
...'Dia memang punya masa lalu, tapi...
...sekarang dia punya gua.'...
...•Farhan_Alexand...
Bugh bughh
Perkelahian itu semakin lama semakin sengit, antara Farhan dan Willy sama-sama terus menyerang dan tak mau kalah. Tapi berhubung skill Farhan berada diatas rata-rata Willy, posisi Farhan jadi lumayan lah. Willy hampir tersungkur tapi Farhan masih bisa berdiri dengan tegak tanpa oleng sedikitpun.
Suasana kelas yang awalnya hening itu jadi sangat ramai karena di penuhi oleh anak-anak kelas sebelah yang ingin melihat keributan antara Farhan sang most wanted dengan Willy si anak baru yang juga tak kalah ganteng.
Farhan terus menyerang Willy tanpa henti untuk melampiaskan semua kesal dan kecewa di dalam hati nya. Disaat mood Farhan kurang baik, ia hanya membutuhkan satu hal. Yaitu sebuah pelampiasan!
"FARHAN WILLY STOP!!!" teriak Reyna yang langsung menengahi kedua laki-laki yang masih sibuk saling tonjok itu. Aktivitas penuh kekerasan dan emosi itu langsung berhenti saat wanita pawang itu menghentikan mereka.
"Stop! Kalian kenapa sih berantem kek anak kecil gini heh?!" Pekik Reyna pada kedua cowok itu bergantian. Willy tampak mengusap sudut bibir nya yang mengeluarkan darah segar, sedangkan Farhan tak bergeming sama sekali. Farhan bahkan lebih memilih untuk membuang pandangan mata nya ke segala arah dari pada harus menatap Reyna.
"Beib, kamu kenapa? Ga ada jam kuliah, sekalinya dateng bikin ribut. Ada apa hm?" tanya Reyna pada kekasihnya. Farhan enggan membuka mulutnya, jujur saja rasa kecewa nya berhasil menguasai seluruh perasaan dan diri nya sendiri.
"Beib kalo aku ngomong, tatap mataku!" ucap Reyna lagi. Kali ini tangan kanan nya menangkup dagu tegas Farhan agar menatap nya serius.
"Kenapa?" tanya Reyna masih setia dengan pertanyaan nya yang tadi. Farhan tersenyum kecut.
"Tanyain aja ke mantanmu!" jawab Farhan singkat sambil menunjuk Willy di belakang Reyna dan Adis. Farhan lalu menepis pelan tangan Reyna dan langsung beranjak meninggalkan Reyna dengan keterkejutan nya. Bagaimana Farhan bisa tau? Sedangkan Reyna belum sempat bercerita padanya?
Kerumunan tadi langsung otomatis terbelah membentuk sebuah jalan saat Farhan menatap mereka dengan tatapan singa nya. Farhan keluar kelas begitu saja dan hanya meninggalkan sepotong kalimat singkat dan menusuk untuk mengecam Reyna tadi. bersamaan dengan perginya Farhan, gerombolan penonton itu pun bubar barisan.
"Lo kenapa speechless gitu?" tanya Adis menepuk pundak Reyna dari belakang.
"Kok Farhan bisa tau hubungan gue sama Willy ya Dis?" tanya Reyna dengan tatapan kosong bercampur panik dan bingung. Adis mengeryitkan alis nya heran.
"Jangan bilang kalo lo belum sempet cerita ke kak Farhan dan dia udah keburu tau kabar itu dari orang lain?" tebak Adis mulai ikutan panik. Reyna mengangguk pasrah.
"Aduh Reyna... Lo gimana sih? Harusnya lo lebih terbuka dong sama kak Farhan, ini pasti dia makin salah paham nih sekarang. Terus lo mau gimana coba?" tanya Adis menepuk jidatnya sendiri. Reyna mengacak rambutnya frustasi lalu beralih menoleh ke Willy sebelum mengejar Farhan.
"Kak Willy ga papa kan?" tanya Reyna pada Willy. Willy tersenyum tipis sambil menggeleng.
"I'm okay Reyn, tuh kejar tuh pacar lo." suruh Willy mengalihkan. Reyna mengangguk.
"Ya udah gue duluan ya kak, bye!!" ucap Reyna sebelum pergi dan di susul oleh Adis. Reyna langsung bergegas lari menuruni satu persatu koridor menuju parkiran bawah, ia harus segera bertemu dengan Farhan. Sekarang juga!
Melihat perangai Reyna, Adis yakin pasti ia akan segera di ajak pulang untuk mengejar Farhan. Jadi Adis lebih dulu berinisiatif untuk kembali ke kelas nya dan mengambil tas nya serta tas milik Reyna.
Sementara di parkiran mobil...
"FARHAN!!!!" teriak Reyna melengking saat mobil sport hitam itu melaju meninggalkan halaman parkir.
"Arghhh bodoh Reyna lo bodoh tolol gobl*k!!" cicit Reyna memaki dirinya sendiri. Ia mengacak kasar rambut light brown nya karena saking frustasi nya.
"Dis gue harus ngejar Farhan. Lo ikut bolos nggak?" tanya Reyna setelah Adis mendekat dengan mengulurkan tas serta handphone nya.
__ADS_1
"Ikut lah! Gue harus mantau lo tetep baik-baik aja ya, soalnya lo suka ngelakuin hal-hal bodoh kalo udah bingung begini." ucap Adis mengangguk dan langsung masuk ke dalam mobil.
Sementara di tempat lain, sebuah mobil ferarri putih tampak sedang berusaha mengejar laju mobil sport hitam milik Farhan yang tengah melesat cepat membelah jalanan padat ibu kota yang telah memasuki waktu pulang sekolah.
...****************...
"Haha udah gue duga, setelah capek kebut-kebutan muterin jakarta. Pasti Farhan lari nya bakal kesini." ucap Sherin yang tersenyum miring di balik sebuah mobil putih. Rupanya semua ini memang sudah di rencanakan oleh nya, Sherin sengaja membuat Farhan terbakar api cemburu lalu emosi dan akhirnya Farhan akan melampiaskan semua emosi nya di tempat haram penuh gemerlap lampu ini. Sebuah club malam di pusat kota.
"Saatnya beraksi Sherin! Malam ini, Farhan harus bisa jadi milik lo lagi. Seutuhnya!" ucap Sherin yang memantau Farhan dari dalam mobil. Tampak lelaki itu memasuki Club dengan agak gontai, mungkin karena emosi nya sudah membaur dengan rasa lelah nya.
Sherin lalu mengambil sebuah kaca kecil dan lipstick untuk kemudian ia aplikasikan ke bibir nya. Ada yang bersiap beraksi malam ini demi bisa mendapatkan kembali cinta lama nya, Alias Farhan.
...****************...
"Aduh arghhh pusing!! Gue musti nyari kemana lagi dongm!!" keluh Reyna mendesah frustasi. Reyna sudah mencari Farhan kemana-mana dari tadi sore tapi belum ketemu sampai sekarang. Jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam, dan masih tak ada kabar sama sekali dari kekasihnya itu.
"Rumah utama udah, apartemen udah, markas motor juga udah, tapi ga ada hasil semua nya. Sayaaaaanggg kamu dimana sih?" tanya Reyna gelisah menatap bintang-bintang yang bertaburan di langit sunyi.
"Kira-kira siapa ya yang bisa gue tanyain info tempat pelampiasan nya Farhan selain abang? Kalo gue tanya ke abang, pasti ga bakalan deh gue diizinin keluar malem-malem gini." ucap Reyna bermonolog. Kebetulan Rayn sedang tak ada di rumah, ia sedang ikut bisnis tour papa nya ke Bandung bersama mama nya juga.
"Ahha!!! Kan ada Andre yang bisa gue gunain buat nginfo beginian... Ah bisa-bisa nya gue lupa kalo punya dia." ucap Reyna kegirangan setelah mendapatkan ide cemerlang itu.
Reyna langsung buru-buru mengambil Hp nya yang tegeletak di kasur dalam kamar.
📞Calling Kak Andre....
Andre : Halo Rey kenapa?
Andre : Bantuin apa?
Reyna : Farhan kalo lagi emosi, tempat pelampiasan nya kemana?
Andre : Lah emang dia kenapa?
Reyna : Tadi habis berantem sama Willy gara-gara gue.
Andre : Kok bisa?
Reyna : Ah itu nanti aja nanya nya.... Sekarang kasih tau gue dulu, dimana tempat lari nya Farhan?
Andre : Lo udah nyari ke apartemen nya belum?
Reyna : Udah. Tapi nggak ada.
Andre : Night Club udah?
Reyna : Hah?
Andre : Iya night club, Farhan tiap ada masalah berat pasti pelampiasan nya ke mabok-mabokan begituan. Lo mau nyari kesana? Biar gue temenin nih sekarang.
"Iya juga ya.. Kok gue ga kepikiran sampek kesitu ya? Malam pertemuan gue sama Farhan kan juga berawal dari tempat itu. Gue punya firasat buruk soal ini, kenapa gue jadi kepikiran sama Sherin yang ambisi banget pengen ngerebut Farhan lagi ya?" lirih Reyna bergelut dengan isi otak nya.
__ADS_1
"Oh s*it!!" umpat Reyna tanpa sadar.
Andre : Reyna woy gimana? Mau gue temenin nggak?
Reyna : Gue sama Adis aja deh kak, lo ga us-
Andre : Eitsss ga boleh! Pacar gue ga boleh ke tempat begituan, kalian berdua kan sama-sama cewek ga ada yang jagain nanti. Udah sama gue aja, gue langsung otw ke rumah lo ini.
Reyna : Oke deh, tapi jangan bilang ke bang Rayn ya?
Andre : Iya gampang.
Reyna : Oke buruan, feeling gue ga enak!
Andre : Hmm iya.
Tut tut.....
Reyna langsung menyambar jaket kulit putih di atas sofa kamar nya untuk ia pakai pergi. Dengan setelan rok jeans pendek, tangtop hitam dan sepatu sneakers serta jaket putih sebagai pelengkap nya, Reyna langsung bergegas turun ke bawah. Ia hanya membawa handphone saja di tangan nya, tanpa tas atau yang lain.
...****************...
"Kenapa Rey? Gue kurang apa ke elo? Sebenernya apa sih yang lo cari hah?" ceracau Farhan dengan mata yang sudah hampir terpejam karena sudah kebanyakan minum. Entah sudah berapa gelas vodka yang telah ia teguk.
"Haha ga bisa! Gue ga bisa kehilangan elo. Bagaimanapun caranya, lo harus jadi milik gue dan cuma milik gue doang... Ga ada orang yang boleh nyentuh lo selain gue sendiri ahhahaha!!" ucap Farhan makin tak karuan arah nya. Dan saat inilah sosok perempuan dari masalalu Farhan itu datang.
"Hai?" sapa Sherin seolah ia hanya kebetulan bertemu dengan Farhan. Farhan menoleh.
"Ngapain lo?" tanya Farhan dengan nada yang mulai oleng kemana-maan.
"Mau minum, gue lagi banyak beban fikiran. Lo sendiri ngapain disini? Cewek lo mana?" tanya Sherin memulai rencana yang telah ia siapkan dari tadi. Farhan tersenyum kecut.
"Lagi asik-asikan sama mantan nya kali." jawab Farhan ngelantur. Sherin menyunggingkan senyum nya melihat wajah penuh tekanan yang di tunjukkan oleh Farhan. Satu lagi gelas penuh vodka itu di teguk hingga tandas oleh Farhan.
"Oh... Berarti sama aja dong. Ini kamu juga ga sengaja ketemu mantan kamu di tempat kek gini." ucap Sherin. Senyuman jahat terukir di wajah antagonis Sherin. Sepertinya Farhan mulai masuk ke dalam jebakan yang ia buat. Entah ia sadar atau tidak, tapi sebuah senyum miring penuh arti muncul dari wajah dingin Farhan yang terluka.
Sementara tanpa disadari oleh Farhan, Sherin mengedipkan sebelah mata nya kepada waiters club. Seperti sedang mengirim sebuah kode untuk orang itu. Dan benar saja, satu wadah serbuk halus di masukan ke dalam sebuah gelas putih bening yang entah akan di berikan kepada siapa.
"Mau cheers lagi?" tanya Sherin menawarkan jebakan. Farhan mengangguk-angguk saja, sebagian lebih dari dirinya sudah di kendalikan oleh alkohol yang sedari tadi ia teguk.
"Mas, vodka satu lagi ya!" pesan Sherin kepada waiters tadi. Ternyata gelas bening bertaburkan serbuk tadi memang sengaja di tujukkan untuk Farhan.
Ting
Baik Farhan maupun Sherin, mereka sama-sama meneguk minuman beralkohol itu setelah cheers bersama. Sherin menatap Farhan yang meneguk habis minuman berisikan obat dari nya tadi. Laki-laki itu benar-benar telah terbuai oleh mabuk hingga tak menyadari kalau Sherin punya niat buruk di balik minuman yang ia habiskan barusan.
'Sebentar lagi, kamu dan aku akan menjadi satu. Farhanku sayang!' batin Sherin tersenyum miring.
Berhasil! Semuanya berjalan sesuai dengan rencana Sherin. Lancar tanpa kendala yang menyusahkan. Kini, laki-laki yang ingin ia miliki itu sudah kembali ke dalam pelukan nya. Hanya tinggal menunggu beberapa menit lagi untuk Farhan benar-benar kehilangan kesadaran nya, dan ia akan menjadi satu bersama Sherin malam ini!
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YA KAK🥰🥰
__ADS_1