ALEXAND

ALEXAND
23. rival


__ADS_3

"oke di karenakan aku gabut dan juga kangen tidur di apartemen, gua pamit ke mama aja deh sekalian mo nginep di sana" lirih reyna bergumam. lalu setelah nya ia langsung melemparkan iPhone nya ke atas kasur dan langsung masuk ke dalam kamar mandi, dan segera bersiap untuk pergi ke apartemen farhan sesuai dengan yg ia katakan tadi.


...****************...


ting tungg


ting tungg


sudah dua kali reyna membunyikan bel di depan pintu apartemen farhan. tapi masih belum ada tanda-tanda kehidupan dari sana.


"ini bocah satu kemana si" gerutu reyna sebal. karena sudah lelah membunyikan bel di tambah lagi ini sudah lebih dari jam 8 malam, dan reyna tak mau mengganggu orang lain kalau terus spam bel. jadilah reyna memutuskan untuk menelepon farhan saja langsung.


📞calling Farhan❣️.....


farhan : dimana? lama banget otw doang


reyna : yee si nyolot!! gua dari tadi sampe jamuran berdiri depan bel nih


farhan : oh udah sampe?


reyna : udah! buruan arghh


farhan : oke bentar


tut tut....


farhan mematikan telepon itu sepihak dan membuat reyna makin menggerutu kesal.


"kenapa lama banget si? kuping nya di taro di mana mas?" tanya reyna berdecak kesal. niat awal nya kesini memang karena rayn memberitau kalau suasana hati farhan kurang bagus. tapi karena farhan membuat nya menunggu terlalu lama lah jadi reyna malah ikutan bad mood.


"ya sorry, ga denger orang gue di balkon" jawab farhan.


"lagian tuh kan ada kamar lo, kenapa ga masuk aja dulu?" tanya farhan menaikkan sebelah alis nya heran.


"udah tadi beberes. emang lu aja yg kelamaan malah nyalahin gue" omel reyna. farhan mendengus malas.


"iya iya maaf SAYANG... udah ayo masuk, kata nya tadi mau main ke tempat gue" ajak farhan memberi jalan untuk reyna masuk. ia sengaja menekankan kata sayang untuk reyna.


"busettt motor semua hiasan nya" ucap reyna karena sejak ia masuk ke apartemen farhan, hanya miniatur dan poster/foto motor yg terpampang.


"kan gue cowok" jawab farhan.


"lagian ini nih bukan kali pertama kamu kesini, baru sadar mba?" tanya farhan setengah mencibir. reyna memutar bola mata nya malas.


"hadehh bisa ga sih jangan nginget itu terus? gua malu sendiri astaga" keluh reyna manyun. farhan tersenyum tipis.


"gimana ga keinget yang? malam itu adalah malam terindah buat gue, ya meskipun dalam keadaan setengah sadar sih" ucap farhan yg malah menjadi-jadi untuk membahas hal ini.


"ah tau ah diminta lupain malah di bahas detail nya" gerutu reyna malas. farhan terkekeh.


"iya iya bercanda gue ayaaaangg... marah-marah mulu si tiap ketemu gue? dont forget about this, im a your future husband beib" ucap farhan menaik turunkan alis nya sambil mengelus-elus rambut panjang reyna.


"karena kamu nyebelin! bikin kesel mulu kerjaan nya si" gerutu reyna cemberut. farhan tersenyum lagi untuk kesekian kali nya, entahlah hanya dengan bertemu reyna saja sudah berhasil membuat mood nya kembali naik tak seburuk tadi.

__ADS_1


"hehe iya iya maaf, habis nya seru sih jahiljn kamu haha" ucap farhan meminta maaf sambil mencubit kedua pipi reyna dengan gemas.


"eh eh tangan kamu?" sedikit memar kemerahan di tangan farhan membuat reyna salfok dan langsung meraih tangan kekar yg tadi mencubiti kedua pipi nya.


"ini kenapa? kamu habis berantem?" tanya reyna memicingkan mata nya tajam. farhan menggeleng cepat.


"dihh enggak kok" elak farhan geleng-geleng kepala.


"terus ini kenapa? jangan bilang kepleset! tangan ga ada hubungan nya sama kepleset ya" tanya reyna tak percaya.


"sumpah yang serius deh!! tanya aja ke rayn kalo ga percaya" ucap farhan serius. reyna menajamkan tatapan nya pada farhan, mencoba mencari kebohongan di kalimat penjelas farhan tadi.


"kamu ga lagi boong kan?" tanya reyna. farhan menggeleng pasti.


"enggak sayang sumpah!!" pekik farhan mengacungkan dua jari peace nya.


"ya udah, mana kotak p3K kamu?" tanya reyna beralih celingukan mencari kotak putih bertanda + itu.


"di kamar"


"ya udah ayo kesana" ajak reyna menarik tangan farhan yg sejak tadi di genggam oleh nya.


"lah ngapain?" tanya farhan polos.


"main congkak! ya mau ngobatin memarmu ini lah" sahut reyna ngegas membuat farhan terkekeh kecil.


"oke ayo deh ayo... marah mulu, untung sayang" ucap farhan. mereka berdua pun akhirnya berjalan bersama menuju kamar farhan.


"lain kali kalo memar tuh buruan di obatin! kalo ga bisa kan kamu bisa hubungin aku?" tutur reyna sembari mengobati punggung tangan farhan. farhan melamun, ia menatap reyna yg duduk menunduk di depan nya dengan penuh arti.


"ARGHHHH GA BOLEH!!!" teriak farhan refleks yg membuat reyna terperanjat hingga terpelanting ke belakang. untung saja ada sandaran kasur yg menghalangi nya jatuh. untung pula tangan farhan sudah selesai di obati oleh nya.


"heh kamu kenapa si? apa yg ga boleh?" tanya reyna panik.


"kamu! kamu ga boleh di ambil sama siapa-siapa!!" jawab farhan tegas lalu memeluk erat tubuh ramping reyna. reyna makin tak mengerti dengan apa yg terjadi pada farhan.


"ini kenapa si? ada apa cerita aja" tanya reyna. farhan menggeleng kecil.


"ga ada yg boleh rebut kamu dari aku!" ucap farhan lirih. reyna tersenyum tipis.


"ga akan ada yg bisa. emang kenapa si tiba-tiba jadi gini hmm?!" tanya reyna sambil mengusap punggung farhan dengan lembut. berusaha menyalurkan aliran ketenangan untuk lelaki itu.


"ga ada" jawab farhan lemah sambil menggeleng dan melepas pelukan erat nya.


"ga usah bohong... bang rayn tadi bilang kata nya kamu habis emosi. sama siapa? dan kenapa? ceritain aja si.... lagian juga aku kesini emang sengaja mau hibur kamu kok" tutur reyna melembut penuh perhatian. jelas berbeda jauh dengan kenyolotan nya tadi.


"dia reyn, dia mau rebut kamu dari aku" ucap farhan dengan tatapan kosong.


"dia siapa?" tanya reyna kepo. farhan menggeleng.


"aku malah lebih berharap kalau kamu ga bakal tau dan ga bakal ketemu sama dia, udahlah lupain aja... yg penting aku mohon satu hal sama kamu ya?" ucap farhan menggenggam kedua tangan reyna. reyna menaikkan sebelah alis nya.


"mohon apa?"

__ADS_1


"jaga hati lah, jangan pernah percaya sama semua cowok yg enggak pernah kamu temui sebelum nya... gue udah ga mau sakit karena kehilangan cewek yg gue sayang lagi reyn" ucap farhan penuh pinta. sorot mata nya benar-benar hanya memancarkan ketulusan dan keseriusan yg membuat reyna serasa makin jatuh ke jurang hati yg farhan punya.


"iya aku janji, kita ga akan pisah. aku janji!!" ucap reyna mengaetkan jari kelingking manis nya dengan jari kelingking kekar milik farhan.


"tapi kamu juga harus janji dulu sama aku" ucap reyna menaik turunkan alis nya. ia sedang menunggu persetujuan dari farhan.


"apa itu?"


"sebisa mungkin, jangan berantem ya? gue ga mau khawatir seperti apa yg pernah menimpa bang rayn dulu. dan itu gara-gara geng motor kalian itu kan?" tanya reyna meminta. farhan mengangguk kecil.


"aku ga janji sayang, tapi bakal aku usahain" ucap farhan.


...****************...


"lo kemana aja sih rey kemaren susah amat gua telpon" gerutu adis saat reyna sampai di kelas dan menghampiri nya. reyna menaikkan sebelah alis nya heran.


"kenapa? kangen?"


"gua mau ngajak shoping sialan lu" umpat adis menjitak kepala reyna kesal. reyna tertawa.


"iya sorry, nanti deh pulang kampus kita serang mall, shoping sampe malem juga gue siap deh kalo demi sayangku idas ini uchhh" ucap reyna merayu adis yg sedang ngambek dengan nya. reyna mencubit kedua pipi adis dengan gemas.


"oke janji ya!! awas kalo ngilang lagi" ucap adis serius. reyna mengangguk sambil mengacungkan jari kelingking nya.


"janji"


"EH EH REYNAAAAA ADA COGAN YG NYARIIN LO TUH" teriak salsabila nyaring dari depan pintu kelas. anak itu memang suka heboh sendiri kalo udah ngeliat cowo ganteng.


"siapa? si farhan?" tanya reyna. salsa menggeleng.


"ishh bukan kak farhan, yg ini emang ga seganteng kak farhan sih. tapi ya sabi lah dibilang cogan" jawab salsa ceplas-ceplos. padahal orang yg di maksud oleh nya itu sedang berada di belakang nya, tepat di depan pintu keluar kelas.


"siapa rey?" tanya adis kepo. reyna mengendikkan bahu nya acuh.


"siapa si sal?" tanya reyna lagi. salsa memutar bola mata nya malas.


"ck. makanya kesini dulu dong reyna cantiikkkk, gua juga ga tau ini cowok siapa" keluh salsa mendengus malas. reyna pun berjalan mendekati salsa bersama dengan semua rasa keingintahuan nya.


"hai" sapa cowok tampan di depan pintu. cowok itu sendirian disana.


"emm maaf, emang gue kenal ya?" tanya reyna menaikkan sebelah alis nya bingung. cowok itu terkekeh.


"lo lupa? yg waktu malam itu sama cowok lo?" tanya cowok tampan itu yg ternyata adalah willy. reyna berpikir sejenak sambil mengingat, lalu ia mengangguk perlahan.


"ohh rival nya farhan. ada apa?" tanya reyna to the point.


"ga ada apa-apa sih, btw nama gue willy. dan gua cuma mau kasih ini doang" ucap willy menyodorkan secarik kertas putih pada reyna. reyna dan adis saling pandang tak mengerti.


"eh ini maksud nya apa- lah kemana tuh anak?" tanya reyna bertanya-tanya sendiri. adis menggeleng.


"ah itu ga penting reyn, yg penting sekarang itu tuh apaan isi nya?" tanya adis mengalihkan fokus reyna. reyna menimang-nimang kertas tadi sambil berfikir. sekelebat ucapan farhan semalam terbesit di fikiran nya.


"itu bukan BOM kan rey?" tanya salsa polos. adis menepuk jidat nya sendiri sementara reyna tertawa karena pertanyaan bodoh dari salsa itu.

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YA KAK🥰🥰


__ADS_2