ALEXAND

ALEXAND
36. Introgasi Rayn


__ADS_3

"Abang?!!"


"Rayn?!!"


Rayn tampak berjalan tergesa mendekati dua manusia di atas balkon itu. Perasaan dan emosi Rayn jadi makin campur aduk saat melihat rambut basah Farhan dan handuk di pundak nya.


"Ngapain disini hah?!" tanya Rayn langsung menarik tubuh adik nya ke dalam pelukan. Farhan menggaruk belakang telinga nya. Bingung! Farhan harus menjawab apa? Mereka sudah seperti buronan yang tertangkap basah.


'Huftt untung aja abang datangnya baru sekarang.' batin Reyna lega.


"Kenapa pada diem? Dek kamu juga ngapain sih di apart Farhan malem-malem gini? Sendirian pula! Maksud kamu apa hah?!" sentak Rayn marah. Reyna terhenyak kaget. Ini kedua kalinya Rayn membentaknya selama hidup, dan Reyna takut kalau Rayn akan mengamuk lagi seperti saat pertama kali ia marah besar dulu.


"M-maaf bang." lirih Reyna menunduk. Ia tak cukup berani untuk menatap sorot mata elang Rayn.


"Ray udahlah jangan marahin Reyna, dia cuma nolongin gue. Emang salah dia nolong pacar sendiri?" lerai Farhan tak tega melihat kekasihnya kena omel dari Rayn. Meskipun Farhan sendiri masih marah dan kecewa dengan Reyna, ia tetap tak tega apalagi ini juga adalah bagian dari kesalahannya.


"Nolongin? Mabuk-mabukan berdua itu nolongin, atau malah menjerumuskan hah?!" bentak Rayn kini beralih pada Farhan, sahabatnya sendiri. Emosi Rayn tak pernah terkontrol dan memandang status sahabat atau musuh sekalipun kalau sudah menyangkut tentang adik perempuannya.


Farhan menghembuskan nafasnya kasar. Harus punya kesabaran ekstra untuk menghadapi Rayn yang sudah terlanjur emosi.


"Bukan gitu ceritanya Ray, lo mungkin cuma salah paham. Ga usah emosi gitu lah, santai aja body!!" tutur Farhan mendekat dan merangkul pundak Rayn. Tangan kekar yang melingkar di pinggang Reyna pun terlepas. Rayn berdecih.


"Salah paham lo bilang?" tanya Rayn. Farhan mengangguk, Reyna tak berani berkutik. Untuk saat ini dalam masalah ini, biarlah Farhan yang menggunakan otaknya dalam masalah ini.


"Terus ini apaan hah?!" sentak Rayn menepis kasar tangan Farhan dari pundaknya. Rayn menunjukan sebuah foto di dalam Hp nya. Reyna berusaha mengintip apa yang di tunjukan oleh Rayn kepada pacarnya.


"Lo dapet darimana?" tanya Farhan.


"Dari Sherin." jawab Rayn jujur. Farhan tersenyum kecut.


"Terus lo percaya gitu aja?" tanya Farhan lagi.


"Ditambah gue liat sendiri lo berduaan sama adek gue disini!" sahut Rayn datar. Farhan tertawa.


"Loh kok ga ada kak Andre ya?" tanya Reyna. Rayn mengeryit.


"Kok Andre?" tanya Rayn.


"Ini nih kelemahan kalo lo dapet foto dari orang, apalagi orang itu jelas-jelas adalah Sherin yang pengen ngehancurin hubungan gue sama adek lo!" jawab Farhan penuh teka-teki.


"Maksudnya?"


"Ihh abang.... Itu foto Hoax! Tadi aku bertiga sama kak Andre juga. Bukan cuma berdua sama Farhan." jawab Reyna cepat. Rayn menatapnya tajam lalu Reyna menunduk takut.


"Lo perhatiin foto deket bahu Reyna, ada biru-biru kan? Itu hoodie milik Andre. Sherin pasti sengaja nangkap momen pas Andre ga kelihatan biar seolah-olah gue itu mabok berdua sama Reyna." jelas Farhan membuat Rayn mematung diam. Benar juga, memang ada sekilas jaket biru di foto itu.


"Jadi kamu ga ikut mabuk?" tanya Rayn beralih pada Reyna. Reyna mengangguk.

__ADS_1


"Enggak ikut." jawab Reyna masih diselimuti ketakutannya pada amaran Rayn yang belum sepenuhnya mereda. Dari dulu sampai sekarang, hanya emosi Rayn lah yang paling bisa membuat Reyna takut karena papanya tak pernah memarahinya selama ini.


"Gue tadi berantem sama adek lo Ray." sahut Farhan. Rayn menaikkan sebelah alis.


"Ya seperti biasa yang lo tau, tempat pelarian gue tiap emosi kan emang ke club. Gue minum di sana, terus adek lo nyusulin gue ditemenin sama Andre. Singkat cerita yaudah gue di bawa pulang sama Reyna sama Andre juga. Tapi Andre nya udah pulang duluan tadi. Kalo lo ga percaya, lo bisa tanya langsung ke Andre sekarang!" terang Farhan panjang lebar dengan sedikit kebohongan tentang Andre yang sebenarnya tak ikut ke apartemen.


"Terus kenapa kamu ga buru-buru pulang?" tanya Rayn beralih pada Reyna.


"Ya nemenin Farhan dulu sampek enakan, nanti kalo dia kenapa-napa gimana?" tanya Reyna balik. Rayn lalu mengalihkan pandangannya pada Farhan lagi.


"Lo ga macem-macem kan sama adek gue nyet?!!" tanya Rayn ngegas. Nada suaranya sangat berbeda dengan yang ia pakai untuk berbicara dengan Reyna tadi.


"Enggak ada." sergah Farhan cepat.


'tapi boong' lanjut Farhan dalam hati.


"Dikit doang sih." celetuk Reyna lirih. Rayn dan Farhan menoleh. Farhan melotot tanpa di ketahui oleh Rayn.


"Apa dek?" tanya Rayn.


'Aduh! Keceplosan.' pekik Reyna.


"Hehe enggak bang, ga papa." jawab Reyna kikuk.


"Terus ini kenapa lo keramas?" tanya Rayn terus mendesak Farhan. Mungkin ia bisa percaya tentang pulang bareng Andre, tapi kalau urusan rambut basah Farhan. Itu adalah masalah yang berbeda.


"Apaan sih lo najis!" ketus Rayn kesal. Farhan tertawa.


"Lagian lo aneh sih!! Kalaupun gue main sama Reyna, ga mungkin lah dengan durasi secepet ini. Masa iya ga ada satu jam udah kelar coblos." sahut Farhan ngasal. Reyna membulatkan matanya kaget dengan apa yang di ucapkan oleh Farhan, padahal sudah jelas-jelas mereka hampir saja melakukan kesalahan itu lagi. Mereka sudah berdosa karena berbohong pada Rayn, dan Farhan malah membuat dosa mereka makin berat.


Plak


Rayn menggeplak punggung Farhan dengan kasar.


"Sembarangan cingir lu!! Awas aja kalo lo berani nyentuh adek gue, gue ga bakal tinggal diem ya. Ga peduli lo sahabat gue atau bukan! Siapapun yang berani nyentuh adek gue, bakal nyesel seumur hidupnya. Dan itu berlaku untuk semua orang selain papa, gue, dan suami adek gue nanti!" ucap Rayn penuh penekanan dan ancaman.


Reyna dan Farhan sama-sama terkesiap. Tapi Farhan berhasil menyembunyikan ekspresi kaget nya, sedangkan Reyna? Tentu saja cewek itu takut. Takut kalau malam panas mereka terbongkar suatu hari nanti.


'Mending kalo kebongkarnya setelah gue sama Farhan nikah, lah kalo sebelumnya gimana dong?' batin Reyna panik. Ia takut kalau Rayn marah besar dan melakukan hal buruk kepada Farhan setelah tau kebenarannya nanti.


"Ya enggak akan lah. Santai aja sih, parnoan amat!!" sahut Farhan santai seolah tak ada apapun yang ia dan Reyna sembunyikan.


"Gue pegang omongan lo!" tunjuk Rayn serius. Farhan menelan ludahnya kasar.


'Jangan sampek dia tau deh, bisa-bisa gue kehilangan Reyna nanti.' batin Farhan mencoba tetap tenang.


"Dek, kita pulang!" ajak Rayn menggandeng tangan adiknya. Reyna mendongak kaget, ia kurang setuju untuk pulang sekarang karena masalahnya dengan Farhan belum selesai.

__ADS_1


"Tapi aku belum selesai ngomong sama Farhan bang." elak Reyna. Rayn makin mengeratkan genggaman tangan nya.


"Ga peduli! Kalo abang bilang pulang, ya berarti harus pulang!! Kamu masih punya waktu buat besok." tegas Rayn membuat Reyna menghembuskan nafas nya pasrah. Farhan pun melangkah mendekat.


"Udah kamu tenang aja. Sekarang pulang aja sama Rayn, tapi urusan kita masih belum selesai." bisik Farhan dengan simrikan di akhir kata nya. Reyna menatap bola mata Farhan yang memancarkan keseriusan saat dua pandangan mereka bertemu di titik lurus.


"Udah denger kan? Sekarang ayo pulang!" potong Rayn yang langsung menarik pergi adiknya dari apartemen Farhan.


"Hufttt hampir aja gue batal nikah sama Reyna!! Untung aja Rayn kesini setelah gue selesai pemansan tadi." ucap Farhan menghembuskan nafas nya lega. cowok tampan berboxer hitam itu lalu melangkah pergi menuju ranjang, ia mengantuk.


*Drtt drtt


📞Sherin is calling*.....


"Cih."


Sherin : Halo beib!!


Sherin : Kok ga nyahut sih? ah iya aku tau, pasti kamu sekarang lagi frustasi kan karena kecyduk sama Rayn? Hmmm gimana, kamu butuh pelampiasan ***** kan pasti? Aku siap loh beib.


Farhan : Cih gue ga butuh cewek lain selain Reyna.


Sherin : Ah come on beib, aku tau hubungan kamu sama Reyna pasti nggak baik kan sekarang karena Rayn?


Farhan : Karena Willy, bukan karena Rayn! Apa lo pikir semudah itu ngehasut temen gue heh?


Sherin : M-maksud kamu?


Farhan : Udahlah Sher, percuma semua akal licik lo itu. Gue sama Reyna tetep ga bakal bisa kepisah sampai kapanpun.


Sherin : .........


Farhan : Dan ya lo tenang aja. Rayn masih ngerestuin hubungan gue sama adiknya.


Sherin : Nggak! Pasti kamu bohong.


Farhan : Terserah! Gue capek, ga usah ganggu gue lagi.


Sherin : Beib tap-


tut tut.....


"Murah! Heran gue kenapa dulu bisa kecolongan cinta sama modelan kek begini." lirih Farhan bergidik ngeri. Ya meskipun ia dan Reyna juga sudah sama-sama rusak. Setidaknya mereka berdua hanya sekali melakukannya dan itupun hanya melibatkan mereka saja. Ya anggap saja ini adalah malam pengantin yang terkredit DP awal hihi.


"Ah gue udah punya Reyna, gue bersyukur banget ketemu cewek bar-bar mahal kek dia. Yang harus gue pikirin sekarang adalah gimana caranya Rayn ga boleh tau soal 'itu' minimal sampek gue sama Reyna nikah dulu deh." ucap Farhan bermonolog di dalam kamar. Matanya menatap lurus ke arah langit-langit kamar. Ia tak mau kehilangan Reyna hanya karena rahasia awal pertemuan mereka terbongkar suatu hari nanti.


Tak tau kapan waktu nya, tapi Farhan tau. Tak ada rahasia yang selama nya bisa tertutup rapat menjadi rahasia. Pasti akan ada masa dimana semua rahasia nya bersama Reyna terbongkar, entah nanti, besok, lusa, atau bahkan beberapa bulan kedepan. Dan Farhan harus berfikir cara untuk mengatasi hal itu, termasuk mempertimbangkan keputusan bagaimana kalau ia segera menikahi Reyna sebelum semuanya terlambat?

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YA KAK🥰🥰


__ADS_2