
"Gue mau pulang!" ucap Farhan yang merasa lebih pusing dari sebelumnya.
"Aku anter ya?" tawar Sherin. Farhan menggeleng. Ia masih belum sepenuhnya kehilangan kesadaran nya.
"Ga usah!" tolak Farhan yang langsung bangkit dari duduk nya. Dengan langkah sempoyongan dan sesekali menyentuh tiang tembok agar ia tak terjatuh, Farhan berusaha berjalan hingga keluar dari club itu.
Sampai sebelum ia berhasil mencapai pintu utama club, tubuhnya sudah benar-benar akan ambruk. Sherin yang memang sudah mengikuti nya dari belakang pun langsung buru-buru menangkap tubuh tinggi tegap itu dan di papah menuju parkiran.
"Tuh kan! Aku bantuin ya sampai ke mobil?" tawar Sherin lagi.
'Sebentar lagi, obat itu akan segera bereaksi. Aku ga akan lepasin kamu, sayang.' batin Sherin dengan simrikan licik nya.
"Gue bisa-"
"Udah Farhan... Biar-"
"Gue aja! Farhan pulang sama gue." potong suara perempuan yang menghampiri mereka. Reyna. Ia datang bersama Andre di samping nya. Andre sudah tidak kaget lagi melihat Farhan karena ia sudah sering sekali melihat tampang kusut Farhan sepertu ini, saru kebiasaan buruk dari teman nya ini memang sudah terlanjur mendarah daging dan sulit di hilangkan.
"Sayang?" lirih Farhan dengan mata sudah tak bisa melek sempurna. Farhan langsung melepaskan diri dari Sherin dan beralih memeluk Reyna. Farhan bisa saja marah dan kecewa, dia juga bisa saja mabuk sampai hilang akal, tapi dia tidak akan lupa kepada siapa ia pulang. Hanya Reyna lah rumah untuk dirinya.
"Kak, lo bawa Farhan ke mobil nya ya? Nanti kakak pulang aja dulu, biar gue yang nganter Farhan pulang!" suruh Reyna. Andre mengangguk lalu memgambil alih tubuh Farhan dari pelukan Reyna.
"Eh ga bisa dong! Gue yang nemuin dia, berarti dia pulang sama gue." protes Sherin panik, ia berusaha meraih tangan Farhan lagi tapi buru-buru di tepis kasar oleh Reyna dengan tersenyum sinis.
"Lo udah ga ada di list hidup dia sist! Jaga image dikit lah jadi cewek. Li udah ga di anggep! Kehadiran lo udah ga penting lagi. Sekarang, Farhan punya gua dan itu ga akan pernah berubah!!" ucap Reyna datar penuh penekanan. ia lalu mendorong bahu Sherin.
"Heh? Gue cinta pertama nya! Dan elo cuma pengisi hari-hari dia setelah patah hati doang. Jadi ga usah belagu! Balikin dia ke gue sekarang." balas Sherin tak kalah sengit. Reyna yang sudah punya mental sekuat baja dan anti pukul, langsung maju dan mendekatkan bibir nya di telinga samping Sherin.
"Bedain dulu sama sekarang! Sekarang Farhan punya gua, lo ga usah gatel! Kalo gatel, minta garuk tuh sama cowok-cowok di dalem club. Jangan mepetin cowok orang! B*TCH!!" bisik Reyna dengan penekanan super ekstra di belakang nya. Ia tersenyum remeh penuh cemooh. Reyna langsung berbalik pergi sebelum emosinya makin teruji nanti nya.
"Heh wanita sialan! Ini belum berakhir!!" teriak Sherin geram. Reyna tak menoleh, hanya memberikan acungan jari tengah nya pada wanita itu.
'Duh dia bawa temennya Farhan, gue ga bisa ambil Farhan lagi sekarang. Terus obat yang di minum Farhan tadi gimana dong? Arghhh jangan sampek cewek sialan itu yang malah menikmati malam ini sama Farhan!!' batin Sherin khawatir.
"Oke Reyna, lo nggak mau ngasih Farhan dengan cara baik-baik kan? Berarti lo mau pake cara kotor! Kalo lo ga mau pisah sama Farhan, gue bakal bikin Rayn misahin kalian berdua! Lihat aja pembalasan gue nanti." ucap Sherin yang terbesit satu ide. Kalau malam ini rencana nya bersama Farhan gagal, maka kegagalan ini akan jadi satu cara buat misahin mereka lewat seorang Rayn. Rayn Putra Davidson yang sangat posesif dan menyayangi adik nya lebih dari apapun.
"Bakal gue buat hubungan kalian toxic di depan Rayn!" ucap Sherin lagi. Ia langsung buru-buru mengeluarkan iPhone nya dari tas untuk menghubungi Rayn.
Sherin tidak punya nomor Rayn, tapi ia tau username instagram milik Rayn.
📤@raynpdv
Lo kakak nya Reyna kan?
Lo ga bisa jaga adik lo ya?
Gw ketemu dia sama pacarnya di club
__ADS_1
"Haha lo pikir gampang ngelawan gue? Enggak segampang itu bit*h!" gumam Sherin bermonolog. Tiba-tiba iPhone nya kembali berdering.
Drtt drtt
📥@raynpdv
Lo pikir gue percaya?
📤@amdsherin
Terserah! Gue cuma ngasih tau doang
📥@rynpdv
No pict, HOAX!
"Cih ga percayaan banget! Untung aja gue butuh elu." gerutu Sherin sebal. Ia lalu buru-buru mengejar Reyna dan Farhan. Untung saja kedua manusia itu masih berada di dekat mobil Farhan dan belum pergi. Karena ada Andre di sana, Sherin pun mengakali posisi foto jepretan nya agar seolah-olah Andre tak terlihat di sana.
Ckrek
📤@amdsherin
📷(send a photo)
Masih mau bilang ini Hoax?
"Sekarang gue tinggal tunggu kabar kalian putus gara-gara terciduk!"
...****************...
"Lo beneran bisa sendiri Rey? Gue bisa kok temenin lo sama Farhan ke rumahnya." tanya Andre sekali lagi.
"Gue bisa kak, kak Andre mending pulang aja. Kasian kan tante sendirian gara-gara om ikut papa bisnis tour?" tolak Reyna.
"Tapi lo pulang nya nanti pake mobil ap-"
"Gue ga papa, santai aja lah." potong Reyna cepat.
"Ya udah deh, gue juga tadi cuma bilang sebentar sama nyokap. Lo jaga diri baik-baik sama Farhan!" pesan Andre sebelum berbalik dan pergi ke mobil nya sendiri.
"Ayo pulang beib!!" rengek Farhan menyeracau. Reyna memapah tubuh nya dan memasukan nya ke dalam mobil.
"Iya, kita pulang." jawab Reyna mengangguk setelah memastikan Farhan sudah duduk di kursi samping kemudi. Farhan tersenyum tipis dengan mata yang sudah hampir terpejam, ia lalu mengecup singkat pipi kanan Reyna. Reyna tersenyum sambil membalas mencium pipi kanan Farhan. Bau alkohol yang sangat pekat! Reyna lalu bergegas menutup pintu untuk masuk di pintu sebelah.
"Jangan tinggalin aku sayang!!" gumam Farhan lirih. Baru saja Reyna kembali masuk ke dalam mobil di kursi kemudi, tangan kekar Farhan menggenggam erat jemari tangan Reyna.
"Ga ada yang boleh deketin kamu selain aku. Dont leave me ok?" ceracau Farhan lagi. Matanya sudah tertutup rapat, tapi bibirnya terus saja mengutarakan isi hati nya. Memang seperti inilah kondisi seseorang pasca mabuk. Semua isi hati dan fikiran yang awalnya terpendam dan tak bisa nampak di permukaan, akan mencuat keluar dengan sendiri nya tanpa bisa di cegah.
__ADS_1
"Dia cuma mantan kamu, bukan pacarmu lagi! Kamu sekarang udah punyaku beib... Dia ga berhak lagi atas kamu, aku ga mau ini terjadi lagi!!"
"Kamu ga boleh berduaan sama Willy lagi! Aku cemburu tauuuuuuu!!"
"Aku ga suka kamu deket-deket sama dia.... Niat dia ga baik! Dia mau misahin kita berdua." cicit Farhan lagi dan lagi. Ia terus saja menyeracau ngalor ngidul. Reyna mengelus punggung tangan Farhan yang masih menggenggam tangan nya erat.
"Iya, aku janji ini yang terakhir kali." jawab Reyna lembut sambil membelai rambut Farhan yang jadi acak-acakan karena pengaruh mabuk itu.
"Do you promise?" tanya Farhan dengan mata yang tiba-tiba sedikit terbuka. Reyna mengangguk sambil mengelus pipi Farhan.
"Iya sayang, i'm promise." jawab Reyna mengangguk serius. Farhan sempat tersenyum tipis sebelum akhirnya kembali tertidur. Mata indah nya sudah kembali terpejam erat. Sepertinya ia sudah bisa tertidur tenang setelah semua beban di hati dan otak nya sudah berhasil ia lampiaskan keluar dengan ceracauannya tadi.
"Maaf, kamu jadi begini gara-gara aku sayang!" ucap Reyna tersenyum kecut. Tangan lembutnya mengelus pipi Farhan yang sudah mulai lelap dalam tidurnya. Reyna langsung menancap gas pergi dari club itu menuju ke apartemen Farhan. Menurutnya, lebih baik membawa Farhan pulang ke apartemen nya saja dari pada nanti pulang ke rumah utama malah jadi masalah karena kondisi Farhan yang kurang baik.
...****************...
"Sialan! Baru ditinggal semalam udah aneh-aneh aja dia." gerutu Rayn menggenggam erat iPhone di tangan nya dengan kesal.
"Ga bisa di biarin! Gue ga boleh asal percaya sama Sherin, tapi gue juga harus mastiin sendiri kebenarannya. Gue harus ke apartemen Farhan sekarang juga!" ucap Rayn lagi.
"Gue yakin 100% pasti dia pulang ke apartemen. Farhan ga pernah pulang ke rumah utamanya setiap habis balik dari Club. Gue harus izin ke papa sekarang! Reyna lebih penting dari acara bisnis beginian." ucap Rayn kemudian bangkit dari kasur nya. Ia sudah berada di kamar hotel yang telah di persiapkan di acara bisnis tour. Sebagai anak pertama, apalagi laki-laki. Wisnu memang sudah mengharuskan Rayn mengerti urusan perusahaan sejak ia masih duduk di kelas tiga SMA.
📞Calling Papa....
Wisnu : Halo Rayn? Kenapa?
Rayn : Rayn mau pulang malam ini, jadi Rayn ga bisa ikut acara besok.
Wisnu : Loh kenapa? Kan kamu udah izin ke dekan?
Rayn : Ada urusan mendadak sama Farhan.
Wisnu : Urusan apa?
Rayn : Pengen tau aja urusan anak muda. Maaf ya pa
Wisnu : Hmm ya udah ga papa, kamu hati-hati ya!
Rayn : Iya, titip salam buat mama. Rayn ga bisa pamit ke kamar kalian soalnya.
Wisnu : Iya.
Tut tut.....
"Oke gue meluncur langsung ke apartemen si kunyuk."
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YA KAK🥰🥰
__ADS_1