
kenapa setelah tau nama gue dia jadi gini? dia juga tau kapan gue kecelakaan? reyna ini siapa?' batin willy pening. ia terus menuntut jawaban dari isi otak nya yg jelas tak akan ada hasil nya karena amnesia total yg menimpa nya beberapa tahun yg lalu.
"lo lupa ya sama gue? lo amnesia dan lo ga inget secuil ceritapun?" tanya reyna dengan pandangan kosong.
"gue-"
Brum brumm
"REYNA!!" panggil farhan yg akhirnya tiba dan berhenti tepat di depan tempat willy dan reyna. reyna menoleh bersamaan juga dengan willy. tanpa pikir panjang pun farhan langsung mendekat dan menarik reyna untuk berdiri di belakang nya, sedangkan diri nya sendiri berhadapan langsung dengan willy. musuh di dunia geng motor nya.
"ngapain lo masih disini?" tanya Farhan mengeryitkan alis nya heran karena willy masih berdiri tegap di hadapan nya dan reyna.
"weeee slow bang slow aja, gua ada urusan sama reyna. mending lo minggir dulu bentar aja" sahut willy enteng. Reyna masih terdiam penuh bingung karena masih mencari jawaban atas willy dan masalalu nya dulu.
"ada urusan apa lo sama cewek gue? mana bos songong lo itu?" tanya farhan dengan wajah tak bersahabat nya. willy mengendikkan bahu nya acuh.
"bukan urusan lo! dahlah gue males debat sama elu, reyna gue pulang duluan ya nih cowok lo udah jemput" pamit willy. reyna hanya manggut-manggut saja.
"by kamu kenapa si?" tanya farhan heran dengan sikap reyna. reyna menggeleng-gelengkan kepala nya dan mencoba menyadarkan diri sendiri kalau sekarang sudah bukan waktu nya untuk dia memikirkan willy saja, sekarang ini dia sudah bersama farhan dan akan tetap bersama farhan.
'arghhh sadar reyna sadar!!! ini udah bukan jaman nya lo sama willy lagi. sekarang cuma ada farhan, dan akan selalu begitu! jangan pernah menempatkan dua orang dalam satu hati!' batin reyna menggerutu.
"eng-enggak nggak papa hehe" ucap reyna terkekeh.
"bohong! tadi kenapa sama si willy... there's something about him?" tanya farhan menatap reyna dalam penuh introgasi.
"ada problem dikit... dahlah yuk pulang" rengek reyna menggandeng tangan farhan. farhan pun mengangguk nurut begitu saja saat melihat tampang imut reyna yg memelas. emang dasar calon suami-suami takut istri sih wkwk.
...****************...
"MAMAAAAAAAA MAMA DIMANA MAAAAA!!" teriak seorang cowok tampan yg baru saja masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
"willy apa si sayang? berisik sekali kamu" omel mama nya yg ia temui di dapur. willy terkekeh.
"ma, aku mau tanya sesuatu dong" ucap willy merengek manja kepada mama nya.
"oke, but wait for a minute! mama selesain ini dulu ya" jawab ralita lembut. dari sekian banyak ART yg bertugas di rumah nya, hanya dia lah yg boleh masak di dapur kata nya dari pada ga ada kerjaan.
beberapa menit kemudian...
"oke ada apa hmm?" tanya revi. mama nya willy. willy yg sedang main Hp pun menoleh karena mama nya sudah duduk di samping nya.
"ma aku dulu waktu kecelakaan itu gimana cerita nya si? maksud nya tuh waktu itu aku ada hubungan atau deket sama cewek ga ma?" tanya willy langsung to the point. revi mengeryitkan alis nya heran kenapa anak nya ini tiba-tiba bertanya kilas balik sebelum diri nya kecelakaan dan amnesia.
"aih kenapa kamu nanya gitu? bukan nya dari dulu justru kamu ya yg ga mau maksa ingatan soal masa lalumu?" tanya revi hendak memastikan kalau putra semata wayang nya ini tidak salah bicara.
"ihh mama mah malah balik nanya atuh... itu kan dulu mam, sekarang Willy mau tau semua nya! apa willy dulu pernah ada hubungan sama anak perempuan yg nama nya Reyna? Reyna Putri Davidson?" tanya willy yg sontak membuat kedua bola mata revi membulat sempurna. ia sampai melongo saking tak percaya nya kalau putra kesayangan nya itu bisa menyebut nama familiar itu dengan lancar.
"loh mama? mama kenapa mam?" tanya willy berubah panik karena melihat perubahan sikap mama nya.
"k-kamu ketemu sama reyna?" tanya revi. willy mengangguk.
"d-dia, kamu udah ketemu sama dia? dia bilang apa?" tanya revi yg malah tak segera menjawab pertanyaan willy, ia malah sibuk dengan pertanyaan yg terus berputar di benak nya.
"hadehh mama malah balik nanya... dia belum sempet jelasin apa-apa sih tadi gara-gara udah keduluan pacar nya dateng. tapi dia tau kalau aku kecelakaan pas aku kelas 2 SMA dan mama tau? dia kek kaget gitu ma pas aku sebutin nama panjangku" jelas willy panjang lebar. revi manggut-manggut. ia masih benar-benar tak percaya kalau akhir nya putra kesayangan yg hampir saja lepas dari tangan nya dulu itu akan bertemu dengan Reyna lagi. jakarta ini luas, lalu mengapa masih bisa? itulah isi pikiran revi saat ini.
"mama?!! yeee malah ngelamun! mama kenapa si? jawab dulu lah pertanyaan ku tadi, siapa reyna di versi kehidupanku sebelum amnesia ma" tanya willy merengek sebal.
"dia mantan pacar kamu!" jawab revi membuat willy tersambar petir di siang bolong. kedua mata hitam nya sontak membulat tak percaya.
"hah? a-apa??!!" pekik willy dengan deru nafas yg tiba-tiba tak beraturan. revi hanya mengangguk singkat dengan tatapan yg sama kosong nya dengan willy yg masih tak percaya.
"are you seriously mom?" tanya willy memastikan sekali lagi. revi menghapus satu lelehan air mata nya di pipi nya yg tiba-tiba menetes.
__ADS_1
"udah cukup hubungan kamu sama dia! mama ga mau lagi kamu celaka karena perempuan itu willy!!" bentak revi sarkas sambil menggebrak meja. willy sedikit terhenyak karena ini kali pertama Revi bersikap kasar di depan nya seperti ini. sangat tampak sekali sorot mata kebencian di dalam diri mama nya.
"mom? are you okay? what happened to you mom?" tanya willy khawatir dengan emosi mama nya. revi menggeleng lalu menepuk-nepuk pundak willy.
"im okay, but mama minta kamu jauh-jauh aja dari dia!" ucap revi penuh penekanan, lalu ia pun pergi meninggalkan putra nya dengan seribu pertanyaan di otak nya.
'jadi karena ini reyna tadi terlihat aneh? gue harus tanyain ini langsung ke dia!' batin willy manggut-manggut.
...****************...
"jadi willy musuh nya bang rayn itu berarti willy yg dari dulu sahabatan sampe nembus perasaan sama gue dulu dong? dia yg udah celaka karena gue? dia yg bikin gue dihantui rasa bersalah selama ini?? arghhhh kenapa baru sekarang sih dia datang dan membuat semua nya makin rumit ****!!" pekik reyna frustasi di dalam kamar nya. ia seperti orang gila yg kehilangan akal karena terus meratapi jalan nasib nya dengan willy. pasalnya sejak kecelakaan maut itu, reyna tak pernah bisa menemui willy lagi karena ia diboyong pindah rumah ke singapura untuk sekaligus berobat. dan sekarang saat ia di pertemukan dengan cowok pelindung diri nya di masalalu itu, reyna sendiri sudah punya farhan.
"ARGHHHH SIAL!!" maki reyna lagi sambil mengacak-acak rambut nya frustasi. untung saja tembok kamar nya itu kedap suara yg membuat suara keras nya teredam dalam kamar nya sendiri.
"gue rindu sama semua nya will, gue udah coba cari lo kemana pun. gue udah coba nyuruh orang buat nyari lo di singapur, sampe akhir nya gue nemuin farrel yg bisa bikin gue move dari lo! di saat semua harapan itu udah gue kubur dalem, dan gue udah ada farhan. kenapa takdir baru nemuin kita lagi? kenapa ga sejak dulu aja? kenapa harus nunggu gue punya orang lain dulu hah?!!" maki reyna bermonolog di atas tempat tidur nya. ia masih tak percaya kalau takdir berani mempermainkan perasaan nya.
"gue kangen tapi gue ga bisa lagi will, im so sorry cause that night" ucap reyna lagi.
"kenapa harus terjadi sama gue!! ARGHHHH!!!" pekik reyna membanting sembarang bantal guling yg ada di dekat nya.
drtt drtt
ponsel di atas meja kecil itu berdering, reyna mengulurkan tangan putih nya untuk melihat nama siapa yg muncul di notifikasi itu.
📞**Farhan❣️**is calling....
"tuh kan reyn, ga bisa enggak! lo udah punya dia ini... dan semua nya baik-baik aja selama ini, meskipun kehadiran willy membuat rasa bersalah lo muncul lagi, itu bukan berarti lo harus ngulangin perasaan itu lagi! catet! lo udah punya Farhan" gumam reyna meyakinkan diri nya sendiri. ia menghapus lelehan air mata di kedua pipi nya lalu segera mengangkat panggilan telepon itu.
Reyna : hallo by, kenapa?
Farhan : eh kok suara kamu serak gitu?
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YA KAK🥰🥰
Guys baca juga dong novel baruku yg judulnya 'BAD BOY DEVANO' thx and happy reading!!🥰