ALEXAND

ALEXAND
2. salah masuk


__ADS_3

"apa? bahkan gue udah coba semua nya. pokok nya gue ga mau tau! mulai sekarang, lo jadi pacar gue!" ucap farhan dengan nada tegas seolah tak ingin di bantah. reyna mengerucutkan bibir nya sebal.


"lo anak siapa sih? seenak nya mulu dari tadi" gerutu reyna sebal.


"anaknya ayah trisal" celetuk farhan seenak jidat.


"trisal alexand?" tanya reyna yg tak asing dengan nama bagas. farhan mengangguk kemudian mengeryitkan alis nya.


"lo kenal bokap gue?" tanya farhan. reyna mengangguk.


"ck! mamp*s gue" pekik reyna menepuk jidat nya. farhan yg saat itu sedang memandang keluar jendela pun menoleh.


"kenapa lagi si? berisik mulu dari tadi" keluh farhan. reyna menunjukkan layar display iPhone nya.


"gue ada mata kuliah hari ini" ucap reyna memelas. farhan menaikkan sebelah alis nya.


"yaudah mandi sana" suruh farhan. reyna mengangguk lalu berniat ingin beringsut dari sana, tapi baru saja ia hendak bangun ia malah merintih kesakitan.


"ah aww" rintih reyna merasakan sakit bercampur perih di bagian bawah tubuh nya yg sensitif. farhan mengeryitkan alis.


"kenapa?"


"perih auu ah" rintih reyna lagi. sejenak farhan terdiam, kemudian ia mengerti kalau area 'itu' reyna tentu saja sakit dan perih karena kejadian semalam bersama nya adalag yg pertama untuk mereka.


"yaudah sini gue bantu" ucap farhan yg dengan sigap langsung berdiri dan menjulurkan kedua tangan nya. reyna menggeleng cepat.


"nggak usah nggak... parno gue" tolak reyna mentah-mentah. ia masih bersikeras mau bangun sendiri, tapi tetap saja tak bisa karena area inti nya terasa sangat perih. farhan yg dari tadi memperhatikan sikap keras kepala reyna pun berdecak gemas.


"ah udahlah lama!!" ucap farhan yg langsung menggendong tubuh polos itu beserta selimut yg menutupi nya. reyna melotot.


"eh woilah apa-apaan nih gue-"


"apa? malu? udah telat! gue udah liat dan rasain semua nya semalem. area lo itu perih karena yg semalem itu jadi yg pertama buat lo" ucap farhan sambil terus berjalan dan menatap lurus ke depan, ia tak melirik reyna sama sekali. bukan apa, ia hanya takut khilaf lagi.


"kok lo tau gitu? lo pasti udah sering ngelakuin itu kan hayo lo ngaku nggak lo" tuduh reyna. farhan berdecak. ia lalu mengalihkan pandangan nya pada reyna di gendongan nya.


"ck. gue juga belum pernah bege!! khilaf semalem doang sama lo. maka nya gue langsung mau tanggung jawab" ucap farhan sebal. reyna ber oh ria.


"oh gitu" ucap reyna mendongak, sejenak reyna terpesona melihat wajah tampan farhan dengan tambahan rambut yg masih sedikit basah.


'ganteng' batin reyna.


"udah, sana mandi. entar selesai mandi panggil aja, gue bantu" tutur farhan setelah meletakan reyna dalam bathup.


"ga us-"


"diem! gausah banyak protes bisa ga?" omel farhan yg sudah jengah dengan omelan nyerocos reyna sejak tadi.


"dasar abang-abang galak" sembur reyna.


"dasar bocil cerewet" balas farhan kemudian hendak berbalik pergi. tapi jemari lentik reyna meraih pergelangan tangan kekar nya.


"eh han" panggil reyna. farhan berbalik.


"apa lagi?" tanya farhan.


"handuk nya mana?" tanya reyna polos.


"masa iya gue ga pake handuk" tambah nya lagi.


"lo mau ini?" tanya farhan menunjuk handuk yg sedang dipakai nya. reyna melotot kemudian menutupi kedua mata nya dengan tangan.

__ADS_1


"yeuhh sembarangan. mata gue ternoda astaga" keluh reyna. farhan tersenyum miring.


"ga usah sok suci lu!! bahkan lo udah liat punya gue kan semalem?" tanya farhan membuat pipi reyna bersemu merah. ia tiba-tiba malu setelah mengingat kegiatan panas mereka semalam.


"udah sono lu ah... malu gue" usir reyna. farhan terkekeh.


"tuh di samping lo ada handuk, lain kali liat dulu sekitar. baru nanya!" ucap farhan sebelum kembali berbalik.


"eh eh lo mau kemana?" tanya reyna dengan cengoh nya lagi. farhan menunjuk diri nya dengan jari nya sendiri.


"gue?" reyna mengangguk polos.


"ya mau keluar lah, mau ngapain lagi emang? lo mau gue mandiin hah?" tanya farhan ambigu. satu langkah saja farhan melangkah, reyna kembali mengusir nya.


"iya iya canda.. sono keluar lo cowok mesum!!" pekik reyna. farhan pun keluar dari kamar mandi. setelah ia menutup pintu putih itu, farhan berdiri bersandar pada pintu tadi.


"hufttt gue ini kenapa? gue sampe kek gini cuma karena kecewa sama sherin. gue sampe ngerusak cewek yg sama sekali belum gue kenal, dan parah nya lagi, ternyata dia adalah adik nya rayn. ga bisa kek gini sih!! gue harus move dari sherin, dan keputusan gue udah bulat. gua bakal tanggung jawab atas perbuatan gue sama reyna" gumam farhan penuh tekad.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"ngapa lo senyum-senyum gitu? demen lo ya liat gue make baju kegedean gini huh" semprot reyna sambil melahap roti coklat buatan farhan. farhan menggeleng santai.


"udah di pinjemin baju, bilang makasih kek.. ini malah maki-maki lagi. ga adek nya, ga abang nya sama-sama kurang ajar emang" balas farhan. reyna memeletkan lidah nya.


"eh bentar deh gue mau nanya sesuatu han"ucap reyna setelah teringat sesuatu yg dari tadi pagi ingin di tanyakan oleh nya.


"apa?"


"kok lo bisa masuk apartemen gue si? lo ngitilin gue lo ya? ngaku lu" tanya reyna bertubi-tubi. farhan tertawa ngakak.


"yeulah kebalik kali mbak... situ yg sembarangan masuk apartemen gue kali" jawab farhan.


"lo pikir mata gue katarak? apartemen gue nomor 23 dan gue ga mungkin salah" sanggah reyna yg masih mengira kalau ia berada di apartemen nya. farhan mengetuk meja makan nya beberapa kali.


"emm sorry nih ya bocil, ini apartemen punya gue nomor 25. apartemen nomor 23 itu di depan, lo kali yg salah masuk! harus nya kamar lo di kanan, elo malah ikut gue belok kiri. lagian nih ya, kek nya mata lo emang bermasalah deh? ini dekorasi kamar cowok woy... yg pasti beda kan sama desain kamar lo? gampang deh entar gua kasih tau rayn buat bawa mata lo ke dokter kucing" cerocos farhan panjang lebar. reyna melotot.


"heh sembarangan!! lo pikir gua anak kucing hah? cerewet banget si jadi cowo. bawel kek abang gue" omel reyna. farhan mengendikkan bahu nya. kemudian senyap lagi, mereka kembali sarapan dengan isi pikiran masing-masing.


"btw lo kuliah dimana?" tanya reyna.


"DS university" jawab farhan singkat. reyna manggut-manggut.


"DS university? berarti di kampus bokap gua dong?" tanya reyna lagi.


"iya"


"lo sekelas sama abang gue?" tanya reyna lagi.


"iya"


"kita sekampus dong berarti, tapi kok gue ga pernah liat lo si?" cerocos reyna.


"hmm"


"ck! cuek amat sih jadi cowo" protes reyna yg sebal karena merasa di cuekin dari tadi.


"gue orang nya males lama-lama di kampus, jam gue juga kebanyakan siang. tadi gue cerewet salah, sekarang diem juga salah. mau lo apa si?" tanya farhan kesal. reyna terkekeh.


"kita kan sekampus nih. masa iya lo ga kenal gue?" tanya reyna lagi.


"gue agak ga asing sama muka lo yg katanya nih katanya, itu famous. tapi ya tau ah bodoamat"

__ADS_1


"pacar lo eh mantan lo, anak mana?" tanya reyna lagi.


"kepo" jawab farhan acuh. ia paling tidak suka membahas sesuatu tentang masalalu.


"ye orang cuma mau tau doang"


"buruan selesaiin makan tuh.. kata nya lo mau ada jam" suruh farhan.


"yee kok elu ngusir gitu.. abis dapet manis semalem, pagi nya langsung ngusir. bener-bener ye jantan minus akhlak bang-"


"kan gue udah bilang gue mau tanggung jawab. bawel beneran deh ni orang" keluh farhan. reyna cengengesan. ia lalu melihat jam pada iPhone nya.


"ga jadi ikut kelas deh, udah telat 40 menit. sekalian aja bolos haha" ucap nya setelah melihat jam yg sudah kelewat telat.


"lo ada kelas han?" tanya reyna saat farhan memainkan iPhone hitam nya. farhan mengangguk.


"lo ga buru-buru?" tanya reyna lagi. farhan menggeleng.


"gue mau bolos"


"kenapa?" tanya reyna menaikkan sebelah alis nya heran.


"mau nemenin lo, lagian juga rayn ga masuk. gue nih sebagai teman yg baik, ya gausah masuk juga lah" jawab farhan enteng tanpa menoleh.


"gue habis ini mau balik ke apartemen gue sendiri" ucap reyna. farhan mendongakkan kepala nya.


"kenapa? kan kaki lo masih sakit?" tanya farhan khawatir dengan reyna. reyna menggeleng.


"tadi habis mandi air anget, udah agak mendingan kok santai aja" jawab reyna tersenyum tulus.


deg.


farhan terpesona melihat senyum manis dari seorang reyna. apa ini jatuh cinta? ah entahlah.


"cantik" lirih farhan. reyna menoleh.


"apa?" tanya reyna membuat farhan mengerjap beberapa kali.


"eh enggak. gapapa"


"yaudah gue balik duluan ya" ucap reyna berdiri dari duduk nya. farhan hanya bisa mengangguk.


reyna berjalan menjauh dari meja makan itu untuk menuju ke arah pintu. terlihat reyna berjalan dengan perlahan dan seperti sedikit merintih kesakitan. farhan yg tak tega pun berjalan mendekat.


"lo yakin bisa jalan? gue gendong aja deh sini" tawar farhan yg sudah siap dengan posisi nya. reyna menggeleng, ia menepuk lembut pundak farhan.


"ga usah. gue bukan cewek lemah ya, gue bisa sendiri" tolak reyna. farhan akhir nya membuntuti langkah reyna sampai di depan apartemen nya.


"lo mau masuk?" tanya reyna karena farhan terdiam berdiri di depan apartemen reyna. farhan menggeleng cepat.


"enggak. gue juga mau istirahat" tolaj farhan. reyna manggut-manggut.


"oh yaudah" ucap reyna yg hendak menutup pintu tapi di cekal oleh farhan. reyna menaikkan sebelah alis nya.


"kenapa?"


"jaga diri baik-baik ya? jangan bukain pintu buat cowo" tutur farhan refleks. reyna tersenyum tipis mendengar wejangan yg terdengar posessif itu.


"iya bawel!!" cibir reyna. farhan mengangguk lalu kembali ke apartemen nya sendiri.


'itu cowo kenapa sih? aneh tapi gue suka haha' gumam reyna.

__ADS_1


'yg jadi milik gue ga boleh di milikin orang lain kan? dan sekarang, reyna punya gue dan milik gue. bukan lagi sherin atau siapapun itu. persetan dengan masalalu!! reyna lebih cantik dan baik daripada dia' gumam farhan dari balik pintu nya.


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YA KAK😍😍


__ADS_2