ALEXAND

ALEXAND
14. paksa


__ADS_3

"sial*n mereka lagi" lirih farhan.


"siapa? temen lo?" tanya reyna. farhan menggeleng.


"victor sama william. musuh geng gue sama rayn" jawab farhan apa adanya.


"eh eh mau kemana lo?" tanya reyna mencekal lengan farhan yg hendak keluar dari mobil lambo nya.


"turun. mereka ga bakal pergi kalo ga di hadepin dulu" sahut farhan melepas pegangan tangan reyna.


"jangan keluar. ga usah diladenin" ucap reyna penuh pinta.


"ga bisa rey, gua keluar dulu sebentar doang" tolak farhan menggeleng.


"gue ga mau lo kenapa-napa nanti! pokok nya lo ga boleh keluar" kekeuh reyna makin mengeratkan genggaman tangan nya pada farhan.


"gue harus keluar rey" ucap farhan mendengus kesal.


"ga boleh!"


brak brak


salah seorang cowok yg lebih tinggi bernama victor itu menggebrak kap mobil farhan agar segera keluar.


"gue harus keluar rey.. tuh lo liat mereka udah mulai" jawab farhan.


"gue bilang ga boleh ya ga boleh" kekeuh reyna lagi.


"gue ga suka di atur! lo ga bisa ngendaliin gue sesuka hati lo!" bentak farhan refleks karena reyna tak kunjung melepaskan lengan nya. reyna terhenyak kaget. tak jauh berbeda dengan reyna, farhan sendiri kaget dengan emosi nya yg bisa membentak reyna. tapi hal itu tersembunyi dalam raut wajah datar nya.


"iya gue juga sadar diri kok... toh hubungan kita ada karena masalah. pengakuan lo atas gue juga karena scandal itu kan? gue cuma ga mau lo terluka doang" jawab reyna dingin. rengekan nya tadi sudah berubah menjadi nada bicara yg angkuh dan cuek. dalam diam nya, farhan merutuki kebodohan nya barusan tapi ia tetap harus keluar dari mobil.


"sorry rey, gua ga bermaksud bentak lo... tapi gue tetep harus keluar. lo tetep disini aja" ucap farhan sebelum benar-benar keluar dari mobil. reyna tak bergeming sama sekali, ia sudah masabodo dengan farhan yg menurut nya sulit di atur.


di luar mobil...


"ada gerangan apa nih raja jalanan jadi lamban gini?" tanya victor dengan nada mengejek.


"lo sama cewek lo? pantesan lama.. ngapain aja lu?" celetuk willy sambil mengintip jendela depan farhan. kaca mobil nya adalah kaca film, jadi wajah reyna tak akan terlihat jelas dari luar, mungkin willy maupun victor hanya bisa melihat sekelebat bayangan nya.


"bukan urusan lo! minggir gue lagi males ribut" usir farhan. victor mendekat lalu menepuk-nepuk pundak farhan.


"relax han santai, gue sama willy cuma pengen basa-basi doang kok.. lagi pun lo cuma sendiri, gue mana pernah main keroyok?" ucap victor tersenyum tipis. entah ada apa di balik senyum nya.


"cih.. memori pendek! lo yg udah ngeroyok temen gue sampe tewas di tempat!!" sahut farhan dingin. sebenarnya geng motor antara farhan dan victor dulu hanyalah musuh dan lawan dalam arena balapan, tapi sejak kejadian salah satu teman farhan di keroyok oleh geng victor, jadilah konflik antar geng itu berkepanjangan. apalagi dari pihak farhan dan rayn tak punya cukup bukti yg kuat untuk menuntut mereka.


"ya itu cum-"


"shutt udah will, lo udah lega kan ketemu raja jalanan ini? ya walaupun rayn nya kagak sih.. dah lah kita balik aja" ucap victor mengajar willy pergi. willy menaikkan alis nya.


"serius bos?" tanya willy tak yakin. victor mengangguk.


"jangan cari ribut sama dia, kasian cewek nya entar khawatir" ucap victor remeh. mendengar nada bicara tak enak dari victor membuat amarah farhan meledak tak terkendali.


"lo pikir gua takut lawan lo hah?! maju sin-"

__ADS_1


"FARHAN CUKUP!!" teriak reyna menghentikan kata demi kata yg akan keluar dari mulut ganas farhan yg sudah tersulut emosi. reyna yg baru saja turun dari mobil langsung menghampiri farhan dan dua orang cowok itu.


"lo ngapain keluar? kan gue udah bilang tunggu di mobil aja" omel farhan. reyna tak menggubris nya.


"pergi lo berdua, ganggu orang lagi kencan aja" semprot reyna pada victor tanpa takut. ia tak tau siapa cowok di depan nya, tapi yg pasti pun reyna tak peduli siapapun orang yg mengganggu nya maka akan ia sembur langsung.


"cantik bos" bisik willy pada victor yg juga sampai terdiam karena terpana melihat kecantikan reyna ditambah anggun nya gaun yg sedang ia gunakan. victor mengangguk pelan. menyadari hal itu membuat farhan langsung otomatis menyeret reyna ke belakang tubuh nya.


"sekali lagi lo ngeliatin dia sampek kek begitu, lo urusan sama gue!!" bentak farhan sarkas. hal itu menyadarkan victor dan willy dari lamunan nya. farhan langsung menarik tangan reyna dan menyuruh nya masuk ke dalam mobil lagi.


"pacar lo bukan nya lain dari itu han? itu siapa lo?" tanya willy kepo. mereka adalah musuh, tapi sama-sama doyan basa-basi padahal hidup aja udah basi banget ya kan.


"pacar gue! minggir lo gue mau lewat" sungut farhan dingin.


"cantikan yg ini sih, udah buat gue aja tuh cewek. dan sebagai ganti nya geng gue ga bakal gangguin lo lagi" tawar victor seenak jidat.


"ga minat!!" bentak farhan sarkas dingin. ia langsung masuk juga kedalam mobil.


tin tin tin


farhan mengklakson berkali-kali agar victor dan willy minggir.


"MINGGIR WOY BAJING*N!" teriak farhan mengeluarkan kepala nya lewat jendela mobil. victor langsung menyuruh willy untuk sedikit meminggirkan motor nya agar farhan bisa lewat.


"yah bos kok di lepasin gitu aja sih" gerutu willy kecewa.


"gua ngajakin lo olahraga malem buat berantem sama dia, bukan malah nyapa kek tadi" sambung willy mengeluh sebal. victor malah tertawa tak jelas.


"gue udah dapet ide yg lebih bagus dan akurat" ucap victor. willy memutar bola mata nya malas.


"gue suka sama pacar nya. dan lo pasti tau? gue kalo udah suka sama orang, ya bakal gue usahain semua cara sampe dapet" ucap victor ambisius.


"lah terus sherin? lo kan udah macarin cewek nya farhan sebelum nya. yakali lo mau ngambil yg ini juga? niat banget lo gangguin farhan sampe ke akar" tanya willy heran.


"ahahah gue udah ga peduli sama sherin. dia terlalu murahan buat gue pertahanin, cowo nya aja ada di setiap tempat bukan cuma gua sama farhan doang.. lagian tu cewek udah ga perawan. bodoamat dah tuh" jawab victor mengendikkan bahu nya acuh.


"ga perawan? kok lo tau?" tanya willy merasa aneh.


"udah pernah gua cobain, niat nya sih biar farhan marah karena gue ngambil cewek nya... eh ternyata udah kagak ori lagi" jelas victor santai.


"ck ck sial*n lo bos... udah maen srepet aja" cibir willy. victor tertawa sumbang.


"udah lah skip masalah sheri, mending lo bantuin gue mikir gimana cara nya dapetin pacar farhan yg tadi. kek nya itu cewek baik luar dalem" ucap victor menepuk-nepuk pundak willy sahabat nya.


"galak gitu yakin lo?" tanya willy lagi. victor mengangguk.


......................


"tadi kenapa keluar?" tanya farhan. reyna tak menjawab. ia lebih tertarik menatap jalanan lenggang malam hari.


"rey?" panggil farhan. tetap nihil.


"Reyna Putri Davidson" ulang farhan agak keras di telinga reyna. reyna menoleh malas.


"apa"

__ADS_1


"tadi kenapa turun?" tanya farhan ulang.


"ya terserah gua lah, lu siapa? emak gua?" tanya balik reyna. ia lalu kembali menatap jalanan di depan nya lagi. farhan menghembuskan nafas nya kasar.


"lo marah sama gue?" tanya farhan. reyna mengendikkan bahu nya acuh.


"entah"


"sorry deh kalo gitu, gue minta maaf soal tadi" ucap farhan memasang tampang melas nya. tepat setelah itu farhan sudah membelokkan mobil nya dan masuk ke dalam area rumah megah keluarga reyna.


"basi!" sahut reyna singkat. ia lalu membuka knop pintu tapi tak bisa.


"bukain pintu nya, gue mau keluar" suruh reyna cuek.


'ngambek nih pasti, gue tadi bentak nya keterlaluan apa gimana ya?' batin farhan bertanya-tanya.


"maafin gue dulu" ucap farhan.


"ga dulu deh, gue sibuk. buruan bukain ish" suruh reyna makin kesal.


"maafin dulu, gue serius ini minta maaf rey... sumpah tadi ga sengaja ngebentak lo kok" pinta farhan mengedip-ngedipkan mata nya dua kali.


'imut banget sih ini cowo' batin reyna menahan gejolak gemas nya pada farhan. sampai tanpa ia sadari sampai menggigit bibir bawah nya sendiri.


"kenapa bibir nya digituin? lo ngode gue ya?" tanya farhan menggoda reyna yg terlihat salting.


"dih najis!!" maki reyna memasang tampang songong nya lagi.


"cepet bukain han" pinta reyna kesekian kali nya.


"maafin gue dulu!" pinta farhan ngeyel.


"ga mau"


"maafin gak?" tanya ulang farhan.


"gak!" tandas reyna penuh penekanan.


"oh jadi lo maksa gue?" tanya farhan dengan senyuman miring nya. reyna sempat ngeri dengan simrikan farhan tapi ia tetap saja ngeyel menolak.


"paksa aja kalo bisa" tantang reyna yg tak tau bahaya apa yg akan menyerang nya.


tanpa babibu lagi, farhan langsung melepas seat belt nya dan dengan satu gerakan saja wajah tampan nya sudah berada tepat di depan wajah cantik reyna. reyna mendelik dan mengerjap beberapa kali karena kaget.


"lo pikir gue ga bisa hm?" tanya farhan yg sudah berada tepat di depan reyna. bahkan hidung mereka sudah saling bersentuhan. reyna menelan saliva nya susah payah.


'mamp*s gue malu-malu tapi mau gilak ni anak' batin reyna takut tapi ngikut wkkw.


"ehmm han lo apaan dah minggir nggak?" suruh reyna berusaha mendorong bahu farhan. tapi tenaga nya tak sebesar itu, farhan masih santai di tempat nya sejak awal.


"ga akan sebelum lo maafin gue" sahut farhan enteng dengan sorot mata yg tak pernah lepas dari bola mata hitam reyna. sementara reyna makin kalang kabut oleh nya.


"minggir dulu... kalo diliat orang dari luar gimana coba?" kecoh reyna mencoba mengalihkan perhatian farhan.


"kaca mobil ini ga tembus dari luar rey.. jadi tenang aja. gue bakal tetap seperti ini sampe lo maafin gue nanti" jawab farhan menelan saliva nya. entahlah ada sesuatu yg ia tahan mati-matian saat ini tapi ia sendiri tau, ia tak akan mundur sebelum mendapat kata maaf dari reyna atas kesalahan nya tadi.

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YA KAK🄰


__ADS_2