ALEXAND

ALEXAND
35. Kebobolan?


__ADS_3

"Arghh panas!!" pekik Farhan tiba-tiba. Reyna yang baru saja berbalik badan setelah menaikkan Farhan ke ranjang nya pun menoleh.


"Hah? Panas? Ini dingin banget loh beb?" tanya Reyna beran.


"Nyalain Ac nya sayang." suruh Farhan sambil membuka satu persatu kancing kemeja putih yang ia pakai. Reyna menggaruk belakang telinga nya yang tak gatal. Farhan kenapa sih? Begitulah isi fikiran Reyna saat ini.


'Panas!! Rasanya aneh. Tadi gue minum apaan ya?' batin Farhan bingung. Ia merasa aneh dengan dirinya sendiri. Seperti ada sesuatu hal yang mengganjal kuat di dalam dirinya, seperti ada aliran gairah? Tapi kenapa?


"Ini udah paling dingin beb... Kamu kenapa si? Itu pake di buka semua baju nya astaga!!" pekik Reyna refleks menutup kedua mata nya dengan telapak tangan. Bagaimana tidak? Farhan melepaskan kemeja putih nya dan membuang nya ngasal ke lantai. Cowok itu sepertinya benar-benar kepanasan. Tapi kenapa? Udara dalam kamar itu sangat dingin bagi Reyna tapi justru jadi yang sebaliknya bagi Farhan.


"Arghhh masih panas banget! gerah." cicit Farhan makin menjadi-jadi. Panas yang ia rasakan seolah makin merambat ke seluruh bagian tubuh nya.


"Kamu demam?" tanya Reyna menunduk di depan Farhan yang tidur terlentang di kasur nya. Reyna menempelkan punggung tangan nya di jidat Farhan untuk mengecek suhu nya.


"Dingin kok? Terus apa nya yang panas?" tanya Reyna lirih. Ia masih tak habis pikir dengan tingkah Farhan malam ini. Baik Farhan maupun Reyna sepertinya masih tak menyadari kalau obat campuran dari Sherin tadi lah yang menjadi penyebab sikap aneh farhan.


Berbeda dengan Reyna yang tampak berfikir penuh heran, pandangan Farhan kini malah seperti seekor singa yang tengah kelaparan. Tanpa babibu, Farhan menarik tangan Reyna. Reyna yang tak siap karena kaget pun langsung terjatuh tepat di atas Farhan.


Kedua bola mata Reyna melotot kaget saat itu juga. Ditambah lagi dengan sorot mata merah Farhan yang nampaknya memang sedang tidak baik. Hembusan nafas Farhan pun juga tampak seperti berat.


cups


Farhan memulai aksinya dengan satu kecupan manis di bibir Reyna.


"Ah aku ga tahan lagi sayang... Bantu aku ya? Panas banget!!" bisik Farhan dengan suara serak nya. Sepertinya obat dari Sherin tadi telah membuat Farhan benar-benar kehilangan akal dan tak bisa mengendalikan hasrat serta ***** dalam dirinya.


'Sial! ini pasti ulah Sherin. Dia pasti udah masukin sesuatu di minuman Farhan. Pantesan aja dia ngeyel pengen nganterin Farhan pulang!' batin Reyna. Belum selesai dengan fikiran nya, Farhan kembali menarik wajah nya.


Farhan kembali mencium bibir Reyna, kali ini bukan sekedar kecupan. Farhan menjelajahi tiap inci bibir manis itu. Salah satu tangan nya merengkuh tubuh ramping Reyna agar tetap berada di atas nya, sedangkan yang satu lagi membelai lembut wajah cantik Reyna. Reyna tak menolak, hati dan tubuhnya memang sudah sejalan dalam hal ini. Tapi saat ia mulai merasakan ada sesuatu yang mengeras di bawah sana. Reyna langsung tersadar dan bergegas bangkit dari tubuh Farhan di bawah nya.


"Nggak boleh! Kesalahan itu ga boleh terulang lagi, apalagi ini karena pengaruh obat." lirih Reyna gugup dan bingung harus bagaimana. Farhan yang sudah tak kuat menahan diri, langsung menarik kembali Reyna. Lagi-lagi juga Reyna hilang keseimbangan karena tak fokus. Kali ini Farhan berganti posisi di atas Reyna.


"Mau kemana sih sayang?" tanya Farhan masih dengan suara serak nya. Malah nafas nya kian memburuh diselimuti *****. Farhan kembali menyerang bibir seksi Reyna dengan kelihaian nya. Padahal Farhan baru mengasah kemampuan alami ini saat beberapa waktu lalu bersama Reyna, tapi sepertinya cowok itu sudah cukup pandai dan selalu bisa menguasai keadaan.


Cara Farhan yang penuh cinta lembut dan manis, membuat Reyna sendiri hampir tak bisa menguasai dirinya sendiri. Ia tak mau melakukan kesalahan yang sama dengan Farhan, tapi kenapa semua hal yang berada di hadapan nya ini tampak sangat sayang sekali untuk di lewatkan? Sesekali Farhan beralih dari bibir Reyna dan berpindah ke kening, kedua kelopak mata, hidung, dan pipi juga dagu. Sampai akhirnya kembali menikmati bibir Reyna lagi.


"Beib, kamu mandi dulu aja ya? Please!!" pekik Reyna mendorong dada bidang Farhan agar menjauh dari nya. Farhan mengeryitkan alis.

__ADS_1


'Ah sial! Cowok gue gini banget sih aura nya... Bisa-bisa gue ikutan tergoda nih. Bukan terpengaruh obat, tapi terpengaruh roti sobek Farhan Arghhh!!' kesal Reyna yang malah terpana melihat keindagan perut six pack milik Farhan itu.


"Kamu suka kan? Ya udah, itu emang punya kamu." bisik Farhan dengan suara sensual nya tepat di samping telinga Reyna. Tak menunggu lama lagi, Farhan kembali menyambar bibir Reyna dengan penuh kenikmatan. Bibir nya mulai menelusuri leher jenjang putih mulus milik Reyna, Reyna memejamkan mata dengan tangan mecengkeram sprei kasur. Ia berusaha sekuat tenaga untuk tak mengeluarkan suara apapun.


"Ah ehmmmmpss beib!" lolos! Satu ******* itu lolos tanpa persetujuan dari empu nya. Bukannya berhenti, Farhan justru makin bersemangat melanjutkan aksi 18+ nya itu. Tangan Reyna menjambak rambut Farhan karena tak bisa lagi mengontrol dirinya. Cewek itu benar-benar hanyut di bawah permainan Farhan.


"You is mine!" ucap Farhan parau setelah meninggalkan satu jejak di dada Reyna. Entah sejak kapan pula jaket yang tadi di pakai Reyna itu kini sudah melorot sampai ke ujung lengan.


Farhan menunduk ke arah celana bahan hitam yang ia pakai, ia seperti hendak melakukan sesuatu dengan resleting itu. Sudah tau dengan apa yang akan di lakukan Farhan selanjutnya, kesadaran Reyna kembali. Ia mendorong tubuh Farhan hingga terduduk. Reyna kemudian bangkit dan membenarkan posisi jaket nya.


"Kenapa lagi hm?" tanya Farhan yang sudah hampir nyosor. Kali ini Reyna tidak bisa di tipu oleh tubuhnya sendiri. Ia melengos dan menangkup kedua pipi Farhan.


"Kamu mandi dulu ya please?" pinta Reyna. Farhan menggeleng.


"Nggak mau mandi, maunya kamu!" tolak Farhan kembali menarik wajah Reyna agar berhadapan dekat dengan nya. Reyna menggigit bibir bawah nya dengan wajah gusar.


"Nanti lanjut lagi, tapi sekarang kamu mandi aja dulu ya. Berendam! Bentar aja kok." suruh Reyna lagi. Tak mau mendengar penolakan apalagi sampai kebobolan, Reyna buru-buru bangkit dari ranjang dan menarik Farhan ke arah kamar mandi.


"Beib ga mau!" tolak Farhan lagi. Reyna sampai harus menuntun lelaki yang tak sadarkan diri itu sampai di dalam kamar mandi. Reyna menyalakan kran shower dan menimpakan semua percikan air dingin itu pada tubuh Farhan. Farhan hampir saja menarik Reyna untuk ikut mandi, tapi untung saja cewek itu lebih gesit.


"Udah kamu mandi dulu ya? Aku tunggu di luar. Oke?!!" pekik Reyna yang langsung keluar dan menutup pintu.


"Oh god! Tanda ini mengganggu, tapi bagus juga ya maha karyanya Farhan haha." gumam Reyna bermonolog sambil mengusap-usap bekas merah kebiruan di dada nya, bekas ulah Farhan tadi. Merasa sebal karena kiss mark itu tak kunjung hilang, Reyna lalu mengambil sebuah body lotion di meja Farhan dan mengusapkan ke bagian itu. Memang tak sepenuhnya menghilang, tapi lumayan bisa membuat tanda tadi sedikit memudar.


Cklek


Pintu kamar mandi terbuka saat Reyna sedang asyik menatap pemandangan langit malam jakarta di balik balkon kamar. Sunyi dan sepi, sangat berbanding tebalik dengan kondisi nya di siang hari.


"Ekhemmm!!"


"Eh? Udah selesai. Gimana beb udah hilang panas nya?" tanya Reyna menoleh ke belakang. Farhan sudah berdiri di tengah pintu dengan boxer hitam dan kaos singlet hitam pula yang masih menampakan lengan kekar penuh otot milik nya. Farhan mengangguk. Reyna menghembuskan nafas nya lega.


"Udah, maaf. Kayaknya tadi aku kelewatan ya beb?" tanya Farhan menunduk penuh rasa bersalah. Reyna berjalan mendekat lalu memeluk kekasihnya dengan erat penuh rasa.


"Its okay, aku ngerti kok. Kamu cuma terpengaruh obat doang." jawab Reyna dewasa penuh pengertian. Farhan membalas pelukan itu dengan membelai rambut Reyna dengan lembut, ada aliran kasih sayang yang mengalir di dalam nya.


"Makasih sayang!" ucap Farhan seraya mengecup kening Reyna. Reyna tersenyum. Mungkin yang tadi memang agak kelewatan, tapi Farhan sudah berhasil membuat Reyna merasa di perlakukan seperti ratu sejak menjalin hubungan dengan nya. Meskipun hubungan itu sendiri berawal dari sebuah kesalahan, tapi seiring berjalan nya waktu, hubungan itu jadi suatu benang halus yang terajut rapi dan indah oleh tangan takdir.

__ADS_1


...'Bertemu denganmu karena kesalahan, tapi bersama denganmu karena takdir tuhan'...


...•ReynaDavidson...


"Lain kali kalo ada masalah, larinya jangan ke club! Apalagi pas di ikutin sama mantanmu!" omel Reyna yang merubah raut wajah nya jadi garang lagi. Farhan kemudian melepaskan pelukan mereka.


"Enak aja! Kamu belum berhak marah ya beb, di sini tuh ceritanya kamu yang salah udah berani main belakang dari aku! Harusnya aku yang marah, ini kenapa jadi kebalik?" protes Farhan bersidekap dada. Handuk putih yang tadi ia pakai untuk mengeringkan rambut nya, kini nangkring manis di pundak kiri nya.


"Aku masih marah ya sama kamu! Kamu masih punya hutang penjelasan dan tanggung jawab soal Willy! Aku jadi kek tadi juga gara-gara kamu tau!!" ketus Farhan lagi. Reyna menaikkan sebelah alis nya.


"Dih emang aku ada nyuruh kamu buat mabuk-mabukan gitu?" tanya Reyna heran.


"Ya kan itu gara-gara aku setress ngerasain kamu beb!! Kalo aja kamu bilang lebih awal soal Willy, soal semua hal di antara kalian, aku pasti ga bakal tuh sampek ketipu sama Sherin! Pokoknya semua ini asal nya dari kamu, aku marah sampek hampir kelepasan sama kamu tadi juga gara-gara kamu!!" omel Farhan nyerocos panjang lebar.


'Enak aja langsung aku maafin! Gara-gara kamu aku mabok dan di racunin sama Sherin. Mana kamu ga tanggung jawab pula, tega-teganya bikin aku main solo. Arghhh pengen gua salip aja si Rayn biar gue sama Reyna aman kedepan nya.' batin Farhan menggerutu kesal mengingat kegiatan solo nya di kamar mandi tadi. Itulah sebabnya Farhan cukup lama berada di kamar mandi hingga ia yang awalnya kepanasan, kini jadi kedinginan.


"Lah aku aja ga tau kamu marah kenapa?" tanya Reyna polos. Farhan memutar bola mata nya malas.


"Kamu mantan nya Willy kan?"


Jledarrr


"Kok kamu tau?" tanya Reyna lagi.


"Kik kimi tii. Harusnya aku yang nanya, kenapa kamu ga pernah bilang hah?!" semprot Farhan makin kesal.


"Ya kan aku-"


Brak


"REYNA FARHAN!!" pekik suara berat dan keras dari arah pintu kamar. Dua manusia yang sedang ribut itu langsung menoleh bersamaan. Mereka sama-sama kaget saat melihat siapa yang datang.


"Abang?!!"


"Rayn?!!"


Pekik keduanya bersamaan. Jangan heran kenapa Rayn bisa masuk sendiri ke apartemen itu, jelas karena Rayn dan Andre tau password apartemen sahabat mereka sendiri.

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YA KAK🄰🄰


__ADS_2