All About You (Semua Tentang Kamu)

All About You (Semua Tentang Kamu)
Pergi Ke Pesta


__ADS_3

12:50


Seorang lelaki dengan setianya stand bay di depan bangunan yang di pijaki sang pujaan hati, senyuman senang tak bosan ia tampakkan. Jika seandainya ada yang melihat ia senyum-senyum sendri di dalam mobil pasti orang mengira ia orang gila, tapi benar juga ia gila karena cinta.


"Aku berharap kau segera menganggapku, Kara!" gumamnya lirih, sorotan matanya menatap area parkiran di dalam sana yang memperlihatkan sang pujaan hati, ada sedikit senyuman di bibirnya.


"Kara, ayolahh... sesekali lo ikut nongkrong dengan kita gak papa kali, entar gue deh yang jemput lo dan minta izin sama saudara lo!" bujuk Daniel yang hampir putus asa karena ajakannya sedari tadi hanya direspon cengiran oleh Kara.


"Sama gue aja deh, Kara. Lo tenang aja gue pasti jagain lo kok," sahut Zein.


Haris dan Martin hanya manggut-manggut mengiyakan, si Martin gak tau kabar, ia sibuk dengan ponsel di kiri kanannya maklum playboy dan telinganya bersumpal earphone. Daniel dan Zein saling pandang tajam.


"Kara sama gue," ucap Zein ngotot.


"Sama gue ya kan, Kar!"


Karania menggaruk tengkuk yang tak gatal sambil nyengir tak jelas.


"Ayolah, Kar! Lo sama gue kan karena gue yang lebih dulu ngajakin lo!"


"Biar Kara yang nentuin karena aku lebih pas buat dia," sahut Zein sambil memandang sinis pada Daniel begitu juga sebaliknya.


Sebenarnya jiwa tomboy Kara masih meraja lela, ia sangat menginginkan kebebasan tongkrongan yang 3 bulan terakhir ini tak pernah ia lakukan lagi, tapi otaknya memikirkan suaminya, ralat! Lelaki yang ia benci karena mengekangnya, tidak akan mungkin lelaki itu membiarkannya pergi apa lagi bersama teman laki-laki itu sdah menjadi larangan terbesar padanya.


"Em.... Sorry deh, kalian gak perlu jemput atau apa gitu, kalau gue diizinin gue bakal pergi sendri kok. Sebenarnya sih gue mau, tapi saudara gue ngelarang gue pergi nongkrong gak jelas," sahut Karania seperti tak enak hati melihat temannya seperti patah semangat terlebih lagi Daniel dan Zein.


"Ya, gagal deh!" kecewa Haris.


"Em, gimana kalau kita pergi pesta sepupu gue aja. Kebetulan nanti malam sepupu gue itu pesta ulang tahun. Ya, sekaligus acara penyambutannya yang baru balik dari Osaka, lo pergi aja sekalian lo ajak saudara lo gak papa soalnya sepupu gue bilang terserah gue mau undang siapa. Dia juga mau cari kenalan banyak karena dia gak kenal orang sini ya mungkin efek dia kelamaan di Osaka," ucap Martin.


"Tapi gue...."


"Udah tenang aja, alamatnya nanti gue send lewat WA, ya. Kita kumpul-kumpul di sana aja nanti," sahut Martin lagi.


"Gue usahain deh," ujar Kara pasrah.


Senyuman gadis itu sedikit terpancar ketika mata pirangnya menatap mobil hitam yang setia stand bay di sana, di depan halte sekolah seberang gerbang. Ia tahu lelaki itu pasti menunggunya tentu saja siapa lagi yang ditunggu lelaki itu jika bukan dirinya?


"Gue duluan, saudara gue udah nunggu!"


Karanoa berlalu dengan sedikit berlari. Ada sedikit kesenangan yang terbesit di hati gadis itu bahkan ia gugup untuk bertatap muka dengan lelaki yang sekarang menunggunya.


Kara menutup pintu mobil dengan kencang. Ia masih ngos-ngosan akibat larinya padahal tidak terlalu kencang. Apa ini efek ia tak pernah lagi jogging selama 3 bulan terakhir ini?


"Ngapain lari-lari sih? Jalan pelan juga sampai, aku tidak akan meninggalkanmu," gumam Andreas yang dengan perhatian mengelap keringat yang membanjiri wajah dan leher Karania.


Untaian kata yang memang tidak seberapa, tapi seperti mengandung berjuta maksud 'Aku tidak akan meninggalkanmu' kata itu seperti menghipnotis Karania. Mata gadis itu menatap lekat wajah Andreas yang sangat dekat dengannya


"Aku hanya ingin segera bersamamu," gumamnya lirih tanpa sdar, sorot matanya masih menatap satu objek yaitu wajah Andreas.


Andeeas mengerutkan keningnya berusaha memperjelas pendengarannya, gumaman Kara sayup-sayup didengarnya.


"Apa maksudmu, Kara?"


"Oh!" Kara tersentak kaget ketika menyadari kesalahan mulutnya yang asal ceplos.


"Emm...Tidak Tidak. Tidak apa. Cepatlah aku sdah gerah," elak Karania, ia gugup karna mata tajam Andreas menatapnya membuatnya salah tingkah.

__ADS_1


"Baiklah!"


.................


"Andreas!"


"Hm."


"Ayolah, kita pergi, ya ya ya!" Karania merengek untuk yang kesekian kalinya, tapi lelaki didekatnya itu tak bergeming dan masih fokus pada kertas-kertas HVS dan juga laptop di hadapannya meski Kara menarik-narik tangannya.


Kara menutup paksa laptop milik Andreas membuat perhatian lelaki itu tertuju padanya.


"Ada apa, Karania? Aku sedang bekerja," ucap Andreas dengan lembut, meski ada sedikit kemarahan di dirinya dengan tingkah Kara, tapi ia masih bisa meredamkannya.


"Kita pergi, Andreas! Ayolah C'mon... Jika kau tidak mau biarkan aku saja yang pergi sendri," bujuk Kara yang seperti sudah benar-benar kesal.


"Lebih baik kau belajar saja. Nilaimu masih belum memuaskan akibat keasikanmu dengan basket."


Andreas kembali hendak menyalakan laptop, tapi lagi-lagi Kara mengganggunya.


"Please, c'mon Andreas. Aku sudah lama tidak pergi pesta dan jika kau tidak mau izinkan aku pergi sendiri saja!"


Andreas menghela napas jengah. Tidak mungkin jika drinya membiarkan gadisnya pergi sendiri. Jujur ia takut kehilangan, dengan berat hati Andreas mengangguk dan dengan girangnya Karania loncat-loncat di sofa dan memeluk Andreas dari samping.


"Tanks a million yuhu!" girang Kara.


Andreas mematung dengan pelukan Kara. Jantung berdetak berkali lipat lebih cepat, matanya memandang wajah Karania yang kepalanya bersandar di pundaknya.


"Hehe... refleks seneng!" cengir Kara yang melepas pelukannya. Tiba-tiba rasa canggung dan gugup menyerangnya.


"Jangan terlalu senang dulu, karena permintaanmu akan kukabulkan jika kau juga berjanji padaku dan harus ditepati!"


"Besok sore kamu harus mau belajar buat mempertajam otakmu yang pas-pasan itu!"


Seketika mulut Karania komat kamit merutuk, wajahnya pun tampak kesal berat.


"Tdak mau ya sudah. Aku tidak jadi ikut dan otomatis kau pun tidak akan pergi!"


Andreas kembali hendak menyalakan laptop, tapi dengan cepat dihalangi oleh Kara.


"Iya deh." Pasrah Karania demi pesta.


.........


Keramaian di sebuah kediaman yang tampak orang-orang tertawa bahagia di sana. Pesta di pinggir kolam renang yang berlapangan luas membuat suasana semakin menarik ditambah lampion dan lilin-lilin yang gemerlapan.


Andreas duduk santai di salah satu kursi tamu, tangannya sibuk otak-atik mengetik tiap huruf dari layar touchscren ponselnya, merangkai banyak kata di sana untuk mengrimnya pada seseorang yang jauh di sana. Sedangkan, Kara jangan ditanyakan lagi. Sesuai rencana tadi siang, mereka akan berkumpul ria, tertawa bahagia bersama. Andreas membiarkan kebebasan itu pada Karania asal gadis itu masih tak luput dari pandangannya. Satu lagi yang tertinggal, jika teman-temannya berkumpul bercerita bercanda gurau maka Martin berbeda, ia lebih memilih merayu wanita, sekarang saja ada dua wanita di samping kiri-kanannya.


Andreasmemasukkan ponsel ke dalam saku celananya, ia beranjak dari duduknya berniat mencari toilet. Kara sempat melirik sekejap tanpa pengetahuan Andreas, tapi ia kembali acuh karena ia tahu lelaki itu tidak akan meninggalkannya.


Bugh


"Ah, Sorry sorry, please!"


"No problem!" singkat Andreas, tangannya sibuk mengelap kemejanya yang ketumpahan jus.


"Aduh sorry, ya!" Gadis yang menabrak Andreas itu nampak merasa bersalah, tangannya juga membantu membersihkan tumpahan di kemeja Andreas.

__ADS_1


"Tidak masalah, mungkin juga kesalahanku terlalu fokus pada ponsel."


Keduanya mendongak, mata itu bertatap. Gadis manis yang berada di hadapan Andreas itu termangu, menatap Andreas tanpa berkedip sampai-sampai lelaki itu mengibaskan tangannya dihadapan mata gadis itu tetap tak brgeming, gadis itu seperti mematung.


"Nona!" panggil Andreas, tapi gadis itu masih pada posisinya.


"Why Nona?" tanya Andreas dengan menepuk pelan bahu gadis itu membuatnya terperanjat kaget.


"A--aku..." Gadis itu gagap karena gugup yang dideritanya membuatnya salah tingkah.


"Are you ok?"


"So, i'm oke." Gadis itu tersenyum kikuk.


Hatinya seperti meleleh saat mata coklatnya mendapati senyuman manis yang terpancar dari bibir seksi Andreas tertuju padanya, rasanya ia ingin hal ini tidak pernah berlalu.


"Maafkan aku sdah mengotori bajumu dengan jus," ucapnya untuk sekedar basa-basi krena ia merasa enggan berlalu dari Andreas.


"Tak apa, lagi pula ada faktor ketidaksengajaan di sini," sahut Andreas dengan lembut.


"Aku akan menggantikan pakaianmu, mari ke dalam," tawarnya.


Andreas hanya tersenyum.


"Tdak perlu, Nona. Cukup tunjukkan di mana toilet padaku!"


Gadis itu pun menunjukkan letak toilet di rumah itu.


"Kalau begitu saya permisi, Nona!"


"Tunggu!"


Andreas berhenti melangkah, gadis itu menghampiri Andreas dan berdiri di depan lelaki itu.


"Ada apa, Nona?"


"Emm... Aku tidak mengenalmu siapa yang mengundangmu karena aku merasa tidak pernh mengundangmu apa aku pikun?"


"Oh maaf, ini pestamu?" Gadis itu mengangguk.


"Aku mengekori saudariku yang ngeyel untuk datang ke sini dan dia katanya diundang teman lelakinya," ucap Andreas sambil menunjuk Karania yang sedang asik bergurau bersama teman-temannya.


"Ohh. tak apa. Aku hanya ingin tahu saja. Em... Namamu?" Gadis itu menunduk malu ketika tangannya terulur mengajak lelaki di hadapannya untuk berkenalan.


Senang hati Andreas membalas uluran tangan gadis itu, "Andreas Jhone Smith!"


"Alisyia Audrey, panggil saja aku Alisy. Senang berkenalan denganmu!"


Jabatan tangan mreka terlepas.


"Apa kita bisa jadi teman?"


"Dengan senang hati."


Ada banyak kegirangan di diri Alisyia dengan kata-kata singkat Andreas dan senyuman lelaki itu bagai martini memabukkan CINTA PANDANGAN PERTAMA untuknya.


"Selamat menikmati pesta ini. Kumohon jangan pulang sebelum puncak acara," ucap Alisyia dengan malu-malu, setelah berkata esperti itu ia berlalu dari hadapan Andreas yang bingung sendiri. Namun, senyuman terbit di bibirnya saat matanya menatap punggung Alisyia yang kian tak terlihat.

__ADS_1


"Aneh!" gumamnya, lalu melenggang menuju toilet yang Alisyia tunjukkan padanya, tak lupa ia kembali mengotak atik ponselnya.


...Bersambung.......


__ADS_2