ALEXAND

ALEXAND
17. marah


__ADS_3

"eh eh WOYY SIAL*N MAU LO BAWA KEMANA ADEK GUE WOY!!" teriak rayn yg baru ngeh dengan apa yg terjadi. rayn pun berlari mengikuti langkah farhan yg terus membawa reyna pergi menjauh. satu hal yg pasti, rayn harus tau apa yg terjadi di antara sahabat dan adik kesayangan nya ini. Andre dan adis juga ikut mengikuti langkah rayn untuk menyusul farhan bersama reyna. karena adis sendiri juga harus menuntut penjelasan dan fakta yg mungkin di sembunyikan oleh reyna.


'sial*n lo reyna!! gue ga bakal biarin farhan jadi milik lo! sampai kapan pun gue ga bakal ikhlasin dia buat lo shit!! gue ga boleh ngelepasin farrel, tapi gue juga ga bisa kehilangan farhan' batin sherin mengepalkan tangan nya kuat penuh dendam. sementara farrel langsung berjalan pergi menjauh dari sherin karena ia merasa butuh kesendirian dalam tenang. ia masih tepukul dengan ucapan farhan tadi dan juga tak siap menerima fakta baru kalau pujaan hati nya itu kini menjadi kekasih orang lain.


farhan terus mengikuti langkah reyna, sementara kakaknya si rayn, malah bisa-bisa nya rayn berbelok jalan dan tak jadi mengikuti adik nya karena ia melihat dinda pacar nya ada di dekat taman. dasar kakak laknat!


"ngapain sih lu hah?!" semprot reyna menghentikan langkah farhan yg menyeret nya pergi.


"lu yg ngapain tadi?" tanya balik farhan.


"ngasih pelajaran buat pelakor! emang kenapa? lo ga terima gua nampar cewe lu heh?!" tanya reyna sinis.


"lah kok jadi-"


"iya iya gua tau iya... lo pasti belain dia kan? lo ga terima dong pasti haha" potong reyna cepat dengan mata bulat nya yg sudah mulai berkaca. entahlah, perasaan nya saat ini sedang campur aduk tak karuan. masih ada sakit tentang farrel, sekarang pula di tambah dengan kekesalan nya pada farhan yg menurut nya masih mencintai sherin.


"eh enggak rey... lo jangan salah paham dulu lah, gua cuma ga mau lo kenapa-napa. lagian gua udah ga peduli sama di-"


"lo ga peduli sama gue! lo lebih peduli sama dia hiks" sahut reyna yg mulai terisak. farhan kemudian mengusap setetes air mata di pipi reyna dengan lembut sambil menggeleng.


"gue peduli sama lo lebih dari yg lo tau rey, please ga usah sangkut pautin gue sama sherin lagi. do you remember that night?" tanya farhan mengusap pipi merah reyna. reyna mendongak dengan isakan tertahan.


"apa?"


"you are mine, and only you-" ucap farhan menatap dalam mata reyna. ia lalu merengkuh tubuh tinggi ramping itu dalam pelukan hangat nya. tapi reyna tetap menggeleng.


"No, I don't think so. she is still your everything until now" jawab reyna tersenyum kecut. farhan menghembuskan nafas nya gusar.


"you are my everything okay? dia udah bukan siapa-siapa lagi di hidup gue rey... please believe me" ucap farhan menggeleng sambil menangkup kedua bahu reyna. farhan menatap dalam mata reyna penuh arti, reyna tak melihat titik kebohongan di sana tapi reyna masih kekeuh menggeleng dan seolah menolak semua ungkapan farhan tadi.


"i'm is nothing! dont bother me!!" sentak reyna menghempaskan tangan farhan dengan kasar. reyna lalu berlari menjauh dari farhan. farhan hendak langsung mengejar nya tapi tangan nya di tahan oleh seseorang di belakang nya.


"ga usah di kejar dulu" ucap suara halus di belakang nya. ya, adis dan andre sudah melihat semua nya dari kejauhan tadi. farhan menaikkan sebelah alis nya pada adis, kemudian adis pun melepaskan kaetan tangan nya pada cowok kulkas itu.

__ADS_1


"tapi-" elak farhan terpotong.


"gue lebih tau reyna! dia itu cewe kuat, kalo dia udah nangis, berarti hati nya lagi bener-bener ga baik. cukup diemin aja dulu sampe dia tenang" ucap adis menatap lurus pada reyna yg berbelok di tikungan koridor dekat gerbang. tepat nya di arah toilet.


"terus gue harus gimana?" tanya farhan. andre menepuk-nepuk pundak farhan.


"sabar dulu bro... lagian lo juga sih, harus nya tadi jangan bawa reyna pergi dulu" ucap andre. farhan menaikkan sebelah alis nya, tanda ia bertanya 'kenapa?'


"for your information, reyna kalo udah ngamuk tuh paling ga suka di senggol orang. apalagi di seret pergi kek elu tadi, ya inti nya dia ga suka urusan nya di campurin orang lain!!" jawab adis yg sudah tau arti tatapan farhan pada pacar nya tadi.


"beb, aku duluan mau nyusul reyna" pamit adis pada andre.


"oke beb" jawab andre dan setelah nya pun adis menyusul sahabat nya ke toilet.


"salah lagi gua" lirih farhan menghembuskan nafas nya kasar setelah adis pergi. andre terkekeh.


"lagian elu juga sih, makanya jangan sembarangan nyeret anak orang" jawab andre. farhan menatap datar ke arah andre.


"sialan lo ndre"


"dih siapa lu nanya-nanya mulu" semprot farhan kesal.


"sialan lo han.. btw tadi rayn kan ngejar lu? mana dia?" tanya andre celingukan. farhan mengendikan bahu nya acuh.


"ga tau, gua bukan emak nya" jawab farhan.


"gua disini sama ayang mbeb" celetuk rayn yg muncul di belakang andre dan farhan dengan merangkul mesra dinda pacar nya. Adinda Fransissca Kusuma, adalah cewek cantik blasteran indo X bali X prancis yg berpostur tubuh tinggi ramping, sedikit lebih tinggi dari pada reyna. dia adalah pacar rayn sejak ia masuk semester tiga di WDI unniv.


"yee ketemu adinda prancis, pantesan aje" cibir andre.


"fransissca andreeeee bukan prancis" protes dinda mendelik. andre terkekeh.


"ya kan sama aja, lu kan kelahiran prancis awok awok" elak andre yg malah tertawa ngakak.

__ADS_1


"serah lo aja deh, btw farhan kenapa lu? diem bae?" tanya dinda menaikkan sebelah alis nya heran. jangan heran kalau dinda sudah akrab dengan trio ganteng ini, ya tentu saja karena dinda sudah terbiasa nongkrong bersama dengan andre dan farhan karena rayn kadang mengajak nya.


"nothing" jawab farhan singkat.


"real kulkas berjalan sih haha" ledek dinda.


"emang cuma kamu sih yang yg berani ngeledek ini anak" sahut rayn terkikik.


"eitsss salah lo ray!! reyna jauh lebih berani nyelonong sama farhan kok haha sampek mati kutu dia" bantah andre tertawa.


"ah iya sialan lo han! inget kan gue jadi nya... lo ada apaan sama adek gue? pacar? apaan tadi lo bilang pacar-pacar segala hah?!" tanya rayn beruntun pada farhan. farhan mendengus malas.


"farhan pacaran sama reyn?" tanya dinda menatap rayn. rayn menoleh pada dinda lalu menggeleng.


"ya ini kan baru mau nanya ke orang nya sayanggggg" ucap rayn memutar bola mata nya malas. dinda cengengesan.


"eh iya maaf sayaaangku, skuy di lanjutin nanya nya" ucap dinda kemudian.


"gimana woe diem mulu lu sariawan?!" sungut rayn tak sabaran.


"sakit gigi dia tuh" celetuk andre.


"berisik lu pada ah" omel farhan sebal.


"ye berbelit banget sih farhan ih" ucap dinda yg sudah ikutan kepo sejak tadi.


"iya gue pacar nya! dia pacar gue, ngapa lu ngab?" jawab farhan ketus.


"loh kok ngamok" pekik andre tertawa ngakak melihat tampang kesal farhan yg berhadapan dengan komuk ngece di wajah tampan rayn.


"lah siapa juga yg ngasih izin lu macarin adek kesayangan gue?" tanya rayn menaikkan sebelah alis nya. meskipun farhan adalah sahabat nya, tapi ia juga tak akan langsung menyetujui begitu saja tentang hubungan asmara nya dengan adik berlian nya itu. apalagi setelah rayn melihat sendiri sakit hati reyna yg pernah pecah karena farrel.


"tante rina sama om wisnu!!" sahut ketus farhan. ia kemudian pergi dari sana meninggalkan ketiga teman nya itu. rayn melotot tak percaya kalau mama papa nya sudah tau soal ini. satu hal yg bisa dia lakukan adalah dengan bertanya langsung pada kedua orang tua nya.

__ADS_1


"woahh jawaban yg singkat dan sangat kuat sekali everybody" salut andre geleng-geleng.


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YA KAK🄰🄰


__ADS_2