.
"heleh cuma berani sun jauh doang, jangan sok keras" cibir farhan yg membuat jiwa sangar reyna merasa tertantang.
cupss
satu kecupan singkat mendarat mulus di pipi kiri farhan. sekarang giliran farhan yg dibuat kaget oleh perlakuan reyna.
"jangan nantangin alumni buaya betina deh" balas reyna ganti mencibir.
"yaudah kalo gitu gue jadi pawang lo" jawab farhan enteng. farhan kemudian kembali menjalankan mobil lambo putih nya membelah jalanan ibu kota jakarta yg masih saja ramai di jam semalam ini.
"ish elu mah ga seru han" keluh reyna cemberut. ia menatap datar ke arah farhan yg fokus ke jalanan di depan nya.
"apaan?" tanya farhan tanpa menoleh.
"dih nyebelin lagi lu sok cuek" cibir reyna tambah sebal.
"ya gue emang gini rey, ada apa sih hm?" tanya farhan melirik reyna yg sudah manyun lima meter, eh gak deh canda lima meter:'v
"ya lo ga pengen nyium pipi gue balik nih?" tanya reyna memasang pupy eyes nya. farhan yg saat itu melirik tipis pun sampai terpana melihat wajah reyna yg sangat imut saat ini.
'tahan farhan tahan, jangan sampe lo nyikat ni anak lagi dah' batin farhan menekan diri nya.
"nggak. males ah" tolak farhan memancing. reyna berdecak.
"ah dahlah males, pengen jadi jalanan aja biar lo ngeliatin gue terus" ucap reyna sok melas.
"jangan jadi jalan, entar di injek mau? enakan juga dipeluk rey" ucap farhan ambigu.
"bodoamat. ga peduli" ketus reyna yg sudah terlanjur badmood. farhan tersenyum sambil menekan tombol otomatis di mobil nya, lalu setelah nya meraih punggung reyna yg membelakangi nya lalu menariknya dalam satu dekapan.
cups
mata reyna terbelalak saat farhan tiba-tiba menyerang bibir tipis nya. hanya satu kecupan, tapi berhasil membuat reyna bergetar tak karuan.
"jangan ambekan mulu" ucap farhan sambil mengelus pipi reyna yg memerah karena tersipu. reyna hanya menanggapi nya dengan mengangguk.
"pipi lo merah rey? mau lagi yg lebih lama?" tanya farhan menaik turunkan alisnya. entahlah, reyna seperti sudah menjadi candu di dalam hidupnya. padahal dulu saat bersama sherin, farhan tak pernah seberani dan senyaman ini. reyna buru-buru mendorong tubuh kekar di depan nya ini saat ia mengingat malam dimana dirinya dan farhan khilaf.
"eh ga ada ya gak.... perasaan tadi gue bilang pipi deh bukan bibir" ucap reyna heran.
"ya ga papa lah sekalian silaturahmi rey" elak farhan membela diri. reyna menatap farhan jengah.
"tuh setir yg bener" ucap reyna mengalihkan perhatian. baru saja sekitar satu kilometer mereka diam, farhan kembali mengerem mendadak mobil nya karena ada dua pengendara motor yg mencegat mobil nya di depan.
ckittt
"eh rey" pekik farhan yg siap siaga menggunakan telapak tangan nya untuk menghalagi kepala reyna agar tak kepentok jok depan.
"aduh anyingg double kill kepentok mulu!! itu lagi brengs*k berdua siapa tuh" keluh reyna menggerutu. farhan memicingkan mata untuk memastikan siapa orang yg sudah berani menghalangi jalan nya.
"sial*n mereka lagi" lirih farhan.
"siapa? temen lo?" tanya reyna. farhan menggeleng.
"victor sama william. musuh geng gue sama rayn" jawab farhan apa adanya.
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YA KAKš„°