
"Beb?"
"BEB WOEEE!!"
"Eh hah?!!" sahut Reyna menoleh kaget. Farhan menghela nafas.
"Mikirin apa si?" tanya Farhan heran. Reyna menghembuskan nafasnya kasar kemudian menyandarkan kepalanya di pundak sang kekasih.
"Kepikiran Willy?" tebak Farhan. Reyna mengangguk kemudian memeluk Farhan dengan erat.
"Iya. Kenapa dia jadi kek gitu si beb?"
"Kek gitu gimana?"
"Dulu Willy ga selicik ini, dia dulu baik. Baik banget!!" jawab Reyna hampir terisak. Farhan mengelus-elus rambut Reyna dengan penuh kasih sayang.
"Dia emang kek gitu sejak pertama kali aku sama Rayn ketemu dia di geng motor sialannya yang suka nyari rusuh itu. Sekitar tiga tahun lalu. Mungkin sikapnya emang beda cuma pas sama orang yang dia sukai doang kali."
"Ga usah terlalu di fikirin, itu kan dulu. Sekarang ya sekarang, dulu ya dulu." sambung Farhan lagi. Reyna manggut-manggut.
"Aku cuma takut aja kalo nanti Willy nekat jahatin kamu!" jawab Reyna.
"Ahahaha kamu ga usah khawatirin aku! Kamu harusnya khawatirin diri kamu sendiri beb, aku malah takutnya nanti Willy macem-macem nekat sama kamu." elak Farhan.
"Helleh aku sih aman selama ada kamu hihi." sahut Reyna terkikik kecil. Farhan tertawa menoel hidung mancung Reyna.
"Sekarang mau pulang atau masih mau ngeliatin danau?" tanya Farhan setelah ia merasa kalau suasana hati Reyna mulai membaik. Dua sejoli ini sedang berada di tepian danau yang cukup sepi karena hari ini hari kerja dan sekolah, tak banyak orang. Hanya ada beberapa kepala saja yang terlihat memenuhi area danau.
Sejak dari kampus tadi, Reyna mengajak Farhan pergi ke danau ini. Hanya untuk self healing saja, melepaskan semua beban berat di fikirannya.
Reyna mengangguk.
"Mau pulang aja!"
"Pulang ke apartemen kamu atau apartemen aku?" tanya Farhan menaik turunkan alis. Reyna tiba-tiba teringat lagi dengan kejadian malam itu saat mereka berdua sama-sama mabuk dan Farhan berhasil menguasai dirinya.
"Heh!! Enggak ada ya. Anterin pulang ke rumahku aja lah, bang Rayn bisa ngamuk nanti." omel Reyna. Farhan terkekeh.
"Kamu pasti mikir jorok ya kan? Ngaku!!" tuduh Farhan. Reyna menggeleng cepat.
"Ga ada!!"
...****************...
"Gue curiga sama Black Dragon." ucap Rayn tiba-tiba. Cowok itu baru saja kembali dari toilet yang ada di markas. Farhan yang sedang main kartu bersama Andre dan dua teman geng motornya pun menoleh.
Farhan malam ini sedang nongkrong santai di markas motornya bersama teman-temannya yang lain. Reyna tadi pamit akan ke mall bersama Adis, karena Adis malam ini akan menginap di rumah Reyna. Maklum lah, besok libur nguli. Eh ralat!! Maksudnya libur kuliah.
"Apanya yang lo curigain?" tanya Farhan heran. Rayn mengakhiri chatnya dengan Dinda terlebih dahulu sebelum ia beralih pada Farhan.
"Tumben udah lama mereka ga bikin rusuh, jangan-jangan mereka punya rencana jah-"
"Astaghfirullah liar banget otaknya mas!! Suudzon mulu lu, kasian gua sama anak-anak BD. Berulah dihajar, ga berulah juga di curigain." celetuk Andre geleng-geleng kepala.
"Ya kan siapa tau aja Ndre!! Mereka mana pernah absen kek gini ya kan? Apalagi di tambah scandal garis segitiga antara adik gue, Farhan sama Willy. Nah apalagi kita semua tau kan? Sebelum Willy ingat siapa Reyna, Victor kan juga naksir tuh sama-"
"Arghhh berisik nyet!! Ga usah di bahas mulu bisa ga si? Ga usah bawa-bawa Reyna lagi. Udah ga ada sangkut pahutnya sama Willy apalagi Victor!! Sekarang Reyna sama gue doang woeeeeeeeee!!" sungut Farhan kesal.
"Weh weh weh santai brader jangan ngegas dulu santai!!" pekik Andre bertepuk tangan tak jelas.
"Dih pede amat lu bisa jadi satu-satunya?" ledek Rayn. Farhan mendelik tajam.
"Gue buktiin minggu depan nyet!! Awas aja lu. Tunggu aja gue datengin bokap nyokap buat nemuin papa mama lo. Gua langkahin lu hah!!" protes Farhan bersungguh-sungguh.
"Buktiin aja. Its okay gue dilangkahin sama Reyna, asal caranya bener!" ucap Rayn tak kalah serius. 'Asal caranya bener!' kenapa tiga kata ini seolah seperti sebuah firasat? Masalahnya adalah, ini firasat baik atau justru menjadi firasat buruk?
Ah entahlah, kita tunggu saja kelanjutan kisah tentang firasat ini, nanti!
"Oke fine! Gue janji nih sama lo, gue bakal dapetin Reyna dengan cara yang bener." jawab Farhan menyanggupi janjinya sendiri.
'Meskipun awalnya dulu pake cara yang kurang bener si. Tapi ah ga papa lah, yang penting kan niat gue sekarang beneran baik buat cinta gue sama Reyna!! Asal semoga Rayn ga tau soal scandal malam itu. Kalaupun harus terbongkar, semoga aja gue udah nikah sama Reyna dulu waktu itu.' sambung Farhan berbicara dalam hatinya.
"Wahh lo mau nikahin Reyna Han?" tanya Putra, salah satu teman geng motornya.
Farhan mengangguk.
"Iya, dulu kan gue pernah bilang kalo gue pasti bakal nikah lebih dulu dari pada kalian. Keknya beneran bakal dikabulin sih sama tuhan!" jawab Farhan sombong.
__ADS_1
"Ck ck. Shombhong AMAT!!!" semprot Andre ngegas.
"Rayn dilangkahin, nyawa lu banyak kali ah."
"Wah Selamat ya Han? Berarti batangan punya lo sekarang ga cuma di pake buat pipis doang!!" celetuk Putra. Semuanya tertawa, Andre yang paling ngakak.
"Batangan ga tuh awok awok!!"
"Bakal dapet sangkar dia men. Mantep ga tuh ahahah!!" sahut Putra lagi. Memang cowok satu ini punya otak 21+ yang kelewat aktif.
"Bwahahahahaha sangkar ga tuh"
"Sialan gue ngerasa kek elu pada nistain adek gue di depan mata gue woeeee!! Bubar bubar!!" lerai Rayn geleng-geleng kepala.
"Dih yang bakal dilangkahin, pake segala iri dih." ledek Andre.
"Gue sama Dinda tahun depan nyet!!" sembur Rayn kesal. Mereka tertawa lagi.
"Han buruan kawinin Reyna ya, gue tunggu keponakan dari lo! Lumayan lah buat rame-ramean di markas. Yoi ga tuh?" ucap Putra menepuk-nepuk pundak Farhan.
"Yoi mamen!! Kita tunggu Farhan junior jilid satu-nya." celetuk Andre membenarkan.
"Ntar kalo launching, jangan kasar lu! Adek gue nangis entar." ucap Rayn ambigu tiba-tiba. Mereka tertawa lagi, selain Farhan. Rasa bersalahnya kembali muncul karena candaan Rayn.
"Jangan lupa nanti kabarin kita, rasanya malam pertama tuh kek gimana ahahah." celetuk Putra lagi.
"Dahlah setress lu pada!!" sembur Farhan kemudian berdiri, ia mengkode teman-temannya dengan menunjuk arah belakang markas. Yang berarti dia akan pergi ke toilet.
'Kenapa gue ngerasa ada sesuatu yang tersirat di ucapan Rayn tadi ya? Feeling gue ga enak. Apa jangan-jangan bakal ada masalah lagi ya?' batin Farhan was-was di dalam perjalanannya menuju toilet.
...****************...
"Reynaaaaaaaaa woeee!!!" teriak Adis melengking. Reyna yang sedang menimang-nimang dua baju pun menoleh dengan sebal. Memang ya, sahabatnya ini benar-benar tak bisa berada dalam mode silent meski hanya satu menit saja.
"Apaaaaaa Adisssss!!"
"Gue ngelihat mantan lo Rey!! Masuk ke toko sebelah tuh." pekik Adis masih saja heboh padahal nafasnya sudah seperti puasa senin-kamis. Jarang-jarang!
"Oh. Mantan doang?" tanya Reyna memutar bola matanya cuek.
"Ihhh emang lo tau siapa yang gue maksud?" tanya Adis sebal. Reyna menggeleng polos.
"Rey ck. Ah ga seru ah lo mah ga ada serunya kalo di ajak bahas mantan." gerutu Adis kesal. Reyna menghela nafas. Tetap sabar dan tetap tersenyum Reyna!! Jangan sampai kau jadikan Adis sebagai tumbal, semenyebalkan apapun dia, dia tetap sahabatmu!
"Hmm ya udah iya, siapa sih hm?"
"Farrel sama-"
"Sherin?" tebak Reyna cepat. Bukan karena cemburu atau apa, tapi karena Reyna ingin segera menyudahi perdebatan hanya seputar mantan doang ini.
"Bukan, tapi sama Lenita!!" jawab Adis yang sontak membuat satu alis Reyna terangkat.
"Lenita anak pariwisata?" tanya Reyna memastikan. Adis manggut-manggut semangat.
"Iya Rey!! Cewek yang selalu mau menang unggul dari lo itu, tapi sayangnya dia ga pernah menang sih haha. Miris banget ga tuh!!" celetuk Adis julid mode on. Reyna tertawa receh.
"Cewek aneh, super kepedean, dan sok cantik yang sukanya mepetin cowok yang pernah mepet ke gue?" ucap Reyna memancing jiwa julid Adis. Adis menjentikkan jarinya dengan semangat 45.
Tik.
"Ah thats right!!"
...****************...
"Pulang kita pulang!!" seru Adis yang masih banyak tenaga dan belum mengantuk, makanya dia masih bisa heboh.
Sudah ada banyak sekali paper bag di tangan Reyna maupun Adis, mereka juga sudah makan tadi. Dan sekarang adalah waktu yang tepat untuk segera pulang.
"Lah?" cicit Reyna memicingkan mata. Adis menoleh heran.
"Kenapa lagi lo?"
"Keknya itu Sherin sama temennya Willy deh? Ya nggak?" tanya Reyna memastikan pada Adis terlebih dahulu. Adis mengangguk dan tentu saja heboh.
"Wehh si Sherin emang setress kali ah! Baru juga lusa tuh ganti cowok, sekarang udah gandeng orang baru lagi dong!!" pekik Adis geleng-geleng kepala.
Jiwa rese Reyna memberontak keluar, cewek itu lantas buru-buru berjalan menuju Sherin dan Victor yang akan memasuki ibox di dalam mall itu. Melihat langkah gesit Reyna lantas membuat Adis kelabakan sendiri, sedikit berlari menyusul langkah lebar penuh semangat dari sahabatnya.
__ADS_1
Biasanya Reyna akan acuh, tapi moodnya malam ini sedang ingin mencari keributan!
"Cih! Pantes aja Farhan nolak balikan sama lo sampek setengah mati. Ternyata gegara lo SASIMA ya Sher?" celetuk Reyna setelah sampai di belakang sepasang sejoli itu. Keduanya lantas memutar punggungnya.
"Reyna?!!" pekik Victor kaget. Sementara Sherin langsung memasang tampang sinis andalannya tiap kali bertemu dengan Reyna. Seorang gadis yang berani menggeser posisi teratasnya di hati Farhan. Gadis yang sudah berani merebut Farhan dari tangannya!
"Sasima?"
"Sana sini mau!" ketus Reyna sinis. Kedua bola mata Sherin lantas membulat seolah ingin keluar dari tempatnya dan menikam perempuan yang telah berani menghinanya ini.
"Maksud lo apa hah? Lo mau ngajak ribut sam-"
"Ah bac*t!! Gue sibuk, Farhan udah nungguin gue pulang. Bye!!" potong Reyna tersenyum sinis, melambaikan tangannya dengan sarkas kemudian berbalik pergi begitu saja.
"Huuuu!!" sorak Adis mengejek sebelum mengikuti Reyna pergi.
"Bangs*t woy gue belum selesai ngomong!!" teriak Sherin marah.
Reyna mengacungkan jari tengah tanpa menoleh. Sherin mengepalkan tangannya geram. Arghh!!
Sementara Victor tampak terpesona memperhatikan langkah dan gerak tubuh Reyna yang kian menjauh. Tampak sangat cantik, mungkin memang tidak seseksi Sherin yang lebih besar di bagian depan dan belakang, tapi body ramping Reyna tampak sangat pas, berkelas dan sepertinya juga belum pernah terpakai.
Readers be like : Lah belum tau dia!!
Sorot mata tertarik yang sangat tak bisa disembunyikan oleh seorang Victor. Sherin menyadari arti tatapan lapar dari lelaki di sampingnya.
"Lo suka sama dia?" celetuk Sherin. Victor menoleh kaget.
"Eh?"
"Atau lebih tepatnya lo tertarik sama tubuhnya?" tebak Sherin lagi. Victor tersenyum kecut.
"Dulu sih iya, tapi sekarang makin susah. Farhan sama Willy sama-sama berebut Reyna. Gua ga mungkin ngehianatin Willy meskipun sebenernya gue pengen!" jawab Victor mengendikkan bahunya acuh.
"Terus lo nyerah gegara Willy temen lo gitu?"
"Gue ga nyerah tapi gue juga nyari siasat aja Sher. Gimana caranya gue dapetin Reyna tapi gue ga perlu sampai kehilangan Willy."
"Setakut itu lo dibenci Willy?" tanya Sherin heran.
"Willy itu amunisi terbaik yang gue punya. Kalo ga ada dia, gue ga bakal bisa seperti sekarang. Ya intinya kehadiran Willy berperan banyak lah." jelas Victor yang terbuka pada Sherin untuk pertama kalinya.
Sherin menggeleng tak mengerti, rumit!
"Tapi kenapa sikap dia ke elo itu seolah-olah lo adalah bos-nya? Kalau Willy yang berpengaruh, harusnya lo yang manggil dia bos."
"Itu karena Willy sebenarnya rendah hati sih. Dia ga pernah mau jadi pemimpin anak-anak, dia lebih suka membaur jadi anam buah. Willy itu aslinya baik, cuman ya dia jahat karena otaknya gue cuci aja haha." terang Victor apa adanya. Sherin tersenyum miring, satu ide menguntungkan terbit.
"Gue bisa bantu lo kalo lo mau!"
"Bantu apaan?"
"Bantu lo buat dapetin Reyna, hanya satu malam. Dan dia bakal jadi milik lo!!" jawab Sherin menaik turunkan alisnya penuh siasat jahat, Victor tertawa hambar.
"Kenapa?"
"Kenapa apanya?" tanya Sherin mengerutkan kening.
"Kenapa lo mau bantu gue dapetin Reyna? Bukannya lo sendiri udah terbiasa nemenin gue tiap malem ya?" ledek Victor yang mengira kalau Sherin hanya bercanda. Sherin berdecak.
Hello brother?? Gue lagi serius woe!!
"Haha bukan itu maksudnya beib!!" cicit Sherin merangkul pinggang Victor dengan sangat manja. Memang sudah tak terhitung lagi berapa malam panjang yang mereka lewati bersama. Yo know lah guys, selain mencari surga dunia mereka juga ngepet! Cari duit wkwk. CANDA YA CANDA!!
"Tapi ya kan lo tau sendiri. Hubungan kita itu cuma sebatas nafsu, hasrat, dan rasa puas semata. Ga lebih! Kita berdua saling membutuhkan dan mungkin juga udah ketergantungan, tapi Farhan tetep jadi incaran gue! Lo tau itu kan?" tanya Sherin lagi. Victor mengangguk. Memang itulah faktanya! Ia dan Sherin hanya dua orang makhluk penuh nafsu dan hasrat. Tak ada landasan cinta, hanya nafsu!
"Ya terus?"
"Gue mau ngerekam jejak jelek Reyna di otak Farhan. Kalo dia dulu bisa ninggalin gue karena ketahuan main semalaman sama Farrel, berarti Farhan juga bisa nyampakin Reyna kalau dia tau Reyna udah ngelakuin itu sama lo!"
Victor geleng-geleng takjub mendengar penuturan sadis Sherin.
"Dasar lo licik! Ahahaha lo perempuan paling brengs*k yang pernah gue temuin Sher, tapi gue suka. Gue setuju sama ide lo!!" jawab Victor mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan. Sherin tersenyum puas dan menjabat tangan Victor.
"Oke deal!! Lo bakal dapetin Reyna, dan gue bakal bikin Farhan ilfeel sama Reyna."
"Tapi gimana caranya? Lo udah ada rencana? Keknya menjebak Reyna adalah hal yang ga bisa dianggap sepele deh." tanya Victor menaikkan sebelah alis.
__ADS_1
"Lo tenang aja, biar gue yang mikirin gimana caranya nanti."
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YA KAKš„°š„°