Ampun Pak!

Ampun Pak!
KEANEHAN DEVAN


__ADS_3

Devan pulang dari kantor lebih cepat, sore ini dia pulang dengan wajah kusut, sangat berbeda dengan tampilannya yang rapi. Pria itu melangkah masuk dan melewati ruang utama. Dia mengernyitkan mata melihat istri dan putri kecilnya sedang memakan coklat praline berbentuk hati dengan isian selai blueberry.


Fara menyuapkan coklat ke dalam mulutnya, dia memejamkan mata saat rasa coklat yang manis berpadu dengan selai blueberry yang sedikit asam. kedua wanita berbeda generasi itu tidak sadar akan kedatangan Devan yang terlihat mengetatkan rahangnya.


“Pak!” protes Fara saat tiba-tiba Devan menyambar coklat berisikan coklat praline yang ada di atas pahanya.


Ainsley merengut sebal dengan sang daddy yang menganggu mereka menikmati coklat yang enak dan cantik.


Devan memasang wajah dinginnya, dia mengangkat coklat itu ke atas saat Fara mencoba meraihnya. Wanita itu berusaha menggapai coklat yang ada di tangan sang suami dengan menjinjitkan kaki.


Fara melompat-lompat demi mendapatkan coklatnya kembali. Akan tetapi, Devan tidak membiarkannya. Pria itu berjalan ke luar bersama dengan coklat yang ada di tangannya.


“Dari siapa coklat ini?” tanya Devan saat sudah berada di ambang pintu ke luar.


Wanita berusia 24 tahun itu heran dengan pertanyaan suaminya. Namun, sedetik kemudian Sudut bibir Fara terangkat saat menyadari jika sang suami mengira jika coklat itu dari Zack. Sifat jahil Fara terbit disaat seperti ini, dia senang melihat ekspresi Devan yang berubah-rubah, walaupun kesan dinginnya tetap ada.


“Dari seseorang. Ih bapak kenapa sih, lagi PMS ya? Siniin coklat saya!” ucap Fara berpura-pura kesal.


Berbeda dengan Ainsley yang menyusul mommy dan daddy-nya, gadis kecil itu benar-benar merasa kesal saat Devan tidak mau mengembalikan coklat yang super duper lezat itu.


“Saya tidak suka ada barang dan makanan dari orang asing di rumah ini. Pasti ini dari pria itu!” Devan memicingkan matanya.


Mata pria itu terlihat seperti mata elang yang tajam dan menghipnotis bagi siapa saja yang melihatnya saat ini, kacamata yang bertengger di hidung pria itu menambah kesan keran dan juga tampan.


Fara sempat terpaku dengan tatapan suaminya, dia kembali fokus dengan menggelengkan kepala pelan. Namun, hal itu salah diartikan oleh Devan yang menganggap Fara menjawab tidak atas pertanyaan yang dilayangkannya.


“Jangan berbohong!”


“Ha?” Fara menggaruk kepala dengan wajah terlihat bingung.


“Daddy!” pekik Ainsley.


Gadis kecil itu menghentakkan satu kakinya saat Devan mencampakkan kotak berisi coklat itu ke luar. Fara mengalihkan pandangannya pada coklat yang tergeletak di atas paving block, dia tidak menyangka jika Devan akan membuang coklat yang dikira pemberian dari Zack.

__ADS_1


“Yah, coklat kita bernasib malang, Mom.” Ainsley memeluk kaki Fara sambil menengadahkan kepala.


Oh tidak! Rasa bersalah merasuki Fara sebab karena keusilannya membuat wajah sang anak terlihat menjadi sedih. Padahal, coklat itu dia beli saat pergi ke pasar, dirinya singgah ke sebuah toko coklat di pertengahan jalan pulang.


“Daddy akan membelikan yang lebih enak dari itu!”


Fara menolehkan kepala ke arah suaminya, dia melihat senyum kecil di bibir suaminya. Fara jadi heran sendiri dengan Devan yang terlihat sangat aneh. Pria itu tampak senang begitu berhasil menyingkirkan coklat miliknya.


Wajah Ainsley kembali bersinar mendengar penuturan dari daddy-nya. Gadis kecil itu meloncat kegirangan saat Devan menghubungi Jhon dan memerintahkan untuk membeli coklat praline dengan kualitas terbaik.


“Saya ingin coklat itu sudah di antar ke sini saat malam tiba, beli dengan bentuk hati!”


Mulut Fara menganga dengan mata membelalak lebar. Apalagi saat Devan meliriknya sekilas dengan sebuah seringai menyertai senyum pria itu.


 


***


Hari ke hari Devan semakin bertingkah aneh. Pria itu selalu memperingati Fara untuk menjauh dari Zack setiap kali mereka berpapasan di rumah.


Di sebuah gedung yang tinggi nan megah, Zack meremas berkas yang ada di tangannya. Gigi pria itu bergemeletuk saling beradu, kemarahan jelas tergambar di wajah Zack.


“Ternyata Fara adalah istri yang disembunyikan statusnya, ternyata kau juga baji-ngan.”


Zack merutuki takdir yang selalu membawanya pada wanita yang terhubung dengan pria yang paling dibencinya. Tapi, dia tidak akan pernah mundur. Dirinya yakin jika Fara akan menjadi miliknya, dan dia akan menang kembali.


Di sisi lain, Devan yang berada di dalam kamarnya sedang menyunggingkan senyum yang mengerikan dan dingin. Dia yakin, jika saat ini Zack sudah mengetahui fakta bahwa Fara adalah istrinya.


Jhon sudah lebih dulu memberi tahunya soal orang suruhan Zack yang mencari informasi tentang Fara. Devan membiarkan orang suruhan Zack mendapatkan informasi tentang Fara yang merupakan istrinya agar pria itu tahu siapa lawannya kali ini.


“Aku tidak akan membiarkan baji-ngan licik sepertinya mengulang kisah yang sama di masa sekarang!” Devan melepas kacamatanya dan beranjak turun dari tempat tidur.


Pria itu ke luar dari kamarnya, dia berniat duduk di gazebo yang berada di dekat kolam renang. Saat membuka pintu kamar, Devan berpapasan dengan Fara yang juga sedang berjalan menuju tangga.

__ADS_1


Fara terlihat ingin melarikan diri, wanita itu bersiap menghindari Devan. Dia merasa bosan diingati seperti anak kecil saja.


“Ingat jangan dekat-dekat dengan pria itu! Kau baru saja membalas pesan darinya kan?!” Devan menarik lengan Fara.


Wanita itu menarik napas panjang, dia yakin jika Devan telah melakukan sesuatu pada ponselnya sehingga pria itu tahu apa saja aktivitas yang dia lakukan di smartphone miliknya. Dan lagi, Devan selalu memperingatinya soal Zack.


“Memangnya Zack kenapa? Walau terlihat menyebalkan. Tapi, dia orangnya cukup baik dibanding bapak,” ucap Fara dengan menatap wajah suaminya.


“Jangan bandingkan saya dengan dia! Apa kau tidak bisa mendengarkan apa yang saya katakan tanpa membantah? Keras kepala sekali!” Devan berucap dengan nada yang terdengar kesal.


Tiba-tiba Fara menyipitkan mata dengan bibir tersenyum tipis, tangan Devan reflek melepas pegangan di lengan Fara saat melihat eskpresi wajah istrinya


Tanpa diduga, Fara memeluk tubuh Devan seraya berkata, “bapak cemburu ya?” Kepala Fara mendengak agar bisa menatap wajah suaminya yang terlihat kaku.


Fara memeluk tubuh sang suami dengan begitu erat sampai tubuh keduanya saling menempel layaknya roti selai.


Mata Devan membelalak saat merasakan sesuatu yang kenyal dan padat menyentuh tubuhnya. Devan menundukkan kepala dengan wajah terlihat menegang.


“K-kau tidak pakai bra?” Devan mendorong tubuh Fara, wajahnya terlihat memerah.


Fara menjawab dengan menggelengkan kepala, dirinya memang tidak menggunakan kacamata penutup malam ini.


Mata Devan terpaku pada sesuatu yang menonjol dari balik baju tidur berbahan satin yang dikenakan oleh istrinya.


Glek!


Devan segera membalik badannya dan kembali masuk ke dalam kamar, acara bersantai di gazebo diurungkannya.


Saat sudah berada di dalam kamar, Devan reflek memegang bibirnya, dia mengingat rasa dari aset istrinya itu.


 


Bersambung ….

__ADS_1


Hayo jangan bilang kalau pak Devan mulai anu 🙈


__ADS_2