
📞Sherin is calling....
"Ck. Si sengkuni lagi!" gerutu Farhan malas membaca nama kontak yg tertera di layar iPhone nya itu. Farhan menyebut Sherin adalah sengkuni karena sifat jelek nya sama seperti tokoh sengkuni di kisah mahabarata pandawa yg suka mengadu domba. Farhan yg tak mau ambil pusing pun kembali meletakan Hp nya dan fokus lagi ke monitor laptop.
Farhan : Apa?
Sherin : Ih galak banget sih beb.
Farhan : Buruan ada apa? Gue matiin nih kalo ga penting!
Sherin : Eh eh jangan dulu dong... Aku ada hot news buat kamu!
Farhan : Apaan buruan!
Sherin : Kamu apa kabar dulu nih? Kamu dimana? Aku kangen tau!!
Farhan : Itu hot news nya? Cih basi! gue tutup aj-
Sherin : Reyna selingkuh!!
Farhan sontak membatalkan niatnya untuk mematikan telepon karena ia ingin tau apa maksud Sherin berkata seperti itu.
Farhan : Basi! Ini cuma dalih buat lo misahin gue sama dia kan? Sorry Sher, ga mempan!
Sherin : Ihh aku serius tau!! Kemarin sore dia masukin cowok lain loh ke dalam rumah, aku ada kok bukti foto nya, semalem mau aku kirim ke kamu tapi kamu ga bisa di telepon.
Farhan : Gue ga percaya. Paling cuma akal-akalan lo doang!
Sherin : Terserah kalo lo ga percaya. Bentar gue kirim foto nya!
Farhan : Serah!
tut tut....
"Nggak nggak nggak mungkin! Reyna ga mungkin sembarangan nerima tamu cowok. Gue udah pernah ngelarang dia buat nerima tamu cowok kalo lagi sepi kan? Kalaupun iya, pasti itu sodara dia sendiri. Positif thingking Han, lo ga boleh percaya ke orang yang jelas-jelas punya niat ngehancurin hubungan lo sama Reyna!" ucap Farhan bermonolog.
drtt drtt
📩Sherin
📷(mengirim sebuah foto)
"Oh ****!" umpat Farhan saat melihat foto teras rumah Reyna. Bukan rumah nya yang membuat ia mengumpat, tapi karena dua orang beda jenis yang tertangkap oleh foto itu. Reyna dan seorang laki-laki yang wajah nya sangat familiar bagi Farhan, ya dia adalah Willy.
"Willy? Ngapain Willy nemuin Reyna? Kok Reyna ga bilang ke gua?" ucap Farhan mengepalkan tangan nya tanpa sadar. Ia langsung menyambar kunci mobil di meja lalu pergi keluar ruangan.
"Eh eh Farhan mau kemana kamu!!" panggil Trisal yg kebetulan bertemu dengan putra nya itu di depan pintu.
"Kampus!" jawab Farhan tanpa menoleh.
"Kenapa dia? Ah ya sudahlah." tanya Trisal menghembuskan nafas nya pasrah.
...****************...
"Lo kenapa sih Rey? Lo sakit ya?" tanya Adis menempelkan punggung tangan nya ke jidat Reyna. Reyna menurunkan tangan Adis.
"Elu yg kenapa heh?!" tanya Reyna balik.
"Gue ga salah, lo bisa akrab gitu sama anak baru? Siapa tadi namanya gue lupa." ucap Adis masih tak percaya dengan sikap humble Reyna tadi di taman.
"Willy?" tanya Reyna. Adis mengangguk.
"Iya, lo ga salah akrab banget sama cowok lain hah? Sejak kapan?" tanya Adis beruntun.
"Willy itu mantan gue dul-"
"HAH?!! APA!!!!" pekik Adis kaget.
"Kok lo ga pernah bilang?" tanya Adis lagi.
__ADS_1
"Ya elu ga pernah nanya." jawab Reyna ngawur. Adis memutar bola mata nya malas.
"Rey gue serius ya ini tolong!!" ketus Adis sebal. Reyna tertawa melihat tampang badmood Adis.
Drtt drtt...
"Siapa tuh?" tanya Adis kepo.
"Jangan bilang itu Willy? Stop ya Reyna... Mantan tetep Mantan. Lo ga boleh selingkuh! Kak Farhan aja udah cukup.... Anak tunggal kaya raya, tampan, baik hati dan setia. Udah cocok banget sama lo!" cerocos Adis panjang lebar. Reyna menjentikkan jari nya di depan wajah Adis agar diam dulu.
"Slow sayangku santai.... Ini dari Farhan kok." ucap Reyna menenangkan Adis.
📞Farhan❣️ is calling.....
Reyna : Halo beb? Tumben pagi-pagi nelpon?
Farhan : Kamu dimana?
Reyna : Kampus, kenapa?
Farhan : Ada yang pengen kamu laporin ke aku nggak?
Reyna : Hah? Lapor apaan?
Farhan : Beneran ga ada something yang pengen kamu ceritain gitu? Kemarin kamu ngapain aja?
Reyna : Apa nya sih? Enggak ada beb. Ga ada apa-apa.
Farhan : Oh ya udah.
Reyna : Kamu kenapa sih?
Farhan : Ga papa
tut tut tut.....
"Dia kenapa sih?" tanya Reyna mengeryit heran sambil menatap layar Hp.
"Ga tau, aneh." jawab Reyna mengendikkan bahu nya acuh. Perbincangan mereka berhenti saat dosen mapel nya sudah masuk ke kelas.
"Rey lo masih punya hutang cerita sama gue!" ucap Adis.
"Iya iya nanti gampang."
...****************...
"Uwaw idola gue makin ganteng kalo rapi begini uy!!"
"Kak Farhan cakep banget plis!!"
"Cowok kalo pake kemeja sama jas aura nya ngajak berumah tangga banget aww!!"
"Aaaaa pengen nikung Reyna tapi gue masih sadar diri!!"
"Cukup nikahi anak tunggal kaya raya! Gue nya mau, tapi dianya kagak hiyaaaa!!"
"Berani nyenggol Reyna, di labrak sampek tujuh hari tujuh malem lo!"
"Ihhhh ganteng banget sih pacar orang!!"
begitulah kira-kira jeritan-jeritan kagum penuh terpukau dari anak-anak ekonomi bisnis yg kelas nya di lewati oleh Farhan. Farhan yg tampan dengan setelan kemeja dan jas kantor nya karena tadi sepulang dari kantor, ia langsung menuju ke kampus padahal ia tak ada jam kuliah. Tujuan nya hanya satu, ia ingin menemui Willy.
Farhan sudah memberi kesempatan Reyna untuk menjelaskan pada nya, tapi Reyna memilih untuk diam. Jadi yang harus Farhan lakukan adalah menuntut penjelasan dari si cowok.
"Willy mana?!" tanya Farhan dingin pada salah satu anak fakultas bisnis yg satu angkatan dengan nya tapi satu kelas dengan Willy. Hari ini kelas Farhan, Rayn dan Andre masih libur.
"tuh di dalem pojok!" tunjuk salah satu cowok yg ada di depan kelas. Farhan langsung masuk. Benar saja, Willy sedang bercanda ria bersama Victor di bangku pojok. Dengan tatapan dingin nan tajam nya, Farhan bergegas menuju tempat itu dengan kedua tangan terkepal dan emosi yang sudah meledak-ledak.
Brak
__ADS_1
"Maksud lo apa datengin rumah cewek gua hah?!!" bentak Farhan sarkas setelah menggebrak meja di depan Willy hingga si empu nya berjingkat kaget.
prok prok prok
"Wah gede juga nyali lo kesini sendirian hah?" tanya Victor bertepuk tangan remeh. Farhan hanya melirik nya sinis, ia sedang tak ingin bertele-tele dengan orang lain yang ada sangkut paut nya dengan nya.
"Lo diem! Gua ga ada urusan sama lo!" ketus Farhan yang kemudian beralih menatap Willy.
"Sekali lagi gue tau lo deketin cewek gue, gue bakal bikin perhitungan sama lo!" sentak Farhan sarkas. Willy mengeryitkan alis nya, ia mulai mengerti maksud kedatangan Farhan.
"Maksud lo Reyna?" tanya Willy. Victor langsung menoleh ke Willy begitu ia mendengar nama bidadari idaman nya di sebut.
"Ada urusan apa lo sampek ke rumah dia hah?" tanya Farhan tersenyum kecut. Willy tertawa sumbang.
"Haha Farhan Farhan, lo ini bodoh atau naif? Dia mantan gua yang kepisah lebih dari empat tahun lalu, salah kalo kita berdua ketemu hah?!" jawab Willy membuat Farhan terpaku dalam hening nya. Mantan? Kenapa Reyna tak pernah cerita kalau dia punya mantan lain selain Farrel?
"Mantan doang?" tanya Farhan. Willy tersenyum miring.
"Kalo kelakuan lo arogan kek gini sih, kayaknya bentar lagi Reyna bakal balik ke gue apalagi putusnya gue sama dia cuma gara-gara kesalahpahaman orang tua doang." jawab Willy yang malah seolah memancing emosi Farhan. Willy memang sudah berjanji pada Reyna kalau mereka akan berteman baik dan tak akan merusak hubungan mereka. Tapi kalau soal hati, Willy sepertinya mulai kembali mencintai Reyna. Bagi Willy, tidak ada yang tau takdir. Bisa jadi yang sekarang bersama Reyna akan pergi sewaktu-waktu, dan yang pernah terpisah akan kembali lagi.
Saya ingatkan sekali lagi! Maha besar author yg bisa membolak-balikan alur sampai ending. Wkwk:'v
"Gue arogan karena elo bangs*t! Maksud lo apa ngomong begitu hah? Jangan mimpi! Gua ga bakal pergi dari Reyna, dan lo ga akan bisa masuk lagi!" ucap Farhan penuh penekanan. Tangan nya sudah meremas kerah kemeja kotak-kotak yang di pakai oleh Willy. Ia sudah sangat geram saat ini. Saat tau Reyna menerima tamu cowok saat rumah sepi saja sudah membuat emosi nya naik, apalagi saat Willy dengan enteng nya menyumpahkan dirinya dan Reyna akan berpisah.
"Harusnya gua yang nanya. Maksud lo apa ngerusuh begini hah? Lo mau ngajak berantem?" bentak Willy balik. Ia menghempaskan tangan Farhan dengan kasar. Farhan tersenyum miring.
"Lo ngajak berantem? Ayo!" ajak Farhan langsung membogem mentah pipi kiri Willy hingga ia tersungkur kebelakang karena serangan tiba-tiba yang di luncurkan oleh Farhan. Willy tentu saja tak mau tinggal diam, ia juga ikut membalas bogeman itu pada Farhan.
Bugh bugh
Maka terjadilah perkelahian sengit antar dua orang yang sama-sama mencintai Reyna dan menginginkan nya.
...****************...
"Eh eh woy ada yang berantem woy!!" pekik salah satu cowok teman sekelas Adis dan Reyna yang baru saja kembali dari toilet.
"Apaan sih gelut gitu doang heboh banget!" gerutu Reyna mendengus malas. Ia dan Adis masih sibuk berghibah ria sejak dosen keluar tadi.
"Lo ga pengen liat Rey? Gue pengen! Pasti seru tuh." sahut Adis aneh. Reyna memutar bola mata nya malas.
"Kalo yang berantem itu Andre, lo masih mau bilang seru?" tanya Reyna. Adis nyengir.
"Yee kan doi ga ada kelas, jadi aman dong itu bukan dia wleee. Lo sendiri kalo itu kak Farhan, lo masih ga mau nonton?" jawab Adis yang malah bertanya balik tanpa dosa.
"Kan mereka satu kelas Idaaaaass... Andre libur, otomatis Farhan juga libur! Lagian juga dia ada di kantor bokap nya kok." jawab Reyna santai.
Baru saja Adis hendak buka suara lagi, Reyna sudah lebih dulu menyela nya.
"Udah cukup! Ga usah ngerayu gue, gue tetep ga bakalan mau naik turun tangga capek-capek cuma buat nonton orang tonjok-tonjokan!" ketus Reyna penuh penekanan. Ia lalu kembali memotongi kuku nya yang mulai memanjang.
Oke, back to depan kelas!
"Mana ada yang ribut? Sepi kek gini anjim!" sahut salah satu cewek yang duduk di bangku depan. Cowok yang tadi memutar bola mata nya malas.
"Ya iyalah ga kedengeran sampek sini! Yang gelud Kating tuh!" jawab cowok itu lagi.
"Siapa bro pemain utama nya? Gua mau nonton nih kalo seru." tanya salah seorang cowok lagi di belakang.
"Yee tuh anak satu kelakuan nya kek elu dis, ada orang berantem malah antusias banget!" gerutu Reyna sebal. Adis tertawa kecil.
"Tuh Farhan anak basket lawan sama anak baru!" ucap cowok pembawa berita tadi. Sontak kedua mata Reyna dan Adis membulat mendengar nama yang di sebut.
"Siapa lo bilang put?" celetuk Adis bertanya pada Putra, si burung merpati pembawa berita.
"Farhan, cowok nya Reyna. Telinga lo budeg ga bisa denger hah?!" ketus Putra mengomel. Adis langsung menatap Reyna yang spontan langsung berlari pergi meninggalkan kelas.
"Eh Rey tunggu woy!!" teriak Adis buru-buru menyusul Reyna dengan menyabet Hp milik Reyna yang tergeletak di atas meja. Reyna memang orang yang sangat ceroboh.
'Gawat nih pacar gue ketemu mantan gue!' batin Reyna panik. Ia bergegas dan buru-buru pergi menuju kelas atas di mana kelas Willy berada. Apapun alasan pertengkaran mereka, Reyna harus menghentikannya.
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YA KAK🥰🥰