
"dokter! bagaimana keadaan anak saya dok?!!" pekik Bu Revi, mama Willy dengan panik. sangat nampak sekali raut wajah ketakutan akan kehilangan anak semata wayang nya itu. fikiran nya sudah kacau dan terus berfikir negatif sejak ia mendapatkan kabar kecelakaan dari pihak Rumah Sakit. Reyna langsung sontak berdiri di ikuti oleh Rayn di samping nya.
"operasi berjalan dengan lancar bu, pak. tapi-"
"tapi apa dok?" tanya bu Revi dengan tangan bergetar. suami nya terus saja menenangkan nya.
"tapi luka di kepala belakang pasien membuat ia harus kehilangan semua ingatan nya. pasien mengalami amnesia total dan permanen akibat kecelakaan ini. dan...." ucap dokter itu tersenggal karena menarik nafas dalam.
Bu Revi sudah tak kuasa mendengar penjelasan dari dokter, ia sudah duduk terkulai lemas di lantai karena syok.
"dan kenapa lagi dok?" tanya Ayah Willy.
"dan pasien mengalami koma pak. pasien bisa di jenguk sekitar dua jam lagi, biarkan pasien tetap tenang terlebih dahulu. saya permisi" sahut Dokter yg langsung pergi di ikuti oleh seorang suster di belakang nya. sementara Ayah willy langsung berusaha membangkitkan istri nya dan menguatkan nya.
"wi-willy? amnesia bang? k-koma?" ucap Reyna tergagap. ia syok dan terduduk lemas di kursi rumah sakit. Rayn menopang tubuh lemas adik nya dengan fikiran yg suka sama hancur nya dengan Reyna. Rayn sudah tau apa yg terjadi di antara mereka, tapi bagaimana lagi? nasi sudah jadi bubur.
"ini semua tuh gara-gara kamu reyna! tadi putraku sempat bilang kalau kalian putus! pasti dia mabok juga karena kamu!!" teriak bu Revi histeris, hampir seperti orang yg sedang kerasukan. ia menghampiri Reyna yg duduk dengan tatapan kosong nya. hanya air mata yg mungkin jadi bahasa tubuh nya.
"m-maaf tan" lirih Reyna.
"saya juga sayang sama Willy tan, saya juga ga tau ini akan terjadi hiks" sambung nya lagi. isakan nya sudah tak dapat ia pendam. Rayn menguatkan pelukan nya pada Reyna.
"SAYA GA MAU TAU KAMU JAUHI ANAK SAYA MULAI SEKARANG!!! SAYA TIDAK MAU LAGI BERURUSAN SAMA PEREMPUAN MUNAFIK SEPERTI KAMU!!" bentak bu Revi makin histeris.
"mama udah ma, kita doain aja yg terbaik buat anak kita ya? Reyna itu ga ada sangkut paut nya, willy juga pasti ga akan seneng kalo dia tau mama marahin reyna" ucap ayah willy menenangkan.
"suruh dia pergi dari sini pa, hiks hiks mama ga mau liat dia lagi" suruh Revi menunjuk reyna tapi justru revi sengaja membuang muka nya. kebencian untuk Reyna mulai terlahir dari kejadian itu.
"Reyna, om minta kamu pulang aja dulu ya? kasian mama nya willy masih syok dan terpukul.... kamu doain aja willy dari rumah ya? kalo keadaan sudah membaik kamu boleh kesini lagi kok" tutur ayah willy lembut. awalnya reyna menolak tapi Rayn yg meyakinkan diri nya hingga akhir nya mau di ajak pulang.
tapi sayangnya ucapan ayah willy saat itu adalah satu kebohongan besar karena pada kenyataan nya, saat Reyna kembali ke rumah sakit dan hendak melihat kondisi willy. ia masih tetap saja di tolak mentah-mentah oleh Revi, entah sebesar apa kebencian mama willy pada Reyna hingga dirinya bahkan tak diizinkan melihat keadaan willy meski hanya lewat jendela saja.
__ADS_1
-flashback off-
"jadi gitu deh, sampe akhirnya kita ketemu di kampus dan gue mulai sadar itu.... gue udah ga pernah lagi ngeliat mantan pacar gue itu, oh atau yg mungkin lebih tepat nya cinta pertama gue kali ya haha" ucap Reyna menyeka sudut air mata nya yg menggenang. willy manggut-manggut dan mulai mengerti tentang keadaan masa lalu nya yg ternyata serumit dan sesakit itu bagi Reyna. willy pun mengelus pundak reyna agar gadis itu tenang.
"sorry ya? gara-gara nyokap gue lo jadi-"
"eh enggak kok, tante Revi ga salah... emang gue sih pantes disalahin, secara ga langsung memang aku adalah penyebab utama kecelakaan lo waktu itu" potong Reyna menggeleng. ia tak mau kalau willy jadi berpikiran kalau mama nya itu bersalah.
sebagaimanapun kekesalan Reyna waktu itu karena tak diberi sedetik saja waktu untuk melihat willy, tapi Reyna tetap bisa memakhlumi keadaan dari mama willy. tak ada seorangpun ibu di dunia ini yg ingin melihat anak nya tidak baik-baik saja. mereka selalu menginginkan yg terbaik untuk buah hati nya.
"terus kenapa pas sadar, yg gue nikmati itu udara singapur bukan indo?" tanya Willy lagi.
"ah iya itu, seminggu setelah lo koma.... keadaan tubuh lo memburuk, rumah sakit di jakpus waktu itu sampai sudah angkat tangan karena keadaan lo yg juga ga ada perubahan. tapi karena lo adalah anak semata wayang plus kesayangan bokap nyokap, akhirnya mereka memutuskan untuk bawa lo ke singapore. waktu itu gue panik, gue udah mau ngajak abang gue kesana... tapi sialnya" jelas Reyna panjang lebar.
"sialnya apa?"
"takdir ga berpihak, nyokap lo udah nutup semua akses tentang keluarga kalian sampe gue ga bisa nemuin sama sekali jejak" sambung Reyna menghembuskan nafas nya kasar. tampak senyuman kecut terukir jelas di wajah cantik nya.
"hey kenapa minta maaf terus si? kan gue udah bilang... lo itu ga salah, gue yg salah sendiri kenapa harus mabok coba?" tanya balik Willy, ia menangkup kedua pipi reyna dan terlihat jelas sekali raut wajah sedih di wajah cantik itu.
"enggak will gue serius, setelah sekian lama... akhirnya gue bisa ngerasa lega karena bisa minta maaf langsung! iam so sorry about that night" pinta Reyna serius. wilky tersenyum tulus.
"ya udah iya, kita mulai dari 0 lagi ya? jadi kosong-kosong deh" ucap willy mendapat anggukan kepala setuju dari Reyna. mungkin entah saking lega atau bahagia nya, Reyna memeluk erat tubuh willy. Reyna tau masih ada sedikit sisa perasaan nya untuk willy, tapi bagaimanapun ia masih tetap ingat kalau dia dan Farhan sudah menjadi satu.
cklekk
suara derap langkah kaki seseorang bersamaan dengan pintu utama yg terbuka itu membuat kedua orang tadi langsung melepaskan pelukan hangat mereka.
"APA-APAAN NIH?!!" pekik Rayn melotot. ia langsung berjalan mendekat ke arah Reyna dan menarik nya dari samping willy.
"ngapain lo disini?!" tanya Rayn garang. rahang nya mengeras karena menahan emosi. sama hal nya dengan Reyna, Rayn juga tak mengenali sosok masalalu dari adik nya ini karena sudah lama tak bertemu. dahulu semasa masih dengan reyna pun, rayn juga jarang bertemu dengan willy. Rayn hanya tau kalau willy adalah geng Victor dan musuh geng motor nya.
__ADS_1
"abaaaangg ihh kenapa si? jangan marah-marah dulu dong" protes Reyna merengek.
"kamu juga dek!! ngapain bawa ini biang rusuh ke rumah? abang yakin farhan pasti belom tau soal ini kan?" tanya Rayn menajamkan mata nya pada adik kesayangan nya itu. reyna mengehembuskan nafas nya kasar.
"abang dengerin dulu makanya, abang ga tau kan willy ini siapa?" tanya Reyna.
"tau! biang onar!" jawab Rayn ketus.
"ishh bukan itu nya, willy ini willy mantan aku tau. inget ga? yg sebelum farrel dulu?" tanya Reyna yg perlahan membuat rahang rayn perlahan melunak.
"mantan kamu yg kecelakaan dan amnesia waktu itu?" tanya Rayn mengalihkan pandangan nya pada Reyna. Reyna mengangguk.
"hallo brader.... kenalan lagi gimana nih? bukan sebagai saingan geng, tapi sebagai mantan dari adek lo?" tanya Willy yg akhir nya buka suara.
"ini serius?" tanya Rayn sambil membalas uluran tangan Willy. Reyna dan Willy mengangguk.
"iya abang, dia willy william yg selama ini aku cari" sahut Reyna.
"tapi kamu ga ada maksud buat ninggalin Farhan kan?" tanya Rayn to the point sambil menangkup kedua bahu adik nya. Reyna tersenyum sambil menepuk-nepuk pundak Rayn.
"ya enggak lah bang, aku tetep sama Farhan. cuman ya mungkin aku bakal akrab lagi sama Willy, tapi sebagai teman baik. ya kan will?" tanya Reyna pada willy.
"iya dong rey kan kita-"
drtt drttt
📞Victor is calling.....
"bentar ya, temen gue telpon" pamit Willy pada dua bersaudara itu. ia pun sedikit menjauh dari sana untuk mengangkat telepon dari victor.
"syukur deh kalo gitu, abang bisa terima willy sebagai dia yg dulu buat kamu dek... tapi kamu ga boleh juga samain kedudukan dia yg dulu sama farhan yg sekarang loh inget!! pacar kamu sekarang farhan temen gue, bukan willy mantan lo yg sekarang jadi rival gue. faham?!" ucap Rayn penuh penegasan pada adik nya. reyna mengangguk dengan acungan kedua jempol nya. memang begitulah cara Rayn menyayangi adik nya, tidak melulu menuruti semua mau reyna atau selalu membenarkan yg di lakukan Reyna. tapi ia menuntun nya ke jalan yg memang benar, dan selalu mengingatkan nya agar tak salah jalan.
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YA KAK🥰🥰