
"ya karena aku butuh jawaban... mama ku ga mau jawab, lalu aku harus tanya siapa lagi? cuma kamu yg lebih tau pasti tentang kita di masalalu kan? come on tell me about all of it" pinta Willy memelas sambil mendekap kedua tangan reyna. Reyna menarik nafas panjang lalu menghembuskan nya dengan kasar.
"okay, I will tell you all about it. But first, I want to your apologize" ucap reyna. Willy menaikkan sebelah alis nya heran.
"kenapa harus minta maaf dulu?" tanya Willy penuh tanda tanya. ia jadi makin tertarik untuk mengetahui sepenggal kisah yg ia lupakan karena kecelakaan nya.
"oke sebelumnya lo janji dulu bakal maafin gua kan?" tanya Reyna memastikan sekali lagi.
"iya gue maafin kuy cerita buruan" omel Willy tak sabaran.
"jadi tuh gini eh ga cukup, lanjut part dua" ucap Reyna malah bercanda. Willy menatap datar ke arah Reyna karena tak kunjung serius dari tadi.
"Rey come on gue udah kepo beneran, elo malah niruin anak tiktok" gerutu Willy sebal. Reyna tertawa.
'cantik sih, sayang nya sekali gue tau malah udah jadi mantan. di gebet sama sepupu gue sendiri pula' batin Willy terpesona melihat reyna ketika tertawa riang.
"jadi gini nih...."
-flashback on-
"gue mau putus! putus! putus! dan putus!!!" ketus Reyna penuh penekanan saat itu. Empat tahun yg lalu, tepatnya sekitar januari 2017. di sebuah Cafe cantik bergaya klasik di jakarta. sepasang kekasih atau lebih pantas di sebut calon mantan kekasih itu sedang bertengkar hebat di meja paling ujung pojok yg berada di rooftop lantai dua. suasa cafe saat itu sudah relatif sepi karena jam sudah menunjukan pukul sepuluh lebih sedangkan jam setengah 11 cafe sudah tutup total.
"beb ayo dong please... jangan putus putus terus, aku ga mau kehilangan kamu! titik!" tolak seorang cowok tampan berhoodie putih waktu itu. dia jelas adalah seorang Willy William.
"tapi gue mau putus! kamu tuh ga bisa ngertiin gue tau ga? giliran kamu aja yg di pepet cewek mau nya gue ngertiin terus, janji kamu mana hah?! mana coba sebutin satu aja Wil" ucap Reyna dengan mata mulai perih karena bendungan air mata nya hampir tumpah.
"ga ada! kamu cuma pinter jagain raga gue, bukan hati gue!!" ucap Reyna tercekat. air mata nya sudah tumpah.
"kamu selalu bisa jauhin semua cowok yg mau deketin aku, tapi kenapa kamu ga bisa jauhin satu aja cewek yg aku minta hah? kenapa? kamu masih nyimpen rasa sama Annisa hah?!! JAWAB!!" tukas Reyna lagi. ia sampai menggebrak meja di depan nya demi menyalurkan emosi nya yg sudah meluap. willy menghembuskan nafas nya kasar. ia tau ia salah, tapi reyna tak perlu menghukum nya dengan kata putus.
"beb aku bisa jelasin, kamu tenangin emosi kamu dulu ya?" tutur Willy lemah lembut. ia hendak mengusap lelehan air mata di pipi kanan bocil kesayangan nya itu, tapi buru-buru di tepis kasar oleh Reyna yg memang emosi nya tak stabil, juga berego tinggi. karena saat itu Reyna masih duduk di bangku kelas 9 SMP, sedangkan Willy sudah masuk kelas 11 SMA.
"aku ga butuh di tenangin willyy...... aku butuh bukti! mana janji kamu sebelum kita balikan dua bulan lalu hah?! kamu lupa apa gimana? haha emang sih ingetmu cuma sama Annisa kan ya" ucap Reyna lagi. Willy mengusap kasar rambut nya karena frustasi.
__ADS_1
"beb aku-"
"AKU MAU PUTUS!! balikan aja sana sama Annisa... terserah apa mau kamu!" ketus Reyna berdiri dari duduk nya. Willy mencekal lengan putih mulus Reyna.
"Beb im so sorry okay? aku kan bisa-"
"enggak perlu! i dont care all about you!" ucap reyna penuh penekanan. Reyna kemudian pergi begitu saja meninggalkan tempat willy yg frustasi dengan semua ini.
"makasih buat semua nya, tapi maaf gue udah ga bisa ngelanjutin sama orang yg ga bisa pegang janji nya sendiri" Reyna menoleh sejenak lalu kembali pergi. Willy tak mengejar Reyna ataupun menghalangi nya, ia tau kalau saat ini Reyna hanya membutuhkan waktu dan kesendirian. begitupun dia, dia juga perlu berpikir dalam sepi. Willy masih duduk di sudut pojok Cafe meskipun hanya kurang dari 5 menit saja cafe akan segera tutup. sampai setelah ia melihat Reyna masuk ke dalam mobil yg menjemput nya, baru lah Willy keluar dari cafe.
"ARGHHHHHH sial!! Annisa lagi Annisa lagi!!" pekik Willy melampiaskan emosi dengan meninju jok motor nya.
"gue ga bisa kalo harus tanpa lo rey" lirih willy sebelum naik ke atas motor dan melesat pergi. entah kemana.
02.13
drtt drtt
Reyna menangis sepanjang malam sejak pulang dari Cafe tadi. ia yg mengakhiri hubungan nya dengan Willy, tapi tak bisa di pungkiri juga kalau ia sebenarnya sedikit menyesal karena harus melepaskan sosok laki-laki yg telah menjadi cinta pertama nya itu. ia menahan air mata nya mati-matian saat masih berada di mobil bersama sopir, lalu ia tumpahkan semua emosi dan tangis nya yg pecah di dalam kamar nya yg hening dan sunyi.
hening karena sepi, sunyi karena tempat dimana ia biasa nya selalu sleep call dengan Willy itu kini sudah sirna. hanya karena satu kata kejam yaitu 'putus!'.
📞willy❤️ is calling.....
"willy? angkat ga ya? gue masih marah, tapi gue kangen juga" lirih Reyna bimbang sampai telepon itu mati sendiri.
drtt drtt
📞willy❤️ is calling.....
"ah angkat aja deh, meskipun gue cuma diem" ucap Reyna pada diri nya sendiri lalu menarik tombol hijau di layar display.
📞 : ini dengan keluarga korban?
__ADS_1
Reyna : hah? siapa nih? kok cewek?
📞 : oh maaf mba, ini saya perawat di rumah sakit jakpus. ini adalah Handphone milik korban yg baru saja tiba
Reyna : korban? (lirih Reyna pelan, pikiran nya mulai amburadul)
📞 : iya mba, kebetulan Handphone ini tidak di privat dan nomor mba ada di urutan paling atas jadi saya menghubungi mba nya
Reyna : ini bercanda? cuma prank kan? cepet kasih Hp nya ke Willy
📞 : saya tidak bercanda mba, ini pasien sudah masuk ICU karena kecelakaan
*deg!
'willy*!!' panggil reyna dalam hati nya. Hp yg ia tempelkan di daun telinga tadi sudah terjatuh bebas ke atas kasur.
"nggak! ini ga bisa... gue harus kesana dan mastiin kalo Willy cuma ngeprank gue!!" pungkas Reyna langsung bangun tanpa cuci muka atau apapun. ia hanya menyabet jaket kulit di atas sofa nya lalu bergegas membangunkan Rayn untuk meminta nya mengantarkan ke rumah sakit jakpus.
...****************...
"dek udah dong tenang dulu, Willy pasti baik-baik aja kok" tutur Rayn berusaha menenangkan Adik nya, Reyna. karena Reyna sedari tadi terus saja menangis dalam dekapan nya, ia benar-benar menyesali kejadian beberapa jam yg lalu itu. apalagi saat salah satu teman Willy yg ada di rumah sakit itu bilang kalau sebelum kecelakaan, Willy sempat mengajak beberapa teman nya ke salah satu club di jakarta dan mabuk. kemungkinan besar jelas adalah kalau Willy kecelakaan karena alkohol yg ia konsumsi.
"hiks hiks gimana kalo Willy ga baik-baik aja? aaaa abaangg gue pengen muter balik waktu lagi hiks" sahut Reyna tergagap oleh tangis nya yg tak kunjung mereda.
"sssttt dia pasti baik-baik aja lah" sahut Rayn membenamkan kembali wajah Reyna ke dalam dekapan agar sedikit tenang. tak berapa lama pun pintu ruang IGD itu terbuka lebar.
kriettt
"dokter! bagaimana keadaan anak saya dok?!!" pekik Bu Revi, mama Willy dengan panik. sangat nampak sekali raut wajah ketakutan akan kehilangan anak semata wayang nya itu. fikiran nya sudah kacau dan terus berfikir negatif sejak ia mendapatkan kabar kecelakaan dari pihak Rumah Sakit. Reyna langsung sontak berdiri di ikuti oleh Rayn di samping nya.
"operasi berjalan dengan lancar bu, pak. tapi-"
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YA KAK🥰🥰
__ADS_1